MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Kombespol Asep Adisaputra Kapolres Metro Bekasi hadiri pengukuhan paguyuban wartawan cetak dan elektronik Polres Metro Bekasi, yang bertempat di mapolsek Muara Gembong,  Sabtu (23/9).

"Kenapa kita buat paguyuban wartawan, ini dibentuk untuk menjaga solidaritas wartawan yang wilayah liputannya di wilayah hukum Polres Metro Bekasi, agar lebih kompak, "ujarnya.

Menurutnya, saat ini banyak wartawan yang memegang wilayah liputan di Kota dan Kabupaten Bekasi, sehingga ketika ada giat rilis kasus terlambat hadir.

"Wartawan yang tergabung di paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi harus bisa berbagi dengan rekan-rekan media yang lain, dalam hal pemberitaan, dan lahirnya paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi diharapkan dapat bersinergi dengan Polri, karena media dan Polri saling membutuhkan, "terangnya.

Hari ini Sabtu (23/9) adalah hari bersejarah untuk rekan-rekan media yang tergabung di paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi , karena telah di kukuhkan.

"Saat ini adalah sejarah untuk rekan-rekan wartawan, dimana paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi telah dikukuhkan di ujung wilayah Hukum Polres Metro Bekasi yaitu di mapolsek Muara Gembong, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa acara pengukuhan paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi di barengi dengan pemotongan tumpeng oleh Kapolresta Metro Bekasi KombesPol Asep Adisaputra.

Sementara Rahmat Tubis, Ketua Paguyuban Wartawan Cetak Elektronik, sangat mengapresiasi Kapolres Metro Bekasi yang telah mensuport sehingga lahir paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi ini. 

"Saya mewakili rekan-rekan wartawan mengucapkan terima kasih sekali, karena Kapolres telah mendukung lahirnya paguyuban wartawan ini, semoga dengan adanya paguyuban wartawan Polres Metro Bekasi kami semakin kompak dan solid, tentunya untuk memajukan Kabupaten Bekasi kedepan, "tutur wartawan yang bekerja di Jak TV ini.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Kombespol Asep Adisaputra Kapolres Metro Bekasi serahkan bangunan rumah kepada emak Asiah, yang beralamat di kampung kandang sapi, Desa Jaya Laksana, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, yang beberapa waktu lalu di bedah dalam program peduli sosial Polres Metro Bekasi.

Dalam sambutannya Kapolres Metro Bekasi mengatakan, hari ini adalah hari yang ditunggu oleh emak Asiah, dan hari yang membahagiakan bagi kita lantaran bisa berbagi.

"Bakti Sosial ini merupakan program Polres alhamdulillah bisa terselesaikan, dimana dalam rencana pembangunannya tepat waktu, dan seluruh Polres melakukan hal yang sama, namun, kita bisa melaksanakannya hari ini, "ujarnya Sabtu (23/9).

Menurutnya, renopasi total tumah emak Asiah, ini adalah adalah satu bentuk program kegiatan yang awal utamanya adalah bagaimana kita peduli terhadap sesama.

"Selain baksos bedah rumah, kami juga santuni yatim piatu, dan jompo yang menjadi bagian dari baksos Polres Metro Bekasi, kita ingin hubungan masyarakat dengan aparatur pemerintah serta TNI dan POLRI semakin baik, baksos ini adalah jembatan yang baik untuk kita bersinergi, "terangnya.

Kritik dan saran untuk kinerja Polres Metro Bekasi sangat diharapkan dari elemen masyarakat, untuk energi lebih baik lagi kedepan. Dan diharapkan kerjasamanya dalam menjalin khamtibmas.

"Untuk lebih baik lagi kedepan, kami mengharapkan kritik dan teguran dari masyarakat, apabila dalam tugas kami masih ada yang kurang, "ungkapnya.

Diketahui, turut hadir dalam acara serah terima bangunan rumah emak Asiah, Wakapolres Metro bekasi, camat cabang bungin, para pejabat utama polres Metro bekasi, kapolsek cabang bungin, perwakilan danramil cabang bungin, ibu wakil ketua bhayangkari.

Sementara Suwarto Camat Cabang Bungin mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada jararan Polres Metro Bekasi yang telah membantu warganya untuk menjadikan rumah emak Asiah rumah yang layak huni.

"Kami atas nama pemerintahan mewakili keluarga emak Asiah mengucapkan terima Kasih kepada pak Kapolres yang telah membantu dalam membedah rumah emak Asiah, "ungkapnya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BekasiToday.com - Butuh biaya puluhan juta rupiah, sejumlah atlet silat Bekasi terpaksa turun ke jalan untuk mengumpulkan dana yang akan mereka gunakan untuk bertarung mengikuti event bergengsi di Yogyakarta. Cara ini (turun kejalan -red) mereka tempuh setelah mencoba berbagai cara untuk ikut serta dalam event Yogyakarta Championship 2017 yang digelar 14-15 Oktober mendatang, pesilat Bekasi mengaku masih membutuhkan banyak dukungan dana.

Pesilat Bekasi Lakukan Penggalangan Dana Untuk Biayai Kejuaraan Di Jogja

Sementara itu, IPSI Kota Bekasi berencana mengirim 60 orang yang terdiri dari 40 atlet, 15 ofisial, dan 5 guru silat ini membutuhkan biaya lebih lima puluh rupiah. Namun hingga berita ini diterbitkan kendala keuangan masih menghantui para pesilat yang notabene pelajar dan mahasiswa Bekasi ini.

“Dana tersebut untuk membiayai akomodasi dan transportasi atlet dan ofisial. Bayangkan untuk membawa nama Bekasi ke kancah nasional aja musti ngecrek pake kencleng mungutin recehan gini di jalanan, “ungkap Deni Djiung, pegiat Silat Bekasi yang rela melelang Songko kesayangan demi memberangkatkan anak didiknya.

Menurutnya, perhatian pemerintah terhadap olahraga warisan budaya ini dirasa kurang oleh pegiat dan pelaku silat Bekasi. Karenanya mereka berinisiatif melakukan mengumpulkan dana dengan cara ngecrek di jalanan dan penggalangan dana untuk kejuaraan pencak silat ini secara besar-besaran pada Car Free Day Kota Bekasi 24 September besok

Pesilat Bekasi Lakukan Penggalangan Dana Untuk Biayai Kejuaraan Di Jogja

“Kaga pake malu, atletnya sendiri yang turun ke jalanan. Setidaknya masyarakat jadi tahu, warisan budaya ini butuh perhatian dari berbagai pihak terutama pemerintah“ tutur ayah satu anak ini dengan mata berbinar, entah binar semangat atau sedih bercampur geram dengan sikap pemerintah terhadap budaya silat Bekasi.

Untuk memberangkatkan rombongan yang berjumlah 55 orang (40 atlet, 15 official, 5 guru) diperlukan dana sebesar Rp 50.700.000, dengan rincian sbb.:
Transportasi Bekasi-Yogya PP (bus atau kereta): Rp 10 juta, 
Penginapan: Rp 25 juta,
Biaya pendaftaran: Rp 10 juta (40 atlet @ Rp250.000), 
Transportasi di Yogya (sewa bis): Rp 3 juta, 
P3K: Rp 500 ribu 
dan biaya tidak terduga Rp 2 juta. 

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

TAMBUN SELATAN bekasitoday.com-Sarja Winata Kepala Desa Tambun, Kecamatan Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi, mewajibkan anak muda di wilayahnya untuk ikut serta dalam acara nonton bareng (Nobar) film G-30-S PKI di Desa Tambun, pada 30 September 2017 mendatang. 

“Artinya, kami pun akan mewajibkan, terutama anak-anak muda yang ada di desa Tambun khususnya, dan umumnya masyarakat Kabupaten Bekasi, bisa nonton dan mengetahui yang terjadi pada tahun 65 lampau, itu sebuah gerakan pengkhianatan, "jelasnya, Jumat (22/9).
 
Menurutnya, bahwa gejala-gejala adanya bibit-bibit PKI di Kabupaten Bekasi bisa saja muncul. Kewaspadaan kami adalah terhadap kelompok-kelompok yang kurang bersinergi dari pemerintah.
 
“Gejala ini bisa muncul dari kelompok-kelompok yang memang keliatan kurang sinergi dengan pemerintah. Kemudian ada simbol-simbol yang semestinhya tidak dimunculkan. Kalau dulu tidak ada yang berani memunculkan lambang-lambang komunis, seperti palu arit, "tukasnya.
 
Saat disinggung mengenai kekejaman film G-30-S PKI tersebut, dirinya juga mengatakan bahwa film G-30-S PKI bukan untuk mengajari para anak-anak dibawah umur untuk melakukan kekerasaan, melainkan untuk memberitahu tentang arti sejarah yang pernah dilakukan oleh komunis tersebut. 
 
"Saya pikir nobar ini sebagai pemberitahuan kita kepada masyarakat, anak-anak yang memang usia sekolah. Walaupun terlihat ekstrim, itu adalah sejarah, dan tidak usah ditutup-tutup, "tandasnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot

Tanpa Identitas, Sesosok Mayat Hebohkan Warga Pasirsari
CIKARANG SELATAN bekasitoday.com - Puluhan Warga Kampung Kamurang RT 004/002, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan, dihebohkan dengan ditemukannya mayat yang mengapung di irigasi jalan Inspeksi Kalimalang Tegalgede,  sekitar jam 02.29 Wib, Jumat (22/09).

Mayat yang mengapung diketahui warga dari arah Cibatu, akhirnya diangkat oleh warga di penyeberangan Tegalgede, Desa Pasirsari, Kecamatan Cikarang Selatan Kabupaten Bekasi

''Mayat itu kelihatan mengapung di irigasi dari arah Cibatu dan diangkat warga pas di penyeberangan perahu di Tegalgede, mayat tersebut tanpa identitas, "ujar warga.

Masih menurut warga, bahwa mayat yang sudah diangkat belum diketahui identitasnya, usianya sekira 60 tahun, kerumunan warga sekitar yang melihat, tak ada satu pun belum ada yang mengenali mayat tersebut.

''Warga kan banyak yang melihat, tapi ga ada yang kenal dengan mayat tersebut, "terang warga.
Terpisah, Pelda Suhari, Binmas AD Desa Pasirsari mengatakan bahwa mayat tersebut ditemukan tanpa identitas, mengenakan kaos tangan pendek dan celana pendek, usianya diperkirakan berumur 60 tahun, warga pun tidak ada yang kenal dengan mayat tersebut.

''Banyak warga yang sudah melihat dan mencoba mengenali tapi tidak ada satu pun yang mengenali mayat tersebut, memang tanpa identitas, sekarang masih menunggu petugas dari Polres Metro Bekasi, " ungkap Pelda Suhari. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Polres Metro Bekasi Amankan Pemilik Toko Obat Tak Berizin
CIKARANG bekasitoday.com - Kepolisian Resort Metro Bekasi melaksanakan jumpa pers terkait penangkapan beberapa pemilik dan penanggung jawab peredaran obat ilegal. Dalam operasi pada Kamis malam (21/9), Kepolisian Resort Metro Bekasi menahan enam tersangka selaku pemilik dan penanggung jawab toko obat dan apotek. Mereka adalah ES pemilik toko obat Cung U dan YC pemilik toko obat Suka Cita serta HS, PE, EP dan K selaku pengelola Apotek Evita.

Kepolisian Resort Metro Bekasi mengungkapkan bahwa sedikitnya telah menyita 35.000-an butir obat yang tidak memiliki izin edar.

Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adisaputra menjelaskan bahwa obat-obatan tersebut disita dari toko obat Cung U, toko obat Suka Cita dan Apotek Evita. Ketiga tempat tersebut terletak di Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi Jawa Barat.

"Ribuan obat ini disita oleh petugas setelah menindaklanjuti laporan warga. Petugas kemudian bergerak ke tempat yang dituju dan mengamankan para pelaku dan barang bukti ini,  "jelas Asep di kantornya, Jumat (22/9).

Asep menjelaskan, pihaknya menggandeng BPOM dan Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam operasi tersebut. Di hadapan petugas, para tersangka ini tidak dapat menunjukkan dokumen resmi perizinan atas peredaran obat yang mereka jual sehingga obat-obatan ini jelas adalah obat-oabatan ilegal.

"Ada obat-obatan yang tidak memiliki izin edar dan juga ada yang mengandung bahan kimia obat (BKO) berbahaya. Apotek yang kami tindak juga tidak memiliki izin apoteker, "terangnya.

Penindakan ini bertujuan untuk memberikan efek jera dan menekan keleluasaan gerak penyalahgunaan dan peredaran gelap obat-obatan berbahaya seperti pil PCC yang saat ini sedang meresahkan masyarakat.

"Para tersangka akan dikenakan Pasal 196 dan 198 UU RI Nomor 36 tahun 2009 tentang kesehatan dengan ancaman hukuman penjara di atas 10 tahun dan denda Rp 1 miliar.(*)

Penulis : Bisot