BABELAN bekasitoday.com-Dibalut kesederhanaan, siswa Sekolah Dasar Negeri (SDN) Kedung Pengawas 04 rayakan kemerdekaan Republik Indonesia ke-72 tahun 2017, dengan menggelar perlombaan tradisional panjat pinang. Bukan hanya kesederhanaan dalam lomba peringati HUT RI saja, terkait pembangunan untuk menunjang kegiatan belajar mengajar pun dinilai sangat kekurangan. Itu bisa dilihat dari kondisi bangunan sekolah yang jauh dari kata layak serta halaman sekolah yang masih berlantaikan tanah, ini bukti bahwa pemerintah tidak serius dalam menunjang sarana dan prasarana pendidikan khususnya sekolah dasar.

"Sekolah kami ini (SDN kedung pengawas 04-red) sangat tertinggal dengan Sekolah Dasar lain yang ada di wilayah Kecamatan Babelan, ini dapat di buktikan dengan kondisi sekolah yang masih jauh dari kata layak, mulai dari halaman sekolah yang masih berlantaikan tanah, kondisi kelas yang sudah rusak, serta belum tersedianya pagar sekolah, "ujar Bahruddin S. Ag Kepala Sekolah SDN 04 Kedung Pengawas, Sabtu (19/8).

Menurutnya, tahun lalu kondisi sekolah kami sudah di cek oleh anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi komisi 4, saat itu dia janji akan membantu pihak sekolah dalam hal sarana dan prasarana sekolah, namun hingga saat ini belum terihat kerja nyata dari kunjungan anggota DPRD tersebut.

"Tahun lalu keluhan kami sudah di dengar dan direspon oleh anggota DPRD komisi 4 Muhtada Sobirin dan langsung mendatangi sekolah kami, kami bersyukur sekolah kami kedatangan anggota dewan yang langsung bisa melihat kondisi sekolah sebenarnya, mudah-mudahan apa yang telah di ajukan oleh anggota dewan dapat segera terealisasi, "terangnya.

Dia menambahkan, bahwa untuk menunjang Kegiatan Belajar Mengajar (KBM), kami butuh perbaikan halaman sekolah, penambahan ruang kelas, serta pembuatan pagar sekolah, agar sekolah kami tidak tertinggal dengan sekolah lain yang ada di wilayah Kecamatan Babelan.

"Selama ini sekolah kami sangat tidak diminati, itu terbukti dengan sedikitnya minat orang tua siswa untuk menyekolahkan anaknya di SDN Kedung Pengawas 04 di setiap tahun ajaran baru, karena sarana dan prasarana yang belum mendukung, dan di HUT RI ke-72 ini kami merasa belum merdeka, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Jajaran Lintas Wartawan Bekasi dan Kelompok Kerja (Pokja-red)  wartawan Kabupaten Bekasi apresiasi kesediaan para donatur yang sedia membantu di setiap kegiatan yang diadakan rekan-rekan media, dari mulai kegiatan bakti sosial hingga kegiatan sakral pengibaran bendera merah putih saat HUT RI di setiap tahunnya.

Sementara, Karman Supardi SE yang di dampingi beberapa rekan media usai melaksanakan pengibaran bendera merah putih memperingati HUT RI ke 72 di atas jembatan bagedor, di kampung penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, mengatakan, hampir di setiap kegiatan kita ada sejumlah donatur tetap dan tidak mengikat yang selalu mensuport.

"Alhamdulillah di setiap kegiatan yang kita adakan, selalu di dukung dan di suport oleh para donatur tetap namun tidak mengikat, salah satunya adalah Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) dimana CCAI selalu memberikan bantuan berupa minuman kamasan, "ujarnya Kamis (17/8).

Bukan hanya di acara sakral upacara HUT RI saja, kegiatan seminar jurnalistik yang diadakan ke sekolah-sekolah oleh Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi pun CCAI selalu mensuportnya. 

"Tahun lalu Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi mengadakan seminar jurnalistik di sekolah menengah yang ada di Kabupaten Bekasi, dan CCAI juga mendukung, dan hari ini di HUT RI ke-72, CCAI juga berpartisipasi dalam kegiatan kita, dan semoga kegiatan-kegiatan para wartawan yang tergabung di Lintas Wartawan Bekasi (LIWASI) selalu mendapat dukungan dari semua pihak, "terangnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
Suasana saat pengibaran bendera merah putih
MUARAGEMBONG bekasitoday.com–Dianggap unik, Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi) bersama warga Kampung Penombo menggelar kegiatan pengibaran bendera Merah Putih untuk memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia Ke-72, di atas jembatan bagedor, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muaragembong, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, Kamis (17/8).

Karman Supardi SE, penanggung jawab kegiatan ketika ditanya terkait kegiatan pengibaran bendera peringati HUT RI ke 72, yang diadakan diatas jembatan bagedor kepada bekasitoday.com mengatakan, rekan-rekan media yang tergabung dalam LIWASI seperti media elektronik, online, maupun cetak, sangat antusias mengikuti acara pengibaran bendera yang digagas oleh para pekerja pers yang bertugas di wilayah Kabupaten Bekasi. Menurutnya, kegiatan pengibaran bendera Merah Putih sudah menjadi agenda rutin yang setiap tahun di bulan Agustus dilaksanakan oleh jurnalis sebagai bagian kepedulian terhadap sejarah perjuangan untuk merebut kemerdekaan Republik Indonesia dari tangan penjajah.

“Ya kegiatan ini sudah menjadi rutinitas kita para insan pers baik yang tergabung dalam Pokja Wartawan, maupun Lintas Wartawan Bekasi. Tahun lalu, kita mengadakan acara yang sama di jembatan cinta, yang berada di kampung Paljaya, Desa Segarajaya, Kecamatan Tarumajaya. Dan tahun ini kita mengadakan di jembatan Bagedor Muaragembong, "ujarnya.

Dirinya menjelaskan, alasan dipilihnya jembatan Bagedor Muaragembong sebagai tempat pelaksanaan pengibaran bendera Merah Putih, karena hasil musyawarah para wartawan yang tergabung dalam Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi). Di samping itu, kata dia, tempat yang unik dan nyentrik sangat menarik dan memiliki nilai tersendiri dibandingkan dengan tempat-tempat lain yang sudah lazim dipergunakan, seperti halaman kantor instansi pemerintahan.
suasana santunan anak yatim

“Kita coba tampil beda, cari tempat yang unik yang orang lain belum pernah mengadakannya. Di atas jembatan ini kan unik. Bahkan, bila kita siap, tahun depan kita berencana akan mengadakan upacara bendera di tengah laut di atas kapal nelayan, "tukas Pemimpin Redaksi Media Suara Bekasi ini.
Dirinya menambahkan, selain kegiatan pengibaran bendera Merah Putih di atas jembatan Bagedor, panitia juga mengadakan bhakti sosial berupa santunan kepada puluhan anak yatim dan aneka perlombaan untuk warga setempat.

“Intinya di hari yang sakral ini kita sebagai anak bangsa ikut ambil bagian mengenang sejarah perjuangan kemerdekaan, dan mengisinya dengan hal-hal yang positif, "terangnya.

Ia berharap, dengan diadakan pengibaran bendera Merah Putih oleh para wartawan, mudah-mudahan potensi Muaragembong yang masih terpendam akan semakin terangkat, dan juga diperhatikan oleh pemerintah pusat maupun daerah. Apalagi, tambah dia, di Desa Pantai Harapan Jaya ini terdapat Benda Cagar Budaya (BCB), berupa situs Masjid Alam Blacan yang konon kabarnya telah dibangun oleh leluhur kita ratusan tahun silam.
“Semoga ke depan Muaragembong menjadi salah satu tempat alternatif ekowisata mangrove maupun wisata religi seperti Masjid Alam Blacan yang dibangun ratusan tahun yang lalu, "pungkasnya.

Pantauan di lapangan upacara bendera memperingati HUT RI ke-72, dimulai dari pukul 08.00 Wib, semua petugas upacara dibawakan oleh para wartawan. Seperti inspektur upacara, pembaca teks Pancasila, UUD 1945, dan teks Proklamasi. Kecuali untuk pembina upacara, dipimpin oleh Binmaspol desa Pantai Harapan Jaya, dan pembacaan doa diserahkan kepada tokoh agama setempat. Turut hadir dalam upacara tersebut Ormas Garda Tipikor Indonesia (GTI) DPC Kabupaten Bekasi, masyarakat nelayan, dan para staf desa Pantai Harapan Jaya. (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT-RI) ke72, Muspida Kabupaten Bekasi adakan giat tabur bunga di makam pahlawan KH Noeralie yang berada di komplek Pondok Pesantren Asrama Puteri Attaqwa kampung Ujung Harapan Rt06/02, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (16/8).

Hadir dalam acara tersebut, H. Eka Supriyatmadja, SH Wakil Bupati Kab Bekasi, Drs.H.Suhup SH MM Ka.Dishub Kab.Bekasi, H.Subarja Kasie Trantib UM Kab.Bekasi, Drs.Surya Wijaya,MM. Camat Babelan, AKBP. Heru P Kasat Lantas Restro Bekasi, AKBP. Ys Muryono Kasat Binmas Restro Bekasi, Kompol. Suriyat SH Kapolsek Babelan, Kompol. Suwarto Pamen Polrestro Bekasi, Kompol Rosdiana S Kasi Propam Restro Bekasi, Seluruh Kapolsek Jjr Polrestro Bekasi. Kapt.Inft Sulemi Danramil Babelan, Seluruh Lurah dan Kepala Desa Se-Kecamatan Babelan, Kyai H.Amien Noer.Lc, Perwakilan keluarga Alm Kyai H.Noer Alie, Santriwan dan Santriwati Ponpes At-Taqwa Pusat.

Dalam sambutannya Wakil Bupati Bekasi H. Eka Supriatmadja, SH, mengatakan, dalam acara memperingati HUT RI Ke-72, dan HUT Kabupaten Bekasi Ke-67, kita mengadakan kegiatan dzikir bersama, ini merupakan wujud rasa syukur dan mendekati diri kita kepada Allah.S.W.T dan menumbuhkan rasa kebersamaan untuk kita dan pada tanggal 17 Agustus 2017 besok, kita rayakan rasa kebanggaan kita kepada para pejuang terdahulu yang turut serta dalam memerdekakan Negara Indonesia.

"Kita rayakan rasa syukur kita kepada para pejuang dengan cara mendoakan beliau, ini merupakan wujud syukur dalam mendekatkan diri kepada Allah SWT, "ujarnya.

Terpisah, KH. Nurul Anwar.Lc mengatakan, dalam rangka memperingati HUT RI Ke-72 atas nama keluarga, dirinya mengucapkan terima kasih atas kehadirannya.

"Keinginan Alm meminta doa dan penghargaan sebagai rakyat Indonesia, saat Itu sebagai Pahlawan Nasional Karawang - Bekasi dan semoga kita dapat meneruskan perjuangan beliau, saat Itu Alm Kyai H.Noer Alie berjuang saat muda pada usia 28 tahun, artinya sosok beliau masih sangat muda sudah bertemu dengan tokoh pemuda, artinya "tidak mengahalangi pemuda saat ini untuk berjuang saat ini para pemuda untuk melanjutkan perjuangan beliau untuk berprestasi, "ungkapnya.(*).

Penulis : Nurdin
Editor Bisot
H Mahfudz saat mengapresiasi veteran RI
BEKASI KOTA bekasitoday.com-82 perguruan silat pelestari budaya dan komunitas yang tergabung di Gerakan Moral (GM), adakan upacara ala jawara, di alun-alun Kota Bekasi, dalam rangka menyambut hari kemerdekaan Republik Indonesia ke 72, Minggu (13/8).

Hadir dalam acara tersebut, Edi Nalapraya sesepuh pencak silat Indonesia,  H Rahmat Malik pemerhati budaya, Mahfudz Abdrurahman anggota DPR-RI, Drahim Sada pelestari budaya, Mardani ketua GM, para veteran, Wakapolres Metro Bekasi Kota, Danramil 0507 Bekasi. H Ahmad Syaikhu wakil Walikota Bekasi.

pengibaran bendera merah putih ala jawara
Mahfudz Abdurahman Anggota DPR-RI Komisi V kepada media mengucapkan rasa syukur kehadirat Allah SWT, dirinya mengatakan, silat bukan hanya semata-mata kelompok olah raga. Silat adalah budaya asli nenek moyang yang harus kita lestarikan, dan alhamdulillah generasi muda sudah banyak yang melestarikan budaya nenek moyang, khususnya di Kota Bekasi.

"Saya sangat bangga hari ini banyak anak muda berkreatifitas dalam seni budaya pencak silat, mudah-mudahan Allah memelihara silaturahmi kita, sehingga budaya kita khususnya pencak silat akan berjaya, "ujarnya.

Menurutnya, dalam gelar kegiatan upacara ala jawara juga turut menghadirkan veteran RI yang dulu berjuang dalam merebut kemerdekaan RI,  dan dirinya sangat mengapresiasi veteran RI yang ada.

"Sengaja para veteran RI diundang dalam perhelatan budaya pencak silat menyambut HUT RI ke 72, hanya untuk mengapresiasi mereka, karena tanpa mereka tidak mungkin NKRI bisa merdeka, walaupun apresiasi yang kita berikan tidak sebanding dengan perjuangan mereka, "terangnya.

Terpisah, H Rahmat Malik Pemerhati Budaya ketika di mintai komentarnya disela acara upacara ala jawara kepada bekasitoday.com mengatakan, dirinya merasa khawatir dengan semangat berbangsa dan bernegara masyarakat akan berkurang.

"Malu lah kita dikenal sebagai kota patriot kalau perjuangan masyarakat bekasi hilang, dan saya akan mencoba berkordinasi kepada semua pihak agar semangat perjuangan kota patriot terus berkobar, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com diketahui bahwa dalam acara upacara bendera menyambut HUT RI ke 72 ala jawara yang diadakan di alun-alun Kota Bekasi, dihadiri langsung oleh H Dedy Mizwar Wakil Gubernur Jawa barat, (*).

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot
suasana saat sosialisasi
BABELAN bekasitoday.com-Tim komunitas radio komunikasi kedung pengawas (rakompas) bersama PT Konsuil Perdana Indonesia Area Bekasi lakukan sosialisasi cegah bahaya dan kebakaran akibat instalasi listrik yang tidak sesuai standar, kepada masyarakat Kedung Pengawas Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi, Kamis (10/8). 

Sementara, Asep Satria ST Asmen Teknik pada Konsuil Area Bekasi dalam sosialisasi tersebut mengatakan, lantaran penggunaan kabel yang tidak laik, sehingga mengakibatkan terjadi kebakaran.

"Akibat kabel tidak laik atau tidak standar itu membuat instalasi listrik  tidak laik, misalnya pemasangan listrik di bangunan rumah milik penduduk, perkantoran atau gedung swasta, pemerintah, serta sekolah juga pabrik industri, "ujarnya.

Menurutnya, di Babelan ini jika ada bangunan atau rumah yang pemasangan instalasi listrik itu tidak sesuai standar, atau instalasi bangunan tersebut banyak berusia tua, itu juga harus di remajakan agar laik digunakan.

"Keselamatan instalasi listrik itu penting dan harus diutamakan atas laik nya pemasangan instalasi listrik. Akibat kebakaran karena pemasangan jaringan listrik yang kurang baik, juga pemakaian material yang tidak SNI, "terangnya.

Terpisah, Ketua Rakompas Nasarudin juga mengajak masyarakat agar dapat memperhatikan tentang pemasangan instalasi listrik tersebut, agar sesuai dengan standar.

"Dari pada terjadi lebih baik kita mencegah bahaya dari kebakaran, "pungkasnya.(*)

Penulis : Nurdin
Editor : Bisot