Berita

CIKARANG PUSAT Bekasi today.com - Plt Bupati Bekasi H Eka Supria Atmaja, menaikan honor RT (Rukun Tetangga) RW (Rukun Warga) pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun 2019.

"Tahun 2019 honor untuk para RT RW kita naikkan, dari awalnya Rp. 500 ribu menjadi Rp. 700 ribu rupiah perbulannya, "ujarnya usai rapat paripurna penetapan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2019.

Eka menjelaskan, kenaikkan honor RT dan RW ini sebelumnya tidak ada dalam pembahasan-pembahasan KUA-PPAS yang sempat tertunda beberapa kali. Dan baru dibahas pada hari ini (Selasa (13/11)-red) dalam rapat Badan Anggaran (Banggar-red) pembahasan KUA-PPAS sebelum akhirnya ditetapkan dalam sidang paripurna.

"Dalam pembahasan-pembahasan kemarin itu (kenaikkan honor RT RW-red) belum ada. Baru hari ini kita bahas dan langsung kita tetapkan, "terangnya.

Pemerintah Daerah, lanjut Eka, sangat mengapresiasi atas partisipasi dan kerja keras para RT dan RW, sebagai ujung tombak pemerintah paling bawah dalam membantu dan mengawal suksesnya pembangunan di Kabupaten Bekasi. Ini sebagai salah satu bentuk perhatian Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi terhadap RT dan RW yang jumlahnya mencapai 7 ribuan.

"Semoga dengan dinaikkannya honor tersebut, RT RW di Kabupaten Bekasi yang jumlahnya sekitar 7 ribuan dapat lebih semangat lagi untuk membantu Pemerintah Daerah dalam menyukseskan program-program pembangunan, "harapnya.

Diketahui, dalam pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) Tahun 2019 yang sempat terhambat beberapa waktu lalu, ada beberapa kesepakatan penting yang dihasilkan.

Terkait Jasa Tenaga Kerja (Jastek), Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi menaikkan Rp 500 ribu perbulan perorang.

Anggaran Jastek sebesar Rp. 112 Miliar pada 2018, akan dinaikkan menjadi Rp 185 Miliar pada 2019 mendatang.

Kemudian, kenaikkan honor untuk Tenaga Harian Lepas (THL), Tenaga Kontrak atau sebutan lain bagi Non PNS di setiap Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang besarannya ditentukan dengan satuan harga minimum dengan Keputusan Bupati Bekasi.

Selanjutnya, Tenaga Honorer Non PNS akan didaftarkan kepesertaan Jaminan Sosial, yakni Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian yang iurannya dibayarkan oleh Pemda Kabupaten Bekasi.(*).

Penulis : din
BABELAN bekasitoday.com-Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) bakal menggelontorkan dana anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kabupaten Bekasi tahun anggaran 2019, sebesar Rp 10 miliar untuk peningkatan Jalan Raya Perjuangan, dari batas kota Kelurahan Kebalen hingga Kampung Pangkalan, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan.

Nilai tersebut mengalami kenaikan, padahal sebelumnya sudah dianggarkan untuk pelaksanaan APBD (Perubahan) 2018 sebesar Rp 8 miliar, namun gagal dengan alasan keterbatasan waktu mulai dari pelaksanaan lelang serta waktu pelaksanaan fisik kegiatan. Hal itu disampaikan Sekretaris DPUPR Kabupaten Bekasi Iman Nugraha melalui suratnya bernomor 620/2297/DPUPR, Senin (12/11), yang ditujukan kepada Camat Babelan.

DPUPR menurut Iman, pihaknya telah mengusulkan kembali perbaikan jalan tersebut di tahun anggaran 2019 sebesar Rp 10 miliar, dan akan dapat diupayakan akan dilelang pada 2019, sehingga akan segera direalisasi pelaksanaannya sebelum pertengahan tahun 2019.

Sementara Syamsuri tokoh masyarakat Kebalen Kecamatan Babelan, yang didampingi Ketua Forum Komunikasi Rukun Warga (FKRW) Kebalen, Kusnawang menyambut baik adanya surat yang ditandatangani Sekretaris DPUPR Kabupaten Bekasi tersebut.

"Sebagai warga, kami apresiasi keinginan pihak Pemkab Bekasi untuk perbaikan jalan yang rusak parah selama kurun waktu hampir 7 tahun. Namun demikian janji tersebut agar terealisasi mengingat sudah banyak korban kecelakaan lalu lintas bagi pengemudi yang melintas di jalan tersebut, "tandasnya.(*).

Penulis : din
CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Letkol Arh Henri Yudi Setiawan, S. I.Pem Dandim 0509/Kab Bekasi hadiri penutupan TMMD Imbangan T.A 2018, mendampingi Kolonel Inf Rifky Nawawi, SE, SIP Irdam Jaya bertempat dilapangan desa Lenggah Sari, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, Selasa (13/11).

"Sasaran kita di Kampung Cabang Dua, Desa Lenggahsari Cabangbungin, sasaran lisik Jalan Desa 1000 meter lebar 3 meter, yang dikerjakan mulai tanggal 15 Oktober 2018 sampai 13 Nopember 2018. Hasil Pelaksanaan Fisik Telah menyelesaikan sasaran jalan Desa panjang 1000 meter lebar 3 meter, serta Non Fisik telah menyelesaikan Pemberian Materi di SMAN 1, MAN 3, SMK At Taqwa, Aparat Desa Lenggah Sari terkait materi empat Pilar Bangsa, Wawasan Kebangsaan, Kenakalan Remaja, dan Bakti Sosial, Penghijauan, Donor Darah sebanyak 100 peserta, Pengobatan Umum 350 pasien, Pemberian Paket Sembako 400 paket, Pemberian Paket Buku Sekolah 450 paket, Penyerahan Alsinta Handprayer 10 buah, "ujar Irdam Jaya dalam sambutannya mewakili Jenderal TNI Mulyono.

Menurutnya, TMMD 103 tahun 2018, kegiatan dalam satu bulan, dan secara resmi dibuka pada 15 Oktober-13 Nopember 2018, kami ucapkan terimakasih kepada Muspika, Gubernur, Bupati, Walikota, serta masyarakat, ,yang telah bekerja keras dalam mensuport kegiatan kemanunggalan TNI ini.

"Bertemakan TNI manunggal rakyat dalam mewujudkan desa yang maju dan demokratis diharapkan untuk mencapai sasaran fisik dan nonfisik. Memberikan keterampilan dalam mengelola dana desa, kepada aparatur desa, "jelasnya.

Misi khusus kami kata dia, yaitu menyatukan perbedaan dalam masyarakat atas berkembangnya intoleransi, dan untuk prajurit satgas TMMD wajib untuk tidur dan makan dirumah masyarakat.

"Dengan telah berkahirnya TMMD yang ke 103, diharapkan dapat meningkatkan semangat untuk bekerja bergotong royong, karena gotong royong adalah warisan asli Negera kita. Dan terus membangun dan mengembangkan potensi, serta sebarkan energi positif untuk membangun. TNI hadir untuk rakyat dan mengabdi kepada rakyat, "ungkapnya.

Diketahui, setelah melakukan upacara penutupan TMMD ke 103, Irdam Jaya beserta Jajaran langsung meresmikan pekerjaan jalan yang di kerjakan dari program TMMD, dan memotong tumpeng tanda rasa syukur.

Tampak hadir dalam kegiatan penutupan TMMD tersebut, Kolonel Inf Rifky Nawawi, SE, SIP, Irdam Jaya, Kolonel Kukuh H, Pa Sahli Pangdam Jaya Bidang OMP, Kolonel Inf Sudarwo Aris N, Pa Staf Khusus Pangdam Jaya, Kolonel Syahrul Hadi, Pa Staf Khusus Pangdam Jaya, Letkol Inf Mujibburahman, Waaster Kasdam Jaya, Letkol Inf Nova Ismaillyanto, SIP, Waasrendam Jaya, Letkol Czi Gunawan S, Dandenzibang Zidam Jaya, Letkol Czi Iim N, Waaslog Kasdam Jaya, Letkol Arh Henri Yudi Setiawan,  S. I.Pem, Dandim 0509/Kab.Bekasi, AKP Syaeful, Kapolsek Cabangbungin mewakili Kapolres Metro Bekasi, Dra.Hj.Aat Barhaty K, MM, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kab.Bekasi mewakili Bupati Bekasi, Suwarto, MM, Camat Cabangbungin, Junaefi Camat Muara Gembong, Para Pasi Kodim 0509/Kab.Bekasi, Para Danramil Jajaran Kodim 0509/Kab.Bekasi, Para Kades Kec.Cabangbungin, Para RT/RW Desa Lenggahsari, Para Tokoh Agama, Para Tokoh Masyarakat.(*).

Penulis : din
TAMBUN bekasitoday.com -Pertunjukan budaya dan sejarah Bekasi diperkenalkan ke masyarakat luas dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November 2018, oleh Komunitas Historika Bekasi, bertemakan "Festival Bekasi Tempo Doeloe", bertempat di Gedung Juang, Kecamatan Tambun, Kabupaten Bekasi.

Banyak lomba juga yang di gelar pada perhelatan kali ini dari lomba pakaian jadul sampai pada lomba rebut dangdang.

Sementara, Rahmat Malik, S.Sos, salah satu juri  yang juga sebagai pemerhati silat budaya bekasi mengatakan, ini event luar biasa, bayangkan saja di tengah arus budaya luar yang sulit di bendung masuk ke bekasi, panitia masih mempertahankan budaya betawi bekasi yaitu rebut dangdang, yang tujuan di adakan lomba ini tak lain dan tak bukan sebagai benteng pertahanan budaya, agar para generasi muda jangan lupa dengan budayanya sendiri.

"Saya sendiri bangga dan salut, ternyata lomba ini banyak di ikuti oleh masyarakat bekasi, dan sekitarannya, tercatat hampir 18 padepokan dan sanggar yang mengikuti lomba ini , ini menandakan warga betawi dan bekasi masih cinta  budayanya, "ujar penasehat GM SPBBB  (Gerakan Moral Slaturahmi Pelestari Silat Budaya Bekasi).

Terpisah, Muhsinin Mabrur, Ketua Panitia, mengatakan, Festival Bekasi Tempo Doeloe baru pertama kali digelar, bertempat di Gedung Juang Tambun, Jalan Sultan Hasanudin, Tambun Selatan, Kabupaten Bekasi.

"Acara ini segaja kita gelar untuk menunjukkan kepada masyarakat tentang budaya dan sejarah Bekasi tempo dulu, pemilihan lokasi acara di Gedung Juang Tambun bagian memperkenalkan secara luas salah satu bangunan tua di Bekasi, "terangnya.

Komposisi acara kata dia, di antaranya talk show bertema sejarah Bekasi yang menghadirkan Endra Kusnawan penulis Buku Sejarah Bekasi. Disambung lomba rebut dandang, salah satu budaya khas Bekasi.

"Kita juga menampilkan kelompok seni dari teman-teman pelajar di daerah Bekasi, lalu juga ada penampilan musik dan tari dari penggiat seni di Bekasi, saat mulai acara pertama-pertama melakukan upacara bendera, lalu mengheningkan cipta untuk menghormati perjuangan para pahlawan kemerdekaan, "jelasnya.

Turut ditampikan dalam Festival Bekasi Tempo Doeloe, tulisan-tulisan dan foto-foto sejarah, berkaitan dengan Bekasi di dalam Gedung Juang Tambun.(*).

Penulis : din
BABELAN bekasitoday.com - Lantaran aspirasi masyarakat terkait perbaikan jalan perjuangan Babelan mulai batas Kota-Kabupaten Bekasi di Kelurahan Kebalen hingga pertigaan asem, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, dinilai tidak direspon oleh pemerintah daerah Kabupaten Bekasi, Senin (12/11) masyarakat Babelan Raya (BARAYA) dan elemen masyarakat lainnya akan memasang bendera kuning tanda "matinya hati nurani penguasa" (Pemda kab bekasi dan DPRD-red) atas rusaknya jalan di Babelan, khususnya di wilayah Kelurahan Kebalen.

"Aksi damai Pemasangan bendera kuning yang akan kita lakukan hari ini adalah bentuk kekecewaan kami terhadap pemerintah daerah dan wakil kami di legislatif, "ungkap Darlim selaku koordinator aksi.

Darlim berharap aksi damai ini dapat mengetuk hati Lurah, Kepala Desa dan Camat Babelan.

"Jika tidak ada solusi maka kami akan mencoba memperbaiki jalan yang rusak ini secara swadaya. Minimal kami akan menutup lubang jalan yang akan membahayakan pengguna jalan, khususnya di beberapa bagian jalan yang rusak parah di wilayah kelurahan Kebalen, "terang Darlim kepada media.

Sementara H. Naryo, tokoh masyarakat Babelan menyatakan akan menggalang gerakan moral perbaikan jalan oleh masyarakat secara swadaya.

"Selama perbaikan jalan oleh warga secara swadaya ini, kami informasikan bahwa untuk sementara jalan yang diperbaiki akan ditutup, "sebagaimana dikutip dari newsbekasi.

Diketahui, dalam aksi ini, selain pemasangan bendera kuning juga terdapat beberapa spanduk yang berisi asiprasi dan tuntutan perbaikan jalan serta pengaturan jam operasi dan batas tonase sesuai kelas jalan, untuk mobil besar seperti truk tanah, mobil tanki dan bus pariwisata yang sering melewati akses jalan di Babelan.(*).

BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka peringati Hari Pahlawan 10 November 2018, Pemerintah Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan bersama Komunitas Silaturahmi Anak Babelan Ngumpul SI ABANG laksanakan "Pentas Seni dan Doa Bersama".

Nasarudin, Kepala Desa Kedung Pengawas sangat mengapresiasi kegiatan yang digalang komunitas para pemuda, ormas, dan karang taruna ini.

"Kita harus selalu ingat semangat para pejuang dan pahlawan bangsa, terima kasih kepada seluruh jajaran panitia yang telah mengadakan acara ini, "ujarnya dalam sambutan.

Terpisah Wahyu Hidayat, ketua panitia, menjelaskan acara Pentas Seni dan Doa Bersama dimulai dengan karnaval keliling oleh adik-adik sekolah, dan pemuda Kedung Pengawas, kemudian diisi dengan berbagai penampilan puisi, tari, silat, hadroh, hingga menghadirkan veteran pada malam harinya.

"Siang tadi kami mengadakan karnaval untuk memperingati Hari Pahlawan 10 November, pada malam harinya kami menghadirkan Ketua Legiun Veteran Republik Indonesia (LVRI) Markas Cabang Kabupaten Bekasi, Bapak Edi B Somad untuk sedikit bercerita mengenai masa-masa perjuangan, "terangnya.

Diketahui, acara yang digelar sejak siang hingga malam hari di halaman kantor desa Kedung Pengawas kecamatan Babelan ini melibatkan juga komunitas dan ormas pemuda yang ada di desa Kedung Pengawas, seperti BPD, Karang Taruna desa Kedung Pengawas, RAKOMPAS, IKRAM, Rumah Cerdas, Perguruan Silat Cinong Bekasi, Perguruan Silat Sima Maung, Si Rambet Putra Betawi, Keluarga Besar Bekasi Bersilaturahmi (KB3), Rumah Pelangi Bekasi dan lainnya.(*).

Penulis : bisot
BABELAN bekasitoday.com-Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, sosialisasi Jaminan Sosial dihadapan ratusan warga, aparatur Desa Kedung pengawas, Kecamatan Babelan, bertempat di aula desa Kedung Pengawas, Kamis (8/11).

Kepala Bidang Pemasaran Penerima Upah (PU) BPJS Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi, Budi Wahyudi mengapresiasi Kades Kedung Pengawas melalui Kaur Kesra yang memfasilitasi kegiatan sosialisasi jaminan sosial tersebut.

"Ini merupakan langkah baik yang dilakukan pihak Desa Kedung Pengawas untuk mensejahterahkan seluruh perangkat desa yang ada, maupun warganya melalui jaminan sosial, "ujarnya.

Dalam penjelasannya, Budi Wahyudi menambahkan, bagi perangkat desa yang terdaftar sebagai peserta BPJS Ketenagakerjaan, akan dijamin mengenai kecelakaan kerja.

"Ketika Bapak dan Ibu berangkat bekerja dari rumah, misalnya terjatuh, maka BPJS Ketenagakerjaan akan memfasilitasi biaya pengobatannya di rumah sakit yang telah bekerjasama dengan BPJS Ketenagakerjaan. Tidak ada batasan biaya, akibat kecelakaan kerja, "tukasnya.

Sebagai penerapan Peraturan Bupati (Perbup) Bekasi yang sudah ada. Dengan menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, juga bukti kepatuhan pemerintah desa terhadap pelaksanaan Perbup yang menjamin kesehatannya melalui BPJS Ketenagakerjaan.

"Jadi semua perangkat desa akan dibekali kartu jaminan sosial ketenagakerjaan. Insya Allah di 2018 ini, semua perangkat desa akan kita berikan BPJS nya, supaya ada jaminan bagi mereka dalam bekerja, "terangnya.

Sementara, Nasarudin, Kades Kedung Pengawas sangat mengapresiasi pihak BPJS Ketenagakerjaan, yang telah meluangkan waktunya untuk melakukan sosialisasi kepada masyarakat di desa yang dipimpinnya.

"Dengan adanya BPJS Ketenakerjaan, bisa memotivasi personel perangkat desa untuk bekerja lebih maksimal, khususnya dalam melayani masyarakat. Dengan demikian katanya, perangkat desa dapat terlindungi ketika melaksanakan tugas pemerintahan desa, "terangnya.

Hadir dalam kegiatan tersebut, aparatur desa Kedung Pengawas, para Ketua RT dan RW, pengurus Karang Taruna, Ibu PKK, dan pengurus LPM Desa Kedung Pengawas, serta sejumlah warga.(*).

Penulis : din
TAMBELANG bekasitoday.com-Persatuan Masyarakat Bekasi Utara (PMBU) lakukan peresmian kantor sekretariat dibarengi diskusi publik terkait pemekaran wilayah menuju Daerah Otonom Baru (DOB), bertempat di kampung balong tua, desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Sabtu (3/11).

Jamaluddin SH, Ketua Umum Persatuan Masyarakat Bekasi Utara (PMBU) dalam sambutannya mengatakan, mudah-mudahan nuansa kali ini adalah nuansa yang mempunyai satu tujuan, untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Kabupaten Bekasi Utara.

"Ini dibentuk atas dasar keprihatinan, untuk menuju Daerah Otonom Baru, harus dengan menjalankan langkah-langkah baru. Dan pemekaran ini adalah Pekerjaan Rumah (PR) kita bersama. Dan kita harus samakan persepsi, "ujar praktisi hukum asli Sukamekar ini.

Menurutnya, ini bukan agenda politik, ini adalah agenda rakyat, dan politik rakyat, dan ini bebas apapun partainya apapun benderanya.

"Untuk sampai kepada agenda tersebut, kita harus samakan persepsi dengan wilayah Bandung, dalam waktu dekat Gubernur Jawabarat akan datang ke sekretariat PMBU yang beralamat di desa Sukabakti, "terangnya.

Saat ini kata dia, Kabupaten Bekasi Utara belum mempunyai Surat Keputusan (SK) tentang Bekasi Utara, tapi sudah disebutkan di dalam peraturan daerah (Perda).

"Lembaga PMBU mudah-mudahan menjadi wadah baru untuk masyarakat Bekasi Utara. Dalam hal menuju Daerah Otonom Baru dalam hal rencana pemekaran, "ungkapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Engkong Guntur Elmogas, Para Tokoh Pemuda, Tokoh Masyarakat, serta beberapa lembaga salah satunya Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kecamatan Babelan.(*).

Penulis : din