Februari 2015
Warga Buni Bakti 'Tolak' Penanaman Pipa PGN
Warga Buni Bakti 'Tolak' Penanaman Pipa PGN
BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Ikatan  Remaja Musholla Nurul Hikam (Ikramus) warga Rt14-15/08 Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi menolak penggalian pipa Perusahaan Gas Negera (PGN) dilingkugannya. Lantaran masyarakat khawatir akan terganggu.

Seperti halnya yang diutarakan Bayhaqi (25) salah satu warga sekitar, menurutnya, kami menolak penggalian pipa karena belajar dari pengalaman di Negara Taiwan yang meledak, kami khawatir kejadian serupa terjadi disini. "Kenapa pipa tersebut ditanam dijalan dan dipermukiman, padahal masih ada alternatif lain. Kami berharap para pihak agar membuka mata, "ujarnya Sabtu (28/2).

Sementara, Wahid (23) selaku Sekretaris Ikramus kepada bekasitoday.com mengatakan, kami menolak ada penggalian pipa di wilayah kami. "Tolak penggalian pipa PGN diwilayah Rt14 dan Rt15 itu sudah menjadi harga mati, "terangnya.

Menurutnya, kalau pihak terkait masih ngotot ingin tanam pipa diwilayah kami, kami akan kerahkan pemuda dan warga untuk menghentikannya. "Kami tidak mau ada bom waktu diwilayah kami, kami butuh hidup aman dan nyaman, "tandasnya.(red)

Jajaran Polsek Babelan Polresta Bekasi Kabupaten
saat gelar operasi Cipta Kondisi 
BABELAN bekasitoday.com-Tujuh orang pemuda yang kedapatan membawa minuman keras (miras) oplosan/ginseng langsung digelandang ke Mapolsek Babelan Polresta Bekasi Kabupaten, Sabtu (28/2).

Hal ini untuk mengantisipasi aksi pembegalan, Mapolsek Babelan Polresta Bekasi Kabupaten menggelar Operasi Cipta Kondisi di Marakash Square Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. "Dari hasil operasi itu pihak kami berhasil mengamankan Tujuh orang yang kedapatan membawa minuman keras (miras) oplosan/ginseng, "ujar AKP Sumarjan, Wakapolsek Babelan.

Menurutnya, operasi dilakukan untuk antisipasi maraknya pembegalan yang terjadi belakangan. Sasaran operasi kami adalah sajam, senjata api, narkoba, dan miras oplosan. "Operasi ini untuk meminimalisir terjadinya pembegalan, target operasi kami adalah sajam, senpi, narkoba, dan miras oplosan, "terangnya.

Sementara, Kompol Ardi Rahananto SE Sik, Kapolsek Babelan, mengatakan, giat ini sebagai langkah antisipasi banyaknya terjadi pembegalan terhadap pengguna jalan, maka pihak kepolisian melaksanakan operasi Cipta Kondisi untuk mencegah aksi yang dilakukan oleh para pelaku. “Operasi ini rutin dilaksanakan, terlebih saat ini marak aksi pembegalan, sehingga kami lakukan langkah antisipasi sebagai tindakan pencegahan agar di wilayah Babelan aman, dan nyaman, ”tuturnya.

Terpisah, Kasi Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadilah SH, mengatakan, razia tersebut bukan hanya sebagai antisipasi dari begal saja. "Nggak cuma untuk (antisipasi) begal aja. Tetapi semuanya, yang jelas untuk mengantisipasi kejahatan di jalanan. Operasi premanisme, senpi, sajam, pengguna narkoba, semua, "tegasnya saat di temui diruang kerjanya.

Ia menambahkan, diharapkan kepada masyarakat, khususnya wilayah Babelan jika mengendarai kendaraan bermotor dan mobil harus dilengkapi dengan kelengkapan surat-surat, selain itu jika keluar rumah sebaiknya memperhatikan waktu. Jangan sampai nantinya menjadi korban tindak kejahatan. Karena Polisi tidak bisa bekerja sendiri tanpa adanya kerjasama dengan masyarakat. “Kami imbau kepada masyarakat khususnya wilayah Babelan agar selalu waspada jika bepergian dan selalu ingat waktu. Kita harus sama-sama mencegah tindak kejahatan agar tidak sampai menimpa diri kita sendiri maupun orang lain, ”tandasnya.(red)
Tanggul kali yang jebol
BABELAN bekasitoday.com-Tanggul kali bekasi yang terletak di kampung babelan Rt01/01 Dusun I Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan jebol akibat derasnya aliran kali bekasi dan diduga adanya mark up anggaran pembuatan tanggul kali bekasi yang tidak adanya teras sebagai penahan tanggul.

Sementara, Ketua Rt01/01 Dusun I Pan Gunalan (30) mengatakan jebolnya tanggul kali bekasi ini sudah satu tahun, dan pada waktu itu jebolnya tanggul hanya 30 sentimeter. "Hal itu akibat adanya pergeseran tanah jebolnya tanggul tersebut menjadi hingga 30 meter, "jelasnya Jum'at (27/2).

Dia juga menuturkan dampak jebolnya tanggul kali bekasi ini pada Rabu (25/2) lalu, air kali bekasi memasuki perkampungan warga mencapai 1,5 meter. "Dampak jebolnya tanggul kali bekasi, air masuk kerumah-rumah warga setinggi 1,5 meter," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, bukan hanya Rt01 saja yang terkena dampak jebolnya tanggul tersebut. Tapi Rt19 dan Rt20 juga terkena imbas tanggul jebol tersebut. "Sekitar 700 Kepala Keluarga (KK) yang menjadi imbas jebolnya tanggul kali bekasi ini, yang terletak di Rt01, Rt19, juga Rt20, "terangnya.

Dampak jebolnya tanggul tersebut, sambung dia, menghambat aktifitas warga sehingga tidak dapat bekerja, dan warga pun diserang penyakit seperti gatal-gatal. "Akibat banjir, aktifitas warga juga menjadi terhambat, dan warga pun diserang penyakit, "tegasnya

Menurutnya, tanggul kali bekasi ini dibuat pada tahun 2010. Namun, pada pembuatan tanggul tersebut hanya dipasang tiang pemancang saja, tanpa adanya teras sebagai penahan tiang pemancang. "Seharusnya ada teras sebagai penahan tanggul tersebut, ini kok hanya tiang pemancang saja, "tandasnya.

Pembuatan tanggul ini sebenarnya bagus, warga pun menyambut baik, karena untuk mengantisipasi banjir. Tapi sangat disayangkan karena ini tidak bisa bertahan juga. "Sebenarnya pembuatan tanggul ini bagus. Tapi akhirnya tidak bisa bertahan juga, "pungkasnya.

Warga berharap agar Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi dan Pemerintah Pusat agar segera memperbaiki tanggul yang jebol tersebut.(red)
Komisi A DPRD Kota Bekasi memanggil tiga Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk membahas polemik perizinan mini market yang tidak kunjung selesai, di ruang rapat Komisi A DPRD Kota Bekasi.

Polemik Perizinan Minimarket Di Bekasi

Ketiga SKPD tersebut adalah Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT), Dinas Perindustrian Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) dan terakhir Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bekasi yang dinilai oleh Komisi A DPRD Kota Bekasi sebagai penanggungjawab akan banyaknya mini market ilegal yang beroperasi tanpa izin di Kota Bekasi, bahkan ada mini market yang tetap beroperasi walaupun sudah disegel oleh dinas aparat.

Ketua Komisi A DPRD Kota Bekasi Ariyanto Hendrata mengatakan dalam rapat tersebut bahwa pihaknya sangat menginginkan upaya dan langkah konkrit dilakukan oleh semua SKPD terkait mini market tidak berizin di Kota Bekasi.

“Kita fokus kepada tiga mini market tak berizin yang dominan jumlahnya di Kota Bekasi, yakni Indomaret, Alfamart dan Alfa Midi. Kami inginkan tindakan dari SKPD terkait, apa saja yang sudah dilakukan?,” ujarnya dalam rapat tersebut. (27/02/2015)

Lebih lanjut Ariyanto mengungkapkan bahwa pihaknya pada Senin mendatang (02/03/2015) akan mengundang PT Midi Utama Indonesia dan juga PT Indomarco untuk mengetahui langsung persoalan ruwetnya dunia perizinan di Kota Bekasi.

(berbagai sumber)
Yakub Bakal Calon Kades Hurip Jaya
BABELAN bekasitoday.com-Yakub (29) anak dari HM.Marjukih (alm) Kades Hurip Jaya yang belum lama meninggal dunia lantaran sakit, terpanggil untuk mencalonkan diri menjadi Kepala Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan untuk melanjutkan kepemimpinan ayahnya yang baru kurang lebih dua tahun memimpin Desa Hurip Jaya.

Sementara Yakub ketika disambangi dikediamannya kepada bekasitoday.com mengatakan, dirinya muncul menjadi balon kades Hurip Jaya untuk memperjuangkan kehidupan dan kesejahteraan masyarakat Desa Hurip Jaya. "Mudah-mudahan masyarakat Hurip Jaya dapat memberikan dukungan kepada saya, sebagaimana mereka mendukung orang tua saya saat pencalonan kemarin, "ujarnya.

Menurutnya, dirinya ingin bekerja untuk memakmurkan bumi Hurip Jaya, didasari rasa ikhlas mengabdi untuk kepentingan masyarakat. "Sebagai calon pemimpin Desa Hurip Jaya, saya menyadari untuk memperbaiki diakuinya itu sulit. Namun, untuk memajukan Desa Hurip Jaya dirinya akan berusaha semaksimal mungkin, "terangnya.

Dia juga mengakui, sebenarnya memang begitu sulit untuk menjadi pemimpin. Namun, jika niatan menjadi pemimpin hanya untuk kepopuleran dan ketenaran semata, itu adalah salah. "Hal itu jelas akan menjadi beban dan yang pasti masyarakat yang akan dipimpinnya pun menjadi sengsara, "jelasnya.

Disela kesibukannya, Yakub juga akan bekerja dan memberikan kontribusi terhadap masyarakat Desa Hurip Jaya, dengan cara mengupayakan Corporate Sosial Responsbility (CSR) dari  perusahaan-perusahaan yang ada di wilayah desa Hurip Jaya, karena selama ini diakuinya kurang menyentuh kepada masyarakat, "CSR perusahaan-perusahaan yang ada kurang menyentuh masyarakat sini, "tuturnya.

Menurutnya, pemimpin sejati itu tidak banyak janji, tapi bukti kerja nyata yang diinginkan masyarakat kedepan. "Ya, sosok yang diinginkan masyarakat adalah pemimpin yang bisa membaur dan tidak ada jarak antara seorang pemimpin dengan masyarakatnya, "ujar pria beranak satu ini.(Sas)
Anggota Reskrim Polsek Babelan saat mengunjungi korban
BABELAN bekasitoday.com-SB alias Salo warga kampung asem Rt 06/05 Desa Babelan Kota Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi ditangkap jajaran Polsek Babelan Jum'at (9/1) lalu, dengan tuduhan pasal 365 ayat 2 huruf ke 2e KUH Pidana, pencurian dengan kerasan yang menyebabkan orang lain mengalami luka-luka.

Sama halnya yang dikatakan Brigadir Anwar Fadillah SH, Kasi Humas Polsek Babelan, menurutnya, saat itu anggota polsek babelan melaksanakan observasi wilayah, disaat yang sama mendapatkan informasi bahwa di jalan raya pulo timaha ada dua orang perempuan yang terjatuh dari sepeda motor, kemudian anggota mengecek informasi tersebut. "Dari informasi yang didapat bahwa kedua perempuan yang terjatuh itu adalah korban penjambretan, dan kedua korban dilarikan ke RS Tiara Kebalen, "ujarnya. Jum'at (27/2).

Diketahui kedua korban tersebut bernama Eti Maryati, perempuan, 07 April 1962, Islam, Alamat Jalan TB Badarudin Rt02/01 Kelurahan Jatinegara Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur, mengalami luka di bagian kepala luka robek, dan patah tulang sebelah kanan, dan korban yang kedua bernama Sri Sumiyati, perempuan, Islam, Jakarta 14 Juni 1955, Alamat Cipinang Baru Bandar Rt 09/07 Kelurahan Cipinang Kecamatan Pulo Gadung Jakarta Timur mengalami patah tulang kaki sebelah kanan, "terangnya.

Dia menambahkan, Senin (19/1) sekitar pukul 17:00 Wib anggota berhasil mengamankan tersangka SB Alias Salo berdasarkan informasi dan saat dilakukan penggerebekan tersangka diamankan bersama dengan temannya Am alias Tile, namun, Am alias Tile berhasil melarikan diri, sedangkan SB berhasil diamankan berikut barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Yamaha Jupiter MX warna hitam yang digunakan pelaku untuk memepet korban, satu unit handphone merk Samsung warna hitam milik korban yang ditemukan didalam laci lemari korban, "ungkapnya.

SB kemudian diamankan ke Mapolsek Babelan Polresta Bekasi Kabupaten berikut Barang Bukti guna penyidikan lebih lanjut, dan Am alias Tile menjadi Target Operasi (TO) dan masih diburu, dan SB sebelumnya belum pernah dihukum, dan tersangka dapat dijerat pasal 365 ayat 2 huruf ke 2e KUH Pidana, "Dan tersangka dapat diancam dengan hukuman maksimal tujuh tahun penjara, "tambahnya.(red)  


Darman, Kepala Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muaragembong
saat mendata warganya yang kurang mampu
MUARAGEMBONG bekasitoday.com-Puluhan masyarakat Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi masih dibawah angka kemiskinan.

Seperti halnya yang dikatakan, Darman, Kepala Desa Pantai Mekar, menurutnya, kalau dilihat dari kondisi
masyarakat yang ada di willayah desa-nya memang kondisinya masih dibawah dan bisa dikategorikan 
ekonomi rendah. "Dari 2700 Kepala Keluarga (KK) ada sekitar 30 persen dapat dikategorikan warga mampu, dan sisanya sebanyak 70 persen lainnya itu masih terbilang kurang mampu itu dapat dilihat dari permukiman masyarakat Desa Pantai Mekar sangat terlihat kumuh dan dapat dikategorikan masyarakat miskin. "ujarnya.

Lantaran banyak warga saya yang kurang mampu saya akan memperjuangkan ajuan Kartu Indonesia Sehat (KIS) agar segera terealisasi untuk warga saya, dia menambahkan, dari 2700 KK diperkirakan ada sekitar 11 ribu jiwa yang terkaper oleh KIS atau kartu BPJS Kesehatan," imbuhnya.

Menurutnya, pihaknya sudah mengumpulkan data-data masyarakat miskin yang belum mempunyai KIS. "Melalui program KIS saya berharap mendapat dampingan pemangku kepentingan bisa memperjuangkan aspirasi dan bisa terwujud didesa Pantai Mekar, "terangnya.

Dirinya berharap bisa diprioritaskan. Selain itu, warga juga mengeluhkan jauhnya jarak Puskesmas dari Desa Pantai Mekar sekitar empat kilometer warga harus menempuhnya. "Kita sangat menyayangkan belum adanya dokter jaga 24 jam di Puskes rawat inap, kita juga berharap adanya dokter jaga 24 jam yang siap melayani masyarakat, "pungkasnya.(Sas)
Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin mengungkapkan, dari 276 SMA dan SMK negeri ataupun swasta, hanya satu sekolah saja yang layak mengadakan ujian nasional (UN) dengan sistem online di tahun 2015, yaitu SMA Negeri 5.


http://4.bp.blogspot.com/_FEbqnXjzcxM/TU5Ib95EFwI/AAAAAAAAAEE/8Dwz7qeiSPU/s250/LogoDP%2Bcopy.jpg
Rudi mengatakan, awalnya ia mengajukan lima sekolah yang dianggap mampu mengadakan UN dengan sistem online. Namun saat dilakukan pendalaman, dari lima sekolah hanya satu saja yang memenuhi syarat, yakni 1:3 atau satu komputer digunakan oleh tiga siswa.

"Beberapa waktu lalu kami mengusulkan lima sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 5, SMA Negeri 4, SMA Swasta Al Azhar dan SMK Negeri 1. Tapi saat dicek ke lokasi hanya SMA 5 Negeri saja yang dinyatakan siap mengikuti UN secara online," kata Rudi pada Senin (23/2) petang.

Rudi mengatakan, SMA 5 Negeri dinyatakan layak lantaran perangkat keras dan sumber daya manusia (SDM) nya mendukung. Hal ini berbeda dengan sekolah lainnya, di mana jumlah unit komputer tidak sesuai dengan siswanya. "Ada sekolah yang jumlah komputer 30 unit, tapi jumlah siswa kelas 3 mencapai 300 orang. Ini kan tidak memenuhi syarat dari Kemendikbud bahwa penggunaan komputer minimal 1:3," jelas Rudi.

Bagi sekolah yang tidak mengadakan UN dengan sistem online, kata Rudi, tetap mengikuti ujian seperti biasa, yaitu dengan sistem manual. Menurut Rudi ada keuntungan yang didapat bila menerapkan sistem online, yakni hasil dapat diketahui langsung di Kementerian dan menghindari upaya kecurangan dalam mengisi lembar jawaban.
BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan, meminta Pemerintah Pusat mempercepat pemberian dukungan pada penataan transportasi di tiga metropolitan.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan permintaan tersebut disampaikan Pemprov Jabar yang diwakili Gubernur Ahmad Heryawan, saat rapat transportasi 3 provinsi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

http://1.bp.blogspot.com/-eG3jOVNDNsY/UrhmidQ3y9I/AAAAAAAAABw/K_K_WafY53E/s1600/macet.jpg


"Kami meminta pranata transportasi di 3 metropolitan di Jabar terealisasi segera," kata Deddy Taufik saat diwawancarai di Bandung, Rabu (25/2/2015).

Deddy juga memaparkan rencana transportasi yang diinisiasi Provinsi, Pusat dan pihak swasta di Metropolitan Bandung Raya, Bodebekarpur dan Cirebon Raya.

Sementara itu lanjut Deddy, di Bandung Raya, pusat sudah merencanakan akan membangun transportasi massal berbasis rel yakni backbone Barat-Timur atau Padalarang-Cicalengka. "Ini kereta rel listrik sepanjang 40 kilometer," katanya.

Selain itu kata dia, ada pula Monorel Bandung Raya yang diinisiasi Pemprov Jabar yang diwakili BUMD bergandengan dengan pihak swasta Panghegar Group untuk mendirikan PT Jabar Moda Transportasi membangun 5 trase monorel yang terhubung dari Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi dan Bandung Barat.

"Sementara untuk Bodebekarpur untuk transportasi berbasis rel pihak JICA sudah menawarkan untuk membangun circle monorel di kawasan Cikarang, Bekasi." katanya.

Lalu kata Deddy di Bandung Raya pun Kementerian Perhubungan menerapkan bus rapid transit. Untuk Cirebon Bandung Raya, ada Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka.

Menurutnya dalam program-program yang dipaparkan ketiga Provinsi, persoalan angkutan misal membutuhkan peran serta pemerintah berupa subsidi dan regulasi. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***

Sumber: www.pikiran-rakyat.com
Langkanya gas elpiji "melon" atau elpiji 3 kilogram di Jawa Barat, membuat Pertamina melakukan operasi pasar. Pertamina menjual elpiji 3 Kilogram langsung ke pasar-pasar di beberapa kota di Jawa Barat. Harganya pun dijual di bawah harga pasar.


Saat ini, di beberapa wilayah di Jawa Barat, seperti Bogor, Depok, dan Bekasi, harga Elpiji 3 Kilogram melonjak sampai Rp 28.000. Padahal sebelumnya hanya Rp 19.000.

Makanya, Pertamina yang melakukan operasi pasar menjual elpiji 3 Kilogram hanya Rp 16.000 saja. Jauh di bawah harga di pasaran saat ini.

Juru bicara Pertamina Pemasaran Jawa Barat, Milla Suciyani, mengatakan operasi pasar ini justru tak diminati pembeli di daerah-daerah yang sebelumnya mengeluhkan langka elpiji bersubsidi. Menurut Milla, operasi pasar gas melon itu dilakukan di beberapa titik seperti Tambun dan Cikarang, Bekasi, serta Citereup, Bogor.

Milla mengatakan dari 560 tabung yang disediakan, rata-rata hanya terjual antara 40 sampai 60 tabung. Namun, Pertamina menjamin bahwa operasi pasar akan tetap dilakukan di titik-titik yang berbeda sehingga masyarakat tidak lagi mengeluh elpiji langka dan mahal. "Pokoknya sampai harga normal kembali," jelasnya.

Ada empat kecamatan di empat wilayah yang dilakukan operasi pasar pada Rabu (25/2/2015). Di Kabupaten Bekasi adalah di Kecamatan Tambun dan Cikarang. (berbagai sumber)
Anggota Polsek Babelan dan warga saat membenahi drainase Pasar Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (25/2).
Kepolisian Sektor (Polsek) Babelan bersinergi dengan elemen masyarakat babelan melakukan pengerukan saluran drainase pasar tradisional babelan guna mengantisipasi bencana banjir dimusim penghujan.


Kapolsek Babelan Kompol Ardi Rahananto. SE. SIK, mengatakan, pengerukan ini bersinergi dengan masyarakat guna untuk mencegah agar air tidak meluap kejalan atau pemukiman warga. 



Pengerukan sepanjang 500 meter ini dilakukan dengan alat berat, mengingat sampah yang berada di drainase pinggir jalan sudah sangat tidak mungkin dikeruk dengan cara manual.



"Kita gunakan alat berat agar cepat selesai dan tidak mengganggu aktifitas pasar," ujarnya



Dia juga menghimbau masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan apalagi membuangnya ke drainase.



"Kalau gak mau tergenang atau banjir, jaga kebersihan lingkungan," tegasnya. 



Hal senada juga diungkapkan Kasi Humas Polsek Babelan Brigadir Anwar Fadillah, SH, pengerukan ini atas keprihatinan Polsek Babelan terhadap drainase pasar tradisional Babelan yang sudah lama tidak berfungsi dengan baik.



"Kalau ada yang saluran air mampet segera bersihkan dan tuntaskan, kalau tidak bisa diatasi jangan dibiarkan," tandasnya
BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah elemen masyarakat mulai dari Mahasiswa, KNPI, serta wartawan lintas bekasi galang pengumpulan coin "Babelan for Coin Tony Abbout", hal ini dilakukan warga Indonesia  sebagai bentuk kekecawaan sikap Australia yang telah mengungkit-ungkit bantuan Tsunami Aceh 2004 lalu. Seluruh elemen masyarakat babelan meminta untuk tetap melaksanakan hukuman mati atas dua warga Australia yang terjerat kasus narkoba di Indonesia.
wartawan serta elemen masyarakat babelan saat galang coin
Sementara, Syamsu Rizal (40), koordinator aksi 'Babelan for Coin Tony Abbott'  mengatakan, aksi ini atas keprihatinan dan kekecewaan sejumlah elemen masyarakat Babelan, kata dia, aksi ini diwujudkan dengan meminta bantuan kepada pengguna jalan.

"Kami menyayangkan atas pernyataan Perdana Menteri Australia Tony Abbott yang mengungkit-ungkit bantuan Australia untuk Tsunami di Aceh 2004 silam, karena Indonesia akan melaksanakan hukuman mati atas dua warga negara Australia yang terjerat kasus narkoba,  "ujarnya.

Uang tersebut nantinya menurut dia, akan digunakan untuk mengembalikan bantuan Australia ke Indonesia pada 2004 lalu. "Hasil dari penggalangan dana tersebut nantinya akan di salurkan ke Sekolah Tinggi Agama Islam (STAI) Attaqwa Pusat, "terangnya.

Pantauan bekasitoday.com didapati bahwa sejumlah elemen masyarakat babelan meminta uang receh kepada pengguna jalan dengan menggunakan kardus serta membawa bendera Merah Putih.(red)
Jalan yang amblas di kampung Kali Bedah
Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi
SUKAWANGI bekasitoday.com-Jalan sepanjang kurang lebih 30 meter di Kampung Babakan Kali Bedah Rt.003/011 Desa Sukamekar Kecamatan Sukawangi  amblas, Selasa (24/2).

Hal itu terjadi lantaran wilayah tersebut sering diguyur hujan dan belum adanya pengaman Tanggul Penahan Tanah (TPT).

Sementara, Darma (20) salah satu warga Sukamekar kepada bekasitoday.com mengatakan, wilayah sini sudah dipimpin ama tiga orang Kepala Desa, jalan disini belum juga tersentuh perbaikan bangunan. "Udah berapa kali ganti kades, belom juga didandanin ini jalan, "ujarnya.

Sama halnya yang dikatakan Wardi (42) salah satu pengguna jalan, menurutnya, dirinya melewati jalan ini hampir setiap hari, dari dulu memang kondisi sepanjang jalan disini rusak parah. "Sangat prihatin melihat jalan desa sukamekar, kalau musim panas ngebul, kalau kena air hujan becek dan licin, "terangnya.

Kami berharap kepada pemerintah, baik pemerintah desa, pemerintah kecamatan sampai ke pemerintah daerah, harus dapat memperhatikan kondisi jalan di wilayah desa sukamekar. "Bagaimana perekonomian masyarakat dapat berjalan lancar, kalau kondisi jalannya seperti ini, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Terkait dilaporkannya dua Kepala Desa, diantaranya, Kades Buni Bakti, dan Kades Muara Bakti Kecamatan Babelan oleh pihak PT.Cikarang Listerindo (CL) beberapa waktu lalu ke Polresta Bekasi Kabupaten, lantaran aksi yang dilakukan masyarakat diduga tanpa izin.
Kompol Ardi Rahananto SE Sik, saat menemui warga
yang sedang melakukan aksi di PT CL

Menanggapi hal tersebut, Kepolisian Sektor (Polsek) Babelan Polresta Bekasi Kabupaten, mengajak semua elemen masyarakat agar dapat menghormati proses hukum yang tengah berjalan, terkait dua orang Kepala Desa di wilayah Kecamatan Babelan yang telah dilaporkan oleh PT.CL ke Polresta Bekasi Kabupaten.

“Ikuti saja proses penyidikan. Tetap bersama kita jaga situasi Kemanan Ketertiban Masyarakat (Kamtibmas)  Babelan tetap kondusif, ”ujar Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Babelan, Kompol Ardi Rahananto.

Kapolsek menjelaskan, bahwa hak setiap warga negara untuk melaporkan ke Kepolisian. "Kami tetap menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat, khususnya di wilayah hukum Babelan, "terangnya.

Terkait Kepala Desa Buni Bakti dan Desa Muara Bakti yang telah dilaporkan oleh PT. CL ke Polresta Bekasi Kabupaten pada Rabu (18/02) lalu, pihaknya menegaskan bahwa untuk proses penyidikannya akan dilaksanakan oleh pihak Polres Bekasi Kabupaten.

“Untuk penegakan hukum karena laporannya di Polres, jadi yang melaksanakan penyidikan dari pihak Polres. Mari bersama kita hormati proses hukum tersebut, ”ungkapnya.(red)
SUKATANI bekasitoday.com-Aryo (30) Anggota Satuan Serse Kriminal (Reskrim) Polsek Sukatani, meningal dunia saat menjalankan tugas malam (piket), Senin (23/2).

Pria yang diketahui tinggal di Kampung Kedung Bokor Kecamatan Muaragembong Kabupaten Bekasi itu diketemukan sudah tidak bernyawa sekitar pukul 06:30 WIB saat sedang tidur sendirian disalah satu kamar Kapolsek Sukatani.

Hal itu dibenarkan Kompol Selamat Hartono, Kapolsek Sukatani, menurutnya, anggota tersebut sedang mendapatkan jadwal piket malam Senin bersama delapan orang yang lain. "Iya betul anggota saya bernama Aryo telah meninggal dunia semalam, yang pertama kali menemukan tukang sapu yang bekerja disini, "ujarnya.

Menurutnya, berdasarkan informasi yang didapat dari anggota yang lain, bahwa korban tidur sendirian diperkirakan sekitar pukul 22:00 WIB dikamar Kapolsek. Keesokan harinya, kata dia, sekitar pukul 06:30 WIB tukang sapu dikantor melihat posisi tidur korban agak janggal. Lantas tukang sapu tersebut pun segera menghampiri korban, "terangnya.

Dan setelah mencoba membangunkan tubuh korban dari tidurnya, ternyata korban diam dan tidak bergerak sama sekali. "Engak taunya Aryo sudah meninggal dan sudah dipanggil oleh yang maha kuasa, "tuturnya.

Lebih jauh dikatakan, dari sekian banyak anggota yang bertugas di Polsek Sukatani, Aryo satu-satunya anggota yang dibolehkan untuk tidur dikamar Kapolsek, Hingga saat ini belum diketahui secara pasti penyebab kematian salah seorang anggota Reskrim yang sudah dikaruniai dua orang anak tersebut, "jelasnya.

Dia menambahkan, jenazah korban saat ini dibawa ke Rumah Sakit Kramat Jati untuk diotopsi. "Saat ini almarhum di bawa ke RS Kramat Jati untuk keperluan visum, "ungkapnya.(red).
Kapolsek Sukatani Kompol Selamet Hartono
   



BEKASI bekasitoday.com-Ratusan warga jaladapura memilih Ketua Rw013, masa bakti 2015-2018, di komplek Auri Jaladapura, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur. Pemilihan tersebut diikuti oleh tiga calon, diantaranya, H.Mulyadi Benteng BSC.Dipl.KImam Maliki Ralibi Spd.MM, dan Om Bambang Margiono (Obama), Minggu (22/2)

Hadir dalam acara pemilihan Ketua Rw 013 Jaladapura, Ketua Rw013 Bagus Nugroho beserta staf, seluruh Ketua Rt, tokoh masyarakat, tokoh ulama, tokoh pemuda, kaum ibu serta undangan lainnya.

Sementara itu Bagus, selaku Ketua Rw yang lama dalam sambutannya mengatakan, dari seluruh angket yang disebarkan kepada warga di lingkungan komplek jaladapura beberapa waktu lalu, terdapat 25 orang nama yang di usulkan warga untuk menjadi Ketua Rw, selanjutnya dari 25 nama  yang di pilih warga ada tiga nama yang memiliki suara terbanyak dari pilihan warga, sehingga ketiga nama yang di dapat ini bisa di pastikan yang akan siap mengikuti bursa pencalonan Ketua Rw, "jelasnya.

Dalam penghitungan suara yang terkumpul tercatat sebanyak 280 undangan yang dibagikan kesetiap rumah, dan yang hadir dan tercatat di panitia  yang datang menghadiri pemilihan tersebut berjumlah 253 undangan dan dinyatakan syah oleh panitia.

Suwarman, tim sukses Obama, mengatakan, sejak  hitungan awal Obama sapaan akrab di komplek untuk (Om Bambag Margiono) terlihat memimpin perolehan suara, hingga detik terakhir, Obama nyaris tak tertandingi, dengan hasil akhir, H.Mulyadi Benteng BSC.Dipl.K, mendapatkan  44 suara, Imam Maliki Ralibi Spd.MM, mendapatkakn 33 suara, dan Bambang Margono  S sos, MM, mendapatkan 154 suara, dengan demikian seluruh warga yang hadir langsung memberikan ucapan selamat kepada pak Obama sebagai Ketua Rw 13 yang baru masa bakti 2015-2018 menggantikan Bagus Nugroho.

Menurutnya, warga telah terbukti memilih pemimpin yang mau kerja bukan janji, lantaran pak Obama ini mempunyai program dan kerja yang akan mengedepankan pelayanan, dan kami berharap pak Obama dapat melanjutkan pembangunan yang telah dilakukan oleh  kepemimpinan pak Bagus, "Satukan tekad, selaraskan langkah menuju lingkungan yang lebih maju, "harapnya.(lhk)
TAMBUN bekasitoday.com-Pencuri spesialis pembobol konter babak belur dihajar masa, kendaraan yang dipakai pelaku pun di bakar masa, lantaran aksinya diketahui warga kampung Karang Congok Desa Karang Satria Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Minggu (22/2).

pelaku pembobol konter berinisial SB saat diamuk masa
Menurut Yongki Susilo pemilik konter Harmoni Cell yang beralamat di jalan Karang Satria Kampung Karang Congok RT 03/01 korban pembobolan mengatakan, awalnya terdengar dari dalam konter suara berisik, karena penasaran saya keluar, saya sangat terkejut ketika melihat dua dari empat kunci gembok rolling dor sudah dirusak oleh pelaku. “Saat saya keluar untuk ngecek  terlihat pelaku sedang mencongkel kunci gembok, “ujarnya.
motor pelaku saat dibakar masa
Saya sempat beradu pukul dengan pelaku, karena takut kabur saya teriaki maling, dan saat itu juga warga sekitar datang dan langsung menghakimi pelaku. “Tadi saya sempat berantem sama pelaku, kemudian  si pelaku saya teriaki maling, masa pun berdatangan dan menghakimi pelaku, “terangnya.

Menurutnya, kejadian itu terjadi sekitar pukul 06:30 pagi, dimana konter masih tutup. “Biasanya kami membuka konter jam satu siang, dan tutup jam 12 tengah malam, “ungkapnya.


Informasi yang didapat bahwa pelaku pembobol konter berinisial SB bertempat lahir di Solo tanggal 28 Januari 1962, dan kasusnya kini ditangani pihak Kepolisian Sektor (Polsek) Tambun, Polresta Bekasi Kabupaten.(red)     
Kapolsek Babelan, Kompol Ardi Rahananto bersama jajaran Polsek Babelan membersihkan sampah yang ada di lingkungan Pasar Babelan dengan menggunakan alat seadanya seperti cangkul dan sapu lidih.

Jajaran Polsek babelan membersihkan sampah Pasar. FOTO: HERRY ZAINUL KHUSNI/SUARA BEKASI
“Sampah yang sudah terkumpul dibuang dengan menggunakan gerobak dan mobil pengangkut sampah. Dengan demikian, lingkungan Pasar Babelan akan terlihat bersih, rapih dan indah. Kalau lingkungan sudah bersih dapat dipastikan akan tertanam Pola Hidup yang Bersih dan Sehat (PHBS),” tutur Kompol Ardi Rahananto.

Ardi mengaku, tanpa dukungan semua pihak, lingkungan Pasar Babelan yang bersih sulit terwujud.
Makanya, kata dia, jajaran Polsek Babelan bersama warga sekitar bergotong-royong membersihkan sampah, agar Pasar Babelan menjadi Pasar BERIMAN (Bersih, Indah, Manfaat, Aman dan Nyaman).
Selain menciptakan lingkungan bersih, menurut Ardi, melalui gerakan ini dapat mempererat tali silaturahmi di antara masyarakat.

“Melalui gerakan ini anggota dengan masyarakat akan saling bersinergi untuk membersihkan lingkungan,” tukasnya.

Dia menambahkan, selain membersihkan sampah, peserta kerja bakti juga mengecek dan membersihkan drainase, saluran dan got yang tersumbat dengan sampah.

Terpisah, Kasi Humas Polsek Babelan Brigadir Anwar Fadilah, mengatakan, jika mengandalkan Dinas Pasar sampah yang menumpuk tidak akan pernah selesai. Ia pun menyayangkan sikap Dinas Pasar, khususnya Kepala UPTD Pasar Babelan yang terkesan tidak peduli dengan kebersihan pasar.

Hafitia Nazihah (14), siswa kelas 9 Madrasah Tsanawiyah Attaqwa 03 Babelan ini, melakukan terobosan baru dalam melestarikan budaya dengan menggunakan media Wayang Kertas.
Hafitia lincah memainkan wayang kertasnya menggunakan bahasa inggris dengan diiringi musik gamelan. Berkat keterampilannya tersebut ia sempat Juara 2 Story Telling di SMAN 1 Babelan Bekasi.
Dalang Bahasa Inggris Cilik dari Babelan
Hafitia Nazizah saat memainkan wayang kertas dalam bahasa inggris. FOTO: Indra Gunawan/GoBekasi

BABELAN bekasitoday.com-Terkait laporan yang dibuat oleh  PT.Cikarang Listerindo (CL) ke Polresta Bekasi Kabupaten beberapa waktu lalu, membuat salah satu Kepala Desa terlapor bingung.
Kepala Desa Muara Bakti H.Asmawi saat orasi 
Seperti yang diutarakan Asmawi Kepala Desa Muara Bakti kepada bekasitoday.com, menurutnya, disaat kedua desa tetangga diantaranya Desa Kedung Pengawas dan Desa Buni Bakti mengadakan aksi ke PT CL, saya sedang ada acara pribadi dan tidak ada dilokasi, lantaran Kepala Desa Kedung Pengawas (H.Nacin-red) selalu telepon saya, dan karena lokasi PT CL ada di wilayah saya, saat itu juga urusan pribadi saya tinggal. "Saat itu saya sedang ada acara pribadi, karena Nacin neleponin aja, akhirnya saya datang juga kelokasi, "ujarnya Sabtu (21/2).

Dan setelah aksi itu dilakukan oleh warga tiga wilayah desa, pada malam hari sekitar pukul 21:30 Wib, saya didatangi oleh pihak CL untuk menerangkan kembali aksi yang dilakukan warga tadi. "Malam hari sekitar jam 10 malam, saya didatangi oleh pihak PT CL, dan dari informasi yang saya dapat bahwa ketiga Kepala Desa yang ikut orasi pagi tadi didatangi oleh pihak CL, "terangnya.

Kalau memang nanti saya mendapatkan surat panggilan dari Polresta Bekasi Kabupaten, saya akan datang tentunya dengan sejumlah saksi yang saat itu ada bersama saya. "Nanti akan saya jelaskan yang sebenarnya terjadi kepada pihak kepolisian, dan saya juga akan membawa saksi yang saat itu ada bersama saya, "ungkapnya.

Saya juga sudah membicarakan permasalahan  ini ke Camat Babelan dan Bupati Bekasi perihal laporan yang dibuat oleh PT CL ke Polresta Bekasi Kabupaten. "Mudah-mudahan masalah ini bisa selesai dengan cara musyawarah, "tambahnya.(red)

  
Buntut dari pengeroyokan kepada seorang wartawan Radar Bekasi, Randy Yosetiawan Priogo (27), kantor DPD PAN Kota Bekasi di Jalan Siliwangi, didemo puluhan wartawan. Mereka menuntut ketua DPD PAN bertanggung jawab di mata hukum, karena kasusnya sudah dilaporkan ke polisi.
"Kebebasan pers di Bekasi sudah terancam. Persoalan pemberitaan tidak diselesaikan melalui jalur yang ada. Malah menyewa preman untuk memukuli wartawan," kata seorang wartawan RRI, Erik Hamzah dalam orasinya, Kamis (20/2).

Pemukulan terhadap Randy diduga kuat didalangi oleh kader PAN Kota Bekasi. Sebab, pada saat kejadian korban diajak bertemu di sebuah rumah makan di Jalan Serma Marjuki, Bekasi Selatan oleh ketua DPC Bekasi Utara dan DPD Kota Bekasi.

Pertemuan itu untuk mengklarifikasi pemberitaan di media Harian Radar Bekasi edisi 18 Februari 2015 berjudul 'DPC Bekasi Utara Sebut Pimpinan DPD Masa Bodo'. Namun belum lama pembicaraan, dua orang tak dikenal langsung mengeroyok Randy hingga memar di wajah, tangan, dan punggung.


Wartawan dikeroyok preman bayaran, Kantor DPD PAN Bekasi didemo

Dia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bekasi Kota untuk ditindak lanjuti. Aksi berjalan dengan lancar mendapatkan pengawalan dari Polsek Bekasi Timur. Wartawan juga menggelar teatrikal tentang terancamnya kebebasan pers dengan tabur bunga di depan kantor DPD PAN.

Selama aksi, tak ada perwakilan atau pun pimpinan PAN Kota Bekasi yang menemui wartawan. Sejumlah informasi menyebutkan kalau pimpinan PAN Kota Bekasi tengah berada di luar. Wartawan pun langsung menuju Mapolresta Bekasi Kota untuk menggelar audiensi dengan Kapolres.

Sumber: www.merdeka.com

Pameran Batu Akik (Gemstone) Sinpasa Summarecon


Pasar Modern Sinpasa yang terletak dalam komplek Summarecon Bekasi akan menggelar event 'Pameran Batu Akik (Gemstone) sinpasa' yang ditujukan untuk para pecinta batu akik di wilayah Bekasi dan sekitarnya.



Selain pameran yang rencananya akan diramaikan dengan beragam koleksi batu cincin dari berbagai daerah, dalam Pameran Batu Akik (Gemstone) Sinpasa ini juga akan menyelenggarakan kompetisi Batu Akik dalam empat kategori lomba.

"Summarecon Bekasi akan menggandeng Ikatan Ahli Geologi Indonesia (IAGI) sebagai juri lomba batu akik di Pameran Batu Akik (Gemstone) Sinpasa ini" jelas Public Relations Department Summarecon Mal Bekasi, Jaenal Abidin, Jumat (20/2).

Lomba batu akik ini, katanya, terdiri dari berbagai kategori seperti kategori Batu Bacan Terindah dan kategori Idocrase Aceh yang digelar pada Minggu 22 Februari 2015 pada pukul 13.00 WIB hingga selesai. 

Untuk kategori Batu Bio Solar dan kategori Batu Bergambar Terunik yang akan digelar pada Sabtu 28 Februari 2015 akan dimulai dari pukul 13.00 hingga selesai. Pendaftaran lomba akan ditutup pada hari pelaksanaan sebelum lomba dimulai, yaitu pukul 08.00 WIB hingga pukul 12.00 WIB.

"Batu yang dikutsertakan dalam pameran tidak harus memiliki sertifikat," tegas Jaenal.

Untuk pemenang kompetisi batu akik ini akan mendapatkan hadiah uang tunai sebesar Rp.1.500.000 untuk Juara 1, Rp. 1.000.000 untuk juara 2, dan Rp. 750.000 untuk juara 3. Pemenang lomba juga akan mendapatkan piagam dan piala untuk setiap kategorinya.

Sumber: http://jakartabagus.rmol.co/
CIKARANG bekasitoday.com Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2014, bertempat di Aula korem 051/Wkt, yang beralamat di Jalan Niaga Raya No.1 Cikarang Baru Jababeka Bekasi dilaksanakan pada Hari Jum'at (13/2).
  
Hadir dalam acara RAT tersebut perwakilan Pusat Koperasi Kartika Jayakarta Kapten Arh Ilham, Kepala Dinas Perindustrian/Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Bekasi Ny Ida Faridah.

Ny Ida Faridah saat hadiri Rapat Anggota Tahunan (RAT) Tahun Buku 2014
Sementara, Ketua Koperasi kartika Wijayakarta Kapten Inf Kardo dalam sambutannya menyampaikan, bahwa terselenggaranya RAT ini adalah untuk melihat dan mendengarkan laporan pertanggung jawaban Pengurus Primer Koperasi kartika Wijayakarta kepada anggota koperasi selama Tahun Buku 2014, "RAT ini untuk melihat serta mendengarkan laporan pengurus primer di tahun 2014" jelasnya.
  
Sekaligus memberikan gambaran sampai sejauh mana pencapaian hasil usaha yang dikerjakan oleh pengurus dalam mengembangkan perkoperasian, untuk membantu tugas pimpinan dalam rangka meningkatkan kesejahteraan Prajurit, PNS dan keluarganya. Keberadaan koperasi diharapkan dapat direalisasikan oleh Primer Koperasi kartika Wijayakarta dengan meningkatkan kinerjanya secara terus menerus. "Hal itu tentu dapat merangsang bergeraknya sektor ekonomi mikro dengan dilandasi oleh perilaku yang jujur, disiplin dan kerja keras" ujarnya.
  
Dalam sambutannya Kepala Staf Korem 051/Wkt Letkol Inf Moch Zamroni menyampaikan amanat tertulis dari Danrem 051/Wkt Kolonel Inf Rudianto menyampaikan bahwa, Rapat Anggota Tahunan memegang peranan penting pada kelembagaan koperasi sebagai soko guru perekonomian Indonesia. Hal ini perlu saya tegaskan kembali agar kita tidak keliru menterjemahkan pengertian RAT lalu dianggap sebagai kegiatan yang rutinitas saja, untuk itu mari kita tempatkan forum rapat ini secara proporsional. Hendaknya dilaksanakan secara demokratis, dalam arti dari, oleh dan untuk anggota, sehingga seluruh anggota yang hadir, baik Prajurit maupun PNS mempunyai hak suara yang sama dalam menghasilkan suatu keputusan secara musyawarah untuk mufakat.(red)
http://4.bp.blogspot.com/-jbrTCMxxvQo/T6B520V1XpI/AAAAAAAAADc/_Hbma6iht1c/s1600/p15.jpg

VOKALIS grup band Ungu, Pasha menilai, Kota Bekasi makin berkembang dan banyak tempat yang indah. Kondisi tersebut tak seperti apa yang ada di benak para netizen. Yang digambarkan kota macet dan jalannya rusak.

"Saya beberapa kali berkunjung ke Kota Bekasi untuk melakukan syuting iklan dan juga video klip. Dan saya lihat Kota Bekasi belakangan ini sangat produktif dan semakin berkembang. Buktinya banyak tempat-tempat yang indah di Kota Bekasi yang bisa dinikmati. Kalau masalah macet semua kota memang pasti macet,” ujarnya dilansir GoBekasi (Grup JPNN.com), Senin (16/2).

Kota Bekasi banyak dihuni para Ungu Cliquers, sebutan untuk fans band papan atas tersebut. Dia masih ingat saat konser tahun 2000 di Bekasi, banyak penggemar yang datang.

"Bagi saya jika ada orang mem-bully Kota Bekasi berarti orang tersebut iri dengan berkembangnya kota ini. Buktinya saat ini Kota Bekasi terus melakukan perbaikan dan juga banyaknya mal itu membuktikan bahwa Kota Bekasi terus melakukan perkembangan,” ungkapnya.

Tidak hanya Pasha, Enda gitaris Ungu juga mengatakan hal sama. Menurutnya, Kota Bekasi layak disebut sebagai kota metropolitan. Dengan banyaknya mal serta tempat nongkrong yang asyik, maka kota ini tidak layak dibully.

"Saya bukan mendukung ataupun apa, akan akan tetapi memang kenyataannya Kota Bekasi memang tidak pantas dibully. Dan saya ucapkan terima kasih kepada Ungu Cliquers Kota Bekasi yang hingga saat ini masih setia kepada kami. Tanpa kalian mungkin Ungu tidak bisa terus berkarya,” ungkapnya.(ran/jpnn)

Sumber: http://www.jpnn.com/read/2015/02/16/287685/Pasha-Ungu-Bilang-Bekasi-tak-Pantas-Dibully
BADAN Penanggulangan Banjir Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Sabtu (14/2).

Bantuan berupa 40 dus mie instan itu didistribusikan ke lokasi banjir, Kampung Kerangkeng Gang Asem RT09 dan 04.
Sisi lain, Ketua Kelompok Siaga Bencana Banjir Bunibakti Mandiri (KSB BBM) Lukman mengatakan bantuan banjir tersebut terlambat.
Kata dia, keterlambatan diduga karena BPBD ogah mengeluarkan anggaran dan menunggu banjir hingga 7 hari.
“Mungkin BPBD menganggap banjir di kecamatan Babelan, khususnya Buni bakti hanya sementara. Mereka ogah mengeluarkan anggaran dan tunggu sampai 7 hari kalau masih banjir, baru dibilang banjir,” jawabnya sinis.
Banjir kata Lukman, adalah ulah pemerintah Kabupaten Bekasi yang bersikap masa bodo terhadap tata lingkungan yakni, pendangkalan kali.
“Serapan air sudah jadi PT (pabrik,red), jadinya kali CBL juga dangkal lumpurnya dalem, dan banjir setiap musim hujan”.
Banjir parah ini diakibatkan karena dangkalnya kali. “Serapan air sudah jadi PT. CL bahkan kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).(cr19)

Sumber: http://www.gobekasi.co.id/2015/02/14/bpbd-kabupaten-dianggap-remehkan-banjir-babelan/