BADAN Penanggulangan Banjir Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi memberikan bantuan kepada korban banjir di Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Sabtu (14/2).

Bantuan berupa 40 dus mie instan itu didistribusikan ke lokasi banjir, Kampung Kerangkeng Gang Asem RT09 dan 04.
Sisi lain, Ketua Kelompok Siaga Bencana Banjir Bunibakti Mandiri (KSB BBM) Lukman mengatakan bantuan banjir tersebut terlambat.
Kata dia, keterlambatan diduga karena BPBD ogah mengeluarkan anggaran dan menunggu banjir hingga 7 hari.
“Mungkin BPBD menganggap banjir di kecamatan Babelan, khususnya Buni bakti hanya sementara. Mereka ogah mengeluarkan anggaran dan tunggu sampai 7 hari kalau masih banjir, baru dibilang banjir,” jawabnya sinis.
Banjir kata Lukman, adalah ulah pemerintah Kabupaten Bekasi yang bersikap masa bodo terhadap tata lingkungan yakni, pendangkalan kali.
“Serapan air sudah jadi PT (pabrik,red), jadinya kali CBL juga dangkal lumpurnya dalem, dan banjir setiap musim hujan”.
Banjir parah ini diakibatkan karena dangkalnya kali. “Serapan air sudah jadi PT. CL bahkan kali Cikarang Bekasi Laut (CBL).(cr19)

Sumber: http://www.gobekasi.co.id/2015/02/14/bpbd-kabupaten-dianggap-remehkan-banjir-babelan/
Bagikan:
Selanjutnya
Posting Lebih Baru
Sebelumnya
Ini berita terakhir.

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.