Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Rudi Sabarudin mengungkapkan, dari 276 SMA dan SMK negeri ataupun swasta, hanya satu sekolah saja yang layak mengadakan ujian nasional (UN) dengan sistem online di tahun 2015, yaitu SMA Negeri 5.


http://4.bp.blogspot.com/_FEbqnXjzcxM/TU5Ib95EFwI/AAAAAAAAAEE/8Dwz7qeiSPU/s250/LogoDP%2Bcopy.jpg
Rudi mengatakan, awalnya ia mengajukan lima sekolah yang dianggap mampu mengadakan UN dengan sistem online. Namun saat dilakukan pendalaman, dari lima sekolah hanya satu saja yang memenuhi syarat, yakni 1:3 atau satu komputer digunakan oleh tiga siswa.

"Beberapa waktu lalu kami mengusulkan lima sekolah, yakni SMA Negeri 1, SMA Negeri 5, SMA Negeri 4, SMA Swasta Al Azhar dan SMK Negeri 1. Tapi saat dicek ke lokasi hanya SMA 5 Negeri saja yang dinyatakan siap mengikuti UN secara online," kata Rudi pada Senin (23/2) petang.

Rudi mengatakan, SMA 5 Negeri dinyatakan layak lantaran perangkat keras dan sumber daya manusia (SDM) nya mendukung. Hal ini berbeda dengan sekolah lainnya, di mana jumlah unit komputer tidak sesuai dengan siswanya. "Ada sekolah yang jumlah komputer 30 unit, tapi jumlah siswa kelas 3 mencapai 300 orang. Ini kan tidak memenuhi syarat dari Kemendikbud bahwa penggunaan komputer minimal 1:3," jelas Rudi.

Bagi sekolah yang tidak mengadakan UN dengan sistem online, kata Rudi, tetap mengikuti ujian seperti biasa, yaitu dengan sistem manual. Menurut Rudi ada keuntungan yang didapat bila menerapkan sistem online, yakni hasil dapat diketahui langsung di Kementerian dan menghindari upaya kecurangan dalam mengisi lembar jawaban.
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.