BANDUNG, (PRLM).- Pemerintah Provinsi Jawa Barat melalui Dinas Perhubungan, meminta Pemerintah Pusat mempercepat pemberian dukungan pada penataan transportasi di tiga metropolitan.

Kepala Dinas Perhubungan Jabar Deddy Taufik mengatakan permintaan tersebut disampaikan Pemprov Jabar yang diwakili Gubernur Ahmad Heryawan, saat rapat transportasi 3 provinsi dengan Presiden Jokowi di Istana Negara, Jakarta.

http://1.bp.blogspot.com/-eG3jOVNDNsY/UrhmidQ3y9I/AAAAAAAAABw/K_K_WafY53E/s1600/macet.jpg


"Kami meminta pranata transportasi di 3 metropolitan di Jabar terealisasi segera," kata Deddy Taufik saat diwawancarai di Bandung, Rabu (25/2/2015).

Deddy juga memaparkan rencana transportasi yang diinisiasi Provinsi, Pusat dan pihak swasta di Metropolitan Bandung Raya, Bodebekarpur dan Cirebon Raya.

Sementara itu lanjut Deddy, di Bandung Raya, pusat sudah merencanakan akan membangun transportasi massal berbasis rel yakni backbone Barat-Timur atau Padalarang-Cicalengka. "Ini kereta rel listrik sepanjang 40 kilometer," katanya.

Selain itu kata dia, ada pula Monorel Bandung Raya yang diinisiasi Pemprov Jabar yang diwakili BUMD bergandengan dengan pihak swasta Panghegar Group untuk mendirikan PT Jabar Moda Transportasi membangun 5 trase monorel yang terhubung dari Sumedang, Kabupaten Bandung, Kota Bandung, Cimahi dan Bandung Barat.

"Sementara untuk Bodebekarpur untuk transportasi berbasis rel pihak JICA sudah menawarkan untuk membangun circle monorel di kawasan Cikarang, Bekasi." katanya.

Lalu kata Deddy di Bandung Raya pun Kementerian Perhubungan menerapkan bus rapid transit. Untuk Cirebon Bandung Raya, ada Bandara Internasional Jawa Barat Kertajati, Majalengka.

Menurutnya dalam program-program yang dipaparkan ketiga Provinsi, persoalan angkutan misal membutuhkan peran serta pemerintah berupa subsidi dan regulasi. (Mochamad Iqbal Maulud/A-88)***

Sumber: www.pikiran-rakyat.com
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.