Buntut dari pengeroyokan kepada seorang wartawan Radar Bekasi, Randy Yosetiawan Priogo (27), kantor DPD PAN Kota Bekasi di Jalan Siliwangi, didemo puluhan wartawan. Mereka menuntut ketua DPD PAN bertanggung jawab di mata hukum, karena kasusnya sudah dilaporkan ke polisi.
"Kebebasan pers di Bekasi sudah terancam. Persoalan pemberitaan tidak diselesaikan melalui jalur yang ada. Malah menyewa preman untuk memukuli wartawan," kata seorang wartawan RRI, Erik Hamzah dalam orasinya, Kamis (20/2).

Pemukulan terhadap Randy diduga kuat didalangi oleh kader PAN Kota Bekasi. Sebab, pada saat kejadian korban diajak bertemu di sebuah rumah makan di Jalan Serma Marjuki, Bekasi Selatan oleh ketua DPC Bekasi Utara dan DPD Kota Bekasi.

Pertemuan itu untuk mengklarifikasi pemberitaan di media Harian Radar Bekasi edisi 18 Februari 2015 berjudul 'DPC Bekasi Utara Sebut Pimpinan DPD Masa Bodo'. Namun belum lama pembicaraan, dua orang tak dikenal langsung mengeroyok Randy hingga memar di wajah, tangan, dan punggung.


Wartawan dikeroyok preman bayaran, Kantor DPD PAN Bekasi didemo

Dia sudah melaporkan kasus tersebut ke Polresta Bekasi Kota untuk ditindak lanjuti. Aksi berjalan dengan lancar mendapatkan pengawalan dari Polsek Bekasi Timur. Wartawan juga menggelar teatrikal tentang terancamnya kebebasan pers dengan tabur bunga di depan kantor DPD PAN.

Selama aksi, tak ada perwakilan atau pun pimpinan PAN Kota Bekasi yang menemui wartawan. Sejumlah informasi menyebutkan kalau pimpinan PAN Kota Bekasi tengah berada di luar. Wartawan pun langsung menuju Mapolresta Bekasi Kota untuk menggelar audiensi dengan Kapolres.

Sumber: www.merdeka.com
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.