Maret 2015
Ucapan Selamat berdatangan dari berbagai media di kantor PWI Bekasi
BEKASI KOTA bekasitoday.com-H.Aidil Yan Bsc Pemimpin Perusahaan Surat Kabar Umum Berita Kriminal Terpilih menjadi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi Periode 2015-2018, pada konferensi lanjutan II PWI Bekasi 2015, dengan perolehan suara 16 dari 22 peserta pemilih yang  hadir, Senin (30/3).
                                           
Sementara lawannya, Melodi Sinaga mendapatkan lima suara, suara tidak sah satu suara dan yang tidak hadir empat orang pemilih, diketahui jumlah anggota PWI biasa yang berhak memilih sebanyak 26 suara. Konferensi tersebut dilaksanakan di kantor PWI Bekasi dijalan rawa tembaga Kota Bekasi, dan konferensi lanjutan ini langsung dipimpin oleh perwakilan PWI Cabang Jawabarat.

H.Aidil Yan Bsc, Ketua PWI Bekasi kepada wartawan mengatakan, saya akan berusaha bagaimana caranya mempersatukan persepsi sesama wartawan dan anggota PWI. “Saya menilai kurangnya persatuan sesama  anggota PWI, dan saya berusaha meningkatkan persatuan, bermartabat, dan berdaulat,  “ujarnya.

Menurutnya, dirinya akan memperjuangkan anggota muda menjadi anggota biasa, dan mempererat hubungan antara pihak eksekutif dan yudikatif. “Saya akan memperjuangkan anggota muda untuk segera menjadi anggota biasa, serta akan mempererat hubungan dengan pihak-pihak terkait, “jelasnya.

Terpisah, beberapa anggota PWI muda disela acara mengatakan, kami sangat sayangkan semua anggota muda tidak ikut memilih, disini sepertinya anggota muda hanya sebagai hiasan atau pelengkap di PWI. “Ya seharusnya anggota PWI muda juga ikut memilih, jangan hanya jadi pajangan doang di PWI, dan anggota muda di PWI Bekasi ini sangat banyak dibanding anggota PWI biasa, “terangnya.

Dan kami akan pegang janji Ketua PWI Bekasi, yang katanya mau meningkatkan status kami dari muda menjadi anggota PWI biasa. “Kami tunggu relalisasi janji dari Ketua PWI Bekasi ini, “ujarnya.  


Dari pantauan bekasitoday.com-bahwa dihari yang sama telah dikukuhkan kepengurusan PWI Bekasi yang diketahui langsung oleh perwakilan PWI Cabang Jawabarat, diantaranya : Ketua H.Adili Yan Bsc, Wakil  1 Ewi Widiansyah, Wakil  2 Melodi Sinaga, Sekretaris Darwin, Wakil Sekretaris Amri Siregar, Bendahara Lola, Wakil Bendahara Eli.(Nn)
Kabag Humas Pemkab Bekasi saat potong tebu untuk membuka acara
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi) menghelat Pameran Photo dan Gelar Budaya Bekasi, di halaman Kantor Camat Tarumajaya, Sabtu (28/3). 

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Bekasi yang diwakili oleh Kabag Humas Pemerintah Kabupaten Bekasi Iyan Priyatna, Camat Tarumajaya H Sopian Hadi, Kapolsek Babelan Kompol Ardi Rahananto SE Sik, Waka Polsek Tarumajaya AKP Kliwon, Danramil Tarumajaya Surya, Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi H Agus Sopyan, Kepala Desa Srijaya Drahim Sada, Budayawan Bekasi H Sunaryo, serta sejumlah Tokoh Seni dan Budaya Bekasi.

Tetapi sangat disayangkan Gelar Budaya Bekasi ini kurang mendapat dukungan dari wakil rakyat yang ada di Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, lantaran banyak anggota dewan yang mengetahui acara Gelar Budaya Bekasi ini, tetapi enggan untuk hadir.

Ini bukti minimnya perhatian akan pentingnya merawat dan melestarikan budaya bekasi, kejadian ini tampaknya mendapat sorotan serius dari sejumlah jurnalis bekasi.

Sementara itu, Bupati Bekasi yang diwakili oleh Kabag Humas, Iyan Priyatna, dalam sambutannya mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Bekasi sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Lintas Wartawan Bekasi dalam hal Gelar Budaya Bekasi yang digabungkan dengan Pameran Photo. “Kegiatan ini sangat bermanfaat dan positif, seperti melestarikan Budaya Bekasi dan menampilkan hasil foto para jurnalis Bekasi, ”ujarnya.

Kami juga berharap bahwa kegiatan Gelar Budaya Bekasi dan Pameran Photo untuk menampilkan serta melestarikan budaya bekasi, terus di lakukan oleh generasi muda khususnya oleh rekan-rekan media, bila perlu gandeng bagian Arsip Nasional dalam pameran photo mendatang. "Kegiatan ini harus terus dilakukan, untuk melestarikan budaya bekasi, agar para generasi muda tahu tentang sejarah bekasi, "terangnya. 

Terpisah, Ahmad Suryadi, Ketua Lintas Wartawan Bekasi mengatakan, kami menghelat ‘Pameran Foto dan Gelar Budaya Bekasi’ agar masyarakat bekasi tahu sejarah bekasi, dan kami juga menampilkan berbagai atraksi pencak silat dan photo hasil jepretan para jurnalis di Bekasi. “Pemeran photo hasil jepretan Lintas Wartawan Bekasi (Liwasi), dipamerkan dan dapat dilihat langsung oleh masyarakat yang datang, ”jelasnya.

Menurutnya, dalam kegiatan tersebut Liwasi juga menampilkan berbagai macam atraksi pencak silat yang bertujuan untuk melestarikan budaya Bekasi. “Kami juga menampilkan atraksi palang pintu, atraksi seni ujungan dan penampilan golok besar yang merupakan senjata tajam ciri khas Bekasi, ”tutur pria yang akrab disapa Kong Are ini.

Ketika disinggung tentang wakil rakyat yang enggan datang dalam Gelar Budaya Bekasi mengatakan, satu bulan sebelumnya kami telah mengirimkan proposal kegiatan ke para wakil rakyat, dan satu minggu sebelum pelaksanaan acara, kami juga memberikan undangan. "Sudah beberapa kali kami mendatangi para wakil rakyat, khususnya yang ada di dapil IV untuk menghadiri acara Pameran Photo dan Gelar Budaya, namun tidak satupun dari mereka yang hadir, Ini bukti minimnya perhatian akan pentingnya merawat dan melestarikan budaya bekasi, "ungkapnya.

Dan kami sangat berterima kasih sekali kepada Camat Tarumajaya yang sudah mengizinkan halaman serta kantornya untuk kegiatan ini, serta para donatur, tanpa dukungan dari mereka mungkin acara kita ini tidak dapat berjalan dengan baik. "Ucapan terima kasih ini kami tujukan terutama buat bang Sopian Hadi selaku Camat Tarumajaya yang telah mendukung acara kami hingga sukses, serta para donatur, "terangnya.(red)
Bekasi Today. Minggu 22 Maret 2015 di Gedung Juang 45 Tambun dipenuhi pemuda-pemuda yang berasal dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi dan komunitas pemuda lainnya di Bekasi bersama-sama bergotong royong membersihkan Gedung Juang 45 Tambun. 


Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi Bersihkan Gedung Juang 45 Tambun
Lintas Komunitas Bersihkan Gedung Juang
Diketemui disela-sela kesibukannya, Bang Chevi (35) dari Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) menyempatkan diri untuk wawancara dengan crew BekasiToday.

Aksi Membersihkan Gedung Juang 45 Tambun merupakan kegiatan yang sangat positif, ide awalnya darimana bang? Ini kegiatan aksi mandiri hari ini saja atau akan menjadi agenda rutin berkelanjutan bang?

"Agenda membersihkan Gedung Juang ini berawal dari hasil musyawarah setelah saudara-saudara dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi prihatin melihat kondisi Gedung Juang, aksi ini juga sudah disepakati untuk dilaksanakan rutin 2 minggu sekali, jadi hari ini tanggal 22 Maret kita bersama-sama dengan komunitas lain yang perduli dengan Gedung Juang sudah dua kali membersihkan Gedung Juang ini, nah insya Allah jika tidak ada halangan kita akan kembali melaksanakan kegiatan yang ketiga kalinya pada tanggal 5 April".

Apa tujuan yang hendak dicapai dengan aksi membersihkan Gedung Juang 45 ini?

"Gedung Juang Tambun ini merupakan salah satu icon bersejarah untuk Bekasi, gedung ini ibaratnya seperti warisan dari pendahulu-pendahulu kita yang harus kita rawat dan kita jaga, salah satunya yah harus kita bersihkan. Selain itu gedung yang kurang lebih sudah berumur 109 tahun ini dapat menjadi pintu untuk generasi sekarang mengenal perjalanan sejarah Bekasi, patriotisme pendahulu kita, pengorbanan dan daya juang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh para pejuang khususnya pejuang-pejuang dari Bekasi itu kudu diperkenalkan kembali kita promosikan kembali agar pemuda Bekasi masa kini tidak kehilangan identitasnya, mereka semua punya darah juang, mereka anak cucu para pejuang kemerdekaan bangsa ini. Semoga dengan aksi sederhana ini para pejabat Bekasi bisa lebih peduli dengan Gedung Juang."  
"Kalau soal bangunan Gedung Juang mungkin seperti saat kita melihat icon Tugu Monas dimana orang akan paham itu icon Jakarta, kurang lebih seperti itulah cita-cita besar kami saat orang melihat icon Gedung juang ini.Tujuan lain adalah sebagai wadah silaturahim baik kepada sesama anggota Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi ataupun kepada komunitas lain yang bergabung dalam aksi ini."

Apakah kegiatan aksi membersihkan Gedung Juang 45 ini hanya khusus untuk angota dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi atau terbuka juga untuk umum bang?

"Kegiatan ini terbuka untuk umum, kami dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi hanya mencoba berbuat apa yang kami bisa, jika komunitas lain ingin bersama-sama ikut dalam aksi bersih-bersih ini kami akan menyambut dengan tangan terbuka, jika komunitas lain punya aksi lain untuk merawat, mempromosikan demi kebaikan di Gedung Juang ini silahkan, Gedung Juang 45 ini milik kita bersama, mari kita jaga bersama, minimal agar tetap bersih dan terpelihara."
 
Menurut Abang apresiasi warga Bekasi secara umum terhadap kebudayaan Bekasi sendiri bagaimana?


"Alhamdulillah, menurut saya sekarang ini masyarakat Bekasi sudah lebih mau mengenal dan mengapresiasi kebudayaan Bekasi. Setiap ada event, tanggapan masyarakat akan aksi yang menonjolkan budaya selalu positif dan antusias. Perguruan dan padepokan silat sudah banyak dan ramai, sanggar dan komunitas budaya juga semakin sering mendapatkan tempatnya di acara-acara resmi pemerintahan dan swasta, tinggal kita sebagai penggiat budaya yang kudu terus menggali dan mengadaptasi kemajuan agar kegiatan budaya dapat mengisi ruang-ruang kesenian modern tanpa kehilangan identitas dan karakternya yang membumi, singkatnya penggiat budaya kudu lebih profesional memahami falsafah budaya dan mewujudkannya dalam aksi yang lebih nyata dan bermanfaat bagi masyarakat."


Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi Bebersih Gedung Juang Tambun
Lantai 2 Gedung Juang 45 Tambun
Terimakasih atas waktunya Bang, ada yang ingin Abang sampaikan sebelum menutup wawancara ini?
 
"Untuk warga Bekasi, darah pejuang ada pada diri kalian, bangkitkan kembali jiwa pejuang agar pemuda Bekasi kembali diperhitungkan dalam kancah nasional. Gali kearifan pendahulu kita yang tertanam dalam kesenian-kesenian tradisional, kenali budaya kita jangan sampai kematian obor atau putus regenerasinya, budaya kita identitas kita, kalau bukan kita yang menghayati nilai-nilainya lalu siapa lagi? mau pakai identitas apa kita sebagai orang Bekasi kalau budaya sendiri kita tinggalkan?"
TAMBUN bekasitoday.com-Jajaran Tim Satuan Tugas Khusus (Satgasus) Anti Teror Mabes Polri bersama Densus 88 Polri dan Polda Metro Jaya melakukan penggerebekan di Perumahan Graha Melati Block FE III Desa Sumberjaya, Kecamatan Tambun Selatan.

Dalam penggerebekan tersebut Polisi berhasil mengamankan lima tersangka yang diduga sebagai pendana dan perekrut anggota ISIS di Indonesia, yakni M. Fachri, Aprianul Henri alias Mul, Jack alias Engkos Koswara, Amin Mude, dan Furqon.

Kasubdit Jatantras Diteskrimum Polda Metro Jaya, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Henrry Herywan, mengatakan, kelima tersangka ini diduga terlibat sebagai pelaksana dalam pembinaan, pengarahan, dan perekrutan simpatisan ISIS untuk diberangkatkan ke Irak dan Suriah, baik secara langsung maupun melalui Internet. "Mereka juga melakukan pengumpulan serta penyaluran dana untuk kegiatan sukarelawan ISIS di Indonesia untuk diberangkatkan ke Irak dan Suriah, "terangnya, Minggu (22/3).

Ia mengatakan, M Fachri merupakan pemilik website www.almustaqbal.net yang dimana website tersebut meng-upload berita-berita provokasi dan kebencian yang merupakan strategi mereka untuk merekrut Warga Negara Indonesia (WNI) agar bergabung dengan ISIS. "Fachri juga diduga yang membuat dan meng-upload video pelatihan anak oleh ISIS di Youtube beberapa waktu lalu, "ujarnya.

Dari penggerebekan tersebut, ujar Herry, Polisi berhasil menyita sembilan handphone yang digunakan sebagai alat komunikasi, uang senilai Rp8 juta dan USD 5.300, serta dokumen-dokumen surat kelengkapan paspor, tiket, laptop dan hardisk eksternal.

"Penggerebekan hari ini serentak melakukan penggeledahan di empat lokasi terhadap rumah dan tempat yang digunakan para tersangka untuk mencari bukti tambahan, yakni, di Cisauk Tangerang, Petukangan Jakarta Selatan, Tambun Bekasi, dan Gunung Putri Bogor, "ungkapnya.

Atas perbuatannya, kelima tersangka ini diancam pasal berlapis yaitu, UU Nomor 15 tahun 2003 tentang Pemberantasan Terror, UU Nomor 9 tahun 2013 tentang Pemberantasan Pendanaan Teror, dan juga UU Nomor 8 tahun 2011 tentang ITE, serta disangkakan melakukan makar.(gun)
Remaja yang tergabung dalam Ikatan Remaja Mushola (Ikramus) Nurul Hikam RT014/08 Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi meminta kepada PT. Perusahaan Gas Negara (PGN) untuk mensosialisasikan penggalian Pipa diwilayah tersebut. Pasalnya, masyarakat Buni Bakti hingga saat ini masih belum mengetahui jika wilayahnya akan dilintasi pipa gas milik PT. PGN.

Seperti halnya yang dikatakan, Ahmad Bayhaki (25), Ketua Ikramus Nurul Hikam menurutnya, bahwa sampai saat ini PT. PGN belum ada sosialisasi terkait penanaman pipa gas. "Kami butuh penjelasan PT. PGN tentang Analisis mengenai Dampak Lingkungan (Amdal), bentuknya seperti apa kita tidak mengetahui, "cetusnya.

Selain itu, kata dia, kejelasan konpensasi PT. PGN pun ditanyakan, karena penanaman pipa tersebut bersinggungan langsung dengan proyek, baik itu pusat produksi maupun hanya perlintasan pipa gas agar diperhatikan,  lanjut dia, keterlibatan tenaga kerja hingga alokasi dana Coorporate Social Responsibility (CSR) juga harus diperhatikan. "Intinya adanya proyek ini harus memakmurkan kita, bukan malah membuat kita menderita, konpensasinya seperti apa harus jelas, karena berdampak langsung dengan aktivitas perekonomian warga, "ungkapnya. (red)
TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Eni (41), janda yang tinggal sebatang kara ini tinggal di pinggir Kali Bekasi, yang rumahnya rusak lantaran diterpa angin puting beliung pada Februari lalu.

Sementara, menurut Eni kepada bekasitoday.com mengatakan, dua tahun lalu dia bersama ibunya pindah dari Babelan ke rumahnya yang sekarang berlokasi di Desa Sriamur Rt 01/05 Nomor 58, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Awalnya rumah saya tidak sekecil saat ini, namun saat musim hujan lalu, menyebabkan kali meluap dan tanah di pinggir rumah longsor hingga membuat sebagian rumah ambruk. "Pas pindah ke sini, suami saya sudah meninggal. Jadi cuma berdua sama emak, baru setahun menikah sudah ditinggal suami, terus emak, anak juga nggak punya, "ujarnya sedih. Minggu (22/3).

Menurutnya, dirinya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, namun kedua adiknya sudah meninggal saat masih kecil karena demam berdarah. Dia menuturkan bahwa ada saudara dari ibunya namun tinggal mereka berjauhan. "Mereka tinggalnya di Cibitung, Cikarang dan Tangerang, "ungkap perempuan lulusan SD ini.

Eni kemudian menunjukan kamar tempat tidurnya yang ternyata lebih berantakan, baju kotor, tikar, kardus, kayu dan genteng sisa-sisa reruntuhan tak beraturan. Atap diatas juga bolong bekas terpaan puting beliung lalu. "Jadi kalau hujan saya tidur kedingan dan baju pun basah. Terus gelap karena gak ada listrik, nyamuknya juga banyak, "terangnya.

Dia menambahkan, jika ingin mandi atau buang hajat, saya biasa menumpang pada tetangga atau di kali. "Mandinya jarang soalnya gak ada air,  "jelasnya.

Pantauan bekasitoday.com rumah dengan ukuran 3x5 meter itu sangat berantakan, pintu kayu yang sudah reot mengeluarkan bunyi decit saat dibuka. Aroma tak sedap pun langsung menusuk hidung saat kaki melangkan kedalam rumah. Namun malang nasib Eni, setahun lalu ibunya meninggal karena sakit. Sejak saat itu dia tinggal sebatang kara di rumahnya yang reyot. (ind)
TAMBUN bekasitoday.com-Polsek Tambun Polresta Bekasi Kabupaten telah berhasil ungkap serta menangkap tiga orang tersangka pelaku dugaan tindak pidana Pencurian dengan Pemberatan (Curat) dan Penadahan. Serta behasil mengamankan sepuluh unit sepeda motor berbagai merk hasil kejahatan dan satu set kunci leter T.

Sementara, Kompol Ali Zusron, Kapolsek Tambun mengungkapan, berawal dari adanya laporan warga pada Kamis (19/3) lalu, tepat pukul 06.30 Wib Polsek Tambun mencurigai seseorang yang dikenal, kemudian Unit Reskrim berhasil menangkap N alias Bodong, warga Desa Satria Jaya Kecamatan Tambun Utara, yang telah melakukan pencurian kendaraan motor. Namun, pada saat pengembangan pelaku berusaha melarikan diri, dan diberi peringatan dua kali tembakan ke udara, pelaku tak menghiraukan, dan akhirnya dilakukan cara tegas dengan melumpuhkan pelaku dengan menembak kaki kanan pelaku.

"Jajaran personil Unit Reskrim berhasil menangkap N alias Bodong (35), yang merupakan Target Operasi (TO) Polsek Tambun, dan pada saat pencarian pelaku berusaha melarikan diri, dan kami pun memberikan peringatan dengan dua kali tembakan ke udara. Tapi pelaku tidak menghiraukan, akhirnya terpaksa pelaku kita lumpuhkan dengan menembak kaki sebelah kanan, "terangnya.

Setelah menangkap Bodong,  kata Ali Zusron, Polsek Tambun pun kembali mengembangkan kasus ini dengan mencari penadah dari hasil kejahatan Bodong. Dua orang pun berhasil diamankan, diantaranya berinisial FZA (43) warga Pakis Jaya Karawang, ditangkap di Cabang Bungin, dan LSN (27) warga Sukatani, ditangkap di Sukatani. "Dari hasil pengembangan kasus, kami berhasil mengamankan dua orang penadah yang berinisial FZA warga Pakis Jaya Karawang, ditangkap di Cabang Bungin, dan LSN (27) warga Sukatani, ditangkap di Sukatani, "ujarnya.

Saat ini, tersangka berikut barang bukti telah diamankan di Polsek Tambun Polresta Bekasi Kabupaten untuk penyidikan lebih lanjut. Bodong diancam Pasal 363 KUHP dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara, sementara FZA dan LSN dibidik pasal 481 KUHP dengan ancaman hukuman empat tahun penjara.(ind)

BABELAN bekasitoday.com-AZ (45) supir angkot di Cilincing diamankan Polsek Babelan saat hendak pulang kerumahnya di Desa Teluk Bango, Kramat Jaya Rt.08/07 Kecamatan Batu Jaya Karawang. AZ terancam melanggar Pasal 2 ayat (1) Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951, tentang Membawa, Menyimpan Senjata Tajam tanpa Izin. Ancaman hukumannya 10 tahun penjara.

Minggu dini hari 22 Maret 2015, Polri Sektor Babelan kembali menggelar Operasi Cipta Kondisi di sekitar Jembatan CBL (Cikarang Bekasi Laut) Desa Muara Bakti Kecamatan Babelan. Operasi dilakukan kurang lebih selama 2 jam dan sempat menjadi perhatian warga sekitar. Seorang pengendara motor berinisial AZ diamankan petugas karena kedapatan membawa senjata tajam berupa golok yang ia sembunyikan dibadannya.

Polsek Babelan Amankan Pemotor Pembawa Sajam
Polsek Babelan Amankan Pemotor Pembawa Sajam

"Petugas kami memutuskan untuk memeriksa karena saat diberhentikan yang bersangkutan tampak gelisah dan mencurigakan, setelah salah satu petugas memeriksa kedapatan yang bersangkutan menyembunyikan senjata tajam yang ia selipkan dipinggangnya sehingga yang bersangkutan diamankan untuk pemeriksaan di kantor." tutur Kapolsek Babelan, Kompol Ardi Rahananto Sik saat ditemui dikantornya, Minggu 22 Maret 2015.
BABELAN bekasitoday.com-Polsek Babelan kembali mengungkap dan menangkap pengedar narkoba pada Selasa malam (17/3). Dalam penangkapan tersebut berhasil disita barang bukti berupa paket ganja kering dan dalam bentuk lintingan serta 15 butir pil Calmlet (Kamlet) di dalam 2 bungkus rokok. Turut diamankan satu unit sepeda motor Honda Beat warna biru No.Pol. B-3065-FPH milik pelaku. 
Jajaran Polsek Babelan telah mencurigai beberapa titik yang menurut informasi warga dicurigai menjadi tempat transaksi Narkoba. Salah satu lokasi tersebut berada di pertigaan Asem Kampung Kedaung Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan. Dari hasil pengembangan didapat informasi mengenai pelaku yang sering beroperasi di wilayah Babelan. Berbekal informasi tersebut petugas mencoba menghubungi pelaku yang dicurigai sebagai pengedar Narkoba, selanjutnya pada Selasa malam (17/3) pukul 21.50 Wib dari hasil penyamaran tersebut tertangkaplah pelaku dengan barang bukti berupa ganja dan pil kamlet.

"Pada Selasa malam pelaku datang ke TKP untuk bertemu anggota yang menyamar, setelah dilakukan pemeriksaan didapati satu paket ganja kering dan yang sudah berbentuk lintingan serta 3 paket pil kamlet dengan total 15 butir didalam 2 bungkus rokok. Polisi lalu menangkapnya dan ganja serta pil kamlet tersebut disita sebagai barang bukti," jelas Kapolsek Babelan Kompol Ardi Rahananto kepada BabelanKotaKita.com, Minggu (22/3).

Pelaku berinisial RH (19) tidak memiliki pekerjaan tetap adalah warga Kampung Penggilingan Tengah RT.02/05 Kelurahan Kebalen Kecamatan Babelan sedangkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Pertigaan Asem, Kampung Kedaung Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan. Dari tersangka diketahui bahwa paket narkoba tersebut didapat dari seseorang berinisial A warga Kampung Irian, Kelurahan Teluk Pucung, Kecamatan Bekasi Utara yang kini telah dimasukkan ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO), ungkap Kompol Ardi. (BP)


Sumber: Babelan Kota Kita
CIKARANG bekasitoday.com-Komisi A Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi menilai Pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) yang berada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan, yang diduga tidak sesuai dengan anggaran, telah melanggar hukum dan termasuk kedalam tindakan korupsi.

Seperti yang dikatakan H.Syamsul Fallah, Anggota Komisi A DPRD menurutnya, pembangunan Pustu Kelurahan Bahagia jika tidak sesuai anggaran yang ada jelas melanggar hukum, apalagi diduga sampai tidak sesuai Daftar Perincian Anggaran (DPA). "Tindakan tersebut termasuk tindakan korupsi, domainnya hukum, "ujarnya, Jum'at (20/3).

Akan kita audit Anggaran untuk pembangunan Pustu tersebut, agar kita ketahui siapa pemborong dan perusahaannya. "Kalau yang didugakan itu benar, hukumannya bukan keorangnya. Melainkan perusahaannya. Tapi, nanti kita akan black list orang dan perusahaannya, "terangnya.

Sementara, Wahyu (20) salah satu warga sekitar yang sedang berobat pun menyesalkan kontraktor yang telah membangun Pustu Kelurahan Bahagia. Pasalnya, kerusakan tersebut membuat resah dokter dan pasien yang datang untuk berobat. "Kontraktor yang membangun Puskesmas ini tidak punya hati, saya pribadi sangat kasihan kepada warga yang berobat, jadi membuat pasien tidak nyaman padahal baru dibangun kok banyak kerusakan, "terangnya.

Diketahui, bahwa pembangunan Puskesmas Pembantu Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan tersebut dianggarkan pemerintah sebesar Rp.800 juta. Namun, dalam pengerjaannya diduga tidak sesuai.(red)
H.Agus Sopian
CIKARANG bekasitoday.com-Terkait aksi demonstrasi yang dilakukan oleh warga dan beberapa Kepala Desa ke PT.Cikarang Listerindo (CL) beberapa waktu lalu, berakhir dengan dilaporkannya dua Kepala Desa oleh PT CL ke Polresta Bekasi Kabupaten, nampaknya satu persatu saksi sudah dimintai keterangannya. Hal itu membuktikan bahwa laporan yang dilakukan PT CL ke Polresta Bekasi Kabupaten tidak main-main.

Menanggapi hal tersebut, H Agus Sopian, Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi yang juga Kepala Desa Segara Makmur mengatakan, kami akan menempuh jalur musyawarah agar permasalahan ini cepat terselesaikan dengan baik. "Maka dari itu alangkah baiknya permasalahan ini diselesaikan dengan cara musyawarah oleh kedua belah pihak, "terangnya.

Ketika ditanya terkait sudah ada beberapa saksi yang telah dipanggil oleh Polresta Bekasi Kabupaten, dirinya kembali menuturkan, Kamis (19/3) H.Nacin, Kepala Desa Kedung Pengawas informasinya mendapatkan panggilan sebagai saksi ke Polresta Bekasi Kabupaten. "Informasinya Kamis (19/3) Kades Kedung Pengawas dipanggil sebagai saksi, "ujarnya.

Menurutnya, kami tidak menyediakan pengacara, karena kita akan tempuh dengan cara persuasif sekaligus akan berkoordinasi dengan camat. "Karena kami akan menempuh cara musyawarah, maka kami tidak menyiapkan pengacara, "ungkapnya.(red)
Siswa-siswi PAUD Rose saat memperagakan senam jasmani
BABELAN bekasitoday.com-Siswa-siswi Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Rose yang terletak di jalan Mawar I Kampung Kedaung Rt02/01 Desa Kedung Pengawas Kecamatan Babelan ikut meriahkan lomba desa 2015 yang digelar Pemerintah Daerah Kabupaten Bekasi. Kamis (19/3).

Dewi Rembulan (28) salah satu walisiswa kepada bekasitoday.com mengatakan, anaknya yang sekolah di PAUD Rose kelas B sudah beberapa hari belakangan sering latihan senam disekolahnya, biasanya senam tersebut diadakan satu kali dalam seminggu, mungkin lantaran berbarengan dengan diadakannya lomba desa yang bertempat di Desa Kedung Pengawas, para siswa hampir setiap hari diajarkan senam jasmani. "Biasanya senam kesehatan jasmani diadakan satu kali disetiap minggunya, "jelasnya.

Dan waktu saya lihat pertunjukan anak-anak PAUD Rose khususnya anak saya, saya merasa bangga lantaran anak saya terlihat lihai dalam memeragakan senam jasmani diatas panggung. "Mungkin karena seringnya latihan senam disekolah jadi gerakan anak-anak terlihat lihai sekali, "terangnya.
 
Terpisah, Hj Euis Sunarsih, Kepala Sekolah PAUD Rose mengatakan, anak-anak memang sering dilatih senam kesehatan jasmani di sekolah, dan bukan hanya menjelang acara saja anak-anak dilatih. "Latihan senam ini sekaligus untuk dipertunjukan di dalam acara lomba desa yang dihelat Kabupaten Bekasi di Desa Kedung Pengawas, guna memeriahkan lomba desa tersebut, "ujarnya.(red)


BABELAN bekasitoday.com-Terkait pekerjaan pembangunan gedung Puskesmas Pembantu (pustu) yang berada di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan yang diduga tidak sesuai. Dikomentari oleh dr Dimyati, Kepala Puskesmas Babelan I.

Menurutnya, saya itu cuma ketempatan saja, bangunan pustu Kelurahan Bahagia didapat melalui Dinas Bangunan (Disbang), saya tidak berharap Pustu itu dibangun. Namun, karena itu bukan domainnya, atas surat perintah pembangunan Pustu melalui Disbang, akhirnya dikerjakan. Tapi, kata dia, pembangunan Pustu tidak diketahui oleh Dinas Kesehatan (Dinkes). 

"Kita berharap tidak direhab bangunan Pustu Kelurahan Bahagia, karena adanya surat perintah oleh Disbang, akhirnya dikerjakan. Tapi, dalam pengerjaannya Dinkes tidak mengetahui, "ujarnya saat ditemui diruang kerjanya, Selasa (18/3).

Sebenarnya bahwa tahun ini, Dinkes akan menjadikan Pustu yang ada di Kelurahan Bahagia sebagai Puskesmas Unit.  Dirinya pun mengakui, bahwa Puskesmas Pembantu dibangun dengan anggaran sebesar Rp.800 juta, dan pembangunan pun sudah kita laporkan ke Dinkes, jika memang dalam pembangunannya ada kekurangan maka akan saya tegur pelaksana pekerjaannya. 

"Pembangunan Pustu sekitar Rp.800, jika ada kekurangan dalam pembangunannya maka akan kita laporkan ke pemborongnya, "terangnya.
Dia menambahkan, saya sudah beberapa kali hubungi pihak pemborong untuk membawa masuk alat poli gigi yang sampai saat ini berada di luar gedung, namun belum juga dilaksanakan, dan bangunan Pustu itupun belum diserah terimakan dari pemborong ke pihak Dinkes. "Alat poli gigi yang berada diluar Pustu menjadi temuan kita untuk kita laporkan ke pemborong. Dan sampai saat ini gedung baru tersebut belum diserah terimakan dari Pemborong ke Dinkes, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-H.Najmuddin SAg, Lurah Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, geram dengan maraknya spanduk liar di sepanjang Jalan Perum Chandrabaga dan Pondok Ungu Permai (PUP) Sektor V.

Menurutnya, selain disinyalir tidak berizin, spanduk berisikan iklan perumahan, produk makanan, promo belanja tersebut melanggar Keindahan, Kenyamanan dan Ketertiban (K3). "Spanduk-spanduk yang diduga ileggal tersebut telah menghilangkan K3 di wilayah Kelurahan Bahagia, "ujarnya Rabu (18/3)

Dijelaskan Najmudin, Kasi trantib Kelurahan Bahagia kerap kali menertibkan spanduk liar itu, namun keesokan harinya spanduk kembali terpasang. "Bosen kalau setiap hari harus menertibkan spanduk liar yang terpasang tersebut, "terangnya.

Menurutnya, pemasangan spanduk disinyalir dilakukan oleh ulah oknum bayaran dari pemilik reklame yang mencoba memanfaatkan kelengahan petugas. "Kami menduga ada ulah oknum yang memanfaatkan kelengahan kami, "jelasnya.

Dirinya mengaku telah berkoordinasi dengan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kecamatan Babelan untuk melakukan penertiban dalam mengatasi masalah ini. “Kami telah berkordinasi dengan SatPol PP Kecamatan Babelan untuk merapihkan maupun membersihkan spanduk serta reklame yang terpasang tidak beraturan di Perum Chandrabaga maupun tempat lainnya di wilayah Kelurahan Bahagia, ”ungkapnya. (red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi inspeksi mendadak (Sidak) ke Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya, yang menjadi perhatian khusus Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi.

Sementara, H.Mulyana Muchtar, Ketua Komisi B menilai keberadaan PPI Paljaya sebenarnya bisa merangsang ekonomi daerah bekasi, namun pendangkalan laut membuat para konsumen enggan datang ke PPI Pal Jaya, sehingga membuat nelayan hanya menangkap ikan seadanya. "Konsumen masuk PPI juga berfikir paling juga yang ada hanya ikan blanak dan udang saja, "ujarnya Selasa (17/3).

Di tambahkan Mulyana, pihaknya akan mengupayakan agar PPI Pal Jaya ini menjadi selayaknya pasar atau tempat pelelangan yang dapat menyediakan berbagai jenis ikan, upaya-upaya ini juga akan disampaikan kedinas terkait. "Kami akan berusaha membuat PPI Pal Jaya ini menjadi layak untuk menyediakan berbagai jenis ikan, "terangnya.

Ia menganjurkan nelayan PPI Paljaya ini jangan sungkan untuk meminta apa yang menjadi kebutuhan nelayan di Pal Jaya Tarumajaya. "Kita akan mendorong kebutuhan nelayan PPI Paljaya ini ke Dinas Kelautan Provinsi Jabar, dan segera mengabulkan apa yang diminta oleh nelayan, "ungkapnya.

Dia menambahkan, peningkatan status pun menjadi pokok bahasan anggota Komisi B pada kunjungannya tersebut. "Kita akan dorong mereka untuk meminta kebutuhan nelayan disini, guna lancarnya transaksi nelayan dan agar semakin sejahtera menjadikan ekonomi mereka bisa meningkat. "Jangan sungkan-sungkan untuk meminta ke Pemerintah, minta saja gak dikasih, apalagi gak minta, "candanya.

Terpisah, Ketua Pokmaswas (Kelompok Masyarakat Pengawas) Agus (34), sangat menyambut baik kehadiran Komisi B DPRD Kabupaten Bekasi. "Semoga mereka bisa membawa aspirasi kita, dan berharap tersampaikan oleh pemerintah, "harapnya. (red)
Puskesmas Pembantu di Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan
BABELAN bekasitoday.com-Puskesmas pembantu (pustu) Babelan I yang berlokasi di Kelurahan Bahagia yang dibangun beberapa waktu lalu diduga dalam pekerjaannya tidak sesuai dengan anggaran yang telah ditetapkan. Pasalnya pembangunan yang dibangun oleh Kontraktor diduga tidak maksimal lantaran terlihat banyak ruangan yang kondisinya bocor.

Sementara petugas Pustu yang tidak mau menyebutkan namanya kepada bekasitoday.com mengatakan, pekerjaan yang dilakukan kontraktor beberapa waktu lalu diduga asal-asalan, lantaran baru beberapa bulan dikerjakan kondisi bangunan sudah terlihat banyak yang rusak. "Kami menduga pekerjaan yang di lakukan kontraktor tidak sesuai, belum lama dibangun dinding-dinding mulai pada retak dan plapon pun banyak yang bocor, "ujarnya Senin (17/3)

Selain itu, kata dia, lantai pun tidak diurug dengan padat, sehingga belum digunakan dua bulan lantai-lantai mulai mengeluarkan bunyi ketika diinjak, dan untuk peralatan AC yang seharusnya tersedia empat buah, ternyata hanya dipasang dua buah. "Belum dua bulan saja keramik sudah pada bangun, dinding-dinding pun mulai retak, dan flapon mulai banyak yang terlihat bocor, pemasangan AC yang seharusnya di pasang sebanyak empat buah, hanya di pasang dua buah, "terangnya.

Ia menjelaskan, sampai saat ini Puskesmas Pembantu Babelan pun belum ada serah terima dari pihak Kontraktor. "Puskesmas ini belum ada serah terima dari pihak pengembang ke pihak Puskesmas Pembantu atau Puskesmas Babelan I.(red)
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Rieke Diah Pitaloka melakukan sidak ke Kantor BPJS Ketenagakerjaan Jalan Kihajar Dewantara No.12 Kawasan Industri Jababeka Cikarang. Untuk mendorong BPJS Ketenagakerjaan di Kabupaten Bekasi dengan mensosialisasikan BPJS. 

Dijelaskannya, saya datang kesini yang pertama adalah ini kawasan terbesar seasia tenggara, karena juga di Cikarang ini ada satu kantor BPJS ketenagakerjaan, kalau melihat potensi yang ada di Kabupaten Bekasi tenaga kerja formal dan diluar tenaga kerja informal disini ada sekitar satu juta tenaga kerja formal, akan tetapi yang baru masuk BPJS ketenagakerjaan baru 260 ribu. "Kurang lebih potensi 500 ribu orang yang belum terdaftar, yang jelas ini bukan hal yang baik dan harus diperbaiki bersama, "ujarnya.

Lanjut dia, BPJS ketenaga kerjaan disini tidak bisa bekerja sendiri perlu ada peran aktif dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Tenaga Kerja dan Dinas Ketenagakerjaan Kabupaten Bekasi. Disini juga yang terdaftar tenaga kerja asing baru 367 orang yang terdaftar di BPJS ketenagakerjaan. "Ini menjadi PR kita bersama yang kita uber rame-rame, tetapi hari ini adalah hal yang luar biasa bagaimana BPJS ketenagakerjaan, "paparnya.

Masih kata dia, dirinya memberikan apresiasi kepada Kabupaten Bekasi atas responsip masyarakatnya untuk beberapa proses BPJS. "Akan tetapi intinya adalah kita berhasil memperjuangkan dan bantuan teman-teman di Cikarang ini untuk jaminan kecelakaan kerja, kasus kematian yang membantu untuk memperjuangkannya, sehingga mendapatkan santunan Rp.163 juta, yang hari ini juga diserahkan kepada pihak waris, "terangnya.

Dia menambahkan, dirinya juga akan memperjuangkan BPJS ketenagakerjaan di Senayan, lantaran melihat ada banyak yang kurang dikantor BPJS ketenagakerjaan Cikarang. Oleh karena itu dirinya akan membantu segala kekurangan yang ada. "Ya saya akan membantu segala kekurangannya kepada pemerintah. Kedepannya saya berharap semua pekerja terbantu oleh program BPJS, "pungkasnya.(red)
Iimudin Suparna, Kepala Desa Sukabudi
SUKAWANGI bekasitoday.com-Desa Sukabudi satu dari tujuh desa yang ada di Kecamatan Sukawangi ditunjuk untuk mewakili Kecamatan Sukawangi sebagai perwakilan dalam lomba desa tingkat Kabupaten Bekasi, Senin (16/3).

Turut hadir dalam acara tersebut, tim penilai lomba desa tingkat kabupaten bekasi, ketua tim
penggerak PKK kabupaten bekasi, muspika kecamatan sukawangi dan kecamatan tambelang, ketua tim penggerak PKK kecamatan sukawangi, kepala desa se kecamatan sukawangi, BPD sukabudi.

Sementara, Iimudin Suparna, Kepala Desa Sukabudi kepada bekasitoday.com mengatakan, desaku adalah
rumahku, mari kita ciptakan desa sukabudi  yang beriman. "Desa ini adalah rumah kita, mari kita jaga kebersihannya, karena kebersihan sebagian dari iman, "terangnya.

Menurutnya, warga di desa sukabudi kebanyakan petani, ada sekitar 60persen. "Sekitar 60persen warga desa sukabudi adalah kebanyakan petani dengan jumlah penduduk 5628,  "jelasnya.
       
Terpisah, Suharja SH MM, Camat Sukawangi mengatakan, desa Sukabudi ini merupakan  desa yang terbaik yang mewakili  kecamatan sukawangi, dikatakannya, masyarakat sukawangi ini  mayoritas usahanya adalah petani, dan yang dibutuhkan Sukawangi ini adalah jalan penghubung antar Desa antar Kecamatan, dan mungkin desa sukabudi ini akan dilintasi jalan propinsi. "Mudah-mudahan desa sukabudi ini akan jadi juara pada lomba Desa 2015 ini, "ujarnya.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD), H Abdullah Majid mewakili Bupati Bekasi dr  Hj Neneng Hasanah Yasin, dalam lomba desa tingkat kabupaten bekasi ini masih seperti biasa
dalam penilaian yaitu, yang akan dinilaikan masuk delapan indikator, yaitu, Pendidikan, Kesehatan, Keamanan dan Ketertiban, Pemberdayaan Masyarakat, Lembaga Kemasyarakatan, Partisipasi Masyarakat, Pemberdayaan
Kesejahteraan Masyarakat, bahwa lomba desa ini sudah rutin dilaksanakan pada setiap tahun. "Mudah-mudahan desa  sukabudi menjadi desa yang layak daripada yang layak, target kabupaten bekasi berkeinginan masuk tiga besar di
tingkat propinsi, "ungkapnya mengakhiri.(sas/zal)
BABELAN – Seorang Calon Kepala Desa Babelan Kota, Nichaya SPd mendapat kecaman dari awak media karena dianggap melecehkan profesi wartawan.

Wartawan Kecam Pernyataan Calon Kades BabelanKejadian ini terjadi karena Nichaya yang juga Kepala Sekolah SD Negeri 05 Bahagia menyatakan keberadaan Wartawan dikediamannya merepotkan. Hal tersebut ia sampaikan saat awak media berada dikediamannya yang beralamat di Kampung Babelan RT 016/03 No.33, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

“Wartawan kalau banyak-banyak datang dan konfirmasi sangat ngerepotin, saya tidak mau. Kalau hanya satu atau dua wartawan saya mau. Kalau banyak-banyak ngerepotin,” ceplos Nichaya kepada awak media, Sabtu (14/03/2015).

Dirinya pun melanjutkan “Saya tidak mau menjabarkan visi misi saya, tidak cukup dimuat untuk sehalaman koran. Nanti kalau naik berita bayarnya mahal lagi,” tegasnya.
 
Beberapa wartawan yang hadir, baik cetak maupun online melaporkan hal ini kepada Panitia Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Desa Babelan Kota.

Ketua Pilkades Desa Babelan Kota Mirod Syahrudin (57) menilai ucapan Nichaya yang dianggap melecehkan wartawan itu di luar kewenangan panitia, bahkan di dalam peraturan pun tidak tertulis tentang hal tersebut. Mirod pun menginginkan pelaksanaan Pilkades mendatang berjalan dengan mulus, terkait hal ini panitia pun akan memberikan teguran.

“Kita ingin pelaksanaan ini mulus, nanti kami panitia akan berikan teguran kepada calon Kades tersebut,” katanya kepada Wartawan, Sabtu (14/3)
Mirod menyebutkan, padahal kalau dia (Nichaya) sadari, (pemberitaan) itu bermanfaat untuk publikasi, kendati demikian panitia juga tidak ingin calon Kades tersebut tersangkut permasalahan hukum.

“Peliputan itu bagus dan bermanfaat sekaligus bantuan publikasi, bisa jadi orang Babelan membaca visi misi dia tertarik, dan ikut memilihnya,” jelasnya.

Permintaan maaf atas ucapannya terkait pelecehan wartawan pun akan ditunggu oleh para awak media.


Sumber: Berita Bekasi
Sumber foto: Info Bekasi Utara
BABELAN bekasitoday.com-Kodam Jaya yang bekerjasama dengan Badan Urusan Logistik (Bulog) adakan operasi pasar dengan menjual beras bagus dan murah, diketahui Kodam Jaya dengan Bulog menyalurkan dua ton dua kwintal beras yang digelontorkan dalam operasi beras di wilayah Komando Rayon Militer Babelan, kali ini operasi pasar diadakan di kampung ujung harapan Kelurahan Bahagia Kecamatan Babelan, Minggu (15/3).

Sementara, M.Nasir (49), Babinsa Kelurahan Bahagia mengatakan, Operasi pasar kali ini menggunakan cadangan beras pemerintah, dan kegiatan ini berjalan sejak 16-28 Februari 2015, lantaran permintaan masyarakat masih banyak, maka operasi pasar ini diperpanjang. "Karena permintaan sangat banyak, maka operasi pasar ini diperpanjang, agar masyarakat dapat menikmati harga beras murah tapi kualitas sama dengan beras yang berkualitas bagus, "ujarnya.

Menurutnya, untuk saat ini kami menggelar operasi pasar di Kelurahan Bahagia, dan selanjutnya akan digelar di Desa Kedung Pengawas dan Desa Muara Bakti. "Kalau stok yang ada di kami masih banyak, dapat dipastikan dari tujuh desa dan dua kelurahan yang ada di wilayah Kecamatan Babelan akan disambangi, "terangnya.

Beras dengan kualitas medium itu dijual dengan harga Rp.7400 per kilogram atau lebih murah Rp3500 dari harga beras yang saat ini mencapai Rp11000 per kilogramnya. "Harganya sendiri sebesar Rp.7400 perkilonya, jadi disini kami menyediakan perlima kilogram dengan harga Rp.37.000, "jelasnya.

Lebih lanjut dikatakan, bahwa cadangan beras pemerintah yang salah satunya digunakan dalam rangka operasi pasar tersebut hanya tiga Koramil yang mendapatkan pasokan, yakni Koramil Cibitung, Koramil Tambelang, dan Koramil Babelan. Dan dalam operasi pasar ini setiap orang hanya dijatah dua kantong, yang berisi lima kilogram setiap kantongnya. "Satu orang kita jatahi dua kantong, satu kantong berisikan lima kilogram beras, "ujarnya.

Terpisah, H.Najmudin Sag, Lurah Bahagia mengatakan, saya sangat bersyukur dan berterimakasih kepada Tentara Nasional Indonesia (TNI) umumnya khususnya Koramil Babelan, dengan mengadakan operasi pasar beras murah. "Alhamdulillah sekitar 200 Kepala Keluarga (KK) lebih Rumah Tangga Sasaran Penerima Manfaat (RTS-PM) tersalurkan dengan baik, "jelasnya.

Dirinya mengatakan, semoga ini bisa meringankan beban masyarakat Kelurahan Bahagia, dan semoga kerjasama TNI serta Pemerintah terus berjalan demi memberikan manfaat buat masyarakat.(red)
Giat K3 Pemerintah Desa Muara Bakti dan Polsek Babelan
BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah paratur Desa Muara Bakti Kecamatan Babelan di bantu Jajaran Polsek Babelan melakukan gladi bersih gladi bersih diseputaran jembatan Cikarang Bekasi Laut (CBL) Babakan Desa Muara Bakti, mendapatkan perhatian masyarakat khususnya penguna jalan, Jum'at (13/3).

Sementara, Asmawi, Kepala Desa Muara Bakti, kepada bekasitoday.com mengatakan, kebersihan yang dilakukan ini bentuk kerjasama pemerintahan desa Muara Bakti dengan Kepolisian sektor Babelan, menurutnya, badan jalan jembatan CBL ini tidak terlihat kumuh, karena selama ini di badan jalan jembatan CBL banyak para Pedagang Kaki Lima (PKL) dan parkir motor bagi anak-anak nongkrong, sehingga menjadi sempit. "Jalan raya  CBL ini merupakan jembatan penghubung agar lancar transportasi  khususnya para pengguna jalan merasa aman, "ujarnya.

Menurutnya, dalam melakukan Jum'at bersih (Jumsih) dengan pihak Kepolisian Sektor Babelan, diharapkan jembatan jalan raya CBL ini terlihat bersih, baik itu para pedagang kali lima maupun parkir sepeda motor ,agar kedepan sudah tidak ada lagi yang mangkal atau nongkrong di badan jalan CBL. "Ya, kalau badan jalan jembatan CBL ini dipenuhi dengan PKL, parkir motor itu jadi sempit, karena jembatan CBL ini merupakan jembatan penghubung antar wilayah Desa dan Kecamatan, ini perlu dirawat serta dijaga agar kedepan tidak ada lagi yang mangkal di badan jalan CBL, "ujarnya.

ekitar 40 orang personil Kesatuan polisi sektor (Polsek)
Babelan melakukan gladi resik di jembatan CBL Babakan Desa Babelan
Kota Kecamatan Babelan,Jum'at (13/3) ,mandapat  perhatian masyarakat
khususnya para pengguna jalan.

Terpisah, Kompol Ardi Rahananto, Kapolsek Babelan mengatakan, kegiatan ini kami lakukan bersama pemerintahan desa Muara Bakti, agar jembatan CBL dan sekitar terlihat rapih, adapun yang kami bersihkan antara lain, PKL, sampah, penebangan pohon, dan pengecatan jembatan CBL,. "Apa bila masih ada PKL atau parkir sepeda motor  di badan jalan jembatan CBL ini ,  pihak penegak hukum tidak segan-segan untuk menangkapnya, "ujarnya.(sas)
Pelaku saat diamankan di Polsek Tarumajaya  



TARUMAJAYA bekasitoday.com-Jajaran Polsek Tarumajaya Polresta Bekasi Kabupaten berhasil amankan tersangka pelaku penganiayaan disertai pembunuhan di kampung tambun kampling Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya pada Minggu (8/3) lalu.

Kapolsek Tarumajaya Drs AKP Kunto Bagus mengatakan, awalnya kami sedang melakukan operasi cipta kondisi, di saat bersamaan, ada laporan dari warga bahwa telah terjadi tindak penganiayaan di kampung tambun kapling Rt05/04 Desa Pahlawan Setia Kecamatan Tarumajaya. "Saat kami sedang melakukan operasi cipta kondisi, ada laporan tindak penganiayaan di tambun kapling, "ujarnya, Jum'at (13/3).

Menurutnya, kejadian ini didasari oleh cinta segitiga, pelaku berinisial HN (25) telah  berpacaran dengan HY, dimana HY diketahui statusnya masih mempunyai suami berinisial AG (30). Namun, sudah beberapa bulan pisah ranjang. "HY adalah istri dari AG, karena pisah ranjang HY berpacaran dengan HN dan tinggal bersama dikontrakan di wilayah Tangerang, "terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, tiga hari sebelum kejadian HY kabur dari rumah pamit dengan alasan ke HN untuk urus surat cerai. Tapi tidak kembali lagi, dan akhirnya melalui IL yang masih famili AG dipertemukan dirumah guru IY untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Namun, setelah bertemu dirumah guru IY tidak memecahkan masalah dan terjadi cekcok yang akhirnya tersangka HN pura-pura membeli rokok. Tapi tersangka HN malah meminjam pisau dan golok yang diselipkan disamping celana sebelah kiri dimana digunakan untuk menganiaya AG dan HY. "Lantaran tidak menemui titik temu,  HN pamit untuk membeli rokok, HN bukannya membeli rokok malah meminjam sajam ke tetangga, "tuturnya.

Setelah itu, terang Kunto, tersangka HN melihat AG dan HY keluar dari rumah guru IY dan saat itu juga langsung di tusuk oleh HN kearah AG dan terkena dibagian tangan kanan dan kaki kanan. "Saat AG dan HY keluar dari rumah IY tiba-tiba HN menusukan senjata tajam ke arah AG dan HY, "jelasnya.

Kemudian, HN menusuk kearah HY yang ada dibelakang HN hingga mengenai perut atas sebelah kiri, dan HN terjatuh ke empang pada saat dipisahkan oleh SM dan AD, dan HN bangkit menyerang SM dengan menusuk kearah sebelah kiri dibawah ketiak, dan mengenai AD dengan luka gores dan pada saat itu datang AI dan HM untuk memisahkan mereka. "Pada saat dipisahkan tersangka kabur dan Patroli Polsek Tarumajaya yang sedang melakukan Operasi Cipta Kondisi langsung mengamankan tersangka serta barang bukti bersama warga masyarakat setempat kemudian diamankan ke Polsek Tarumajaya. Pelaku HN dijerat pasal 351 ayat 3 KUH Pidana dengan ancaman kurungan penjara maksimal tujuh tahun penjara, "ungkapnya.(red)