TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Eni (41), janda yang tinggal sebatang kara ini tinggal di pinggir Kali Bekasi, yang rumahnya rusak lantaran diterpa angin puting beliung pada Februari lalu.

Sementara, menurut Eni kepada bekasitoday.com mengatakan, dua tahun lalu dia bersama ibunya pindah dari Babelan ke rumahnya yang sekarang berlokasi di Desa Sriamur Rt 01/05 Nomor 58, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi. Awalnya rumah saya tidak sekecil saat ini, namun saat musim hujan lalu, menyebabkan kali meluap dan tanah di pinggir rumah longsor hingga membuat sebagian rumah ambruk. "Pas pindah ke sini, suami saya sudah meninggal. Jadi cuma berdua sama emak, baru setahun menikah sudah ditinggal suami, terus emak, anak juga nggak punya, "ujarnya sedih. Minggu (22/3).

Menurutnya, dirinya merupakan anak pertama dari tiga bersaudara, namun kedua adiknya sudah meninggal saat masih kecil karena demam berdarah. Dia menuturkan bahwa ada saudara dari ibunya namun tinggal mereka berjauhan. "Mereka tinggalnya di Cibitung, Cikarang dan Tangerang, "ungkap perempuan lulusan SD ini.

Eni kemudian menunjukan kamar tempat tidurnya yang ternyata lebih berantakan, baju kotor, tikar, kardus, kayu dan genteng sisa-sisa reruntuhan tak beraturan. Atap diatas juga bolong bekas terpaan puting beliung lalu. "Jadi kalau hujan saya tidur kedingan dan baju pun basah. Terus gelap karena gak ada listrik, nyamuknya juga banyak, "terangnya.

Dia menambahkan, jika ingin mandi atau buang hajat, saya biasa menumpang pada tetangga atau di kali. "Mandinya jarang soalnya gak ada air,  "jelasnya.

Pantauan bekasitoday.com rumah dengan ukuran 3x5 meter itu sangat berantakan, pintu kayu yang sudah reot mengeluarkan bunyi decit saat dibuka. Aroma tak sedap pun langsung menusuk hidung saat kaki melangkan kedalam rumah. Namun malang nasib Eni, setahun lalu ibunya meninggal karena sakit. Sejak saat itu dia tinggal sebatang kara di rumahnya yang reyot. (ind)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.