Jembatan Perumnas III Bekasi Amblas
Ilustrasi
Sebuah jembatan di Jalan Nusantara Perumahan Nasional (Perumnas) III, Kelurahan Arenjaya, Kecamatan Bekasi Utara, amblas. Akibatnya, arus kendaraan yang ada di lokasi menjadi terganggu.
Pantauan di lapangan, jembatan itu memiliki lebar enam meter dengan panjang kira-kira tiga meter.

Posisi amblas jembatan berada di tengah jalan dan diperkirakan berdiameter hingga tiga meter. Apabila didekati, kerangka besi jembatan sudah menganga, sampai air kali yang berada di jembatan itu terlihat.
Agar tidak membahayakan pengendara, bagian yang ambles itu ditutup menggunakan ranting pohon oleh warga sekitar. Mereka juga meletakkan dua pot tanaman di kedua mulut jembatan itu, supaya pengendara menghindari lubang itu.

Gara-gara amblesnya berada di tengah, membuat pengendara mobil menjadi kesulitan untuk melintas. Mereka harus bergantian melewati jembatan itu dengan arah sebaliknya melalui sisi selatan jembatan. Sedangkan pengendara motor, bisa melewati jembatan itu melalui sisi utara jembatan.

Jefri (40), salah seorang warga sekitar, mengungkapkan, amblesnya jembatan itu sudah terjadi sejak dua bulan lalu. Sebelum amblas, terlebih dahulu terdapat lubang kecil di bagian tengah jembatan. Lantaran didiamkan, lambat laun lubang itu membesar hingga jembatan amblas.
"Kira-kira amblasnya sejak tiga minggu yang lalu. Sebelum amblas, tiga pengendara dalam kurun seminggu terjatuh saat menghantam lubang ini," kata Jefri saat ditemui di lokasi pada Kamis (12/3/2015).

Jefri menduga, kerusakan dipicu karena usia jembatan sudah tua. Seingatnya, usia jembatan itu sudah mencapai 30 tahun. "Bukan hanya usianya yang sudah tua, tapi jembatan ini juga sering terendam banjir setinggi 50 cm bila musim hujan. Makanya, konstruksi jembatan mudah rusak," kata Jefri.

Menurut Jefri, warga sekitar sudah berupaya menanggulangi kerusakan jembatan menggunakan dana seadanya. Namun karena material yang digunakan tidak layak, maka jembatan itu kembali rusak. "Sudah dua kali kami perbaiki menggunakan coran semen, tapi jembatan rusak lagi," ujar Jefri.

Senada diungkapkan oleh, Lurah Arenjaya, Toto Yulianto. Toto mengaku, pihaknya telah menambal jembatan itu menggunakan pelat besi dan coran semen sebagai penahan beban kendaraan. Namun, karena tak mampu menahan beban muatan kendaraan yang melintas, maka jembatan itu rusak kembali.
Selain berupaya memperbaiki jembatan itu, Toto mengklaim telah memasang rambu peringatan agar pengendara mengetahui keberadaan lubang itu.

Kepala Dinas Bina Marga dan Tata Air Kota Bekasi, Tri Ardhianto meminta agar masyarakat bersabar sebab perbaikan jembatan ini masih dalam proses tender. "Bukan kami diamkan jembatan ini, tapi kami usahakan agar segera diperbaiki. Kan ini harus ditenderkan terlebih dahulu," kata Tri.

Tri mengatakan, jembatan itu akan diperbaiki pada April mendatang dengan biaya Rp 1,5 miliar. Selain membangun ulang jembatan itu, pihaknya juga berencana meninggikan jembatannya supaya tidak mudah rusak apabila terendam air.

"Jembatan bisa rusak karena selalu terendam air bila terjadi hujan, makanya nanti akan kami tinggikan," ujar Tri.

Sumber: Warta Kota Kamis, 12 Maret 2015



Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.