Bekasi Today. Minggu 22 Maret 2015 di Gedung Juang 45 Tambun dipenuhi pemuda-pemuda yang berasal dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi dan komunitas pemuda lainnya di Bekasi bersama-sama bergotong royong membersihkan Gedung Juang 45 Tambun. 


Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi Bersihkan Gedung Juang 45 Tambun
Lintas Komunitas Bersihkan Gedung Juang
Diketemui disela-sela kesibukannya, Bang Chevi (35) dari Paguyuban Pemangku Seni Budaya Bekasi (Pangsi) menyempatkan diri untuk wawancara dengan crew BekasiToday.

Aksi Membersihkan Gedung Juang 45 Tambun merupakan kegiatan yang sangat positif, ide awalnya darimana bang? Ini kegiatan aksi mandiri hari ini saja atau akan menjadi agenda rutin berkelanjutan bang?

"Agenda membersihkan Gedung Juang ini berawal dari hasil musyawarah setelah saudara-saudara dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi prihatin melihat kondisi Gedung Juang, aksi ini juga sudah disepakati untuk dilaksanakan rutin 2 minggu sekali, jadi hari ini tanggal 22 Maret kita bersama-sama dengan komunitas lain yang perduli dengan Gedung Juang sudah dua kali membersihkan Gedung Juang ini, nah insya Allah jika tidak ada halangan kita akan kembali melaksanakan kegiatan yang ketiga kalinya pada tanggal 5 April".

Apa tujuan yang hendak dicapai dengan aksi membersihkan Gedung Juang 45 ini?

"Gedung Juang Tambun ini merupakan salah satu icon bersejarah untuk Bekasi, gedung ini ibaratnya seperti warisan dari pendahulu-pendahulu kita yang harus kita rawat dan kita jaga, salah satunya yah harus kita bersihkan. Selain itu gedung yang kurang lebih sudah berumur 109 tahun ini dapat menjadi pintu untuk generasi sekarang mengenal perjalanan sejarah Bekasi, patriotisme pendahulu kita, pengorbanan dan daya juang untuk mempertahankan kemerdekaan Indonesia oleh para pejuang khususnya pejuang-pejuang dari Bekasi itu kudu diperkenalkan kembali kita promosikan kembali agar pemuda Bekasi masa kini tidak kehilangan identitasnya, mereka semua punya darah juang, mereka anak cucu para pejuang kemerdekaan bangsa ini. Semoga dengan aksi sederhana ini para pejabat Bekasi bisa lebih peduli dengan Gedung Juang."  
"Kalau soal bangunan Gedung Juang mungkin seperti saat kita melihat icon Tugu Monas dimana orang akan paham itu icon Jakarta, kurang lebih seperti itulah cita-cita besar kami saat orang melihat icon Gedung juang ini.Tujuan lain adalah sebagai wadah silaturahim baik kepada sesama anggota Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi ataupun kepada komunitas lain yang bergabung dalam aksi ini."

Apakah kegiatan aksi membersihkan Gedung Juang 45 ini hanya khusus untuk angota dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi atau terbuka juga untuk umum bang?

"Kegiatan ini terbuka untuk umum, kami dari Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi hanya mencoba berbuat apa yang kami bisa, jika komunitas lain ingin bersama-sama ikut dalam aksi bersih-bersih ini kami akan menyambut dengan tangan terbuka, jika komunitas lain punya aksi lain untuk merawat, mempromosikan demi kebaikan di Gedung Juang ini silahkan, Gedung Juang 45 ini milik kita bersama, mari kita jaga bersama, minimal agar tetap bersih dan terpelihara."
 
Menurut Abang apresiasi warga Bekasi secara umum terhadap kebudayaan Bekasi sendiri bagaimana?


"Alhamdulillah, menurut saya sekarang ini masyarakat Bekasi sudah lebih mau mengenal dan mengapresiasi kebudayaan Bekasi. Setiap ada event, tanggapan masyarakat akan aksi yang menonjolkan budaya selalu positif dan antusias. Perguruan dan padepokan silat sudah banyak dan ramai, sanggar dan komunitas budaya juga semakin sering mendapatkan tempatnya di acara-acara resmi pemerintahan dan swasta, tinggal kita sebagai penggiat budaya yang kudu terus menggali dan mengadaptasi kemajuan agar kegiatan budaya dapat mengisi ruang-ruang kesenian modern tanpa kehilangan identitas dan karakternya yang membumi, singkatnya penggiat budaya kudu lebih profesional memahami falsafah budaya dan mewujudkannya dalam aksi yang lebih nyata dan bermanfaat bagi masyarakat."


Lintas Komunitas Pelestari Budaya Bekasi Bebersih Gedung Juang Tambun
Lantai 2 Gedung Juang 45 Tambun
Terimakasih atas waktunya Bang, ada yang ingin Abang sampaikan sebelum menutup wawancara ini?
 
"Untuk warga Bekasi, darah pejuang ada pada diri kalian, bangkitkan kembali jiwa pejuang agar pemuda Bekasi kembali diperhitungkan dalam kancah nasional. Gali kearifan pendahulu kita yang tertanam dalam kesenian-kesenian tradisional, kenali budaya kita jangan sampai kematian obor atau putus regenerasinya, budaya kita identitas kita, kalau bukan kita yang menghayati nilai-nilainya lalu siapa lagi? mau pakai identitas apa kita sebagai orang Bekasi kalau budaya sendiri kita tinggalkan?"
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.