BUDAYA REBUT DANDANG TEMBUS PINTU SENAYAN



KOTA BEKASI-Komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Mahfudz Abdurrahman besutan Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Hadiri 'Lomba Rebut Dandang' yang dihelat oleh Gerakan Moral Silaturahmi Pelestari Silat Budaya Betawi Bekasi (GM-SPSB3) di Balai Patriot Jalan Ahmad Yani No.01 Kelurahan Margajaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Dalam perlombaan tersebut Mahfudz Abdurrahman menjadi tamu sekaligus Penasehat dalam Budaya Betawi Bekasi.

Mahfudz Abdurrahman pun sangat mengapresiasi acara tersebut. Pasalnya para pelestari dan budayan Bekasi ini tidak melupakan sejarah yang membawa kemerdekaan Kota Bekasi. Hingga mengantarkan Kota Bekasi berulang tahun ke-18, kata dia, tarian 'Rebut Dandang' pada perlombaan tersebut merupakan kebudayaan khas Betawi. Biasanya, tradisi tarian pendekar-pendekar Betawi ini digelar sebelum acara pernikahan, "jelasnya.

Selain itu, lanjut dia, tradisi ini telah menjadi ritual wajib bagi masyarakat Betawi dan berisi adu silat antara jagoan kedua mempelai. "Kedua pendekar mengeluarkan jurusnya masing-masing, dalam tradisi ini pendekar dari mempelai pria harus memenangkan 'Duel' tersebut," bebernya.

Menurutnya kecintaannya terhadap budaya leluhur, membuat dirinya turut andil dalam melestarikan kebudayaan asli Betawi tersebut. Bahkan, Mahfudz Abdurrahman pun selalu menyempatkan dirinya untuk bisa membaur dengan para pelestari dan budayawan Bekasi.

Ia pun menjelaskan makna dibalik kesenian 'Rebut Dandang' berkaitan dengan pentingnya tata krama. "Kalau kita datang kekampung orang tidak boleh maen nyelonong aja," ucapnya seperti yang di kutip .
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.