Siswa MTs Attaqwa 03 Babelan penemu detektor  boraks
BABELAN bekasitoday.com-Maraknya penggunaan boraks dan formalin pada makan dan rendahnya pengetahuan dan kepedulian masyarakat akan bahaya bahan-bahan tersebut jika dikonsumsi tubuh telah mendorong Aulia Satria (14) dan teman-temannya yang tergabung dalam ekskul Kelompok Ilmiah Remaja (KIR) MTs. Attaqwa 03 Babelan, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, menciptakan alat detektor kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan memanfaatkan kandungan zat antosianin yang banyak terdapat pada buah dan sayuran.

Aulia Satria salah satu siswa kepada  bekasitoday.com menerangkan cara dan langkah dalam mendeteksi boraks dengan alat detektor, kata dia, pertama yang dilakukan adalah membuat ekstrak buah atau sayuran yang mengandung zat antosianin, agar bertahan lama dan mudah digunakan, "jelasnya Selasa (2/3).

Lanjut dia, para siswa menyelupkan kertas atau tusuk gigi kedalam ekstrak buah dan sayuran tersebut, kertas dan tusuk gigi tersebut kemudian dikeringkan, selanjutnya dijadikan alat detektor kandungan boraks dan formalin pada makanan dengan cara ditempelkan.

"Kami prihatin melihat banyaknya bahan makanan yang mengandung boraks dan formalin, kenyataan itulah yang telah mendorong kami untuk melakukan sesuatu yang berguna bagi masyarakat, "ujar Aulia.

Hal senada pun diungkapkan penanggung jawab ekskul KIR Dahli Ahmad, menurutnya, sejumlah siswa telah melakukan serangkaian uji coba menggunakan beberapa buah atau sayuran dan memilih beberapa media yang dapat dijadikan alat detector agar lebih praktis dalam penggunaannya.

"Kami meminta semua siswa agar memiliki project secara berkelompok yang tidak hanya untuk mengejar nilai semata, tapi lebih kepada bagaimana temuan-temuannya bermanfaat bagi masyarakat luas, "tuturnya.

Selain itu, kata dia, kegiatan siswa tidak berhenti pada kegiatan ujicoba dan membuat laporan, tetapi harus mencakup kegiatan sosialisasi kepada masyarakat, "ungkapnya singkat,(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.