BEKASI SELATAN, bekasitoday.com-Keindahan batu permata memang menjadi daya tarik tersendiri bagi pemakainya. Tak ayal moment ini pun banyak dimanfaatkan oleh para pelaku usaha batu permata (Gamestone), dengan menjual berbagai jenis batu permata dan ring cincin yang menarik dengan jenis bahan yang berbeda seperti, perak, aloy, titanium, germanium, dan rodium.

Namun, moment ini juga dimanfaatkan oleh pemuda berinisial Sb(19) warga Margajaya Kecamatan Bekasi Selatan, dengan modus berpura-pura menjadi pembeli. Sb pun asyik memilah milih jenis ring cincin yang akan menjadi target curiannya.

Beberapa jenis iketan pun telah menjadi curiannya, Sobirin pun menggenggamnya, melihat kondisi sepi dan tidak ada yang mengamati, lantas Sb pun mengantongi 4 ring cincin. Namun naas, ternyata aksi Sb dipergoki oleh pemilik toko Gamestone yang berada di Prumnas 2 RT001/11 No 226, Kelurahan Kayuringin Jaya, Kecamatan Bekasi Selatan.

Ansar (18), pemilik Gamestone tersebut mengatakan, kedatangannya pun dianggap mencurigakan. Dia pun terus mengamati dengan memasang batu permata kedalam ring cincin.

"Kedatangannya mencurigakan, dengan memilih-milih ring cincin yang terlalu lama, akhirnya saya tinggal sembari memasang batu permata pelanggan kedalam ring cincin, "ujarnya Jum'at (24/4).

Dikatakannya, ada empat ring cincin yang telah diambilnya, ring yang dicurinya seharga Rp.70 ribu perbuah. "Empat buah ring titanium seharga Rp.70 ribu yang diambil pelaku, "ungkapnya.

Setelah dia mengetahui pelaku mengambil empat buah ring cincin, Ansar pun memberitahu Kakaknya bahwa pelaku sudah mencuri empat ring ditokonya dengan berbahasa Makassar.

"Saya langsung kasih tau abang saya, kalau dia nyolong dengan bahasa Makassar, karena dia gak ngerti bahasa Makassar, "jelasnya.

Pelaku pun langsung dipergoki oleh Irman Kakak dari Ansar yang juga pemilik Gamestone tersebut. Pelaku pun langsung digeledah. "Pelaku langsung saya tegur dan gledah, ternyata benar empat buah ring cincin berbahan Titanium telah dikantongi olehnya di saku kiri dan kanan, "terang Irman.

Setelah dipergoki, pelaku langsung diintrogasi massa yang ada di gamestone tersebut, tak ayal massa naik pitam karena tingkahnya langsung memukul pelaku. Pelaku pun langsung diamankan guna menghindari amuk massa.

"Pelaku kita amankan guna menghindari amuk massa, kita tempuh jalan kekeluargaan saja, kita serahkan pelaku kepada orang tuanya guna mempertanggung jawabkan perbuatannya, "tutupnya.(ind)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.