Mei 2015

CIKARANG bekasitoday.com-Karman Supardi,SE, terpilih menjadi ketua Kelompok Kerja (pokja) Pemerintah Kabupaten Bekasi periode 2015-2017, dengan perolehan suara 26 dari hak pilih sebanyak 41 suara, yang bertempat di gedung Wibawa Mukti Pemkab Bekasi, Jum'at (29/5).

Sejatinya, ada dua calon ketua yang telah terpilih melalu berbagai seleksi. Kedua calon tersebut Karman Supardi (Pimred Suara Bekasi) nomor urut 1, dan Amri Siregar (Kabiro Santana Kabupaten Bekasi) dengan nomor urut 2.

Dalam sambutannya, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Bekasi, H.Aidil Yan M.Bsc, sangat mengapresiasi kepada seluruh rekan wartawan yang telah menegakan demokrasi dalam acara pemilihan Ketua Pokja Wartawan Pemkab Bekasi 2015.

"Kami menyampaikan apresiasi bahwa pelaksanaan pemilihan berjalan lancar, kondusif dan transparan. Kami juga menyampaikan selamat kepada Ketua terpilih dan berharap agar segera menyusun program rencara kerja, "ujarnya.

Sementara itu, Karman Supardi, Ketua Pokja Pemkab Bekasi terpilih berjanji akan memegang teguh amanat yang diberikan rekan-rekan wartawan kepada dirinya. Dia mengaku secepatnya akan melakukan konsolidasi internal antara para pengurus pokja dan anggota nantinya, termasuk juga didalamnya perbaikan database anggota. "Kami juga berharap agar pokja terus meningkatkan kualitas anggotanya sehingga dalam tugas jurnalistiknya tetap mengedepankan kode etik jurnalistik, "terangnya.

Ditambahkannya, sebagai organisasi, pokja sama seperti organisasi profesi lainnya. Menurutnya, kepengurusan pokja yang baru tetap komitmen untuk membangun sinergisme dengan Pemkab Bekasi, terutama soal informasi yang diperlukan publik terkait pembangunan dan program pemerintah.

"Tentu saja, pokja akan terus melakukan pembinaan dan pelatihan agar anggota pokja makin profesional dalam menjalankan jurnalistiknya dengan memegang teguh prinsip independensi pers,"tandasnya.

Pantauan bekasitoday bahwa dalam pemilihan tersebut Karman Supardi mendapatkan suara 26, sedangkan Amri Siregar mendapatkan 16 suara, serta berjalan lacar serta kondusif.(red)

TARUMAJAYA bekasitoday.com-Jajaran Polsek Tarumajaya santuni puluhan anak yatim piatu yang berasal dari delapan desa yang berada di wilayah Kecamatan Tarumajaya, Kamis (28/5).

Hadir dalam acara tersebut seluruh Kepala Desa (Kades) se-Kecamatan Tarumajaya, Danramil Tarumajaya, dan sejumlah perangkat desa.

Disela acara, AKP Kliwon Wakapolsek Tarumajaya mengatakan, Sekitar 50 anak yatim piatu kita santuni pada hari ini, sekaligus menyambut datangnya bulan suci Ramadhan. "Santunan puluhan anak yatim ini acara silaturahmi serta untuk menyambut bulan suci Ramadhan, "ujarnya.

Dijelaskannya, acara penyambutan bulan suci Ramadhan sengaja dikemas melalui sosial kemasyarakatan. "Masing-masing desa mengirimkan perwakilan yatim piatu. Dan, itu diserahkan kepada Babinkamtibmas untuk mencarinya, "terangnya.

Masih kata dia, kegiatan ini akan menjadi agenda tahunan Polsek Tarumajaya. "Kedepan kami berharap anggota kepolisian, ibu-ibu bhayangkari, dan seluruh lapisan masyarakat bisa saling mengenal dan menjalin silaturahmi serta meningkatkan solidaritas sesama anggota dan masyarakat. "jelasnya.

Selain itu, sambung dia, kegiatan tersebut dilakukan untuk menunjukan rasa kebersamaan dan kasih sayang terhadap anak yatim sekaligus berdoa bersama agar seluruh personel Polsek Tarumajaya tetap sehat, selamat dan selalu dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melaksanakan tugas. "Giat ini selain kecintaan kita terhadap anak yatim, juga untuk menunjukan rasa kebersamaan dan kasih sayang, "ungkapnya.(red)



BABELAN bekasitoday.com-Serah terima jabatan (Sertijab) dua Kepala Desa yakni Kepala Desa Babelan Kota, dari Pj H.Edie Suwandi Kepada Saidih David, dan Pj H.Ranan kepada Yakup yang di laksanakan di aula Kantor Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi berjalan Hikmat. Rabu (27/5).

Hadir dalam acara tersebut Kepala Desa se-kecamatan Babelan, Danramil Babelan, Kapolsek Babelan, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, alim ulama, dan Camat Babelan.

Acara di mulai dengan perkenalan antara Kepala Desa yang baru dengan jajaran Muspika Babelan, kemudian di lanjutkan dengan penyampaian Misi kerja sama untuk membangun wilayah Desa oleh Kepala Desa terpilih.

Sementara, Pj Kepala Desa Babelan Kota Edie Suwandi dalam sambutannya meminta kepada Kepala Desa terpilih Saidih David agar meneruskan program yang sudah di rancang sebelumnya selama sembilan bulan. "Saya berharap kepada Kepala Desa yang baru agar bisa meneruskan program yang saya sudah rancang sebelumnya, "ujarnya.

Menurutnya, Desa Babelan Kota memiliki banyak potensi yang harus di gali, itu terwujud tergantung aparatnya bekerja. "Banyak potensi yang harus di gali, dan itu tergantung aparat desanya dalam bekerja, "terangnya.

Dia menambahkan, desa adalah ujung tombak pembangunan daerah, kalau di desanya tidak berfungsi, sama saja ibarat ladang yang tandus tidak mempunyai hasil. "Ya kalau wilayah itu banyak menghasilkan potensi tetapi aparatur desanya tidk bisa memanfaatkannya, sama saja dengan ladang tandus, "jelasnya.

Dalam sambutannya, Kapolsek Babelan Kompol Rinton Sitanggang juga meminta kepada seluruh aparatur desa beserta jajarannya agar bisa bekerja sama dengan Masyarakat untuk memberi keamanan, kenyamanan agar setiap wilayah khususnya Babelan kondusip. "Kami berharap kepada seluruh aparatur desa yang ada di wilayah kecamatan babelan agar bisa memberikan rasa aman, nyaman bagi warganya, "terangnya.

Pantauan bekasitoday, usai serah terima jabatan kepala desa yang baru, semua tamu undangan melakukan kegiatam ramah tamah di susul dengan makan siang.(Edy Daing)


CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Pemerintah Kabupaten (pemkab) Bekasi gelar konferensi press perdana di gedung Media Center di bagian humas dan protokol, Rabu (27/5).

Sementara, Iyan Priyatna, Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Kabag Humas) Pemkab Bekasi ketika ditemui dikantornya kepada bekasitoday mengatakan, bahwa dibuatnya ruang media center di Kabupaten Bekasi yang jelas untuk menjalin kemitraan dengan wartawan, sehingga dapat tercipta suasana yang kondusif. "Adanya ruang media center di Pemkab Bekasi agar dapat bermitra dengan teman-teman media yang ada di Kabupaten Bekasi, "jelasnya.

Menurutnya, tidak dapat dibantah media butuh pemerintah, dan berlaku sebaliknya pemerintah juga membutuhkan media. "Dan tidak dapat di pungkiri bahwa pemerintah butuh media dan media butuh pemerintah, "terangnya.

Dia menambahkan, sebelumnya Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi mau menghadiri konferensi press ini, karena beliau ada kegiatan lain. "Karena ada kegiatan lain yang tidak bisa di wakilkan, Sekda Kabupaten Bekasi tidak dapat bertatap muka secara langsung dengan teman-teman media dalam konferensi press perdana ini, "ungkapnya.

Kami berharap hubungan antara media dengan pemerintah khususnya di wilayah Kabupaten Bekasi bisa terjalin dengan baik. "Agar bisa terjalin kerjasama yang baik, antar pemerintah dengan teman-teman media, "tambahnya.(red)
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-H.Rohim Mintareja, Wakil Bupati Bekasi mengatakan, setelah terbentuknya Apdesi ini semoga program-program pemerintah sampai ke masyarakat secara utuh.

"Sebagai pemerintah paling bawah yang langsung berhubungan dengan masyarakat, setelah terbentuknya Apdesi ini semoga program-program dari pemerintah pusat, baik Provinsi dan Kabupaten sampai ke masyarakat dengan utuh, "ujarnya.

Dalam pengukuhan kali ini, kata dia, 95 persen Kepala Desa hadir. "Dalam pengukuhan Apdesi kalinya, porsinya sih 95 persen hadir, "terangnya.

Dikatakannya, untuk pembinaan Kepala Desa (Kades) adanya Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (BPMPD) ini tidak terkait dengan Apdesi. Tapi Kades jika sudah dilantik, biasanya akan diadakan bimtek. "Pembinaan Kades ini adanya di BPMPD dan tidak terkait dengan Apdesi. Tapi biasanya Kades jika sudah dilantik, biasanya satu atau dua minggu diadakan bimtek oleh BPMPD Kabupaten Bekasi, "jelasnya. 

Dicontohkannya, seperti sembilan kepala desa kemarin yang baru di lantik, kata dia, dalam waktu dekat ini akan diadakan pembinaan. "Mudah-mudahan dalam waktu dekat ini sembilan Kades yang baru dilantik mendapat pembinaan oleh BPMPD, "katanya.

Menurutnya, banyaknya Sekretaris Desa (Sekdes) yang belum menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) memicu pertanyaan besar di kalangan masyarakat luas. Kendati demikian, kami berupaya akan segera mempercepat prosesnya. "Sekdes ini kan dalam waktu dekat 100 persen harus PNS, adapun yang belum PNS tinggal melengkapi administrasinya saja, "pungkasnya.(red)

TAMBUN bekasitoday.com-Enjoy Rizki, Ketua Dewan Perwakilan Daerah Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (DPD-Apdesi) Jawa Barat menegaskan kepada DPC Apdesi Kabupaten Bekasi untuk tidak bermain politik, dan juga tidak bersebrangan dengan arus pemerintah.  

"Makna yang perlu dilaksanakan adalah DPC Apdesi tidak diperkenakan untuk bermain politik, sesuai amanat UUD Desa, dan tidak boleh bersebrangan arus pemerintah setempat, "ujarnya. Selasa (26/5).

Dikatakannya, jika memang Dewan Perwakilan Cabang (DPC) Apdesi Kabupaten Bekasi mengalami suatu kendala dalam pemerintahan, dan harus selalu meminta bantuan Bupati Bekasi. "Mohon meminta bantuan kepada Bupatinya manakala ada sesuatu kesulitan dalam pemerintahan, "jelasnya.

Ditegaskannya, adanya Apdesi lahir dan terlahir tidak untuk kepentingan politik, kata dia,  kebersamaan yang terbangun dalam Apdesi adalah senasib dan seperjuangan sebagai Kepala Desa (Kades). "Apdesi lahir dan terlahir tidak ada kepentingan politik, kebersamaaan yang sama adalah senasib dan seperjuangan sebagai Kepala Desa di hal-hal menyangkut ekonomi, dan menyangkut masyarakat desa, "tegasnya.

Selain itu, kata dia, Apdesi dan Bupati harus selalu sayang menyayangi, sebagai bentuk sinerginya suatu pemerintahan. "Kalau Bupati tidak sayang dengan bupati, maka sulit desa itu untuk berkembang, dan jika desa itu tidak sayang dengan Bupati maka sulit Bupatinya untuk memberi bantuannya, "imbuhnya.

Menurutnya, Apdesi bukanlah suatu momok yang menankutkan bagi Bupati, jika Apdesinya dipelihara dengan baik. "Apdesi Ini bukanlah suatu yang menakutkan bagi Bupati, jika apdesi dipelihara oleh Bupati akan menjadi sebuah keuntungan bagi Bupatinya, "tandasnya.(red) 

Ilustrasi Parkir Meter
Peraihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan Kota Bekasi dari sektor retribusi parkir pada tahun 2014 dinyatakan anjlok. Dari target yang dipatok yakni Rp 1,8 miliar, saat itu Bekasi hanya mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 720 juta atau 40 persen saja dari target.

Dari pengalaman tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berencana mengadopsi sistem parkir meter yang diaplikasikan oleh DKI Jakarta. Diharapkan sistem ini mampu mengurangi kebocoran PAD dari sektor distribusi parkir. [Koran Metro]

Menurut Kepala Dinas Tata (Distako) Kota Bekasi Koswara, "penerapan parkir meter ini dilakukan untuk mendongkrak PAD. Nantinya, seluruh kendaraan yang terparkir akan terdeteksi dengan sistem parking meter tersebut.Karena ada server yang mengawasi di sistem parking meter,” katanya.

Kepala Dinas Tata (Distako) Kota Bekasi Koswara mengatakan, parkir meter ini akan diuji coba di empat titik yakni, Galaxy Bekasi Selatan dan Jalan Ir H Juanda (parkir on street) serta Jalan Pramuka dan Jalan Veteran (parkir off street). ”Konsep parkir meter ini akan diuji coba pada Juli mendatang,” kata Koswara, Minggu (24/5/2015). [Sindo News]

Menurut Koswara, penerapan parkir meter ini dilakukan untuk mendongkrak PAD. Nantinya, seluruh kendaraan yang akan terparkir akan terdeteksi dengan sistem parker meter tersebut karena ada data base server yang akan mengawasi sistem parkir meter.” katanya.

Pelaksanaan uji coba parkir meter ini, akan dilakukan hingga Desember 2015. Meski hanya tahap percobaan, tetapi soal pungutan retribusi parkir itu tetap akan ditarik. Karena uji coba ini hanya mengukur peran parkir meter saat beroperasi di empat titik tersebut. [b]


TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Muhtada Sobirin Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari Komisi 4 Fraksi Partai Golkar adakan kompetisi Muhtada Cup, dilapangan sepak bola Desa Karang Satria, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, yang diikuti oleh pemain sepak bola usia 40 tahun, Minggu (24/5).

Sementara, Muhtada Sobirin, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi ketika ditanya terkait kompetisi Muhtada Cup mengatakan, kegiatan persepakbolaan ini digelar dalam rangka menjalin silaturahmi antar Club sepak bola serta untuk menjelang bulan suci Ramadhan. “Kegiatan ini selain menjadi ajang silaturahmi juga dapat mengolahragakan masyarakat serta memasyarakatkan olahraga serta untuk mrnyambut bulan suci Ramadhan, “ujarnya.

Menurutnya, dalam kegiatan ini diikuti oleh pesepakbola usia 40 tahun, kompetisi tersebut diikuti oleh beberapa club sepak bola diantaranya, Club Old Star Beringin, Club Cikarang, Club Indonesia Muda, Club Persebta Cibitung, serta Club dari DKI Jakarta. “Kompetisi ini diikuti oleh pesepakbola usia 40 tahun, dan diikuti oleh beberapa Club sepak bola, diantaranya, Club Old Star Beringin, “terangnya.

Dia menambahkan, kompetisi ini diadakan satu minggu dua kali di setiap hari Sabtu dan Minggu, dan diperkirakan berjalan hingga satu bulan kedepan. “Seminggu dua kali di hari Sabtu dan Minggu, diperkirakan kompetisi ini berjalan hingga satu bulan, “tambahnya.


Pantauan bekasitoday bahwa pemain yang rata-rata berusia 40 tahun masih mempunyai semangat hampir sama dengan pemain sepak bola usia remaja, walaupun terkadang membuat tertawa sejumlah penonton yang saat itu menyaksikan secara langsung kompetisi tersebut.(red)  

BABELAN bekasitoday.com-Pemagaran serta konblok halaman kantor Kecamatan Babelan yang dianggarkan dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Cikarang Lsiterindo (CL), dinilai tidak tepat sasaran.

Seperti halnya yang diutarakan, Hery salah satu warga babelan, menurutnya, amat disayangkan, sumber alokasi  dana untuk pembangunan pagar serta konblok halaman kantor pemerintahan Kecamatan Babelan  bukan berasal dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi, Provinsi ataupun Pemerintah Pusat. "Bangunan tersebut bukan dari anggaran pemerintah, melainkan menggunakan dana CSR dari sebuah perusahaan terbesar yang ada di Desa Muara Bakti,yang katanya sebagai Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB), "ujarnya.

Dia menambakan, seharusnya penggunaan dana CSR perusahaan sebaiknya di berikan kepada masyarakat wilayah yang lebih membutuhkan, seperti pembangunan sarana Mandi Cuci Kakus (MCK), sarana air bersih, dan  pembangunan sarana sosial lainnya, tentunya tidak untuk pembangunan kantor pemerintah seperti yang dikerjakan saat ini. "Dana CSR harus menyentuh ke masyarakat karena itu kan dana sosial masyarakat, bukan dana sosial pemerintah, "terangnya.

Hal senada diungkapkan Ruslan Ketua Kumpulan Wartawan Bagian Utara Bekasi (Kwabusi), menurutnya, pemanfaatan dana CSR suatu perusahaan dianggap tidak layak dan tidak patut untuk pembangunan kantor pemerintah. "Seharusnya dana CSR dari perusahaan diberikan kepada masyarakat setempat yang notabene nya sangat membutuhkan, "ujarnya.

Pemerintah seharusnya tidak tutup mata dengan berbagai keluhahan dan gambaran nyata dimasyarakat, dengan masih banyaknya warga khususnya kaum ibu yang setiap pagi masih menggunakan air kali untuk mencuci pakaian, lantaran masih minimnya perhatian pemerintah. "Masih banyak warga babelan yang mencuci pakaian menggunakan air kali, seharusnya pemerintah dalam hal ini pihak kecamatan babelan bisa melihat kenyataan itu, "tuturnya.

Dia menambahkan, seharusnya untuk pembangunan pagar kantor serta sarana lainnya yang notabene-nya pemerintahan, dapat menggunakan dana anggaran dari Pemda Kabupaten Bekasi, Provinsi ataupun Pemerintah Pusat. "Dahulukan masyarakat yang lebih membutuhkan dari anggaran CSR perusahaan, untuk fasilitas pemerintahan baik itu pembangunan di segala bidang, alokasinya jelas dari anggaran pemerintah, "ungkapnya.(red)
Deaf Muslim Expo 2015 siap digelar di Bekasi
Deaf Muslim Expo 2015
YOUTH FOR DIFFABLE, Komunitas Tuna Rungu di Bekasi bersiap untuk menyelenggarakan Deaf Muslim Expo 2015. Deaf Muslim Expo 2015 secara gratis akan diselenggarakan pada hari Sabtu, 23 Mei 2015  mulai pukul  08.30 s/d selesai di Gedung Pertemuan Walikota (Gedung Balai Patriot) Jl. Jenderal Ahmad Yani No.1 Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Panitia Kegiatan Deaf Muslim Expo, Ruqi Al Hazmi, telah mengenal Bahasa Isyarat sejak kecil namun baru menyadari bahwa Bahasa Isyarat memiliki kedudukan yang sama dengan bahasa yang lainnya saat berumur 25 tahun, tepatnya pada tahun 2007 sejak bergabung di komunitas Matahariku Social Volunteer Group (SVG) yang dipimpin oleh Galuh Sukmara, S.Psi, MA yang merupakan founder dari The Little Hijabi Homeschooling.

Langkahnya dalam memperjuangkan dan mengkampanyekan Bahasa Isyarat dimulai ketika Ia menjabat sebagai Ketua Matahariku Social Volunteer Group (SVG) periode 2007-2009. Selain itu Ia juga tergabung dalam Arbeiter-Samariter-Bund (ASB) sebagai Staff dan Trainer. Guru Seni Teater di The Little Hijabi Homeschooling ini juga pernah berkunjung ke Hongkong sebagai responden dalam rangka pendokumentasian Bahasa Isyarat Jogjakarta. Dengan andilnya sebagai ketua pelaksana Deaf Muslim Expo 2015 ini Ia berharap dapat mengkampanyekan dan memberi kesadaran kepada masyarakat luas tentang hak-hak kaum tuli melalui Bahasa Isyarat.

Dalam Deaf Muslim Expo 2015 yang gratis ini setiap peserta akan memberikan penampilan sesuai dengan bakat yang mereka miliki seperti bermain teater, bernyanyi, melukis maupun desain. Akan ada penampilan teater performance art dengan tema "Lentera yang Tersembunyi" yang akan menghadirkan artis Dewi Yull. Pentas pentunjukkan berjudul "Sepucuk Surat Untuk Tuhan" serta puisi dan lagu-lagu dengan Bahasa Isyarat Indonesia (BISINDO).

Dalam Deaf Muslim Expo 2015 panitia mengundang Menteri Pendidikan, Gubernur Jawa Barat, Komunitas Tuli, Para Interpreter, Sekolah Inklusi dan SLB di wilayah Bekasi, Orang Tua yang memiliki Anak Berkebutuhan Khusus serta Orang Tua/Wali Murid The Little Hijabi Homeschooling tentunya. Sasaran pengunjung dalam expo ini ditargetkan mencapai 500 orang.

Panitia Expo berharap adanya perhatian dari pemerintah dan masyarakat terhadap komunitas diffable/berkebutuhan khusus, membuka lapangan pekerjaan layaknya pegawai lain umumnya, mungkin di pelayanan Puskemas atau rumah sakit. [b]
CIKARANG bekasitoday.com-PT. Cikarang Listrindo (CL) kembali melakukan aksi sosial dengan melakukan pengobatan massal yang dilakukan di Kantor Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Timur, Kabupaten Bekasi.

Sementara, Humas PT.CL Yohanes mengatakan, aksi ini dilakukan dengan melibatkan Puskesmas Mekarmukti, Babinsa dan Bimaspol, serta aparat Desa Wangunharja. "Kita libatkan Puskesmas Mekarmukti dari segi medis, sedangkan Babinsa dan Bimaspol dari segi keamanan dan aparat desa Wangunharja sebagai pelaksana lapangan, "ujarnya Senin (18/5).

Menurutnya, kali ini aksi pengobatan massal dihadiri oleh 140 pasien. "Pengobatan massal itu dihadiri 140 pasien, masing-masing pasien memeriksakan cek kolesterol mencapai 25 pasien, asam urat 20 pasien, gula darah 30 pasien dan sisanya kontrol rutin flu, batuk, pusing dan gatal-gatal, "terangnya.

Anes menambahkan, melalui kegiatan ini PT.CL berharap keberadaan perusahaan dapat dirasakan manfaatnya oleh lingkungan sekitar serta memberikan dampak yang positif baik dari aspek lingkungan, sosial dan budaya untuk berkelanjutan di masa depan.(ind).
TARUMAJAYA bekasitoday,com-Disela acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) yang di laksanakan di Gedung PGRI Kecamatan Tarumajaya dari Camat Drs Sopian Hadi digantikan oleh Camat Sigit Ardiansyah Mantan anggota Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Bekasi, membuat camat baru pusing tujuh keliling dan menilai program Camat lama terlalu berat untuk dijalani.

"Program-program Camat Sopian Hadi terlalu berat untuk dilaksanakan, saya akan meminta bantuan kepada Kepala Bidang, Kepala Desa, dan Masyarakat, agar terlaksananya program beliau.

Saya menilai program camat lama terlalu berat, "ujarnya Senin (18/5).

Menurutnya, pesatnya pembangunan yang ada di tarumajaya disambut baik,  pembangunan tarumajaya dinilai sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tapi membangunnya harus sesuai dengan aturan.

"Kita sambut baik pembangunan yang ada di Tarumajaya, karena sangat bermanfaat bagi masyarakat. Tapi mereka membangunnya itu harus sesuai dengan aturan, karena membangun itu tidak hanya membangun, melainkan ada izin-izin yang harus diurus,"terangnya.

Selagi tujuan pembangunan untuk kemajuan Tarumajaya, dia akan mendukung. Menurutnya pada tahun 1999-2001 dirinya pernah menjabat Kasi Kependudukan di Kecamatan Tarumajaya.

Sejauh ini konsep Sigit yang baru saja menjabat sebagai Camat Tarumajaya, ia akan mempelajari serta melanjutkan konsep Camat Sopian Hadi. "Saya akan pelajari dan melanjutkan konsep Camat Sopian Hadi untuk memimpin Tarumajaya kedepan, "tandasnya
Acara Sertijab yang dihadiri oleh seluruh Kades se-Tarumajaya, seluruh Kadus se-Tarumajaya, Danramil, dan Polsek Tarumajaya. Banyak PR yang belum terselesaikan oleh Sopian Hadi yang telah cukup lama menjabat sebagai Camat Tarumajaya selama 2,5 tahun. terlihat Sopian Hadi berat meninggalkan wilayah Tarumajaya.(red)



TAMBELANG bekasitoday.com-Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin, adakan gerakan masyarakat bersih dan sehat (gema sehat) yang diikuti oleh siswa-siswi mulai dari tingkat SD-SMP-SMA Negeri yang ada di Kecamatan Tambelang, Kamis (14/5).

Dalam sambutannya Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan, gema sehat ini dilakukan agar masyarakat khususnya di Kabupaten Bekasi lebih sehat, selain itu, pemerintah daerah juga akan menyalurkan anggaran untuk rutilahu di tahun 2015 sebesar Rp.15juta perunit. "Alhamdulillah untuk rumah tidak layak huni yang ada di Kabupaten Bekasi yang awalnya hanya Rp.6juta, Rp.10juta, dan tahun ini meningkat menjadi Rp.15juta, "ujarnya.

Menurutnya, Gema sehat ini juga diharapkan bukan hanya diakukan dilingkungan sekitar, tetapi juga dilingkungan sekolah kalian masing-masing. "Diharapkan kegiatan ini dilakukan dimasing-masing sekolah dan bukan hanya dilingkungan sekitar, 'terangnya.

Dia menambahkan, karena dulu waktu saya sekolah ditingkat sekolah dasar sering menahan buang air kecil, lantaran ditempat saya sekolah kamar mandinya kotor, terpaksa buang air kecil selalu dirumah. "Waktu sekolah di tingkat dasar, saya selalu buang air kecil dirumah, lantaran toilet disekolah sangat kotor, "ungkapnya.

Pantauan wartawan, sebelum kegiatan gema sehat  bersih-bersih lingkungan Kecamatan Tambelang dilakukan, Bupati Bekasi bersama ratusan pelajar mulai dari tingat Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas, lakukan senam bersama di stadion mini Tambelang, sekaligus peserta mendapatkan doorprise dari Bupati Bekasi.(red)



KOTA MADYA bekasitoday.com-Sebanyak 30 Negara dari berbagai unsur elemen Pencak yang ada di Mancanegara, ikut ambil bagian pada Jambore Pencak yang berlangsung di Yogyakarta pada 28-31 Mei mendatang.

Saat melepas peserta 'Jambore Pencak' di Sanggar Melati Bojong Menteng Laskar Betawi Bekasi, anggota Komisi V DPR RI Mahfud Abdurrahman didampingi Ketua Sanggar Cang Samen, mengharapkan agar para peserta dapat memanfaatkan kegiatan tersebut sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan dan keahlian, saling berkomunikasi dan berinteraksi serta berbagi dalam pengetahuan dan pengalaman

"Semoga keberangkatan mereka dalam Jambore Pencak bisa dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk meningkatkan kemampuan, keahlian, dan pengalaman, "ujar Mahfudz Abdurrahman kepada Bekasitoday.com, Kamis (14/5)

Mahfudz Abdurrahman menyambut positif pelaksaan 'Jambore Pencak'. Oleh karenanya, lanjut Manfudz, para peserta yang merupakan representasi dari sanggarnya yang merupakan duta Kota Bekasi pada pelaksanaan jambore tersebut, diharapkan mempersiapkan diri juga mental. Jaga nama baik diri, sanggar, dan Kota Bekasi.

"Bekasi kaya akan budaya, salah satunya budaya pencak dan silat, semoga keberangkatan mereka bisa mengharumkan nama Bekasi, "jelasnya

Jambore Pencak yang diadakan di Yogyakarta, kata dia, merupakan wadah yang positif untuk pembekalan sekaligus untuk memperkenalkan budaya Bekasi. "Acara ini kan dihadiri oleh 30 Negara, ini merupakan wadah yang tepat untuk memperkenalkan budaya Bekasi ke mancanegara, "ungkapnya

Politisi PKS tersebut pun mengharapkan melalui kegiatan tersebut para peserta dapat mengedepankan sikap jawara dan sportivitas yang tinggi. "Bertandinglah dengan sportif, karena dipundak kalianlah kami titipkan prestasi dan pretise Pencak yang kita cintai, "tandasnya(red)
BABELAN bekasitoday.com-Sebanyak 86 orang terdiri dari anggota penyelenggara sebanyak 48 orang, dan anggota keamanan TPS (linmas) sebanyak 38 orang,  yang bekerja dalam pemilihan Kepala Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sampai saat ini belum dibayarkan.

Seperti halnya yang diutarakan salah satu staf desa babelan kota yang tidak mau menyebutkan namanya kepada bekasitoday mengatakan, pada Sabtu, (9/5) lalu sekitar pukul 17:00 Wib, ke 86 orang ini minta kasbon, saat itu panitia tidak berada ditempat. "Karena kebutuhan ke 48 orang itu minta untuk kasbon kepanitia, tetapi kantor kepanitiaan kosong, "ujarnya Rabu (13/5).

Menurutnya, informasi yang di dapat bahwa anggaran di panitia sudah tidak ada, dan sempat ke 48 orang tersebut mau mengadakan mogok kerja pada saat pencoblosan Minggu (10/5). "Lantaran kantor panitia kosong, ke 48 orang tersebut akan merencanakan mogok saat pilkades berlangsung, "terangnya.

Dia menambahkan, dari hari Senin (11/5), sampai hari  ini panitia selalu janji ke kami. "Sudah beberapa hari panitia selalu janji membayar honor kami, tetapi sampai hari ini belum juga di bayarkan, "tuturnya.

Masih kata dia, kalau untuk honor anggota penyelenggara sebesar Rp.1,5juta perorang, sedangkan untuk anggota keamanan TPS (linmas) sebesar Rp.1,2juta perorang. "Untuk anggota penyelenggara perorang Rp.1,5juta, dan untuk anggota penjaga TPS (linmas) perorang Rp.1,2juta, "ungkapnya.

Terpisah, beberapa Ketua Rt dan Rw kepada bekasitoday mengatakan, kita sudah muak dengan janji yang diutarakan oleh panitia pilkades, kami disini hanya menuntut honor kami dibayarkan oleh panitia. "Kami hanya ingin honor kami dibayar, kami bosen dengan janji-janji panitia pilkades, "terangnya.

Menurutnya, sudah tiga hari pemberian honor kami selalu dijanjikan, kalau hari ini sesuai kesepakatan honor kami tidak diberikan juga, kami akan melaporkan masalah ini ke polsek babelan.
"Kami akan melaporkan kejadian ini ke polsek, apabila hari ini honor kami tidak dibayarkan, "kesalnya. (Red)
Lomba Lari Marathon KODIM 0507 10KMinggu, 24 Mei 2015 Kota Bekasi akan diramaikan oleh Lomba lari "KODIM 0507/Bekasi 10K dan 5K". Kegiatan yang diselenggarakan oleh Majalah Fokus Bekasi bekerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Bekasi dan Persatuan Atletik Seluruh Indonesia (PASI) Kota Bekasi ini akan memperebutkan berbagai hadiah dengan total Rp. 200 juta.

Juara lomba lari ini kategori 10K kategori TNI/Polri berhak mendapatkan Piala Komandan Kodim 0507/Bekasi dan medali emas. Bagi peringkat kedua akan mendapatkan Piala Kapolresta Bekasi Kota dan medali Perak. Sedangkan, peringkat ketiga, menerima Piala Ketua KONI Kota Bekasi.

Sedangkan juara lomba Rekreatif 5K kategori umum dan mahasiswa serta pelajar, baik putra dan putri, akan mendapatkan Piala Kapolresta Bekasi Kota dan medali emas. Peringkat kedua berhak atas Piala Komandan KODIM 05/07 Bekasi dan medali perak. Sedangkan, peringkat tiga mendapatkan Piala Ketua KONI Kota Bekasi dan medali perunggu.

Selain piala dan medali, pemenang dari urutan pertama hingga ke sepuluh mendapatkan hadiah uang, pada setiap kategori. Peserta lainnya juga masih bisa mendapatkan hadiah 100 paket door prize yang disediakan panitia lomba.


Ketua Panitia Pelaksana, Yon Moeis, menargetkan 5.000 peserta dari dua kategori, 10 K TNI/Polri dan umum, serta 5K pelajar, mahasiswa dan umum. "Kami sudah mendapat restu langsung dari Ketua PB PASI (Pengurus Besar Persatuan Atletik Seluruh Indonesia) Pusat, Pak Bob Hasan," ujar Yon Moeis.

Komandan KODIM 05/07 Bekasi, Letnan Kolonel Inf. Yuda Rismansyah berharap ajang ini bisa menjaring bibit atlet berprestasi. “Banyak atlet mencari ajang lomba di luar Kota Bekasi, sekarang kita mengadakan langsung di Kota Bekasi,” kata Yuda.

Pemimpin Umum Majalah FOKUS Bekasi, Decy C. Wijaya berharap event ini bisa menggairahkan olahraga atletik di Kota Bekasi. “Saya mengundang masyarakat, mahasiswa dan pelajar di Kota Bekasi untuk ikut serta meramaikan lomba ini,” kata Decy.

Untuk pendaftaran, Rp 50 ribu untuk pelajar, umum Rp 200 ribu dan mahasiswa Rp 150 ribu. Pada pelaksanaannya para peserta akan mendapatkan kaos dan nomor dada. Selain itu nomor urut peserta sekaligus akan diundi untuk mendapatkan door prize.



Lomba Lari Marathon KODIM 0507 10K

Sumber:
Rep: RINA W (Tempo) Senin, 11 Mei 2015 
Pic: bisot blog
KOTA MADYA bekasitoday.com-Mahfudz Abdurrahman anggota DPR-RI Komisi V, berjanji akan membantu peningkatan status Markas Polisi Resort Kota (Polresta) Bekasi menjadi Markas Kepolisian Resort Metro Bekasi. "Kemajuan dan perkembangan yang terjadi pesat di Kota Bekasi harus diimbangi dengan pengamanan memadai dari aparat kepolisian. Salah satunya dengan meningkatkan status Polresta menjadi Polres Metro Bekasi, "terang anggota DPR RI Daerah Pemilihan (Dapil) Kota Bekasi dan Kota Depok asal PKS, saat reses ke markas Polresta Bekasi, Selasa (12/5).
Dirinya akan menyuarakan melalui fraksi PKS di DPR RI, dan kami sangat mendukung upaya peningkatan status mapolresta menjadi polres Metro Bekasi. Mahfudz pun sangat apresiasi dengan kinerja Polresta Bekasi Kota dalam hal penanganan berbagai kasus terutama kasus curanmor, "ujarnya.
Sementara Kapolresta Bekasi Kota Kombes Pol Rudi Setiawan menyambut baik dukungan tersebut. Rudi mengakui, tidak jarang ada celah pelaku kejahatan karena jumlah penduduk tidak sebanding dengan jumlah aparat kepolisian. “Jadi sampai saat ini seluruh anggota kepolisian yang ada di Polresta Bekasi Kota kurang lebih 1.750 personil dan jika ada peningkatan status menjadi Metro maka jumlahnya bisa menjadi 2.000 personil, ”paparnya.
Selain personil, Rudi pun berharap peningkatan status akan berbarengan dengan peningkatan bangunan. “Secara manajerial juga tentunya harus ada peningkatan jika stastus meningkat, selain itu ada penambahan AKPB di setiap kasat, ”pungkasnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Pemerintah Kabupaten Bekasi dinilai tidak mendukung olahraga kemasyarakatan guna untuk memasyarakatkan olahraga dan mengolahragakan masyarakat.

Seperti yang terlihat dalam perlombaan olahraga Vollyball dan Futsall tingkat putra dan putri pelajar yang diselenggarakan oleh Madrasah Aliyah Darul Amal, yang beralamat dikampung Buni Rt14/08, Desa Buni Bakti, Kecamatan Babelan, walaupun terkesan tidak didukung pemerintah namun, perlombaan tersebut berlangsung meriah. Lantaran banyaknya animo pelajar yang ikut berpartisipasi dalam perlombaan tersebut.

Sementara, Ahmad Nawawi, salah satu panitia pelaksana, mengatakan, acara ini sangat luar biasa meriah karena banyaknya peserta yang jumlahnya mencapai 35 peserta, namun, kami merasa kurangnya respon yang baik dari pemerintah kabupaten bekasi. "Walaupun tidak didukung pemerintah, acara ini tetap berjalan sukses, sementara peserta ada sekitar 35 orang, "ujarnya.

Padahal, kami sudah mengajukan proposal ke pemerintah daerah, namun tidak ada tanggapan, hanya beberapa anggota DPRD saja yang merespon. "Hanya anggota DPRD saja yang merespon acara kita, sementara pemkab bekasi tidak ada tanggapannya, "terangnya.
 
Hal tersebut juga dibenarkan Shilahuddin, SE.I, M.Pd (35), selaku  pembina kesiswaan, menurutnya, inikan wadah pencarian bakat, seharusnya pemerintah kabupaten mendukung acara kita ini. "Kegiatan ini adalah wadah pencarian bakat, sudah sepantutnya dapat didukung, "ungkapnya.

Terpisah, Lia Safitri, salah seorang peserta asal Mts Baitul Mu'minin menuturkan, acara ini sangat asik luar biasa, dan menjadi ajang silaturrahmi antar pelajar. "Acara ini sekaligus menjadi wadah silaturahmi antar pelajar, dan sangat luar biasa, "jelasnya.(red)
KOTA MADYA bekasitoday.com-Mahfudz Abdurahman Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bekerjasama dengan fraksi PKS Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Rawalumbu adakan kegiatan jalan sehat serta pengobatan gratis untuk masyarakat umum, Minggu (10/5).

Sementara, Mahfudz Abdurahman Anggota DPR-RI Fraksi PKS ketika ditanya kepada bekasitoday.com mengatakan, kegiatan ini  yang mengadakan adalah DPC Rawa Lumbu, kegiatan ini menjadi tradisi disetiap tiga bulan sekali. "Kegiatan jalan sehat ini adalah kegiatan dari DPC PKS Rawalumbu, "jelasnya.

Kegiatan ini menurutnya di harapkan dapat menjalin kebersamaan dengan masyarakat untuk membangun persaudaraan, supaya ikatan silaturrahmi itu terjaga, kita kader PKS akan mempasilitasi dengan berbagi macam agenda acara antara lain, jalan sehat untuk membangun suasana menjadi meriah. "Kegiatan jalan sehat serta pengobatan gratis ini diharapkan kegiatan rutin ini dapat menjalin ikatan silaturahmi, "terangnya.

Dia menambahkan, utnuk masing-masing DPC mempunyai kegiatan beragam, kegiatan ini bertujuan agar supaya kader PKS terlibat dalam acara ini, diantaranya mengikuti jalan sehat, disetiap pendaftar di berikan nomor, dan nomor tersebut nantinya akan di kocok untuk diundi, dan alhamdulillah acara ini dibanjiri hadiah untuk peserta, antara lain sepeda, televisi dan lain-lain. "Dan untuk peserta didominasi oleh masyarakat umum, dan untuk para peserta diberikan nomor, dimana nomor tersebut akan diundi untuk mendapatkan hadiah, "ujarnya.

Dan untuk semua peserta di dominasi oleh masyarakat umum, dan untuk kader PKS sendiri kebanyakan menjadi panitia acara, lantaran kegiatan ini lebih di khususkan untuk masyarakat umum. Menurutnya, selain jalan sehat, kita juga membuka posko pengobatan gratis. "Untuk peserta didominasi oleh masyarakt umum, sedangkan kader PKS dikhususkan menjadi panitia kegiatan, "tuturnya.

Biasanya kegiatan yang dilakukan beragam, dan itu semua tergantung kreasi dari DPC PKS di masing-masing wilayah. "setiap DPC PKS dimasing-masing wilayah mempunyai kegiatan berbeda, tergantung dari kreasi mereka, "ungkapnya.(red)
bekasitoday.com-Pemerintah pusat akan realisasikan dana desa sesuai dengan amanat UU No 6 Tahun 2014 tentang Desa, termasuk di Kabupaten Bekasi.

Namun, persoalan pencairan dana desa dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) sangat dikhawatiran penggunaan yang tidak tepat sasaran.

"Karena itu, kami dari DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (PEMUDA LIRA) Bekasi Raya membuka pengaduan masyarakat atas segala permasalahan yang menyangkut dalam pelaksanaan pencairan dana desa dari APBN, ”ujar Ketua DPD Pemuda LIRA Bekasi Raya Syahrir.

Menurutnya, pertengahan bulan Mei 2015  bulan ini, sesuai PP No 60 Tahun 2014 tentang Anggaran Dana Desa yang bersumber dari APBN, pada periode pertama akan dicairkan sebesar 40 persen, atau sekitar Rp 8 triliun dari total Rp 20,7 Triliun.

Tahap kedua, sekitar Bulan Agustus, rencananya akan turun lagi 40 persen, dan tahap ketiga cair pada sekitar akhir tahun sebesar 20 persen.

Alokasi itu belum ditambahkan dari Alokasi Dana Desa (ADD) yaitu 10 persen dari Dana Alokasi Umum (DAU) dan Dana Bagi Hasil (DBH), ”terangnya.

Kalau tidak diawasi, lanjutnya, alokasi anggaran transfer daerah ini sampai kebawah cenderung  dimanfaatkan oleh oknum politisi, pengusaha, dan elite yang biasanya disebut mafia anggaran. “Kami menolak politisasi dana desa untuk kepentingan politik dalam bentuk apapun, ”paparnya.

‪Karena itu, tambah dia, DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat (PEMUDA LIRA) Bekasi Raya mendesak Pemerintahan Presiden Joko Widodo beserta Menteri terkait segera merevisi PP No 43 dan 60 Tahun 2014, agar tidak terjadi kesenjangan dan kemudahan dalam penggunaan dana desa.‬

‪"Kami juga mendesak Mendagri harus mendorong Kabupaten/Kota untuk mempercepat membuat aturan pelaksanaan dan payung hukum pencairan dana Desa di daerah, ”tandasnya.(ind)
BABELAN bekasitoday.com-Ruslan, anggota Tentara Nasional Indonesia (TNI) ditemukan tidak bernyawa di rumahnya, di Perum Graha Harapan Regency Blok H4/25 Rt02/14, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, sekira jam 17:30 Wib, Minggu (3/5).

Sementara, Brigadir Anwar Fadillah SH, Kasi Humas Polsek Babelan, mengatakan, benar telah diketemukan warga meninggal dunia pada hari Minggu, 03 Mei 2015 sekira jam 17.30 Wib, sedangkan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Perum Graha Harapan Regency Blok H4/25 RT 002/014 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. Korban bernama Ruslan, lahir di malang, tanggal 04 Agustus 1967, beragama Islam, pekerjaan anggota TNI, Alamat Perum Graha Harapan Regency Blok H4/25 RT 002/014 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, "jelasnya.

Sementara, saksi-saksi diantaranya, Tofan, 36 Tahun, beragama Islam, pekerjaan anggota TNI beralamat di Perum Graha Harapan Regency Blok H4/25 RT 002/014 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, kemudian Syahroji, 38 Tahun, pekerjaan swasta, beragama Islam, alamat Perum Graha Harapan Regency Blok H4/25 RT 002/014 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, "terangnya.

Kronologis kejadian sekira jam 17.30 saksi pertama Tofan berniat akan mengingatkan korban karena masih dalam pendidikan Secabasus di Rindam Jaya,  saksi berusaha memanggil korban dengan mengetuk pintu dan miscall melalui handphone korban, namun tidak ada jawaban, kemudian saksi-saksi berusaha untuk melihat kedalam kamar melalui jendela dan tampak korban sedang tidur, namun tidak bernafas, "jelasnya.

Selanjutnya saksi-saksi memberitahukan kepada ketua RT dan Rw setempat kemudian bersama-sama membuka pintu kamar korban secara paksa dan diketemukan korban sudah meninggal dunia. Dan keadaan korban saat ditemukan dalam keadaan terlentang di dalam kamar dengan pintu kamar terkunci dari dalam, kemudian korban tidak mengenakan pakaian dan hanya mengenakan celana dalam. Terdapat bekas luka di pipi sebelah kiri dan dekat mata kiri serta di pelipis kanan atas. Tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada korban, "ungkapnya.

Dia menambahkan, pihak Polsek Babelan segera memasang police line dan melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP), serta meminta keterangan para saksi. Dan selanjutnya korban di bawa ke Rumah Sakit (RS) Polri Kramat Jati dengan menggunakan ambulance, "terangnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-puluhan warga Villa Gading Baru Rt9/11 jalan danau pinus blok C, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan mengeluhkan buruknya pasokan air dari Perusahan Daerah Air Minum (PDAM), pasalnya, beberapa hari belakangan ketika hujan datang, pasokan air dari PDAM tersebut buruk, disebabkan lantaran keruhnya air yang keluar dari pipa PDAM, Minggu (3/4).

Hal itu dibenarkan Atikah (25), salah satu warga, menurutnya, kalau hujan kondisi air PDAM sering keruh berwarna coklat. "Air PDAM khususnya diwilayah sini, sering butek kalau turun ujan, bukan hanya itu kalau mati lampu pasokan air PDAM pun ikut mati, "ujarnya.

Dia menambahkan, kolam penampungan air untuk mandi keluarga belakangan terlihat tanah lumpur tak jarang bila digunakan sering menimbulkan gatal. Dan yang biasanya air PDAM bisa untuk dimasak sekarang tidak lagi. "Begitu keluar dari kran airnya berwarna coklat penuh dengan tanah. Saya yang biasa pakai air PDAM untuk masak air minum sekarang sudah tidak bisa lagi digunakan buat air minum, apa lagi untuk mandi pasti badan gatel-gatel. Nyuci baju juga tidak bisa bersih, "terangnya.

Kami minta kepada pihak PDAM Cabang Babelan untuk segera menindak lanjuti keluhan konsumen warga Villa Gading Baru Rt9/11.(Red)
KOTA MADYA bekasitoday.com-Pria yang tewas setelah melakukan aksi bakar diri dan melompat dari atap Gelora Bung Karno (GBK), saat perayaan Hari Buruh pada Jum'at, (1/5) kemarin. Bernama Sebastian Manuputty (28), buruh asal Kabupaten Bekasi, yang juga diketahui sebagai pengurus PUK pada perusahaan yang memproduksi minuman ringan dalam kemasan di Kawasan MM2100.

Kepala Bidang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Obon Tabroni mengatakan, bahwa korban yang melompat dari atap GBK pada kemarin sore adalah buruh PT. Tirta Alam Segar.

Dikatakan olehnya, Sebastian dikenal sangat berkomitmen membela anggotanya yang sedang memperjuangkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang disepelekan oleh tempatnya bekerja.

"Yang melomat dan membakar diri di GBK adalah sahabat kita Sebastian dari PUK PT. Tirta Alam Segar yang memroduksi minuman ringan Ale Ale, korban pengurus PUK yang sangat komitmen membela anggotanya diperusahaan. Beliau sedang memperjuangakan K3 yang memang sangat disepelekan karena kawannya banyak mengalami korban kecelakaan kerja, "jelas Obon kepada bekasitoday di Jalan Pulau Sirih Utara Dalam 3 Blok DC No 93, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Sebastian pun menuliskan status Facebook terakhirnya. "Selamat berjuang sahabat buruh..! Semampu ku kan berbuat apapun agar anda, kita dan mereka bisa terbuka matanya, telinganya dan hatinya untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, "jelasnya menirukan tulis Sebastian pada status facebooknya, Jum'at (1/5).

Selain itu, lanjut Obon, ditempatnya bekerja selama ini tidak adanya perubahan situasi ditempat bekerjanya, dan aturan hukum yang tidak jelas. Dijelaskannya, adanya banyak teman yang mengalami kecelakaan kerja sampai tangannya putus tapi tidak kunjung diberikan perhatian. Selain itu ribuan pekerja di perusahaannya juga belum diikuti BPJS Ketenagakerjaan.

"Salah satu yang picu sodara Sebastian berbuat sepergti itu adalah masalah diatas. Memang tidak mudah masalahnya sehingga akhirnya jalan seperti itu yang dilakukan , tercermin dari Facebook dia, "terangnya.

Obon menduga, bisa saja korban nekat membakar dirinya sendiri. Hal itu diperkuat, dari tangki bensin sepeda motor miliknya kosong ketika dibawa pulang oleh istrinya Samah (26). "Padahal waktu berangkat dari rumah ke pabrik, tangki sepeda motornya diisi penuh. Tapi saat motornya dibawa pulang istrinya, Samah membeli bensin lagi, "terang Obon di rumah duka. Sabtu (2/5).

Meski demikian, kata Obon, tidak ada yang mengetahui kapan Sebastian mengambil bensin dan membawanya ke Stadion GBK. "Saya juga heran, karena pas dia terbakar, korban sempat menaruh dompet dan tas di atas panggung. Makannya waktu korban ditemukan, tak ada identitasnya," tandasnya.(ind)