Ilustrasi Parkir Meter
Peraihan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Dinas Perhubungan Kota Bekasi dari sektor retribusi parkir pada tahun 2014 dinyatakan anjlok. Dari target yang dipatok yakni Rp 1,8 miliar, saat itu Bekasi hanya mampu memperoleh pendapatan sebesar Rp 720 juta atau 40 persen saja dari target.

Dari pengalaman tersebut, Pemerintah Kota Bekasi berencana mengadopsi sistem parkir meter yang diaplikasikan oleh DKI Jakarta. Diharapkan sistem ini mampu mengurangi kebocoran PAD dari sektor distribusi parkir. [Koran Metro]

Menurut Kepala Dinas Tata (Distako) Kota Bekasi Koswara, "penerapan parkir meter ini dilakukan untuk mendongkrak PAD. Nantinya, seluruh kendaraan yang terparkir akan terdeteksi dengan sistem parking meter tersebut.Karena ada server yang mengawasi di sistem parking meter,” katanya.

Kepala Dinas Tata (Distako) Kota Bekasi Koswara mengatakan, parkir meter ini akan diuji coba di empat titik yakni, Galaxy Bekasi Selatan dan Jalan Ir H Juanda (parkir on street) serta Jalan Pramuka dan Jalan Veteran (parkir off street). ”Konsep parkir meter ini akan diuji coba pada Juli mendatang,” kata Koswara, Minggu (24/5/2015). [Sindo News]

Menurut Koswara, penerapan parkir meter ini dilakukan untuk mendongkrak PAD. Nantinya, seluruh kendaraan yang akan terparkir akan terdeteksi dengan sistem parker meter tersebut karena ada data base server yang akan mengawasi sistem parkir meter.” katanya.

Pelaksanaan uji coba parkir meter ini, akan dilakukan hingga Desember 2015. Meski hanya tahap percobaan, tetapi soal pungutan retribusi parkir itu tetap akan ditarik. Karena uji coba ini hanya mengukur peran parkir meter saat beroperasi di empat titik tersebut. [b]


Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.