KOTA MADYA bekasitoday.com-Pria yang tewas setelah melakukan aksi bakar diri dan melompat dari atap Gelora Bung Karno (GBK), saat perayaan Hari Buruh pada Jum'at, (1/5) kemarin. Bernama Sebastian Manuputty (28), buruh asal Kabupaten Bekasi, yang juga diketahui sebagai pengurus PUK pada perusahaan yang memproduksi minuman ringan dalam kemasan di Kawasan MM2100.

Kepala Bidang Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI), Obon Tabroni mengatakan, bahwa korban yang melompat dari atap GBK pada kemarin sore adalah buruh PT. Tirta Alam Segar.

Dikatakan olehnya, Sebastian dikenal sangat berkomitmen membela anggotanya yang sedang memperjuangkan K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja) yang disepelekan oleh tempatnya bekerja.

"Yang melomat dan membakar diri di GBK adalah sahabat kita Sebastian dari PUK PT. Tirta Alam Segar yang memroduksi minuman ringan Ale Ale, korban pengurus PUK yang sangat komitmen membela anggotanya diperusahaan. Beliau sedang memperjuangakan K3 yang memang sangat disepelekan karena kawannya banyak mengalami korban kecelakaan kerja, "jelas Obon kepada bekasitoday di Jalan Pulau Sirih Utara Dalam 3 Blok DC No 93, Pekayon Jaya, Bekasi Selatan.

Sebelum mengakhiri hidupnya, Sebastian pun menuliskan status Facebook terakhirnya. "Selamat berjuang sahabat buruh..! Semampu ku kan berbuat apapun agar anda, kita dan mereka bisa terbuka matanya, telinganya dan hatinya untuk Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, "jelasnya menirukan tulis Sebastian pada status facebooknya, Jum'at (1/5).

Selain itu, lanjut Obon, ditempatnya bekerja selama ini tidak adanya perubahan situasi ditempat bekerjanya, dan aturan hukum yang tidak jelas. Dijelaskannya, adanya banyak teman yang mengalami kecelakaan kerja sampai tangannya putus tapi tidak kunjung diberikan perhatian. Selain itu ribuan pekerja di perusahaannya juga belum diikuti BPJS Ketenagakerjaan.

"Salah satu yang picu sodara Sebastian berbuat sepergti itu adalah masalah diatas. Memang tidak mudah masalahnya sehingga akhirnya jalan seperti itu yang dilakukan , tercermin dari Facebook dia, "terangnya.

Obon menduga, bisa saja korban nekat membakar dirinya sendiri. Hal itu diperkuat, dari tangki bensin sepeda motor miliknya kosong ketika dibawa pulang oleh istrinya Samah (26). "Padahal waktu berangkat dari rumah ke pabrik, tangki sepeda motornya diisi penuh. Tapi saat motornya dibawa pulang istrinya, Samah membeli bensin lagi, "terang Obon di rumah duka. Sabtu (2/5).

Meski demikian, kata Obon, tidak ada yang mengetahui kapan Sebastian mengambil bensin dan membawanya ke Stadion GBK. "Saya juga heran, karena pas dia terbakar, korban sempat menaruh dompet dan tas di atas panggung. Makannya waktu korban ditemukan, tak ada identitasnya," tandasnya.(ind)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.