BEKASI bekasitoday.com-Tewasnya Sebastian Manuputty (28), meninggalkan luka mendalam bagi pihak keluarga, terutama istrinya, Samah (26).

Samah mengaku, bingung dan tak tahu menahu, kenapa suami yang dinikahinya 25 Mei 2014 lalu, bisa tewas terbakar saat perayaan hari Buruh Internasional (May Day) di Stadion Gelora Bung Karno (GBK), Jum'at (1/5).

Samah bercerita, sebelum suaminya tewas, dia dan Sebastian beserta rombongan buruh bertolak dari tempat kerjanya, PT Tirta Alam Segar, Kawasan MM2100, Cikarang Barat pukul 07.00 di perusahaan yang sama, namun beda divisi.

Saat menuju Stadion GBK, saya tidak satu mobil dengan suami, sehingga tidak mengetahui suaminya berangkat dengan membawa bensin yang disimpannya di sebuah botol air mineral. Akan tetapi saya sempat berbincang dengan suami saya untuk terakhir kali, saat mobil yang ditumpangi hendak masuk ke tol Jakarta-Cikampek.

"Terakhir, ketemu pas mau masuk tol, saya minta uang Rp50 ribu ke Sebastian untuk uang saku saat di Stadion GBK nanti," ujar Sabtu (2/5).

Lanjut Samah, setelah pertemuan itu, ia tidak pernah berjumpa lagi dengan suaminya.. Setibanya di Stadion, keduanya duduk si tribun terpisah. Disana Samah sempat mencari keberadaan suaminya, namun karena banyak massa yang berkerumun di stadion itu membuat saya gagal mencarinya.

Ia juga sempat menghubungi melalui ponsel ke nomor suaminya, namun usahanya kembali gagal karena teleponnya mati. "Usai mengikuti rangkaian acara disana, kami bersama rombongan kembali ke Bekasi pada pukul 20.00 Wib, "terangnya.

Tepat pukul 23.00 Wib, saya kebingungan lantaran suaminya tidak kunjung pulang kerumah. Ia lalu berupaya mencari keberadaannya, dengan menanyakan rekan-rekannya. Namun, mereka tidak mengetahuinya. "Saya pun kembali menghubungi ponsel suami saya, tapi tetap tidak aktif, dan tidak lama berselang saya mendapatkan pesan singkat dari suaminya. "Dalam sms suami saya menanyakan keberadaan saya. "Ayank dimana? Aku selalu cinta kamu istriku. I always love u chayank. Muachhhhhh, "ujarnya menirukan pesan singkat yang diterima dari suaminya.

Saat saya mau membalas pesan singkat itu, mendadak tiba-tiba saya mendapat sambungan telepon dari rekannya yang masih di Stadion GBK. Melalui sambungan telepon itu, rekannya meminta Samah mengunjungi Polres Metro Jakarta Pusat untuk mengetahui keberadaan suaminya. "Bersama keluarga, saya langsung mendatangi Polres Metro Jakarta Pusat. Disana, penyidik memberitahu ciri-ciri pria yang tewas terbakar diduga bernama Sebastian, "jelasnya terbata-bata.(ind)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.