Juni 2015
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Puluhan nelayan Muara Tawar, tidak bisa melaut dan terancam berganti profesi menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup, hal itu diakibatkan lantaran tercemarnya lautan nelayan Muara Tawar yang berada di Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Seperti halnya yang dikatakan Sarwani, salah seorang nelayan yang mengaku sudah tiga pekan tidak dapat melaut akibat banyaknya limbah perusahaan dan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke laut.

"Bagaimana bisa melaut, banyak limbah perusahaan dan limbah rumah tangga dimana-mana, kalau sudah begini ikan juga pasti tidak dapat hidup, "terangnya Selasa (30/6).

Menurutnya, mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa di jual ini, sudah dilakukan dua pekan belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita tidak melaut, dari mana memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya harus mengumpulkan barang bekas yang masih bisa dijual, "ujarnya

Hal senada juga dikatakan Dulhakim, menurutnya, banyak sampah yang terbawa arus laut hingga ke Muara Tawar.

"Sehari saya bisa mendapatkan dua karung plastik yang masih layak untuk dijual. Dan alhamdulillah hasil dari mengumpulkan barang bekas ini saya bisa mendapatkan Rp.30 ribu, "tuturnya.

Pantauan bekasitoday.com, para nelayan memilah sampah yang bisa dijual di tepian tempat nelayan menambatkan perahunya.(ind/red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Tarumajaya datangi kantor Kecamatan Tarumajaya, Senin (29/6).

Kedatangan mereka untuk menanyakan kinerja camat yang selama ini dinilai tidak pro pembangunan yang ada di wilayah tarumajaya.

Seperti yang diutarakan Niman, Wakil Ketua LMP Tarumajaya, menurutnya, aksi kami ini lantaran pemerintahan kecamatan tarumajaya telah menutup jalan utama lintasan armada pengangkut tanah merah, dengan tidak memperhatikan Mou yang telah dibuat antara pihak PT MTA dengan warga pada bulan Agustus 2014 lalu.

"Aksi kami ini lantaran camat tarumajaya tidak memperhatikan kesepakatan awal yang telah dibuat pihak MTA dengan tokoh masyarakat dan BPD Pantai Makmur, serta telah menutup jalan utama lintasan armada pengangkut tanah merah, "jelasnya.

Kami minta pemerintah kecamatan dalam hal ini camat tarumajaya, mencabut kesepakatan yang telah dibuat, dan memperhatikan kesepakatan pihak MTA dengan masyarakat yang telah dibuat sejak Agustus 2014 lalu.

"Kami minta kesepakatan yang dibuat oleh camat tarumajaya tentang penutupan jalan dicabut, dan memperhatikan kesepakatan awal yang telah dibuat MTA dengan masyarakat, "terangnya.

Sementara, Sigit, camat tarumajaya saat ditemui pihak LMP mengatakan, awalnya datang surat dari aspirasi masyarakat, yang memberitahukan jalan rusak yang diakibatkan oleh lalu lalang mobil berkapasitas besar.

"Mau ada dan tidak adanya surat dari masyarakat terkait hal tersebut, sebetulnya saya mau menanyakan juga terkait jalan rusak yang diakibatkan armada berat, "jelasnya.  

Menurutnya, surat perjanjian yang ada adalah surat perjanjian kepada warga, dan bukan kesepakatan pihak MTA kepada pihak terkait yaitu pemkab bekasi dalam hal ini dinas bina marga terkait kerusakan jalan.

"Saya lihat surat perjanjian yang ada adalah surat perjanjian pihak MTA kepada warga, dan bukan ke pemkab bekasi, "terangnya.(red)
BEKASI KOTA bekasitoday.com-Para pedagang yang berada di Jalan Raya Jenderal Sudirman, Kelurahan Kranji, Kecamatan Bekasi Barat, mengeluhkan adanya pengeteman para angkot yang mengakibatkan macet panjang dari pintu gerbang Stasiun Karnji hingga Masjid Annur. Tak ayal posisi pengeteman mereka menutupi toko pedagang yang berada dijalan tersebut.

"Mereka ngetem berjam-jam hingga panjang mengular, jalan pun jadi macet, toko-toko kami jadi tertutup para angkot yang ngetem, "ujar salah satu pedagang yang enggan disebut namanya.

Akibatnya, kata dia, tidak ada konsumen pun yang berbelanja ke toko mereka, dan mereka merasa dirugikan akan ngetemnya para angkot tersebut.

"Tidak ada pembeli yang belanja ketoko, karena angkot-angkot yang ngetem menghalangi toko kami semua, "jelasnya.

Menurutnya, para angkot yang mengetem ini sudah hampir tiga bulan lamanya menghalangi toko-toko para pedagang, kata dia, mulai dari Jam 19.30-21.00 WIB angkot itu ngetem didepan toko mereka.

"Sudah tiga bulan jalan ini macet dan menutupi toko kami, dari jam 19.30 malam sampai 21.00 WIB. Kalau macetnya sih gak masalah, tapi ngetem mencari penumpang ini yang bikin masalah, yang bikin kita menjadi rugi, "tukasnya.

Selain itu, kata dia, cara mengemudi mereka ugal-ugalan tidak tertib saling serobot, membuat resah pengguna jalan. "Jalan sudah sempit naik turunkan penumpang sembarangan, "ungkapnya.(ind)
BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 69, Polsek Babelan dibantu pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI) dalam hal ini Koramil Babelan bersihkan drinase dan lingkungan pasar babelan, Sabtu (27/6).

Ditemui dikantornya, Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan mengatakan, ini bentuk wujud kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar, dan juga dalam rangka sambut HUT Bhayangkara ke 69.

"Giat bersih-bersih ini adalah bentuk kepedulian kami terhadap lingkungan sekitar, sekaligus untuk menyambut HUT Bhayangkara ke 69 yang jatuh tanggal 1 Juli 2015 besok, "ujarnya.

Dalam giat bersih-bersih yang dilakukan jajaran polsek Babelan juga dibantu oleh pihak koramil babelan, dan kami sangat apresiasi akan hal itu.

"Bukan hanya jajaran polsek babelan, dalam giat bersih-bersih ini juga melibatkan jajaran koramil babelan, "terangnya.

Terpisah, Surya (28), salah satu pengguna jalan ketika diminta komentarnya kepada bekasitoday mengatakan, kami sangat mendukung kegiatan bersih-bersih yang dilakukan jajaran polsek babelan, karena titik permasalahan tergenangnya air dijalan depan pasar babelan, adalah tersendatnya saluran air yang ada.

"Kegiatan ini sangat bagus sekali menurut saya, jadi saluran air bisa berjalan normal, sehingga ketika hujan, jalan yang ada di depan pasar babelan nggak banjir, "ujarnya.

Dan yang saya lihat tidak ada instansi lain yang terlihat di dalam kegiatan bersih-bersih tersebut selain pihak Polisi dan TNI.

"Yang terlihat hanya pihak polisi ama TNI, sementara tidak ada pihak lain yang iktu membantu, padahal kan ini untuk kepentingan bersama, dan diharapkan instansi terkait dapat meniru, "terangnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka menjalin silaturahmi dengan masyarakat serta untuk menjaga keamanan ketertiban masyarakat  (kamtibmas) jajaran polsek babelan lakukan buka puasa bersama pengusaha yang ada di wilayah hukum Babelan, yang bertempat di musholla Mapolsek Babelan, Jum'at (26/6).

Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan, mengatakan, dalam buka puasa bareng para pengusaha tersebut sekaligus kami menyampaikan maklumat Kaporesta Bekasi Kabupaten yang salah satunya adalah menciptakan suasana kondusif dilingkungan perusahaan yang ada di wilayah hukum babelan.

"Buka puasa yang kami gelar dengan rekan-rekan pengusaha, selain untuk bersilaturahmi sekaligus untuk menyampaikan maklumat kapolres tentang terciptanya suasana kondusif dilingkungan, serta dapat memelihara persatuan dan kesatuan umat beragama, "ujarnya.

Dia menambahkan, maklumat selanjutnya dari kapolres adalah dapat menjaga keamanan rumah saat ditinggal tarawih, dan pada saat H-7 dan H+7, agar security perusahaan dapat berkordinasi yang baik bersama instansi Polri/Bhabinkamtibmas di wilayah masing-masing.

"Selain menjaga kondusifitas perusahaan, dihimbau kepada masyarakat selalu waspada ketika meinggalkan rumah saat shalat tarawih, dan security perusahaan harus berkordinasi dengan Bhabinkamtibmas setempat setempat, "terangnya.  

Dan diharapkan kepada setiap perusahaan dalam memberikan Tunjangan Hari Raya (THR) harus sesuai dengan ketentuan yang berlaku, guna mencegah terjadinya suasana tidak kondusif.

"Pembagian THR terhadap karyawan diharapkan harus sesuai dengan ketentuan, hal itu berguna untuk menjaga suasana tetap kondusif, "ungkapnya.

Romy, Dirut PT Tesco Indo Maritim, saat ditemui disela acara kepada bekasitoday mengatakan, giat buka puasa bersama yang dilakukan jajaran polsek babelan dalam hal ini Bhabinkamtibmas bersama pengusaha ini sangat positif, dan tentunya kami dapat bersilaturahmi dengan pengusaha-pengusaha lain yang ada di wilayah babelan, dan sekaligus dapat bertatap muka langsung dengan anggota polsek babelan.

"Giat ini sangat positif, selain dapat bersilaturahmi dengan kawan-kawan pengusaha, juga dapat bertatap muka secara langsung dengan jajaran polsek babelan, "ujarnya.

Menurutnya, selain buka puasa bareng, kami juga di suguhkan tentang cara menjaga kondusifitas di perusahaan, dan kami sangat setuju akan hal itu.

"Dalam kegiatan buka puasa tersebut kami juga disuguhkan tentang cara menjaga kondusifitas di perusahaan, "terangnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-AKBP Rickynaldo Chairul Sik, Kapolresta Bekasi Kabupaten bersama Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan dan jajaran santuni, 225 anak yatim piatu Yayasan Yatim Piatu Darul Aitam Attaqwa  Rt06/02, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Jum'at (26/6).

Sementara, Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan, kepada bekasitoday mengatakan, ini adalah bentuk kepedulian kami dengan sesama di bulan suci ramadhan, dan juga dalam rangka menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 69 yang jatuh pada 1 Juli besok.

"Ini bentuk kepedulian serta kecintaan kami terhadap anak-anak yatim piatu, serta untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama, dan giat ini dalam rangka menyambut HUT Bhanyangkara ke 69, "ujarnya.

Adapun santunan tersebut berupa, kain sarung sebanyak 150 buah, puluhan dus mie instan, serta lima kwintal beras, kesemuanya itu kami berikan ke yayasan yatim piatu Darul Aitam yang berada di Kelurahan Bahagia.

"Untuk santunan anak yatim piatu kali ini kami memberikan kain sarung, mie instan, serta beras, "terangnya.

Menurutnya, setelah Kapolres memberikan santunan secara simbolis di kediaman KH Amin Noer Lc Pimpinan Pondok Pesantren, beliau langsung menunaikan shalat jum'at di masjid Agung Attaqwa Pusat.

"Setelah memberikan santunan secara simbolis di kediaman KH Amin Noer Lc, Kapolres langsung menunaikan ibadah shalat jum'at di masjid Agung Attaqwa Pusat, "ungkapnya.

Terpisah, Hj. Soliha Noer, BA, pimpinan yayasan yatim piatu Darul Aitam, mengatakan, sangat berterimakasih sekali kepada jajaran kepolisian khususnya Kapolres yang telah menyempatkan diri datang dalam menyantuni anak yatim piatu yang ada di yayasan kami ini.

"Kami sangat bangga pimpinan tertinggi di kepolisian kabupaten bekasi mau datang ke yayasan kami hanya untuk menyantuni anak-anak yatim kami, dan ini patut dicontoh oleh jajaran-jajaran kepolisian yang ada di wilayah, "terangnya.

Ini bukti bahwa pihak kepolisian benar-benar peduli terhadap sesama, serta dapat memasyarakat. "Ini bukti nyata polisi peduli terhadap sesama dan dapat memasyarakat, "ungkapnya.(red)



CIKARANG bekasitoday.com-Jelang hilir mudik 2015, Mapolres Bekasi Kabupaten telah membentuk pasukan khusus untuk pengamanan wilayah Pantura. Pasalnya, dapat dipastikan ribuan kendaraan akan memasuki gerbang Pantura yang berada di Kabupaten Bekasi.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Bekasi Kabupaten, Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rickynaldo mengungkapkan, sudah menyusun konsep Operasi Ketupat, dan tinggal menunggu surat perintah dari pusat.

"Kita sudah susun konsep operasinya, kalau mudik itu kan identik dengan operasi ketupat, sementara operasi kendalinya dari pusat, kita tinggal menunggu surat operasi perintah dari pusat saja, "ujarnya.

Untuk personil, lanjut Ricky, sudah mengirimkannya ke pusat, dan butuh dua pertiga kekuatan, karena Kabupaten Bekasi merupakan pintu dari jalan Pantura.

"Untuk personil sudah kita kirimkan ke pusat, butuh dua pertiga kekuatan personilnya, yang paling pasti Kabupaten Bekasi itu merupakan pintunya jalan Pantura. Jadi panjang jalannya sekitar 30 Kilometer untuk di Pantura, "ungkapnya.

Menurutnya pada H-7 nanti, kata dia, sudah menggelar kekuatan. Sedangkan untuk Personil Kepolisian, AKBP Ricky belum mengetahui secara pasti, yang pasti akan ada bantuan dari Mabes Polri untuk memback up Pantura.

"Otomastis di H-7 kita sudah menggelar kekuatan, kita juga belum mengetahui berapa Personil Kepolisian yang akan diturunkan, karena akan ada bantuan dari Mabes Polri untuk back up Pantura, "pungkasnya. (ind/red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi hentikan sejumlah armada dumtruk pengangkut tanah merah untuk pengurugan perumahan Segara City yang berlokasi di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 22:00 Wib, Senin (22/6).

Vian Dasuki (30), salah satu pemuda tarumajaya, dalam orasinya mengatakan, bahwa aksi yang kami buat ini lantaran tidak adanya dukungan dari Muspika setempat, dalam hal ini, pihak Kecamatan, pihak Koramil, dan pihak Polsek Tarumajaya, dalam hal kerusakan jalan yang disebabkan banyaknya armada dumtruk pengangkut tanah merah yang berlalu lalang.

"Banyaknya kerusakan jalan yang ada di Tarumajaya lantaran armada dumtruk pengangkut tanah merah yang sering lewati jalan ini, ini bukti Muspika Tarumajaya tidak peduli dengan masyarakat Tarumajaya, "ujarnya.

Karena hal itu (ketidak pedulian Muspika-red), armada dumtruk pengangkut tanah merah semakin menjadi-jadi, dan tidak memperhatikan kesehatan dan keadaan masyarakat sekitar serta pengguna jalan.

"Karena selalu dibiarkan, armada dumtruk pengangkut tanah merah yang melintasi jalan semakin menjadi-jadi, dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan serta kesehatan warga sekitar, "terangnya. 

Sama halnya yang dikatakan, Aldo Febrian (31), Ketua KNPI Tarumajaya, menurutnya, bahwa kelas jalan yang dilalui adalah jalan kelas tiga, sedangkan kendaraan yang melintas kendaran kelas satu yang bertonase tinggi.

"Jalan utama yang ada di sini adalah jalan kelas tiga, dan sangat tidak mungkin dilalui oleh kendaraan yang seharusnya jalan di jalan kelas satu, karena dipaksakan melintasi dijalan yang bukan kelasnya. tidak heran jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer rusak parah, "jelasnya.

Dia menambahkan, kami ingin perbaikan jalan segera, khususnya yang ada di kampung bojong tanah baru, tarumajaya, lantaran jalan sudah rusak parah, serta sudah banyaknya jatuh korban.

"Kami ingin perbaikan jalan segera, terutama jalan yang ada di kampung bojong tanah baru, lantaran sudah banyak jatuhnya korban, diakibatkan jalan yang rusak parah, "tuturnya.

Kondisi ini dialami warga tarumajaya serta pengguna jalan kurang lebih selama enam bulan. Dan selama 24 jam armada dumtruk tanah merah lewat dijalan ini, kami dapat prediksi sehari semalam sebanyak 300 ritase.

"Armada dumtruk tersebut melintas hingga 24 jam, dan kurang lebih melintas sebanyak 300 ritase, dan suasana bising serta jalan rusak yang ditimbulkan dari armada sudah di rasakan warga selama kurang lebih enam bulan, "ujarnya. 

Kami akan memblokade jalan utama ini, ketika armada dumtruk tanah merah bertonase tinggi ini masih membandel, dan akan kami paksa untuk memutar balik kendaraan dumtruk tersebut, jangan sampai jalan warga semakin rusak parah.

"Kami akan paksa armada tersebut untuk putar balik, manakala mereka masih melintasi jalan milik warga ini, jangan sampai jalan yang ada tambah rusak, "ungkapnya.(red) 
BABELAN bekasitoday.com-Lagi, jajaran Polsek Babelan Polresta Bekasi Kabupaten, lakukan kerja bakti bersihkan lingkungan pondok pesantren Attaqwa pusat, guna pendekatan kepada masyarakat, dan alim ulama, serta para santri, Selasa (23/6).

Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan, kepada bekasitoday mengatakan, giat bersih-bersih ini kami lakukan guna pendekatan kami (anggota polsek babelan-red) dengan tokoh-tokoh agama seperti salah satunya adalah tokoh alim ulama.

"Giat ini kita fokuskan di pondok pesantren Attaqwa pusat, guna pendekatan kami kepada tokoh alim ulama, dan para santri yang ada di wilayah kecamatan babelan, "ujarnya.

Dalam giat ini kami terjunkan hampir semua anggota polsek babelan, dan alhamdulillah warga sekitar pondok pesantren ikut membantu giat yang kami lakukan ini.

"Seluruh anggota kami kerahkan untuk kerjabakti di pondok pesantren ini, dan alhamdulillah warga sekitar turut membantu, "terangnya.

Terpisah, Kasi Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadillah SH, mengatakan, giat ini adalah rangkaian kegiatan untuk menyambut Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara ke 69, yang jatuh pada 1/7 mendatang.

"Kegiatan kerja bakti membersihkan pondok pesantren adalah upaya kami untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, khususnya kepada alim ulama yang ada di wilayah babelan, dan juga salah satu program rangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara ke 69, "terangnya saat ditemui di ruang kerjanya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Jajaran Kepolisian Sektor (Polsek) Babelan Polresta Bekasi Kabupaten, adakan buka puasa bersama puluhan tukang ojek dan tukang becak yang sering mangkal di pertigaan Mapolsek Babelan, Senin (22/6).

Sementara, Kompol Krinton Sitanggang, Kapolsek Babelan kepada wartawan mengatakan, kegiatan buka puasa bareng tukang ojek ini selain untuk memupuk silaturahmi antara anggota dengan para tukang ojek, juga dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara yang ke 69.

"Kegiatan buka puasa bersama ini merupakan rangkaian kegiatan kami di Polsek Babelan dalam rangka menyambut HUT Bhayangkara yang ke 69, tujuannya agar kita dapat lebih dekat dengan masyarakat, "ujarnya saat ditemui wartawan.

Terpisah, Kasi Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadillah SH, kepada wartawan mengatakan, masih banyak agenda kegiatan lain yang akan dilaksanakan Polsek Babelan dalam rangkaian kegiatan menyambut HUT Bhayangkara yang ke 69 yang akan jatuh pada tanggal 1 Juli 2015 nanti. 

"Kegiatan ini adalah salah satu dari rangkaian kegiatan Polsek Babelan untuk menyambut HUT Bhayangkara ke 69, sementara kata dia, HUT Bhayangkara tersebut jatuh pada (1/7) mendatang, "terangnya.

Menurutnya, seluruh kegiatan untuk menyambut HUT Bhayangkara ini akan melibatkan masyarakat dan unsur muspika Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. 

"Kegiatan HUT Bhayangkara ini, akan melibatkan masyarakat serta unsur Mupika Babelan, "ungkapnya.

Menanggapi kegiatan buka puasa bersama yang dilakukan Polsek Babelan, Yadi (45), salah satu tukang ojek yang sering mangkal di pertigaan Mapolsek Babelan kepada bekasitoday mengatakan, sangat menyambut baik buka puasa bareng yang dilakukan jajaran Polsek Babelan bersama para temen-temen tukang ojek.

"Kami merasa diperhatikan oleh anggota Polsek Babelan, yang telah memberikan makanan untuk buka puasa, tentunya kami sangat menyambut baik kegiatan buka puasa bareng ini, "tambahnya.(bisot)

CIKARANG bekasitoday.com-Maraknya laporan kehilangan sepeda motor di wilayah hukum Kabupaten Bekasi, sudah terdengar sampai ke Kapolresata Bekasi Kabupaten.

Sementara, ditemui bekasitoday saat mendampingi Bupati Bekasi melakukan tarling di Kecamatan Tarumajaya, Kapolres Bekasi Kabupaten Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Rickynaldo mengakui, sampai dengan saat ini masalah kasus curanmor, dikatakan sangat banyak datanya yang masuk ke Polresrta Bekasi Kabupaten, dan ini pun menjadi Target Operasinya Kapolda untuk mengungkap Curat, Curas, dan Curanmor.

"Kalau sampai dengan saat ini, untuk masalah kasus curanmor, data ditempat kita itu (Polresta Bekasi Kabupaten-red) memang cukup banyak, sampai dengan saat ini kita sedang giat-giatnya mengungkap masalah curanmor, karena ini menjadinya Target Operasi (TO) dari Bapak Kapolda untuk mengungkap masalah kasus Curat,  Curas, dan Curanmor, "ujarnya, Senin (22/6).

Menurutnya, hal yang demikian ini akan menjadi sasaran prioritas Polresta Bekasi Kabupaten, dirinya  mengklaim sudah mengungkap banyak kasus curanmor. Sedangkan masyarakat yang merasa pernah kehilangan ranmor, agar segera mendatangi Polresta Bekasi Kabupaten.

"Nah ini menjadi sasaran prioritas kita juga untuk masalah kasus curanmor ini, tapi kita sudah banyak mengungkap kasus curanmor, tinggal masyarakat aja nanti datang ke Polres untuk mengambil motor-motor miliknya, tentunya dengan membawa surat-surat kendaraannya secara lengkap, "terangnya.

Ricky pun menghimbau kepada masyarakat agar menjaga kendaraannya dengan kunci ganda, dan masalah motor, Polisi tidak bisa menjaganya satu persatu.

"Saya menghimbau kepada masyarakat supaya menjaga barang miliknya sendiri, dengan berbagai macam lapisan kunci, karena masalah motor ini Polisi tidak bisa menjaga motor masyarakat satu persatu, yang bisa menjaga ya masyarakat itu sendiri, "jelasnya.(ind/red)
TAMBUN bekasitoday.com-Dalam rangka menciptakan lingkungan yang kondusif dan aman pada bulan suci ramadhan, petugas kepolisian sektor (Polsek) Tambun menggelar operasi cipta kondusif diwilayah hukumnya, pada Sabtu malam Minggu dengan mendata dan membubarkan tongkrongan anak muda dan sepeda motor.

Dari hasil operasi yang dipimpin langsung oleh kapolsek Tambun Kompol Ali Zusron, berhasil mengamankan dua sepeda motor yang dimana pengendaranya tidak bisa menunjukan surat kendaraannya, sepeda motor akan dikembalikan setelah pemilik kendaraan menunjukan kejelasan surat-suratnya.

"Razia ini dilakukan dalam rangka cipta kondisi untuk mengamankan bulan suci ramadhan, agar anak muda tidak melakukan hal-hal negatif, "ungkap Ali Zusron Kepada wartawan, Minggu (21/6).

Selain itu, kata dia, Polsek Tambun juga membubarkan tongkrongan anak muda, dan juga menyisir seluruh sudut Plaza Metland Tambun Selatan, karena dianggap tempat tersebut sering menjadi tongkrongan muda-mudi dalam merencanakan balap liar dijalan raya.

Selain melakukan razia Cipta Kondisi, hal tersebut juga bertujuan mengantisipasi razia dan sweping yang dilakukan oleh ormas, terkait hiburan malam dibulan suci ramadhan. dan menjalankan tugas intruksi dari Kapolda Metro Jaya.

"Kami melakukan ini karena intruksi langsung dari Kapolda, dan untuk mengantisipasi aksi razia dan sweping ormas terkait tempat hiburan malam di bulan suci ramadhan ini, "tambahnya.

Masih kata Ali Zusron, dirinya beserta anggotanya melakukan pengamanan wilayah Polda Metro Jaya, dalam rangka hari keamanan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) agar semua masyarakat merasa aman dan kondusif sehingga tidak ada kehawatiran dalam melakukan aktifitas.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Maraknya aksi pencurian sepeda motor (curanmor-red) yang terjadi saat bulan suci ramadhan. di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, membuat warga resah.

Seperti yang diutarakan Ipit (24), salah satu warga kampung cakra Rt024/003, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi yang juga menjadi korban pencurian, menurutnya, akhir-akhir ini hampir setiap minggu selalu ada warga yang menjerit kehilangan sepeda motor.

“Dengan kondisi ekonomi krisis seperti sekarang ini sangat susah untuk memiliki motor, namun tetap saja penjahat sindikat curanmor itu tidak segan-segan untuk mengambilnya secara diam-diam (maling-red), ”ujarnya Minggu (21/6).

Di lingkungan sekitar sini kata dia, sudah terjadi dua kasus warga kehilangan sepeda motor, yang hingga saat ini masih belum terungkap siapa pelakunya.

“Aksi pencurian tersebut terjadi sekitar Jam 15.20 Wib, mereka memanfaatkan saat jam-jam dimana banyak warga  sedang pergi ke pasar. Terus terang kejadian ini sangat meresahkan, dan saya berharap agar pihak kepolisian dapat mengungkap dan menangkap pelaku curanmor, ”harapnya.

Terpisah, Cambang (57), Ketua Rt24/003, mengakui, bahwa daerahnya akhir-akhir ini memang rawan pencurian. Ia meminta bagi warga yang menjadi korban pencurian segera melaporkan ke pihak berwajib. “Waktu hilangnya nggak begitu lama. Selang beberapa hari sudah ada yang kehilangan lagi, ”terangnya.

Sementara, Kasi Humas Polsek Babelan, Brigadir Anwar Fadilah,SH mengatakan, bagi warga masyarakat yang memiliki kendaraan bermotor khususnya kendaraan roda dua. Ketika memarkir atau ketika berada didalam rumah, hendaknya motor miliknya itu dikunci ganda, sehingga akan memperlambat proses pencurian yang dilakukan oleh pelaku curanmor.

“Kami sudah lakukan patroli secara rutin ke tiap-tiap desa maupun kelurahan yang ada di Kecamatan Babelan, serta kembali lagi dan tak pernah bosan untuk menghimbau warga agar lebih waspada dan dapat bersinergi dengan kami. Kemudian untuk kendaraan agar menggunakan kunci ganda dan parkir ditempat yang aman, ”ujarnya.

Menurutnya, sampai saat ini pihaknya masih mendalami kasus curanmor tersebut untuk mengungkap kasus yang kini sudah meresahkan warga. “Terkait pelaporan warga, kami juga sudah lakukan pengembangan dan penyidikan,” tegasnya.

Menyikapi hal itu, Moh.Novrizal, Ketua Forum Pribumi Bekasi (FPB) mengatakan, dengan maraknya pelaku sindikat curanmor di Kabupaten Bekasi, ia menghimbau kepada masyarakat khususnya di Kecamatan Babelan harus waspada jangan meletakkan motor di sembarang tempat.

“Untuk para korban, laporkan segera ke pihak kepolisian terdekat. Selain itu juga kita berharap kepada Kapolresta Kabupaten Bekasi agar supaya menegaskan kepada bawahannya seperti Kapolsek harus betul-betul pro aktif untuk memberantas pelaku curanmor, ”ujarnya.(red)
Kesejahteraan masyarakat merupakan tujuan utama dalam pembangunan. Di dalam setiap implementasi kebijakan, pemerintah selalu menjadikan kesejahteraan sebagai tujuan yang hendak dicapai. Salah satu kebijakan pusat yang diharapkan dapat memberikan kesempatan bagi masyarakat daerah khususnya Kabupaten Bekasi. Puncak dalam mencapai kesejahteraan bersama adalah dengan otonomi daerah.

Otonomi Daerah adalah pemberian kewenangan yang luas, nyata dan bertanggung jawab kepada daerah secara proporsional dan yang diwujudkan dengan pengaturan, pembagian, pemanfaatan sumber daya nasional yang berimbang dan berkeadilan serta perimbangan pusat dan daerah. Kebijakan otonomi daerah tidak hanya menyangkut ruang lingkup penyelenggaraan pemerintahan saja, namun, harus bisa mendorong berlangsungnya proses otonomi masyarakat di daerah.

Masyarakat otonom adalah masyarakat mandiri, yang dapat secara bebas menentukan sendiri pilihannya berdasarkan kebutuhan yang diperlukan dan dirasakan, seperti memilih kepala daerah, merumuskan kebijakan pembangunan daerah dan keputusan lainnya sesuai dengan kondisi dan kemampuan daerah. Proses pembangunan daerah tidak akan maksimal jika tidak ada partisipasi dari seluruh komponen daerah, khususnya masyarakat. 

Pemerintah daerah harus menyusun program pembangunan sebagai upaya sistematis untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas kesejahteraan warga. Selain itu, pemerintah daerah harus mampu menyampaikan beberapa pelaksanaan program pro rakyat yang harus diikuti dengan perbaikan birokrasi dan peningkatan mutu penyelenggara pemerintahan.

Perencanaan APBD juga perlu disiapkan secara matang, efisiensi, akuntabilitas, efektivitas, dan kebermanfaatan bagi masyarakat, sehingga tidak timbul permasalahan kedepannya. Salah satu prasyarat untuk menciptakan kemandirian daerah adanya perubahan dalam tata pemerintahan di daerah sehingga fungsi pemerintah daerah sebagai fasilitator masyarakat bisa optimal.

Pemerintah daerah dalam hal ini pemerintah Kabupaten Bekasi harus meminimalisir fungsi memerintah untuk kemudian secara tegas dan jelas lebih mengedepankan fungsi melayani dan memberikan fasilitas pada usaha-usaha pemberdayaan masyarakat.

Tekad ini seharusnya terwujud dalam segala bidang dan diupayakan seoptimal mungkin, agar bersama-sama dengan seluruh komponen masyarakat daerah mau mewujudkan misi otonomisasi yaitu keadilan dan kesejahteraan masyarakat daerah.

Menurut UU Nomor 22 tahun 1999, Otonomi daerah diselenggarakan atas dasar prinsip demokratisasi, peran serta masyarakat, pemerataan, keadilan, dengan tetap memperhatikan keanekaragaman dan potensi daerah. 

Pengaturan dan pengelolaan keuangan daerah harus didasarkan pada perimbangan keuangan pusat dan daerah yang berwujud pada sumber pendapatan daerah dan dana perimbangan. Sementara itu, bagi masyarakat yang penting ada perubahan pada kinerja pemerintah sehingga masyarakat akan memperoleh pelayanan yang lebih baik dan murah. Penyelenggaraan pemerintah di daerah merupakan salah satu kunci penting keberhasilan pelaksanaan kebijakan otonomi daerah, karena merekalah ujung tombak dan eksekutor program tersebut.

Mengenai kemiskinan, pemerintah belum memiliki kebijakan berparadigma pro-rakyat miskin. Isu kemiskinan di Kabupaten Bekasi selama ini lebih banyak dijadikan komoditas politik. Data kemiskinan kerap dijadikan "siasat" bagi kepentingan politik semata. Tidak semua tingkat pemerintahan mengerti akan paradigma pro-rakyat miskin ataupun paradigma partisipatif. Selama ini kita menganggap masyarakat yang harus diberdayakan, padahal pemerintah pun belum tentu mengerti pro-rakyat miskin dan paradigma partisipatif itu seperti apa. Akibatnya, sering salah urus dan salah sasaran.

Manakala sesuatu sebab, seperti kemiskinan, membuat orang tua tidak mampu menyekolahkan anaknya, tanggung jawab orang tua tersebut gugur dengan sendirinya dan tidak dapat dikenakan sanksi. Negaralah yang kemudian harus memikul kewajiban memberikan pendidikan dasar bagi warganya yang tidak mampu. Oleh karena itu, dalam konteks kebijakan sosial yang membela hak-hak dasar rakyat miskin, kebijakan "wajib belajar sembilan tahun" sebenarnya salah kaprah. Yang tepat adalah kebijakan "hak belajar sembilan tahun".

Kebijakan ekonomi yang pro rakyat, tanpa anti terhadap ekonomi pro pasar merupakan jalan tengah atas persoalan ekonomi yang melilit di Kabupaten Bekasi ini. masih banyaknya kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bekasi, karena kebijakan makro pemerintah tidak berpihak kepada rakyat, tetapi lebih berpihak kepada elit penguasa dan juga pengusaha. Kebijakan pemerintah harus pro rakyat dan tidak perlu menuruti orang asing yang terus menerus mengintervensi wilayah Kabupaten Bekasi dalam hal ekonomi. Pasar juga harus tetap dikontrol, supaya rakyat juga tidak terkena dampaknya.

Sudahkah penguasa negeri ini melakukan kebijakan yang berpihak pada pengembangan perekonomian rakyat? Mayoritas "rakyat kecil" pasti akan mengatakan belum. Malah justru pemerintah kita terkesan semakin otoriter dengan mengurangi subsidi BBM yang diketahui akan berdampak luas pada kenaikan harga-harga lain di segala sektor. Masyarakat yang hanya berpikiran bagaimana bisa mencari sesuap nasi untuk hidup sehari-hari semakin tercekik. Dampak kebijakan pemerintah itu lebih dirasakan oleh kaum perempuan. Mereka harus mengetatkan ikat pinggang dan menutup mata untuk mengatur uang belanja bulanan, karena harga-harga barang naik, sedangkan pendapatan mereka tidak berubah.

Namun demikian, meskipun penolakan desakan untuk mengubah haluan kebijakan politik ekonomi yang neoliberal ke demokrasi ekonomi (ekonomi kerakyatan), namun sampai saat ini sikap pemerintah bergeming dengan keputusan mereka yang sudah dianggap final. Banyak keluarga yang tidak mampu lagi memenuhi kebutuhan hidupnya. Bahkan, ada seorang suami-istri yang rela bunuh diri bersama karena terlilit hutang. Apakah kondisi kemiskinan masyarakat kali ini akan menyadarkan para penguasa negeri ini untuk mengubah haluan politik ekonominya dan berpihak kepada rakyat miskin? tentu jawabannya terletak pada hati nurani para penguasa itu sendiri.

sumber: dari berbagai sumber
TAMBUN SELATAN bekasitoday.com-Karinding, alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul dengan mempergunakan jari tengah serta mulut sebagai wadah gemanya (resonator). Di jaman dahulunya karinding dimainkan ditempat-tempat yang sepi oleh pria atau wanita untuk menghibur diri sendiri.

Menurut Mulya Dharma Kartawijaya (34), alat musik Karinding ini dikenal didaerah lain seperti Jawa Tengah, Karinding disebut dengan Rinding, di Bali disebut Genggong, di Sumba (NTT) disebut Dunga, Druri di Nias (Sumut) Vicon di Irian Jaya (Papua). Sedangkan dalam istilah asing (Inggris) waditra ini disebut dengan Jew's harp (kecapi mulut).

"Karinding bisa disebut juga kecapi mulut, "ujar Lepay sapaan akrab Mulya Dharma Kartawijaya, Jum'at (19/6).

Alat musik ini merupakan sebuah alat musik yang mempunyai peranan penting dikalangan masyarakat tertentu, terutama dikalangan kaula muda, alat musik ini bisa digunakan sebagai media komunikasi dikala mereka berkunjung kerumah salah seorang gadis idamannya.

"Alat musik ini dulu sering dimainkan oleh kaula muda, sebagai salah satu media komunikasi untuk berkunjung kerumah gadis idamannya, "terangnya sambil malu.

Dijelaskan olehnya, karinding ini biasanya dibuat dari bahan sembilu bambu atau dari pelepah dahan nira (enau) yang berbentuk empat persegi panjang. "Bahan utama pembuatan Karinding itu bambu atan pelepah dahan nira, "jelasnya.

Untuk membunyikannya, kata dia, dengan cara didekatkan pada mulut, lalu dipukul dengan jari telunjuk, sedangkan rongga mulut membantu volume udara untuk mengatur nada-nada lagu.

"Kalau cara memainkan alat ini ditempelkan pada mulut, lalu dipukul-pukul dengan jari telunjuk, dan mulut membantu volume udara untuk mengatur nada-nada lagu yang dibawakan, "paparnya.

Namun, pada sekarang ini Karinding sudah banyak dimainkan oleh band-band anak muda, khususnya aliran etnik dan akustik. Iramanya yang syarat akan pesan, manambah kesyahduan aliran musik tersebut.

Lepay mengaku, sudah empat tahun menggunakan Karinding dalam penampilannya bersama Wajah Band. "Empat tahun sudah saya membawakan alat musik Karinding pada saat manggung bersama Wajah Band, "katanya.

Selain itu, kata Lepay, dia juga sudah menguasai tiga jenis Karinding. "Karinding pukul, Karinding toel, serta Karinding genggong, ketiganya sudah saya kuasai, "ungkapnya dengan bangga.(ind)
TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Portal yang ada di pintu masuk perumahan milik Graha Satria Mandiri (GSM) diduga dirusak oleh pihak pengembang perumahan Sahara, yang berlokasi di Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (17/6).

Ronal Supardi, Manager Operasional perumahan GSM kepada bekasitoday mengatakan, hal ini terjadi lantaran diduga kurangnya komunikasi, karena sudah lama komunikasi kami putus.

"Hal ini terjadi diduga lantaran putusnya komunikasi antara pihak GSM dengan pihak Sahara, "ujarnya.

Menurutnya, Rabu (17/6), sekira pukul 04:00 Wib, pada saat pengembang perumahan Sahara menurunkan alat berat dan tidak bisa masuk, akhirnya diduga portal kami dirusak.

"Ketika pihak pengembang perumahan Sahara menurunkan alat berat, diduga portal kami dirusak, itu terjadi sekitar pukul 4 dini hari, "terangnya.

Dia menambahkan, disini awalnya kita membantu Sahara, karena perumahan Sahara tidak mempunyai jalan masuk, seharusnya mereka berterimakasih ke kami (pengembang perumahan GSM-red).

"Karena kita sesama pengembang, kita bantulah pihak Sahara untuk mempersilahkan jalan di pintu masuk perumahan GSM, seharusnya pihak pengembang Sahara berterimakasih ke kami, dan bukan malah merusak fasilitas kami, "tuturnya.

Awalnya kamipun bersepakat untuk merawat jalan bersama, dan sampai saat ini kesepakatan tersebut belum dipenuhi oleh pihak pengembang Sahara.

"Awalnya kita sepakat untuk memperbaiki jalan warga perumahan GSM dengan pihak Sahara, tetapi sampai saat ini kesepakatan tersebut belum direalisasikan oleh pihak Sahara, "ujarnya.

Kami sudah mengambil langkah hukum dan melaporkan kejadian ini ke Polsek Tambun Polresta Bekasi Kabupaten.

"Pengrusakan yang diduga dilakukan oleh pihak pengembang perumahan Sahara, kita telah laporkan ke polsek Tambun untuk diproses secara hukum, "ungkapnya.(red)

BABELAN bekasitoday.com-Tradisi munggahan menjelang bulan suci ramadhan/puasa, nampaknya masih melekat hingga saat ini, pasalnya ratusan masyarakat yang didominasi oleh kaum perempuan, terlihat memadati pasar-pasar tradisional untuk sekedar berbelanja. Seperti halnya yang terlihat di pasar tradisional babelan, Rabu (17/6).

Hestri (27) salah satu warga babelan ketika ditemui disekitaran pasar tradisional babelan kepada bekasitoday mengatakan, belanja jelang bulan puasa adala sudah menjadi tradisi tahunan warga dalam menyambut bulan puasa.

"Belanja munggahan ini udah menjadi tradisi warga di setiap tahunnya untuk menyambut datangnya bulan puasa, "ujarnya.

Menurutnya, dalam belanja munggahan, biasanya membeli daging, ayam, bumbu masak, buah-buahan, serta sayuran pendukung lainnya

"Bisanya yang dibeli saat belanja menyambut puasa, daging, ayam, dan bumbu dapur serta aneka buah sebagai pelengkap, "terangnya.

Pantauan bekasitoday dengan tradisi tahunan warga disetiap menyambut bulan puasa ini, jalan sepanjang 100 meter didepan pasar babelan padat merayap, karena para pedagang mulai dari pedagang ayam, pedagang daging, serta pedagang bunga, terlihat menjajakan dagangannya dipinggir jalan.(yat)
BEKASI KOTA bekasitoday.com-Gerakan Pemuda Anshor Kota Bekasi, bagikan 1.800 kilogram beras ke seluruh kiyai-kiyai Nahdlatul Ulama (NU) yang berada di Kota Bekasi, untuk menyambut bulan suci Ramadhan 1436 H, Rabu (17/6).

Sementara, Ricky Bachtiar, Ketua Panitia mengatakan, tujuan dari kegiatan ini adalah mengingatkan kita sebagai hamba Allah agar terus saling berbagi ke sesama manusia sekaligus untuk menjalin tali silaturrahim, dimana sudah banyak dari kita (manusia-red) yang melalaikan manfaat dan pentingnya berbagi ke sesama manusia.

“Untuk mengingatkan kita sebagai hamba Allah, agar terus berbagi ke sesama manusia, serta menjalin tali silaturahmi,” ujarnya.

Menurutnya, para kiyai adalah jendelanya dunia karena beliau selalu memberikan ilmu nya dengan cuma-cuma demi terciptanya sebuah generasi baru untuk agama islam.

“Mereka adalah jendelanya dunia, dengan selalu memberikan ilmu secara cuma-cuma demi terciptanya generasi baru untuk agama islam,” terangnya.

M.Joefry, Sekretaris GP Ansor Kota Bekasi yang juga seorang panglima pergerakan, kepada bekasitoday menuturkan, kita sebagai manusia dituntut untuk saling berbagi ke sesama manusia, dan kita harus juga memulyakan seorang guru yaitu kiyai yang sudah memberikan pencerdasan terhadap kita umat islam dalam ilmu agama.

“Kita semua dituntut untuk saling berbagi ke sesama, dan kita juga harus memuliakan guru yang sudah memberikan pencerdasan,” jelasnya.

Kiyai sosok manusia yang mulia, yang selalu memperhatikan umat dengan pandangan rahmat (kasih sayang-red), jadi sudah seharusnya kita memperhatikan seorang kiyai agar kita mendapat ilmu yang bermanfaat yang sudah di berikan darinya untuk kita.

“Kiyai adalah sosok manusia yang mulia, sudah sepatutnya kita memperhatikannya, agar kita mendapat ilmu yang bermanfaat,” terangnya.

Dirinya menghimbau agar seluruh umat islam memperhatikan para kiyai dan patuh menjadi makmum kiyai. 'Iman Ini Bukan Beras Palsu !!!!. (jml)
BABELAN bekasitoday.com-Wabah serangan serangga tomcat kembali merebak, pasalnya dua rumah  yang berada di wilayah Rt15/03 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, diserang serangga tomcat, akibat dari serangan tersebut dua warga menjadi korban, Selasa (16/6).

Seperti halnya yang dialami Ahmad (27) yang mengaku terkena serangan serangga tomcat sudah seminggu lalu, menurutnya, serangga tomcat itu masuk ke dalam rumah melalui dinding yang bolong.

"Serangga tomcat nyerangnya pagi hari, siang, dan malam, mereka ada di kamar, di dapur, dan dikamar mandi, dateng dari celah tembok yang retak, "terangnya.

Menurutnya, dirinya dan warga lain ketika terkena serangan dari serangga tomcat, hanya di obati dengan bedak, lantaran serangan dari serangga tomcat membuat kulit gatal dan terasa panas.

"Saya, adik, dan ibu saya, serta tetangga sebelah, yang sudah merasakan panas serta gatalnya terkena serangan serangga tomcat, "ujarnya.

Sama halnya yang dikatakan Dewi Rembulan (28), salah satu warga Kedung Pengawas, menurutnya, serangga tomcat bermunculan di ruangan yang lembab, serta berada di sudut-sudut ruangan untuk berkembang biak.

"Biasanya serangga tomcat mencari ruangan yang lembab, seperti di pojok-pojok tempat tidur, untuk merkembang biak, "terangnya.

Menurutnya, sampai saat ini belum ada penangan dari dinas terkait untuk memberantas serangga tomcat yang semakin hari semakin meresahkan warga, jika dibiarkan, kami khawatir jumlah serangga tomcat ini makin banyak.

"Kami berharap dinas kesehatan dalam hal ini Puskesmas Babelan segera melakukan langkah untuk membasmi serangga tomcat ini, karena kalau dibiarkan maka dapat dipastikan semakin banyak warga yang terkena serangan serangga ini, "ungkapnya.(red)
BEKASI KOTA bekasitoday.com-H.Mahfudz Abdurahman, anggota komisi V DPR-RI mengaku, cara yang digunakan Gerakan Moral dengan cara memperkenalkan budaya bekasi bertepatan dengan digelarnya car free day's sangat tepat, dapat dipastikan ribuan pasang mata menyaksikan gelar seni dan budaya bekasi yang diadakan perguruan silat di bekasi.

"Cara yang digunakan perguruan silat bekasi dalam melestarikan seni budaya bekasi sangat tepat, dimana mengadakan pertunjukan seni beladiri di sela acara car free day's, sudah pasti ribuan pasang mata menyaksikan pertunjukan tersebut, "jelasnya saat dihubungi lewat telepon selularnya, Minggu (14/6).

Kami berharap generasi muda bekasi, sekalipun tinggal di lingkungan modern, jangan pernah meninggalkan sejarah asli bekasi, tentunya dengan cara melestarikan silat budaya, karena dengan budaya kita bisa menjaga bangsa.

"Bocah bekasi jangan lupa sejarah bekasi walaupun berada dan tinggal dilingkungan yang serba modern, karena dengan kita melestarikan budaya, dapat dipastikan kita bisa menjaga bangsa ini, "ungkapnya

Mardanih, Ketua Gerakan Moral disela acara kepada bekasitoday mengatakan, kegiatan kita ini untuk mengedepankan pencak silat sebagai budaya perilaku dan bahasa. "Bekasi punya betawi, dan kita wajib mengedepankan budaya bekasi, "ujarnya.

Menurutnya, semua daerah mempunyai budaya yang berbeda-beda dari moyangnya, dan hal itu harus dipegang teguh. "Budaya nenek moyang disetiap daerah pasti berbeda, harus dilestarikan dan dipegang teguh, serta dapat mengedepankan adabnya, "terangnya.

Informasi yang didapat bekasitoday, bahwa perguruan silat yang dinaungi oleh Gerakan Moral Silaturahmi Pelestari Budaya Bekasi ada sekitar 51 perguruan silat dari Jabodetabek dan Jawabarat.(red)  
BEKASI KOTA bekasitoday.com-Upacara pengibaran bendera merah putih unik ala jawara digelar diperguruan silat sumur tujuh yang beralamat di Kranji, Kota Bekasi.

Niman (63), guru besar perguruan silat sumur tujuh ketika ditanya kepada bekasitoday mengatakan, upacara pengibaran bendera ini sengaja kita gelar lain dengan upacara pada umumnya, karena yang mengadakan perguruan silat kita sisipkan jurus silat di dalam upacara tersebut.

"Kita sisipkan seni jurus pencak silat di dalam upacara bendera, karena disini kita perguruan silat dan lain dari upacara pada umumnya, "ujarnya saat merayakan milad ke tiga perguruan silat sumur tujuh, Minggu (14/6).

Dan alhamdulillah upacara bendera ala jawara ini dapat diterima oleh masyarakat, karena semua prosesnya sama yang membedakan hanya ada seni pencak silat di dalamnya. "Alhamdulillah dapat diterima di masyarakat, yang membedakan hanya di dalam upacara tersebut ada diselipkan seni bela dirinya, "terangnya.

Sementara, H.Mahfudz Abdurahman, anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Republik Indonesia (DPR-RI) Fraksi PKS mengatakan, upacara bendera ala jawara adalah upacara unik, dimana dalam proses pengibaran bendera memakai jurus silat, dan upacara ini hanya baru ada di Bekasi, dan pernah upacara ini dihelat di televisi, dan sempat membuat heboh anggota DPR-RI.

"Upacara ala jawara ini sempat menghebohkan DPR-RI, karena ada upacara bendera didalamnya diselipkan jurus silat, dan upacara ala jawara ini hanya ada di perguruan silat sumur tujuh bekasi, dan mungkin baru ada satu  di Indonesia, "ungkapnya.

pantauan bekasitoday, bahwa setiap peserta upacara memberikan penghormatan, tangan kiri memegang dada, dan tangan kanan memberi hormat.(red)

BEKASI KOTA bekasitoday.com-H.Mahfudz Abdurahman anggota komisi V Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPRRI) dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), sangat mengapresiasi warga bekasi yang telah ikut serta dan membantu melestarikan budaya-budaya bekasi.

"Saya sangat apresiasi warga bekasi yang ikut membantu dalam melestarikan budaya bekasi, baik itu dalam bentuk pengenalan benda sejarah seperti baju pangsi, kesenian tradisonal bekasi, makanan khas bekasi, ataupun sejenisnya yang berbau sejarah bekasi, "ujarnya ketika dihubungi lewat telepon selularnya, Minggu (14/6).

Saya berharap budaya-budaya bekasi dapat dikenal bukan hanya di Indonesia tetapi di mancanegara, sudah seharusnya kita orang bekasi melestarikan budaya peninggalan nenek moyang kita, dan kita wajib menjaga kelestarian budaya bekasi.

"Kita orang bekasi, harus melestarikan budaya bekasi, bila perlu budaya-budaya bekasi dikenal sama orang luar, dan bukan hanya di Indonesia saja, "terangnya.

Seperti halnya yang digeluti mpok Lilis (48) sudah hampir sebulan dirinya bersama beberapa temannya membuka Distro dimana distro tersebut menjual barang yang berbau sejarah bekasi seperti baju pangsi, serta ikat kepala khas bekasi.

Menurutnya, pelestarian budaya bekasi harus di kenali ke anak cucu kita sedari sekarang. "Kudu dari sekarang budaya-budaya bekasi kita kenalin sama anak cucu kita, bila perlu ke mata dunia, "ujarnya.

Distro yang diberi nama Beralak Semplak ini beralamatkan di Kelurahan Duren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi, berdiri sejak (25/5) kemarin. Distro ini berdiri atas dasar motifasi dari banyaknya pegawai pemerintahan yang ada di Kota maupun Kabupaten Bekasi yang melestarikan budaya bekasi dengan cara menyempatkan memakai pakaian pangsi sekali dalam seminggu saat bekerja.

"Pegawai pemerintahan belakangan mencoba menggunakan baju pangsi, dan kami coba untuk melestarikan budaya bekasi dengan cara membuka distro dimana didalamnya menyediakan serta kental dengan budaya bekasi, "terangnya.

Dia menambahkan, selain dari kalangan pegawai pemerintahan, konsumen yang datang ke distronya adalah dari kalangan perguruan silat yang ada di bekasi. "Selain dari pegawai pemerintahan, distro kami juga banyak dikunjungi dari perguruan silat yang ada di bekasi, "ungkapnya.(red)
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-H Sarbinih SH MH, mantan Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dari Fraksi PDI Perjuangan periode 2004-2009 dan 2009-2014 meninggal dunia pada usia 62 tahun di Rumah Sakit Cipto Mangun Kusumo (RSCM) sekitar pukul 18:30 Wib, Jum'at (12/6).

Sekitar pukul 22:15 Wib, jenazah tiba di rumah duka di jalan KH Fudholi, tepatnya di kampung Kebon Kopi, Desa Karang Asih, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, dan jenasah di sambut sanak saudara, keluarga, serta masyarakat sekitar.

Sementara, Muhammad salah satu keponakan Alm H Sarbinih mengatakan, semasa hidupnya mang haji sosok yang berani, jujur, dan amanah, serta bermasyarakat. "beliau adalah orang yang berani, jujur, amanah dan sangat bermasyarakat dengan orang orang di sekitar lingkungan dan di luar lingkungan, "ujarnya Sabtu (13/6).

Menurutnya, setelah di rawat selama delapan hari di RSCM, H.Sarbinih pun akhirnya meninggal dunia, lantaran penyakit gagal ginjal yang dideritanya, almarhum rencananya akan disemayamkan di tanah kelahirannya, di Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang. 

"Karena gagal ginjal mang haji pun menghembuskan nafas terakhirnya di RSCM, rencananya jenasah akan di semayamkan di tanah kelahirannya, di kampung balong sambi, Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, "terangnya.

Informasi yang didapat, bahwa almarhum meninggalkan seorang istri, tiga orang anak, dan empat orang cucu.(red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-H.Agus Sopian SE, Kepala Desa Segara Makmur, Kecamatan Tarumajaya yang juga menjabat sebagai Ketua Apdesi Kabupaten Bekasi mengaku telah menyiapkan sekitar 25 ton beras untuk dibagikan ke sekitar 5000 Kepala Keluarga (KK) yang ada di wilayahnya menjelang bulan suci ramadhan.

"Kami telah menyiapkan beras untuk di bagikan ke warga desa Segara Makmur sebanyak 25 ton beras saat menjelang bulan suci ramadhan, "jelasnya.

Menurutnya, untuk per KK kami akan berikan sebanyak lima kilogram beras, dan untuk lauknya kami siapkan makanan siap saji semisal sardines.  "Per KK kami berikan lima kilogram beras, beserta lauknya dalam bentuk kemasan kaleng, "ujarnya.

Sangat tidak manusiawi ketika Kepala Desa makan sahur dan berbuka puasa makan dengan daging ayam, tetapi warganya malah dalam kesusahan. "Jangan sampai ketika bulan suci ramadhan datang, ada warga saya yang tidak makan, "terangnya.

Dia menambahkan, kalau ada warga saya pada saat bulan suci ramadhan ada yang tidak makan di saat sahur atau berbuka, saya akan panggil Ketua Rt setempat, karena tidak melaporkan ada warganya yang mengalami kesusahan apalagi sampai tidak makan.

"Bila perlu saya pecat Ketua Rt setempat, apabila ada warganya yang kesulitan ekonomi tetapi tidak melaporkannya ke pihak desa dalam hal ini ke Kepala Desa, "ungkapnya.

Informasi yang didapat, bahwa pembagian beras oleh Kades Segara Makmur ke warganya adalah kegiatan rutin disetiap tahunnya, bukan hanya itu anak yatim dan jompo pun tidak luput mendapatkan santunan oleh kades menjelang bulan suci ramadhan.(red)  
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Belum beroperasinya Puskesmas Pembantu (Pustu) Desa Setia Asih dari Desember 2014 lalu, hingga saat ini banyak menuai kecaman dari masyarakat sekitar.

Ketika ditanya, Kepala Puskesmas Tarumajaya dokter Ria mengatakan, pada waktu pembangunan memang dibawah wewenangnya, setelah peralihan wewenangnya ada di Desa Setia Mulya.

"Pustu Desa Setia Asih bukan di saya lagi, wewenangnya sekarang ada di Desa Setia Mulya. Memang pembangunannya dimasa saya, tapi penggunaannya sudah bukan dimasa saya, "terangnya Rabu (10/6).

Terkecuali ada surat penggunaan dari Dinas Bangunanan (Disbang), kata dia, masih wewenangnya. Tapi penggunaan selanjutnya ada di Kepala Puskesmas yang baru.

"Kecuali pemberian suratnya dari Disbang ke saya masih wewenang saya, tapi suratnya tidak ada, wewenang selanjutnya ada di Kepala Puskesmas yang baru, "ujarnya.

Sementara untuk bisa beroperasinya Pustu Desa Setia Asih ada di wewenang Dinas Bangunan Kabupaten Bekasi, sedangkan Dinas Kesehatan sendiri hanya menunggu surat dari Dinas Bangunan. Diungkapkannya banyak Puskes yang sudah lama jadi. Namun, belum juga beroperasi, dikarenakan belum adanya serah terima dari Dinas Bangunan.

"Yang jelas Puskes Desa Setia Asih, Puskes Wahana Samudrajaya belum diserahin juga tuh, itu semua urusan Dinas Bangunan, "tandasnya.(ind/doy)
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Lagi, PT Cikarang Listerindo (CL) mengadakan bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis kepada warga yang ada di wilayah Rt07 serta Rt08 Desa Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, Rabu (10/6).

Sementara, Yohanes yang akrab disapa Anes, bagian Hubungan Masyarakat (Humas) PT CL saat di tanya terkait bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis, kepada bekasitoday mengatakan, bakti sosial ini adalah komitmen dari PT CL terhadap Corporate Sosial Responsibility (CSR) untuk warga yang berada disekitaran Site, serta ingin bersinergis kepada warga masyarakat sekitar.

"Ini adalah komitmen kami di dalam menjalankan program CSR untuk warga masyarakat yang berada di dekat perusahaan serta ingin bersinergi kepada warga masyarakat sekitar Site, "ujarnya.

Menurutnya, bakti sosial ini adalah kegiatan rutin PT CL di setiap bulannya, dimana dalam kegiatan ini kami merangkul pihak Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Binmaspol sebagai keamanan, serta aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksananya.

"Untuk tim medis dalam bakti sosial ini kami menggandeng pihak Puskesmas Mekarmukti, sebagai keamanan di lapangan kami telah berkoordinasi dengan pihak babinsa dan  binmaspol setempat, dan untuk pelaksananya kami percayakan kepada aparat desa Wangunharja, "terangnya.

Dia menambahkan, dalam kegiatan ini ada sekitar 60 orang pasien yang memeriksakan kesehatannya, sementara untuk pemeriksaan kesehatan sendiri meliputi pemeriksaan gula darah, kolesterol, dan asam urat.

"Ada sekitar 60 pasien yang datang untuk memeriksakan kesehatannya, ada sekitar 17 pasien yang datang memeriksakan kesehatan terkait gula darah, dan ada 12 pasien yang memeriksakan terkait kolesterol, dan untuk pemeriksaan gejala asam urat ada sekitar delapan pasien, "ungkapnya.

Kami berharap kegiatan bakti sosial yang rutin diadakan oleh PT CL dapat bermanfaat untuk warga masyarakat, khususnya warga masyarakat yang ada di sekitaran perusahaan kami.

"Dengan rutin diadakannya bakti sosial dalam bentuk pengobatan gratis disetiap bulannya, kami berharap dapat bermanfaat untuk warga yang berada di sekitaran Site PT CL, "tambahnya.(red)
  
bekasitoday.com-Kemenangan Karman Supardi SE menjadi Ketua Kelompok Kerja (pokja) wartawan Pemerintah Kabupaten Bekasi, terus mendapatkan dukungan, baik dari pemerintahan Kabupaten, Kecamatan, maupun pemerintahan Desa. Hal itu dibuktikan dari banyaknya spanduk ucapan selamat yang terpampang di setiap kantor Kecamatan hingga kantor desa, Rabu (10/6).

Sementara, Karman Supardi, Ketua Pokja wartawan Pemkab Bekasi mengatakan, sangat berterima kasih sekali kepada aparatur pemerintahan baik dari tingkat kabupaten, kecamatan, hingga tingkat desa. "Saya pribadi mengucapkan terimakasih, mungkin hanya ucapan terimakasih yang dapat saya lontarkan, baik kepada pihak eksekutif, legislatif, serta kawan-kawan Camat dan Kepala Desa se-Kabupaten Bekasi, "ujarnya.

Menurutnya, kemenangan saya menjadi Ketua Pokja wartawan Pemkab Bekasi adalah amanah yang diberikan oleh teman-teman wartawan mulai dari wartawan cetak harian dan mingguan, elektronik, maupun media online, tentunya akan saya jaga amanah ini dengan sebaik-baiknya. "Ini adalah amanah dari teman-teman wartawan, dan akan saya jalankan amanah ini dengan sebaik-baiknya, "terangnya.

Dan untuk mendekatkan serta memperkenalkan diri bahwasannya telah terbentuknya Pokja wartawan Pemkab Bekasi, kami akan mendatangi kantor kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi, tentunya pada saat minggon kecamatan, dan itu adalah salah satu agenda kerja kami, "Kami akan mensosialisasikan keberadaan Pokja wartawan Pemkab Bekasi, kepada Muspika yang ada di Kabupaten Bekasi, tentunya kami akan datang disetiap minggon kecamatan, "ungkapnya.(red)