TARUMAJAYA bekasitoday.com-Sejumlah pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi hentikan sejumlah armada dumtruk pengangkut tanah merah untuk pengurugan perumahan Segara City yang berlokasi di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sekitar pukul 22:00 Wib, Senin (22/6).

Vian Dasuki (30), salah satu pemuda tarumajaya, dalam orasinya mengatakan, bahwa aksi yang kami buat ini lantaran tidak adanya dukungan dari Muspika setempat, dalam hal ini, pihak Kecamatan, pihak Koramil, dan pihak Polsek Tarumajaya, dalam hal kerusakan jalan yang disebabkan banyaknya armada dumtruk pengangkut tanah merah yang berlalu lalang.

"Banyaknya kerusakan jalan yang ada di Tarumajaya lantaran armada dumtruk pengangkut tanah merah yang sering lewati jalan ini, ini bukti Muspika Tarumajaya tidak peduli dengan masyarakat Tarumajaya, "ujarnya.

Karena hal itu (ketidak pedulian Muspika-red), armada dumtruk pengangkut tanah merah semakin menjadi-jadi, dan tidak memperhatikan kesehatan dan keadaan masyarakat sekitar serta pengguna jalan.

"Karena selalu dibiarkan, armada dumtruk pengangkut tanah merah yang melintasi jalan semakin menjadi-jadi, dan mengabaikan keselamatan pengguna jalan serta kesehatan warga sekitar, "terangnya. 

Sama halnya yang dikatakan, Aldo Febrian (31), Ketua KNPI Tarumajaya, menurutnya, bahwa kelas jalan yang dilalui adalah jalan kelas tiga, sedangkan kendaraan yang melintas kendaran kelas satu yang bertonase tinggi.

"Jalan utama yang ada di sini adalah jalan kelas tiga, dan sangat tidak mungkin dilalui oleh kendaraan yang seharusnya jalan di jalan kelas satu, karena dipaksakan melintasi dijalan yang bukan kelasnya. tidak heran jalan sepanjang kurang lebih lima kilometer rusak parah, "jelasnya.

Dia menambahkan, kami ingin perbaikan jalan segera, khususnya yang ada di kampung bojong tanah baru, tarumajaya, lantaran jalan sudah rusak parah, serta sudah banyaknya jatuh korban.

"Kami ingin perbaikan jalan segera, terutama jalan yang ada di kampung bojong tanah baru, lantaran sudah banyak jatuhnya korban, diakibatkan jalan yang rusak parah, "tuturnya.

Kondisi ini dialami warga tarumajaya serta pengguna jalan kurang lebih selama enam bulan. Dan selama 24 jam armada dumtruk tanah merah lewat dijalan ini, kami dapat prediksi sehari semalam sebanyak 300 ritase.

"Armada dumtruk tersebut melintas hingga 24 jam, dan kurang lebih melintas sebanyak 300 ritase, dan suasana bising serta jalan rusak yang ditimbulkan dari armada sudah di rasakan warga selama kurang lebih enam bulan, "ujarnya. 

Kami akan memblokade jalan utama ini, ketika armada dumtruk tanah merah bertonase tinggi ini masih membandel, dan akan kami paksa untuk memutar balik kendaraan dumtruk tersebut, jangan sampai jalan warga semakin rusak parah.

"Kami akan paksa armada tersebut untuk putar balik, manakala mereka masih melintasi jalan milik warga ini, jangan sampai jalan yang ada tambah rusak, "ungkapnya.(red) 
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.