BABELAN bekasitoday.com-Eman Suryono (41) warga Perum Bumi Anugerah Sejahtera (BAS) Blok C2 No 26 RT1/3, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, korban tewas terbaliknya perahu eretan di Perum Bumi Anugerah Sejahtera RT01/03 Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, berhasil ditemukan, Kamis (4/6).

Sementara, Kapolsek Babelan, Kompol Krinton Sitanggang membenarkan telah ditemukan korban atas nama Eman Suryono (41) warga perum BAS Blok C2 No 26 Rt1/3, Kelurahan Kebalen, Kecamatan Babelan, setelah melakukan upaya pencarian dengan dibantu partisipasi masyarakat.

"Setelah itu kita melakukan upaya pencarian dengan dibantu oleh partisipasi masyarakat dan TIM SAR, serta Karang Taruna Bekasi. Dari hasil pengembangan, korban atas nama Eman Suryono ditemukan pada pukul 14.20 WIB di jembatan besi Desa Sriamur, Kecamatan Tambun Utara, dan korban dalam kondisi mengambang ditemukan oleh TIM SAR, "ujarnya.

Menurutnya, kejadian terbaliknya perahu eretan lantaran membawa 10 orang penumpang, yang terdiri dari tujuh penumpang dan tiga orang penarik perahu kayu (eretan-red). "Perahu eretan itu membawa 10 orang, yang terdiri dari tujuh penumpang, dan tiga orang penarik perahu, sementara ada tiga unit sepeda motor di perahu ini, "jelasnya.

Menurutnya, lebar Kali Bekasi sekitar 10 meter, dan kedalamannya sekitar lima meter, kata dia, penyeberangan melalui eretan merupakan tradisi warga Babelan. "Lebar sungai itu sekitar 10 meter, dan kedalamannya itu sekitar lima meter, penyeberangan melalui eretan ini sudah menjadi tradisi warga sini,"ungkapnya.

Dia menambahkan, saat menyeberang perahu itu terbalik. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, anggota Polsek Babelan langsung meluncur ke Tempat Kejadian Perkara (TKP). "Ada salah seorang yang sedang pacaran menaiki motor langsung menaiki perahu eretan itu, dan membuat oleng perahu eretan, sehingga terbaliklah perahu eretan itu. Setelah mendapatkan laporan dari masyarakat, kita langsung meluncur ke TKP, dan mengamankan orang-orang yang berada didalam perahu eretan tersebut, "terangnya.

Krinton Sitanggang mengakui kesulitan saat menanyakan berapa jumlah penumpang yang menaiki perahu eretan tersebut. "Kita disana mengalami kesulitan, karena setelah kita introgasi tiga penarik eretan tersebut tidak mengetahui persis jumlah penumpangnya itu berapa,"ucapnya.(ind)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.