TARUMAJAYA bekasitoday.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam organisasi masyarakat (ormas) Laskar Merah Putih (LMP) Tarumajaya datangi kantor Kecamatan Tarumajaya, Senin (29/6).

Kedatangan mereka untuk menanyakan kinerja camat yang selama ini dinilai tidak pro pembangunan yang ada di wilayah tarumajaya.

Seperti yang diutarakan Niman, Wakil Ketua LMP Tarumajaya, menurutnya, aksi kami ini lantaran pemerintahan kecamatan tarumajaya telah menutup jalan utama lintasan armada pengangkut tanah merah, dengan tidak memperhatikan Mou yang telah dibuat antara pihak PT MTA dengan warga pada bulan Agustus 2014 lalu.

"Aksi kami ini lantaran camat tarumajaya tidak memperhatikan kesepakatan awal yang telah dibuat pihak MTA dengan tokoh masyarakat dan BPD Pantai Makmur, serta telah menutup jalan utama lintasan armada pengangkut tanah merah, "jelasnya.

Kami minta pemerintah kecamatan dalam hal ini camat tarumajaya, mencabut kesepakatan yang telah dibuat, dan memperhatikan kesepakatan pihak MTA dengan masyarakat yang telah dibuat sejak Agustus 2014 lalu.

"Kami minta kesepakatan yang dibuat oleh camat tarumajaya tentang penutupan jalan dicabut, dan memperhatikan kesepakatan awal yang telah dibuat MTA dengan masyarakat, "terangnya.

Sementara, Sigit, camat tarumajaya saat ditemui pihak LMP mengatakan, awalnya datang surat dari aspirasi masyarakat, yang memberitahukan jalan rusak yang diakibatkan oleh lalu lalang mobil berkapasitas besar.

"Mau ada dan tidak adanya surat dari masyarakat terkait hal tersebut, sebetulnya saya mau menanyakan juga terkait jalan rusak yang diakibatkan armada berat, "jelasnya.  

Menurutnya, surat perjanjian yang ada adalah surat perjanjian kepada warga, dan bukan kesepakatan pihak MTA kepada pihak terkait yaitu pemkab bekasi dalam hal ini dinas bina marga terkait kerusakan jalan.

"Saya lihat surat perjanjian yang ada adalah surat perjanjian pihak MTA kepada warga, dan bukan ke pemkab bekasi, "terangnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.