TARUMAJAYA bekasitoday.com-Puluhan nelayan Muara Tawar, tidak bisa melaut dan terancam berganti profesi menjadi pemulung untuk memenuhi kebutuhan hidup, hal itu diakibatkan lantaran tercemarnya lautan nelayan Muara Tawar yang berada di Desa Pantai Makmur, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

Seperti halnya yang dikatakan Sarwani, salah seorang nelayan yang mengaku sudah tiga pekan tidak dapat melaut akibat banyaknya limbah perusahaan dan limbah rumah tangga yang langsung dibuang ke laut.

"Bagaimana bisa melaut, banyak limbah perusahaan dan limbah rumah tangga dimana-mana, kalau sudah begini ikan juga pasti tidak dapat hidup, "terangnya Selasa (30/6).

Menurutnya, mengumpulkan barang-barang bekas yang masih bisa di jual ini, sudah dilakukan dua pekan belakangan ini untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

"Kita tidak melaut, dari mana memenuhi kebutuhan sehari-hari, ya harus mengumpulkan barang bekas yang masih bisa dijual, "ujarnya

Hal senada juga dikatakan Dulhakim, menurutnya, banyak sampah yang terbawa arus laut hingga ke Muara Tawar.

"Sehari saya bisa mendapatkan dua karung plastik yang masih layak untuk dijual. Dan alhamdulillah hasil dari mengumpulkan barang bekas ini saya bisa mendapatkan Rp.30 ribu, "tuturnya.

Pantauan bekasitoday.com, para nelayan memilah sampah yang bisa dijual di tepian tempat nelayan menambatkan perahunya.(ind/red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.