Juli 2015
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Pemilihan Abang dan Mpok Kabupaten Bekasi Tahun 2015 telah dibuka. Event tahunan yang diselenggarakan oleh Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Bekasi ini memberikan kesempatan kepada para generasi muda berumur 17 s/d 23 tahun untuk menjadi Duta Wisata dan Budaya Kabupaten Bekasi, dan raih kesempatan menjadi wakil Kabupaten Bekasi dalam ajang Pasanggiri Mojang dan Jajaka Tingkat Provinsi Jawa Barat.

Berikut syarat untuk mengikuti pemilihan Abang dan Mpok Kabupaten Bekasi Tahun 2015:
  1. Abang/Mpok Berusia 17 – 23 Tahun
  2. Minimal Kelas 3 SMA/SMK Sederajat
  3. Tinggi Badan minimal untuk Abang 170 cm dan Mpok 165 cm
  4. Berdomisili di Kabupaten Bekasi dengan melampirkan fotokopi KTP atau tercatat sebagai Pelajar/Mahasiswa di Sekolah/Universitas yang ada di Kabupaten Bekasi dengan melampirkan fotokopi kartu pelajar/mahasiswa
  5. Memiliki wawasan/pengetahuan dibidang budaya dan pariwisata khususnya budaya Bekasi, sejarah Bekasi serta aspek-aspek pemerintah Kabupaten Bekasi
  6. Belum pernah menikah dan tidak akan menikah selama 1 (satu) tahun dalam menjalankan tugas sebagai Abang & Mpok Kabupaten Bekasi
  7. Sehat jasmani dan rohani serta bebas dari NARKOBA.
Setiap tahunnya, pemilihan ini diselenggarakan dengan tujuan utama, yaitu untuk mencetak Duta Wisata dengan kualitas dan pribadi yang baik yang nantinya berperan aktif melalui Paguyuban dibawah naungan langsung Dinas Pemuda, Olahraga, Budaya, dan Pariwisata. Duta-duta wisata ini akan melewati pembinaan dan menjadi ikon terutama dalam mempromosikan Pariwisata dan Budaya yang ada di Kabupaten Bekasi.
 
Selain itu event ini juga diselenggarakan untuk menyediakan wadah bagi para pemuda untuk berkreasi dan juga berkembang, karena selama menjalani proses seleksi, para peserta akan mendapatkan pembekalan yang bermanfaat. Rangkaian kegiatan Pemilihan Abang Mpok Kabupaten Bekasi 2015 antara lain termasuk Outbound, Unjuk Kabisa, dengan pembekalan termasuk materi Kepribadian, Public Speaking, Bahasa Asing, Budaya dan Sejarah Kabupaten Bekasi, Etika dan Etiket serta Table Manner, dan masih banyak lagi.
 
Untuk setiap peserta pertama-tama WAJIB mengikuti SELEKSI TAHAP 1 yang akan dilaksanakan di 5 (lima) lokasi pada hari, tanggal dan tempat sebagai berikut :

Hari                 : Rabu
Tanggal            :05 Agustus 2015
Tempat            : Kecamatan Cikarang Selatan dan Kecamatan Tambun Selatan
Waktu              : Pkl. 09.00 wib s/d selesai

Hari                 : Kamis
Tanggal            :06 Agustus 2015
Tempat            : Kecamatan Cikarang Utara dan Kecamatan Babelan
Waktu              : Pkl. 09.00 wib s/d selesai

Hari                 : Minggu
Tanggal            :09 Agustus 2015
Tempat            : GO WET Grand Wisata Tambun Selatan
Waktu              : Pkl. 09.00 wib s/d selesai

Untuk peserta SELEKSI TAHAP 1 ini agar menggunakan pakaian sebagai berikut:  
  • Abang: Kaos putih berkerah, Celana  jeans berwarna gelap, Sepatu Sket;
  • Mpok: Kaos putih berkerah, Celana jeans berwarna gelap, Sepatu Sket NO HEELS (Bagi yang berhijab agar menyesuaikan)
Informasi lengkap dan form pendaftaran selengkapnya dapat di unduh di SINI.

Untuk Informasi lebih lanjut juga dapat memantau: 
Website Kabupaten Bekasi    :    www.bekasikab.go.id / disparbudpora.bekasikab.go.id
Blog    :    ampokkabbekasi.blogspot.com
Facebook Group    :      paguyuban abang mpok kabupaten bekasi
Twitter dan Instagram    :       @AMPOKkab_bekasi
Email    :     ampokkabbekasi@gmail.com
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Turunnya material pembangunan Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Pal Jaya, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan warga, pasalnya selama ini masyarakat menilai belum adanya sosialisasi terkait pembangunan pusat restorasi tersebut, Jum'at (31/7).

Seperti halnya yang diutarakan Kong Marta (50), salah satu warga paljaya, menurutnya, kami sangat terkejut, jalur yang sering kami lintasi untuk melaut banyak terpasang patok bambu dan nyaris menutup jalur.

"Selain patok bambu yang terpasang, banyak juga material paku bumi yang belum terpasang, dan diperkirakan baru saja sampai di pagi hari, "ujarnya saat ditemui bekasitoday dikediamannya.  

Menurutnya, kami tidak menghambat pembangunan proyek, tetapi harus ada sosialisasi pihak-pihak terkait pembangunan pusat restorasi ini.

"Kami para nelayan yang juga warga sini, tidak menghambat pembangunan proyek, tetapi harus ada sosialisasi terlebih dahulu, sebelum proyek ini di kerjakan, "terangnya.

Terpisah, Agus, Ketua Pokmaswas PPI Paljaya kepada bekasitoday membenarkan akan dibangunnya Pusat Restorasi Pembelajaran Mangrove oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan di PPI Paljaya.

"Alhamdulillah disini dalam waktu dekat akan di bangun PRPM yang dianggarkan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pusat, "jelasnya.

Sementara untuk panjang jembatan sekitar 130meter, dengan lebar 2 meter, dan peoyek PRPM ini tidak menghambat laju perekonomian para nelayan yang ada di PPI Paljaya, karena jembatan yang akan di bangun mempunyai bentuk melengkung, dimana lengkungan itu untuk akses jalan para nelayan.

"Pembangunan ini tidak menutup akses jalan untuk para nelayan, lantaran rencananya jembatan yang menghubungkan ke PRPM melengkung tepat di akses jalan para nelayan yang selama ini digunakan, "ujarnya sambil menunjukan gambar rencana pembangunan kepada bekasitoday.

Dia menambahkan, untuk lebar serta tinggi dari jembatan tersebut, masing-masing lima meter, jadi perahu besar dan kecil bisa melewatinya.

"Panjang serta tinggi dari lengkungan  yang ada di jembatan tersebut masing-masing lima meter, sehingga tidak mengganggu para nelayan dalam mencari ikan ke laut, "ungkapnya.(red)
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Lantaran dinilai tidak memiliki keseriusan dalam mengawasi ketenaga kerjaan khususnya masalah keselamatan kerja, ribuan buruh datangi pusat perkantoran Pemerintah Kabupaten Bekasi, karena sebelumnya mereka telah melakukan audensi ke pemkab bekasi, Kamis (30/7).

Sementara, Oji, Ketua K3 Center, mengatakan, buruh merasa kecewa karena tidak bisa bertemu dengan Bupati Bekasi, Hj Neneng Hasanah Yasin, ini adalah bukti nyata pemkab bekasi tidak serius dalam mengawasi ketenaga kerjaan khususnya masalah keselamatan kerja.

"Kita lihat ada Sebastian yang bakar diri karena kekecewaannya dengan K3 di perusahaannya. Lalu ada kejadian di PT Mandom yang kita ketahui baru dua bulan beroperasi, dan kemarin kejadian Gunung Garuda yang telah memakan satu korban jiwa, "ujarnya saat ditemui Kamis (30/7).

Menurutnya, pemerintah hanya melakukan inspeksi mendadak ke perusahaan tanpa adanya tindak lanjut, seharusnya sejak inspeksi mendadak, tidak ada lagi pelanggaran terkait K3.

"15 orang pengawas mengawasi ribuan perusahaan, dan laporan kita hanya berujung sidan, dan satupun sampai saat ini belum ada pengawas tenaga kerja mem-BAP perusahaan, "terangnya.

Dia menambahkan, kami menginginkan ketika sidak digelar pihak K3 Center turut diundang, namun sampai saat ini hanya eksekutif dan legislatif saja yang datang.

"Dalam sidak jangan hanya pihak eksekutif dan legislatif saja yang datang, seharusnya pihak K3 center pun diundang, "ungkapnya.(red)  
BABELAN bekasitoday.com-Akibat diduga ada percikan api yang berasal dari dapur rumah seorang warga, lima unit rumah di kampung Al-Makmur Rt1/1 dan di Rt1/15, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, ludes dilalap si jago merah sekira pukul 20:00 Wib, Selasa (28/7).

Sementara, Kasi Humas Polsek Babelan, Brigadir Sutarto mengatakan, diketahui, lima rumah yang hangus terbakar diantaranya milik Mulyadi (75) pekerjaan wiraswasta (pedagang kusen) lahir di Bekasi, yang beralamat di kampung ujung harapan Rt1/1,  Noto Maryoto alias Karnoto (50) pekerjaan wiraswasta (pedagang kusen) lahir di Indramayu, beralamat di kampung ujung harapan Rt1/1, dan Suwandi alias Coan (50) pekerjaan wiraswasta (rongsok), alamat dagang di kampung ujung harapan Rt1/1, serta Nahrowi alias panjul (30) pekerjaan wiraswasta (pedagang sayur), yang beralamat di kampung ujung harapan Rt1/1, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan.

"Menurut keterangan warga sekitar, bahwa kebakaran terjadi kira-kira pukul 20:00 Wib, dan api tiba-tiba saja sudah muncul dan menjalar ke bangunan yang ada di sebelahnya, kemudian warga berteriak, "ujarnya.


Dia menambahkan, akibat dari kebakaran tersebut lima unit rumah yang merupakan bangunan liar hangus terbakar, dan sebagian besar barang-barang berharga milik korban tidak dapat diselamatkan.

"Sedikitnya lima rumah yang dikatuahi bangunan liar hangus terbakar, dan sebagian barang berharga milik korban tidak bisa di selamatkan, "terangnya.

Dan pihak kami, kata dia, telah memasang garis polisi dilokasi Tempat Kejadian Pekara (TKP). Dan sampai saat ini kami masih menyelidiki penyebab kebakaran dan memeriksa saksi-saksi.

"Sedang kami dalami penyebab pasti kebakaran tersebut, dan kami juga telah memasang garis polisi di sekitaran TKP, "tuturnya saat ditemui bekasitoday di tempat kejadian

Pantauan bekasitoday api berhasil dipadamkan sekitar pukul 21.30 Wib, setelah pihak pemadam kebakaran mengerahkan lima unit mobil pemadam. Tidak ada korban dalam peristiwa itu, namun kerugian di taksir mencapai ratusan juta rupiah.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Kombespol Rickynaldo Chairul Sik, Kapolresta Bekasi Kabupaten lakukan kunjungan kerja ke seluruh objek vital nasional yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi, Selasa (28/7).

Adapun objek vital yang dikunjungi oleh Kapolresta Bekasi Kabupaten adalah, PT.Odira Gas, PT Yudistira, PT Pertamina Field Tambun A yang berada di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi.

Sementara, Humas Polsek Babelan, Brigadir Sutarto kepada bekasitoday mengatakan, silaturahmi Kapolresta Bekasi Kabupaten ke objek vital nasional, sekaligus dalam rangka silaturahmi, kunjungan kerja serta asistensi jajaran di wilayah hukum Polresta Bekasi Kabupaten.

"Kunjungan Kapolresta Bekasi Kabupaten ke objek vital nasional dalam rangka kunjungan kerja, sekaligus silaturahmi serta halal bil halal, "ujarnya menirukan perkataan Kapolresta Bekasi Kabupaten.

Selain itu, kunjungan Kapolresta Bekasi Kabupaten ke objek vital nasional  untuk membahas sistem keppres no.63, dan menyusun konsfigurasi pengamanan dengan pihak POLRI.

"Selain kunjungan, Kapolresta juga membahas keppres no 63 tahun 2004, tentang pengamanan objek vital nasional, "terangnya.

Menurutnya, pengamanan objek vital nasional harus sesuai dengan baku dan mutu yang sudah memiliki kemampuan pribadi, kesatuan dan perusahaan dalam hal security dilatihkan dari Sekolah Polisi Nasional (SPN) Lido.

"Pam obvitnas harus sesuai baku mutu, tentunya yang sudah memiliki kemampuan pribadi, dan security harus dilatihkan dari SPN Lido, "ungkapnya.

Safety perusahaan dalam hal mengantisipasi kejadian Kecelakaan K3, antisipasi manajemen kritis, pengaman korban tidak berdasarkan  SOP Standar Operasional Prosedur (SOP), dan harus berdasarkan SOP tentang penanggulangan krisis.

"Perusahaan harus mengantisipasi kejadian kecelakaan K3, perusahaan pun harus bekerja berdasarkan SOP perusahaan, "jelasnya.
Dan kunjungan ini untuk mengantisipasi kejadian yang terjadi di PT Mandom di wilayah Cikarang beberapa waktu lalu.

"Agar setiap objek vital negara yang berada di kabupaten bekasi terhindar dari kejadian seperti di PT Mandom kemarin, "tuturnya.

Pantauan bekasitoday, bahwa kunjungan Kapolresta Bekasi Kabupaten selain di tiga lokasi di wilayah Babelan, juga langsung ke Pembangkit Listrik Tenaga Gas dan Uap (PLTGU) Muara Tawar di Kecamatan Tarumajaya, dan terkahir ke kawasan industri MM2100 Cikarang.(day/red)
BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah walimurid datangi kediaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, untuk mengadukan nasib anaknya yang tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online beberapa waktu lalu, Senin (27/7).

Sementara salah satu walimurid yang enggan menyebutkan namanya kepada bekasitoday mengatakan, awalnya saya menemui H Nisan selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babelan berniat nitip data anak saya untuk didaftarkan sekolah melalui online, tetapi sampai menjelang Masa Orientasi Sekolah (MOS) anak kami belum juga terdaftar di SMP Negeri 1 Babelan.

"Awalnya H Nisan menjanjikan ke saya bahwa dia besedia meng-input data anak saya melalui online, tetapi hingga akhir pendaftaran nama anak saya yang berkasnya sudah ditangan kasek tidak juga muncul di database tersebut, "ujarnya.

Dan sekarang anak kami tidak sekolah akibat dari ulah kasek tersebut, karena hal itu kami mengadukan perilaku kasek ke anggota dewan.

"Kalau memang kasek tersebut tidak bisa mendaftarakan secara online karena sibuk, kasitahu kami supaya kami bisa mendaftarkan anak kami secara online sendiri, dan korbannya adalah anak-anak kami yang tidak dapat bersekolah, lantaran hal itulah kami mengadukan ke anggota dewan, "terangnya.

Suriat, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan kepada walimurid yang datang kerumahnya mengatakan, masyarakat Kabupaten Bekasi belum siap mengahadapi PPDB online, dan pengaduan masyarakat ini akan kami bahas di dewan.

"Kejadian ini adalah potret ketidak siapan Kabupaten Bekasi dalam mengadakan PPDB online, dan pengaduan dari masyarakat ini akan kami bawa ke meja dewan untuk kami bahas, "jelasnya.

Dan akan kami surati Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babelan untuk dimintai keterangan terkait pengaduan masyarakat tentang sekolah tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan surati Kasek tersebut, untuk dimintai keterangan seputar PPDB online, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Satuan Lalulintas Polsek Babelan lakukan penyuluhan tata tertib berlalu lintas kepada pelajar mulai dari tingkat Sekolah Dasar (SD) sampai tingkat Menengah Pertama (SMP), serta untuk pengantar agar menggunakan helm saat berkendara, dan tidak boleh berboncengan lebih dari satu orang.

Sementara, Bripka Sugeng, Panit Lantas Polsek Babelan kepada bekasitoday mengatakan, dalam penyuluhan tata tertib berlalu lintas, pelajar juga diperkenalkan tata cara menyeberang jalan yang benar, dan mengenali rambu-rambu lalulintas saat berkendara untuk pengantar siswa yang memakai kendaraan bermotor roda dua.

"Pelajar tingkat SD dan SMP kami perkenalkan tata cara berlalulintas, diantaranya cara menyeberang jalan yang benar, serta tata cara mengendarai sepeda motor yang benar untuk pengantar siswa bersekolah, "ujarnya.

Terpisah, Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan ketika ditanya kepada bekasitoday mengatakan, kegiatan penyuluahn tersebut bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan pelajar tentang tata  cara menyeberang dan mengendarai kendaraan yang baik dan benar, serta mematuhi peraturan-peraturan berlalulintas (safety ridding-red).

"Penyuluhan tata cara berlalulintas ini diselenggarakan di sekolah yang ada di wilayah hukum polsek babelan, dan kedepan akan diadakan secara berkesinambungan khususnya bagi pelajar, "ujarnya,

Menurutnya, saat ini satuan lalulintas juga tengah melaksanakan kegiatan aksi keselamatan bulan tertib helm pada Juli 2015.

"Saat ini kami tengah melaksanakan kegiatan aksi keselamatan bulan tertib helm pada bulan Juli ini, "terangnya.(red)

BABELAN bekasitoday.com-Pihak Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, akan lakukan operasi yustisi untuk mendata warga pendatang baru pasca lebaran tahun ini.

"Kami akan melakukan koordinasi dengan Ketua Rt dan Rw, dan pihak Kecamatan Babelan serta Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Bekasi, untuk memantau para pendatang di setiap Rt dan Rw, "ujar H Najmuddin Lurah Bahagia kepada bekasitoday, Minggu (26/7).

Dirinya menjelaskan, pihaknya akan melakukan sidak ke setiap lingkungan Rt dan Rw yang ada di wilayah Kelurahan Bahagia.

"Dalam waktu dekat ini kami akan melakukan operasi yustisi di wilayah Kelurahan Bahagia, tentunya untuk mendata warga Kelurahan Bahagia, 'terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, dengan berakhirnya lebaran tahun ini, pihaknya menghimbau kepada setiap Ketua Rt dan Rw untuk senantiasa memantau warganya.

"Jika ada warga pendatang baru, maka diharuskan 1x24 jam untuk melaporkan diri, sehingga masyarakat Kelurahan Bahagia dapat terdata dengan baik, dan segera membuat Surat Keterangan Tinggal Sementara (SKTS), "ungkapnya mengakhiri.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Menjamurnya tempat usaha tidak berizin di wilayah Babelan, lantaran diduga adanya pembiaran yang dilakukan pemerintah mulai dari tingkat desa, kecamatan maupun kabupaten bekasi.

Seperti halnya bangunan permanen seluas kurang lebih 1000 meter persegi berdiri diatas lahan TKD Ciledug, tepatnya dijalan raya pertamina Rt23/3, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, yang dijadikan untuk usaha agen gas elpiji serta air minum isi ulang berbagai merk, masyarakat menduga usaha tersebut tidak mengantongi izin dari warga lingkungan sekitar.

Edy Da'ing Ketua LSM Forum Masyarakat Peduli Lingkungan (FMPL) yang juga salah satu warga yang rumahnya berdekatan dengan agen tersebut kepada bekasitoday mengatakan, dari awal kami warga sekitar belum pernah menandatangani izin apapun terkait usaha itu.

"Sudah beberapa tahun belakangan ini agen tersebut menjalankan usahanya, dari awal saya dan warga lainnya yang ada di sekitar tidak pernah menandatangani izin pembangunan dan penampungan gas elpiji itu, "ujarnya Minggu (26/7).

Menurutnya bahwa lahan yang digunakan untuk bangunan agen gas elpiji berdiri diatas lahan TKD, sehingga sangat tidak mungkin bangunan tersebut mempunyai izin.

"Yang saya tahu sebagian tanah di sini adalah TKD, dan kami menduga bangunan permanen agen gas elpiji tersebut tidak memiliki izin mendirikan bangunan, "terangnya.

Dia menambahkan, dalam waktu dekat, kami akan menyurati pihak-pihak terkait, tentunya untuk menanyakan tentang perizinan baik bangunan, maupun usaha yang dijalani beberapa tahun belakangan ini.

"Dalam waktu dekat kami akan menyurati pemilik agen tersebut, selain itu kami akan surati juga Desa Babelan Kota dalam hal ini trantib desa, dan Mantri Polisi (MP) Kecamatan Babelan sebagai penegak perda, serta pemerintah kabupaten bekasi dalam hal ini BPMPPT, "tuturnya.

Dan kalau memang semua izin itu tidak ada, kami minta kepada Satpol PP Kabupaten Bekasi dalam hal ini Kasi penindakan segera menyegel bangunan tersebut.

"Bangunan tersebut harus di segel oleh pemkab bekasi yang dinaungi oleh kasi penindakan dalam satuan pol PP, apabila bangunan tersebut tidak berizin, "tegasnya.

Dia menambahkan, kalau tidak segera ditindak, dikhawatirkan akan berdampak negatif untuk warga sekitar.

"Kami  warga yang berada di sekitar merasa khawatir, penampungan gas elpiji mengalami bocor dan meledak, "ungkpanya,

Terpisah, Pateh Budiana, Ketua Rt23/3, mengaku bahwa usaha gas elpiji yang ada di wilayahnya belum berizin, karena pemilik belum pernah membuat laporan usahanya, apalagi izin lingkungan sekitar, "ujarnya.

Eko, yang disebut-sebut sebagai pemilik bangunan serta agen gas elpiji EKSA GAS ketika ingin ditemui, tidak berada di rumah, usahanya pun terlihat tutup,(red)
CILINCING bekasitoday.com-Puluhan penari seni betawi yang tergabung dalam Sanggar Marunda Bang Pitung yang kebanyakan perempuan, diduga dianak tirikan oleh pemerintah setempat. Lantaran tidak adanya perhatian dari pemerintah untuk kesenian asli betawi ini.

Seperti halnya yang diutarakan Bang Sukara (30), Pengurus Sanggar Marunda, menurutnya, anak didiknya berlatih setiap hari Sabtu dan Minggu di halaman rumah bang pitung. Tetapi anehnya kesenian tradisional betawi ini tidak mendapat perhatian dari pemerintah baik pemerintahan Kelurahan Marunda, maupun pemerintahan Kecamatan Cilincing.

"Setiap satu minggu sekali kami berlatih dua kali di halaman rumah bang pitung, tetapi sangat kami sayangkan, sanggar tari kami tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah setempat, "ujarnya saat ditemui bekasitoday di halaman rumah bang pitung Selasa (21/7).

Lantaran hal tersebut, ketika latihan kami mengumpulkan uang secara swadaya yang diambil dari teman-teman sanggar untuk sekedar makan dan minum, dan sangat terpaksa kami mengutip uang dari pengunjung yang datang di rumah bang pitung.

"Ketika latihan, kami mengumpulkan duit secara swadaya, dan kami terpaksa hibur pengunjung yang datang ke rumah bang pitung, dan sangat terpaksa kami mengamen disini, "terangnya.

Menurutnya, setiap ada pentas seni betawi, kami tidak pernah diikut sertakan oleh pemerintah setempat, malah mereka sengaja panggil kesenian betawi dari luar Jakarta Utara.

"Kami pengen diperhatiin ama pemerintah, jangan dibiarin. Kita engga mao jadi penonton dikampung kita sendiri, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Kombespol Rickynaldo Chairul, Sik, Kapolresta Bekasi Kabupaten silaturahmi ke kediaman Ustd Murhali Barda, Ketua Front Pembela Islam (FPI) Bekasi Raya yang beralamat di kampung pondok Rt 20/1, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Sabtu malam (18/7).

Hadir dalam silaturahmi tersebut, Kompol Ardiansyah, Sik Kasat Intel, dan Kompol Muryono Kabag Ops Polresta Bekasi Kabupaten beserta jajaran, serta didampingi oleh Kompol Krinton Sitanggang SH, selaku Kapolsek Babelan beserta jajaran.

Ditemui diakhir acara silaturahmi, Kombespol Rickynaldo Chairul, Sik, kepada bekasitoday mengatakan, kedatangan kami beserta jajaran untuk berlebaran serta bersilaturahmi dalam rangka halal bil halal, kordinasi, serta kunjungan untuk membahas masalah bekasi, tentunya masalah kerukunan umat beragama, intinya supaya bekasi aman, tidak ada provokasi, tidak ada kegiatan yang mengarah munculnya konflik dan sebagainya.

“Silaturahmi dalam rangka halal bil halal, untuk mencegah konflik serta untuk kerukunan umat beragama, agar bekasi aman, tidak ada provokasi, dan tidak ada kegiatan-kegiatan yang mengarah ke unsur SARA, “ujarnya.

Kita akan ciptakan wilayah bekasi yang kondusif, ada sedikit kekhawatiran seperti yang terjadi di wilayah Papua, kita hanya mengupayakan pencegahan, agar hal-hal semacam itu tidak terjadi di wilayah bekasi.

“Ada sedikit kekhawatiran dengan apa yang terjadi di Papua belakangan ini, kita akan ciptakan pencegahan agar hal tersebut tidak terjadi di wilayah bekasi, “terangnya.

Kami berharap semua umat beragama supaya hidup rukun, karena di Indonesia ini banyak bermacam suku dan agama, tentunya agama yang diakui oleh pemerintah, yang pasti Negara kita ini adalah Negara pancasila dan Negara hukum.  

“Yang pasti Negara kita adalah Negara hukum dan berazaskan pancasila, kami berharap semua umat beragama hidup rukun dan damai, tentunya untuk penganut agama yang diakui oleh Negara Indonesia, “ungkapnya.

Terpisah, Kompol Krinton Sitanggang SH, mengatakan, kami ciptakan kondisi wilayah babelan yang kondusif, tentunya dengan menjalin komunikasi yang baik kepada tokoh-tokoh agama yang ada di wilayah babelan tentunya.


“Kami telah menjalin komunikasi yang baik kepada semua tokoh-tokoh agama yang ada di wilayah hukum babelan, tentunya untuk menjadikan suasana babelan tetap kondusif, “jelasnya.(red)  
bekasitoday.com-Tradisi nyekar makam di Hari Raya Idul Fitri nampaknya menjadi berkah para penjaga makam/kuncen, pasalnya setiap pejiarah yang datang untuk mendoakan keluarga yang telah meninggal tidak segan memberikan uang tips, lantaran telah menjaga dan merawat makam yang ada.

Seperti yang dialami kakek yang akrab disapa engkok kuncen (80), yang kesehariannya menjaga makam warga Kedung Jaya dan Kedung Pengawas Kecamatan Babelan, dirinya mengaku dapat keberkahan rizki yang berlimpah saat menjelang puasa dan di hari pertama lebaran, karena banyak warga yang datang untuk mendoakan keluarga di makam ini.

"Alhamdulillah dengan banyaknya warga yang mendoakan di makam ini, saya dapat rizki berlimpah, karena banyak yang datang ke makam ini memberikan sedikit uang buat saya, saya sangat bersyukur, "ujarnya Jum'at (17/7).

Menurutnya, dirinya menjaga makam kedaung ini sudah puluhan tahun, sampai-sampai membuat tempat tinggal di dekat makam, agar dapat merawat makam yang ada dengan baik.

"Sudah puluhan tahun saya menjaga makam ini, dan alhamdulillah anak-anak saya juga ikut ngebantu gali kubur saat ada warga yang meninggal dan dikubur disini, saya juga bikin rumah disini supaya bisa jagain makam, "terangnya.

Terpisah, Dewi Rembulan (28), salah satu pejiarah saat ditemui disekitaran makam kepada bekasitoday mengatakan, setiap saat apalagi menjelang puasa dan di hari raya lebaran, kami dan keluarga pasti jiarah ke makam orang tua.

"Setiap saat saya dan keluarga pasti datang untuk mendoakan orang tua yang telah meninggal dengan datang langsung ke pemakaman umum, apalagi disaat lebaran seperti sekarang ini, "jelasnya.

Dia menambahkan, lantaran tidak setiap hari bisa ke makam, kami mempercayakan kepada penjaga makam untuk sekedar membersihkan makam orang tua kami.

"Kami nggak sayang kasih engkong kuncen uang, karena telah menjaga dan membersihkan makam orang tua kami, "ungkapnya.(red)
bekasitoday.com-Pedagang musiman banjiri jalan raya pasar tradisional babelan untuk menjajakan dagangannya jelang hari raya Idul Fitri atau biasa disebut pasar bandeng, kegiatan ini sudah menjadi tradisi tahunan masyarakat untuk berbelanja kebutuhan lebaran, Kamis (16/7).

Rozak (45), salah satu pedagang musiman yang menjajakan dagangannya di pinggir jalan pasar babelan kepada beasitoday.com mengaku dirinya hampir setiap tahun berjualan di pasar babelan, khususunya menjelang lebaran.

"Hampir setiap tahun saya berjualan kulit ketupat di jalan pasar babelan ini. selain yang sudah jadi, pelepah daunnya pun kami jual\. "ujar pria asli babelan ini.

Menurutnya, dirinya membuka lapak dagangan dipinggir jalan sisepanjang pasar jalan raya pasar babelan semenjak Rabu (15/7) kemarin.

"Sejak Rabu kemarin saya sudah membuka lapak dagangan saya, mudah-mudahan jualannya habis, "terangnya sambil tertawa kecil.

Sementara, Royanih (31), salah satu pengunjung pasar mengatakan, belanja dipasar bandeng ini sudah menjadi tradisi menjelang hari raya Idul Fitri, biasanya sih belanja daging sapi, ayam, buah, kulit ketupat serta sayur-sayuran untuk diolah menyambut lebaran.

"Sudah menjadi tradisi kami warga muslim dalam menyambut lebaran, banyak yang kita beli, pokoknya kebutuhan untuk lebaran, "jelasnya.

Pantauan bekasitoday bahwa bukan hanya warga kecamatan babelan saja yang membanjiri pasar tradisional babelan, tetapi warga tetangga kecamatan-pun turut, seperti warga dari kecamatan tambun utara, kecamatan tarumajaya, serta warga kecamatan teluk pucung kota bekasi.

Dan lantaran membludaknya warga, jalan sepanjang pasar babelan ditutup untuk kendaraan roda empat dan dua.(red)


BABELAN bekasitoday.com-Guna mengantisipasi aksi kejahatan jalanan selama bulan Ramadhan dan menjelang idul fitri, Polsek Babelan memperketat pengamanan pada beberapa objek vital seperti pusat perbelanjaan dan perbankan.

Kapolsek Babelan Kompol Krinton Sitanggang,SH men­jelaskan, pi­hak­nya akan mengerahkan personel yang berpakaian preman maupun berpakaian dinas de­ngan persenjataan untuk me­ngan­tisipasi adanya aksi kejahatan ja­lanan di pusat perbelanjaan, Alfamart, Indomart, Toko Emas, Pegadaian, SPBU, Rumah Sakit, Pertamina, PGN (Perusahaan Gas Negara), dan lokasi mesin ATM (Anjungan Tunai Mandiri).

“Jadi kita melakukan antisipa­si sejak dini, sekaligus mem­persempit ruang para pelaku kejahatan untuk bergerak, ”tegasnya.

Menurutnya, kondisi yang kondusif itu, kata Krinton, tidak akan datang secara tiba-tiba tapi harus take and give, yang artinya para pengusaha mempunyai kepentingan dan kebutuhan bisnis, sedangkan Polri mempunyai kewajiban untuk mengamankan sesuai dengan tugas pokok yang dibebankan kepadanya selaku penanggung jawab Kamtibmas (Keamanan dan Ketertiban Masyarakat).

“Kami siap membantu masyarakat khususnya masyarakat Babelan, karena Polisi berdinas 1x24 jam, silahkan berkomunikasi dengan kami baik via telepon maupun langsung, karena saya juga 90% tinggal di Mapolsek dan 10% pulang ke rumah yang berlokasi di Condet Jakarta-Timur, ”terangnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Puluhan spanduk tentang penolakan proyek penanaman pipa gas milik Perusahaan Gas Negara (PGN) terpampang di sepanjang Jl.Raya Buni Desa Buni Bakti Kecamatan Babelan Kabupaten Bekasi. 

Terlihat dalam spanduk itu bertuliskan 'Harga Mati' hingga bernada pesan berisi 'Pengalihan Penggalian Pipa PGN di Desa Kami Buni Bakti.

Sementara, Irul (35), warga Kampung Buni RT.14/04 Desa Buni Bakti, mengatakan, dengan adanya proyek penanaman pipa gas milik PGN membuat warga khawatir. Pasalnya, pipa yang akan ditanam itu berada di badan jalan atau berjarak dua meter dengan rumah warga.

“Kami menolak dan meminta untuk dialihkan ke jalur lain. ini harga mati serta tidak dapat ditawar lagi, ”ujarnya.

Dirinya berharap, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi khususnya Bupati Neneng menghentikan izin proyek pemasangan jaringan pipa gas yang sudah berjalan di Kampung Utan Desa Muara Bakti Kecamatan Babelan, agar dampak ke masyarakat tidak semakin besar.

“Seharusnya Pemkab meminta rekomendasi dan melakukan sosialisasi (kepada masyarakat-red) terlebih dahulu sebelum dilakukan pembangunan proyek ini, ”tutupnya. 

Pantauan bekasitoday bahwa penanaman pipa PGN di sebagian jalan desa Muara Bakti tersebut di tanam asal jadi, sehingga jalan yang ada menimbulkan debu, karena cuma diurug memakai tanah bekas galian, dan tidak kembali dicor seperti semula.(red)

TAMBELANG bekasitoday.com-Sejumlah petani di Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, gagal panen. Lantaran tanaman padi yang semula mereka berharap akan memberikan hasil yang maksimal, ternyata justru sebaliknya sama sekali tidak menghasilkan.

Seperti halnya yang dikatakan Syamsul menurutnya, musim panen kali ini saya sama sekali tidak mendapatkan hasilnya. 

"Kami mengalami gagal panen pada musim tanam tahap pertama 2015 ini karena adanya serangan hama terhadap tanaman padi yang kami tanam. "ujar seorang petani di Desa Sukabakti, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi.

Ia mengaku, areal sawah seluas 30 hektare milik para petani untuk menopang keuangan rumah tangganya, pada musim kali ini sama sekali tidak memberikan hasil. "Ya pada musim kali ini, saya mengalami gagal panen karena terserang hama," kata Syamsul dengan nada sedih.

Sementara Heri, Kepala Desa Sukabakti mengatakan, gagal panen di Desa Sukabakti itu mencapai 30 hektare. "Penyebabnya itu dari kupu-kupu, "ungkapnya.

Menurutnya, awalnya yang datang menyerang tanaman padi adalah kawanan kupu-kupu dalam jumlah besar. Kupu-kupu itu bertelur dan setelah menjadi ulat masuk ke dalam batang padi, sehingga padi tidak mengeluarkan buah.

"Kalaupun tanaman padi berbuah, buahnya tidak berisi atau hampa,  "jelas Kades yang akrab dengan warganya ini.

Pemerintah setempat telah menghimbau kepada para petani agar segera melakukan penyemprotan ke sawah-sawah mereka.

"Ya penyemprotan dilakukan kalau petaninya itu rajin, kadang-kadang petani itu tledor, yang seharusnya penyemprotan dua kali ini dilakukan satu kali itu yang menyebabkan gagal panen, "tuturnya.

Dia menambahkan, telur kupu-kupu paling lama satu minggu untuk menetas, dan paling cepat itu tiga hari sudah menetas, kata Heri, panen sekarang ini lebih buruk dari tahun lalu.

"Kalau tidak cepat dan rajin melakukan penyemprotan ya gagal panen, tapi tahun dulu itu panennya bagus, "ucapnya.

Selain itu, lanjut Heri, gagal panen ini mengakibatkan merosotnya Pajak Bumi Bangunan (PBB) Desa Sukabakti, karena 80 persen penduduk adalah petani, dan para petani untuk membayar PBB mengandalakan hasil panen.

"Karena panennya gagal, akibatnya mereka tidak membayar PBB, "terangnya.

Dari potensi wilayah Desa Sukabakti, sambung Heri, baru 23 persen PBB ini masuk ke Desa Sukabakti. Sedangkan untuk masalah pengairan para petani tidak merasa kesulitan.

"Air untuk sekarang ini sangat lancar sekali, "ungkapnya.(red)

Pokja Wartawan Pemkab Bekasi Adakan Konsolidasi Internal dan Santuni Anak Yatim

CIKARANG bekasitoday.com-Kelompok Kerja wartawan Kabupaten Bekasi (pokja pemkab bekasi) adakan konsolidasi internal dengan tema "mari kita wujudkan wartawan kabupaten bekasi yang handal serta profesional", dan buka puasa bersama sekaligus santuni anak yatim piatu dari Pondok Pesantren Al-Fitroh, yang bertempat di hotel Grand Zuri Cikarang, Jum'at (10/7).

Hadir dalam acara tersebut puluhan wartawan pemkab bekasi, pemuka agama Ustd Imam Hambali, perwakilan dari PWI Bekasi H Erickman, serta tim Coca Cola Amatil Cibitung.

Sementara, Karman Supardi SE, Ketua Pokja wartawan Kabupaten Bekasi dalam sambutannya mengatakan, walaupun ada pengurus yang tidak menghadiri acara konsolidasi ini karena liputan, saya berharap pengurus pokja harus tetap semangat.

"Harus tetap semangat, walaupun ada pengurus pokja yang tidak ikut hadir lantaran ada liputan peristiwa yang tidak bisa ditinggalkan, "ujarnya.

Dirinya menegaskan kalau acara konsolidasi internal ini tidak disokong dari anggaran pemerintah kabupaten bekasi,

"Kegiatan konsolidasi internal pokja pemkab bekasi serta santunan anak yatim piatu ini tidak dibiayai dari anggaran pemerintah, "terangnya.

Dia menambahkan, buka puasa bersama serta santunan anak yatim ini adalah bentuk kepedulian kami kepada sesama, dan berharap mendapatkan keberkahan di bulan suci ramadhan.

"Santunan anak yatim piatu ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap sesama, juga untuk mencari keberkahan di bulan suci ramadhan, "tambahnya,(red)
PONDOK GEDE bekasitoday.com-H Mahfudz Abdurahman, anggota komisi V DPR RI terus mengingatkan pentingnya mengimplementasikan 4 pilar kebangsanaan kepada masyarakat Kota Bekasi, khsusnya bagi umat muslim. 

"Pilar itu di ibaratkan seperti tiang untuk penopang, sehingga bangunan akan bertahan lama jika ada pondasi yang kokoh. Namun demikian, jika manusia hakekatnya tidak memiliki pilar/pondasi lama kelamaan akan rapuh bahkan roboh seperti bangunan, "ungkapnya Sabtu (4/7).

Menurutnya, pendidikan 4 pilar tersebut akan  memperkokoh karakter bangsa, dimana warga negara dituntut lebih mandiri, tanggung jawab, dan mampu menghadapi era globalisasi melalui transmisi 4 pilar. Ada empat pendekatan untuk menjaga empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Diantaranya, pendekatan kultural, edukatif, hukum, dan struktural, hal tersebut dibutuhkan karena saat ini pemahaman generasi muda terhadap 4 pilar kebangsaan menipis. Saat ini di negeri sendiri sangat memprihatinkan, "paparnya.

Lebih lanjut dikatakan, pendekatan kultural dengan memperkenalkan lebih mendalam tentang budaya dan kearifan lokal kepada generasi muda.  Pendekatan edukatif perlu karena saat ini sangat marak aksi kriminal yang dilakukan generasi muda, seperti tawuran, pencurian, bahkan pembunuhan. Kebanyakan aksi tersebut terjadi saat remaja berada di luar sekolah maupun di luar rumah.

"Perlu ada pendidikan di antara kedua lembaga ini. Di rumah kelakuannya baik, di sekolah juga baik. Namun ketika di antara kedua tempat tersebut remaja berbuat hal negatif. Orangtua harus mencarikan wadah yang tepat bagi anaknya untuk memaknai empat pilar kebangsaan semisal lewat kegiatan di Pramuka, "tuturnya.

Pendekatan yang terakhir adalah pendekatan struktural. Keempat pilar ini perlu terus diingatkan oleh pejabat di seluruh tingkat. Mulai dari Ketua Rukun Tetangga, Rukun Warga, kepala desa, camat, lurah sampai bupati/wali kota hingga gubernur.

4 Pilar MPR meliputi, 1 -Pancasila Sebagai Dasar Negara dan Pandangan Hidup Bangsa Indonesia. 2 -Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia (UUD RI) Tahun 1945. Sebagai Landasan Hukum Untuk Mengembangkan Kemampuan dan Membentuk Watak Serta Peradaban Bangsa yang Bermartabat, dalam Rangka Mencerdaskan Kehidupan Bangsa. 3 -Negara Kesatuan Republik Indonesi (NKRI) Sebagai kesatuan bangsa Melalui Satu Sistem Pendidikan Nasional Menjaga Keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia bertujuan untuk memberikan pengetahuan yang pada akhirnya dapat mewujudkan sikap dan perilaku Bela Negara yang dilandasi Wawasan Kebangsaan. 4 -Bhineka Tunggal Ika untuk mewujudkannya  Kehidupan Bermasyarakat, berbangsa dan Bernegara Di dalam kehidupan berbangsa disekeliling kita terdapat agama, suku, ras, kesenian, adat, bahasa, dan lain sebagainya namun tetap satu kesatuan yang sebangsa dan setanah air.

"Kita berbeda-beda agama, suku,Ras, tetapi kita ini satu, dan harus saling menghormati. Dengan demikian, maka akan mempermudah tugas pemerintah untuk mempercerpat penyebarluasan tentang pentingnya 4 pilar kebangsaan. "tuturnya.(red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Tim Komunitas Trooper Indonesia (TI) chapter DKI Jaya, adakan bakti sosial santuni puluhan anak yatim piatu dan jompo di Sekolah Menengah Pertama (SMP) terbuka, yang beralamat di jalan Abri Masuk Desa (AMD) kampung tambun bulak Rt1/2, Desa Samudera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Sabtu (4/7).

Sementara, Gunawan salah satu tim Trooper Indonesia chapter DKI Jaya, kepada bekasitoday mengatakan, mohon maaf sebesar-besarnya karena terlambat datang ke lokasi, lantaran banyak kendala salah satunya macet.

"Sebelumnya kami mohon maaf, atas keterlambatan kami, yang di sebabkan adanya macet dijalan, "ujarnya.
Bantuan ini adalah sekedar bentuk silaturahmi antar sesama, dalam rangka dalam mencari keberkahan di bulan suci ramadhan.

"Ini sekedar bentuk silaturahmi kami terhadap sesama di bulan suci ramadhan, tentunya untuk mencari keberkahan, "terangnya.

Kita harus tetap semangat, walaupun didera segala bentuk rintangan, insya allah kita dapat melewatinya. "Walaupun banyak rintangan, insya allah kita dapat lewati bersama, dan tetap semangat, "ungkapnya.

Terpisah, Adi, Kepala Sekolah SMP terbuka dalam sambutannya mengatakan, kami sangat berterimakasih sekali atas sumbangan yang diberikan oleh tim trooper indonesia chapter DKI Jaya berupa satu buah toren, keramik, pipa, kloset, dan moubeler untuk ruang kelas.

"Alhamdulillah ada bantuan berupa toren, pipa, keramik, kolsetdan moubeler untuk ruang kelas yang diberikan tim TI chapter DKI Jaya, "ujarnya.

Dia menambahkan, ada sebanyak 16 siswa yang lulus, dari ke 16 siswa yang lulus, enam orang yang melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi, lantaran terbatasnya biaya.

"Ada sekitar 16 siswa yang lulus tahun ini, dan hanya ada sekitar enam orang yang melanjutkan ke sekolah menengah atas, lantaran keterbatasan biaya, "terangnya.(red)
SUKAKARYA bekasitoday.com-Terkait sudah lama fakumnya Badan Usaha Milik Desa (BUMdes), pihak Kecamatan Sukakarya, Kabupaten Bekasi, akan hidupkan kembali BUMdes, dengan tujuan untuk mempercepat pembangunan di desa dan juga memperbaiki kesejahteraan masyarakat di desa.

Sementara Edward Sutarman SE, Camat Sukakarya mengatakan, BUMdes ini adalah salah satu syarat utama dalam menerima bantuan dari pemerintah pusat. menurutnya, karena buruknya pengelolaan, di wilayahnya sudah tidak ada lagi BUMdes.

“Dulu di tiap desa memang punya BUMdes, tapi karena pengelolaannya gak bagus, jadi mereka fakum dan tidak aktif lagi hingga saat ini, ”akunya.

Dengan menjadi syarat utama dalam penerimaan bantuan dari pemerintah tersebut, dirinya mengaku akan kembali menghidupkan BUMdes di tiap-tiap desa.

“Memang betul BUMdes menjadi salah satu syarat utama, sekarang ini sedang kita kaji dan akan kita bentuk ulang sesuai dengan potensi dari masing-masing desa, biar kejadian seperti dulu tidak lagi terulang dan bisa lebih efektif lagi. ”terang pria yang akrab disapa Edo ini.

Dia menambahkan, diharapkan kedepan pembangunan di wilayah Sukakarya terus berjalan, dan pembentukan kembali BUMdes bukan sekedar persyaratan untuk menerima bantuan saja. 

"Kedepannya harus terus berjalan, ya artinya kita giatkan lagi, bukan sekedar karena syarat dari pemerintah pusat aja, masa iya kejadian dahulu mau terulang lagi..? Kan gak, jadi bukan hanya karena persyaratan saja, toh kalau berhasil, kedepannya yang akan menikmati pihak desa dan masyarakat, ”tutupnya.(ind/red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Puluhan pemuda yang tergabung dalam Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kacamatan Tarumajaya, nilai perbaikan jalan yang dilakukan pihak PT MTA asal jadi.

Seperti yang diutarakan mantan Ketua KNPI Kecamatan Tarumajaya, Piyan Dasuqi (31), menurutnya, perbaikan jalan yang dilakukan pihak PT MTA dinilai belum memenuhi standar kwalitas.

"Kita KNPI Kecamatan Tarumajaya tidak terima kesepakatan pihak PT MTA begitu saja, perbaikan jalan yang dikerjakan pihak PT MTA belum memenuhi standar kwalitas, "ujar Piyan kepada bekasitoday.

Dikatakannya, kalau hanya sistem tambal sulam, dan menggunakan meterial yang tidak standar kwalitas, kata dia, kekuatan jalan itu hanya sementara, dan hanya seolah menggugurkan kewajiban saja.

"Sistem tambal sulam boleh saja, tapi material yang digunakan tidak standar kwalitas, dan tahap pengerjaannya pun asal jadi, saya yakin kekuatan jalan itu pun tidak akan bertahan lama, "terangnya.

Selain itu, sambung Piyan, untuk armada yang nantinya akan digunakan belum diketahui jenisnya apa, dan kapasitas berat mobil itu sebanding atau tidak dengan kekuatan jalan.

"Belum lagi ditambah armada-armada pengangkut tanah merah yang nantinya akan kembali melintasi jalan ini, kapasitas berat mobil itu tentunya harus sebanding dengan kekuatan jalan, kalau tidak jalan akan kembali rusak, "tuturnya.

Sementara Camat Tarumajaya Sigit Andrian mengatakan, komitmen yang dijalankan pihak PT MTA bagus, karena dari kesepakatan yang ada pihak PT MTA menjalankan dengan baik.

"Tapi untuk sekarang tidak ada yang lewat kan armada-armada pihak PT MTA selama dalam perbaikan, itu pertanda komitmen mereka dijalankan dengan baik, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday, dari tiga kilometer jalan yang rusak, hanya satu kilometer saja yang diperbaiki.(ind/red)

BABELAN bekasitoday.com-PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field bekerjasama dengan Puskesmas Babelan I dan YLKI Bekasi, adakan sosialisasi pencegahan dan penanggulangan HIV/AIDS, sekaligus mengadakan acara buka puasa bersama, di aula kantor Kecamatan  Babelan. Kamis (2/7).

Terlihat dalam acara tersebut pemuda Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Babelan, serta Karang Taruna Babelan dan elemen pemuda sebagai tamu undangan.

Di sela-sela acara, Yong Mursito Ardy, Humas PT Pertamina EP Asset 3 Tambun Field ketika ditanya terkait acara sosialisasi HIV/AIDS yang dilaksanakan kepada bekasitoday mengatakan, kegiatan sosialisasi HIV/AIDS dan buka puasa bersama ini adalah kegiatan perdana PT Pertamina di bulan ramadhan.

"Sosialisasi HIV/AIDS dan buka puasa bersama ini adalah kegiatan perdana PT Pertamina di bulan suci ramadhan, disini kami mengundang teman-teman pemuda karang taruna dan KNPI, "ujarnya.

Menurutnya, kami akan sounding ke management, agar acara semacam ini terus diadakan disetiap bulan suci ramadhan, dan mungkin bukan hanya dilaksanakan di kantor kecamatan, di kantor manapun bisa diadakan.

"Kami akan bicarakan lagi kepada management agar kegiatan semacam ini terus diadakan dio setiap bulan suci ramadhan, tentunya untuk mempererat tali silaturahmi antara pemuda, elemen masyarakat dan pemerintah di wilayah babelan, "terangnya.

Terpisah, Suhermin SA, Ketua KNPI Babelan yang didampingi Yudi Anugerah, Sekretaris KNPI Babelan, kepada bekasitoday mengatakan, acara sosialisasi HIV/AIDS yang diakhiri dengan buka puasa bersama yang di adakan oleh pihak PT Pertamina sangat positif sekali,

"Kami menilai positif kegiatan sosialisasi sekaligus buka puasa bersama yang digelar PT Pertamina bersama Puskesmas Babelan I serta YLKI Bekasi, "ujarnya.

Kami pemuda KNPI Babelan berharap kegiatan semacam ini (buka puasa bersama-red) terus dilakukan, mungkin bukan hanya PT Pertamina saja, perusahaan-perusahaan yang ada di Babelan-pun harus dapat melakukan hal yang sama, tentunya untuk menjalin silaturahmi yang baik.

"Kami berharap bukan hanya PT Pertamina saja yang melakukan kegiatan ini, perusahaan-perusahaan besar yang ada di Babelan pun harus melakukan hal yang sama, tentunya untuk menjalin silaturahmi serta kedekatan, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-PT Bina Bangun Wibawa Mukti (BBWM), perusahaan daerah yang berdiri tanggal 30 Desember 2002, hadir berpartisipasi aktif dalam pemanfaatan sumber daya terutama di Bidang Pengembangan Insfrastruktur, Minyak dan Gas Bumi untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan pendapatan daerah.

Sementara itu Direktur Utama PT BBWM Prananto Sukodjatmoko mengungkapkan, akan segera berkoordinasi dengan Bupati Bekasi dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi terkait rencana pengembangan inovasi baru di bidang tenaga listrik.

"Kami akan berkoordinasi dengan Bupati Bekasi serta DPRD, terkait rencana pengembangan inovasi di bidang tenaga listrik, "ujarnya.

Saat ini, jelas Prananto, BBWM fokus dengan gas bumi. Namun tidak menutup kemungkinan adanya inovasi jika diizinkan Bupati Bekasi.

"Dengan gas yang dihasilkan dari BBWM, sekarang ini bisa memungkinkan adanya inovasi baru bergerak dibidang listrik, "terangnya.

Secara teknis kata Prananto, dengan gas tersebut BBWM akan melakukan riset dan kajian agar listrik yang dihasilkan dari BBWM layak dan bisa digunakan masyarakat luas.

"Kita akan pelajari dulu dasar hukumnya, serta kajian dan riset produksi gas menjadi tenaga listrik, seraya berharap DPRD bisa memberikan suport yang serius, agar inovasi tersebut bisa segera direalisasikan.(din)