BABELAN bekasitoday.com-Sejumlah walimurid datangi kediaman anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, untuk mengadukan nasib anaknya yang tidak diterima dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) online beberapa waktu lalu, Senin (27/7).

Sementara salah satu walimurid yang enggan menyebutkan namanya kepada bekasitoday mengatakan, awalnya saya menemui H Nisan selaku Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babelan berniat nitip data anak saya untuk didaftarkan sekolah melalui online, tetapi sampai menjelang Masa Orientasi Sekolah (MOS) anak kami belum juga terdaftar di SMP Negeri 1 Babelan.

"Awalnya H Nisan menjanjikan ke saya bahwa dia besedia meng-input data anak saya melalui online, tetapi hingga akhir pendaftaran nama anak saya yang berkasnya sudah ditangan kasek tidak juga muncul di database tersebut, "ujarnya.

Dan sekarang anak kami tidak sekolah akibat dari ulah kasek tersebut, karena hal itu kami mengadukan perilaku kasek ke anggota dewan.

"Kalau memang kasek tersebut tidak bisa mendaftarakan secara online karena sibuk, kasitahu kami supaya kami bisa mendaftarkan anak kami secara online sendiri, dan korbannya adalah anak-anak kami yang tidak dapat bersekolah, lantaran hal itulah kami mengadukan ke anggota dewan, "terangnya.

Suriat, Anggota DPRD Kabupaten Bekasi Fraksi PDI Perjuangan kepada walimurid yang datang kerumahnya mengatakan, masyarakat Kabupaten Bekasi belum siap mengahadapi PPDB online, dan pengaduan masyarakat ini akan kami bahas di dewan.

"Kejadian ini adalah potret ketidak siapan Kabupaten Bekasi dalam mengadakan PPDB online, dan pengaduan dari masyarakat ini akan kami bawa ke meja dewan untuk kami bahas, "jelasnya.

Dan akan kami surati Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babelan untuk dimintai keterangan terkait pengaduan masyarakat tentang sekolah tersebut.

"Dalam waktu dekat kami akan surati Kasek tersebut, untuk dimintai keterangan seputar PPDB online, "ungkapnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.