TARUMAJAYA bekasitoday.com-Banyaknya limbah di laut serta pendangkalan, membuat sejumlah nelayan kesulitan, belum lagi dengan penutupan laut yang diduga dilakukan oleh PT Mega Agung Nusantara (MAN), yang membuat nelayan semakin terdesak.

Kepala Balai Penyuluhan Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Tarumajaya, Minggah, membenarkan kalau nelayan mengeluhkan hal-hal tersebut.

Sayangnya, sebagai orang teknis, Minggah mengaku tidak bisa melakukan apa-apa dan hanya bisa melaporkan kegusaran nelayan ke pihak-pihak terkait.

"Kita kan hanya orang teknis saja dan gak ada anggarannya, paling ya kita hanya laporan saja ke WALHI, bahwasannya laut di sana dah gak layak, paling hanya seperti itu, "akunya (24/8).

Sebagai orang BP3K, Minggah mengaku kalau tugas pokok UPTD-nya hanya sebatas memecahkan permasalahan petani dan nelayan secara teknis.

"Kalau ada teknologi baru kita mengabarkan ke mereka atau misalkan mau meningkatkan produktivitas, kita baru bisa memecahkan, tapi kalau sudah sampai permasalahan limbah atau penutupan jalur nelayan, itu baru kita angkat tangan, hanya bisa meneruskan ke atas saja, "ungkapnya.(ind/red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.