TARUMAJAYA bekasitoday.com-Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kecamatan Tarumajaya, akan kembali melakukan aksi pemblokiran jalan, lantaran proyek pengurugan Perumahan Segara City yang berada di Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, yang sudah berjalan satu tahun lebih, diduga belum mengantongi izin lintas.

Aldo Febrian, Ketua KNPI Tarumajaya mengatakan, perjanjian yang dilakukan pada (25/6) lalu, yang telah disepakati oleh unsur Muspika dan pihak PT PGN, PT MTA, Binamarga, dan KNPI Tarumajaya, dan perwakilan tiga desa di Tarumajaya, dinilai telah melanggar butir-butir kesepakatan yang ada.

Dikatakannya Poin 4 itu berisi, PT MTA dalam pelaksaan pengurugan akan menempuh perizinan terlebih dahulu sesuai dengan peraturan yang berlaku serta pelaksaan pengurukan menggunakan kendaraan truk kecil. Namun, jika PT MTA melakukan sosialisasi, maka semua akan bertoleransi.

"Kami masyarakat, dan KNPI Tarumajaya, akan melakukan sebuah aksi lagi, karena pihak PT MTA sudah melakukan pelanggaran, dan kita masih bertoleransi jika PT MTA mengadakan sosialisasi kepada masyarakat, "ucapnya, Jum'at (21/8).

Seharusnya pihak PT MTA harus mengikuti peraturan yang telah disepakati, dan memproses izinnya hingga selesai sesuai peraturan yang berlaku.

"Kalau sedang diproses izinnya, kok sekarang masih pada lewat, dengan menggunakan armada dumtruk, hingga meresahkan pengendara dan masyarakat sekitar, "tukasnya.

Menurutnya, sejauh ini pihak muspika kecamatan Tarumajaya dinilai cuek terhadap lingkungan sekitar, terbukti PT MTA masih beroperasi menggunakan dumtruk dan tidak mengikuti kesepatan yang telah disepakati.

"Bila sampai Senin sore pihak Muspika dan PT MTA tidak merespon, maka  masyarakat dan KNPI Tarumajaya beserta ormas lainnya akan melakukan aksi pemblokiran jalan kembali, "ungkapnya.

Sementara Kasi Trantib Kecamatan Tarumajaya Rohadi mengatakan, sejauh ini PT MTA sudah memenuhi sebuah perizinan dan rekomendasi dari Kepala Desa.

"PT MTA sudah melaksanakan semua perizinannya kok, mereka sudah mengantongi rekom dari tiga Kepala Desa (Kades) terkait lintasan armada dumtruk, "katanya.

Terpisah Ketua Pemuda Pancasila Tarumajaya Riki Subakti mengatakan, luas pengurukan Perumahan Segara City seluas 125 hektare.

"Baru 40 persen pengerjaan pengurugan perumahan Segara City, pengurugan itu setara dengan badan jalan yang ada, "bebernya.

Kendati demikian terkait adanya rekomendasi Kepala Desa yang diberikan ke PT MTA, dinilai Ricky belum memenuhi karena masyarakat dan RT/RW setempat diduga belum merasa memberikan izin tersebut.

"Pemerintah memberikan izin, tapi mereka mengenyampingkan kepentingan masyarakat, memang mereka mengantongi izin rekom dari Kepala Desa, itupun kalau sesuai peraturan, dan izin terkuat itu dari masyarakat dan RT/RW setempat, "pungkasnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.