September 2015
BABELAN bekasitoday.com-Puluhan guru Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan dan SMPN 4 Babelan hadiri lepas sambut Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Babelan, dari H Nisan Mpd ke Drs Jamaluddin, Rabu (30/9).

Dalam sambutannya, H Nisan Mpd, mengatakan, rotasi mutasi di kalangan pejabat sudah biasa, ini adalah kebijakan dari Bupati Bekasi, dan kita harus siap untuk menjalankannya, karena jabatan ini adalah amanah yang harus kita jalani.

"Keputusan ada di Bupati Bekasi, kita sebagai pejabat publik harus bisa menerima rotasi mutasi ini, jabatan adalah amanah yang harus kita jalanin, "ujarnya.

Dirinya berharap, rencana kegiatan yang belum terlaksanakan, agar dapat di wujudkan oleh kepemimpinan yang baru (Drs Jamaluddin-red).

"Banyak kegiatan yang belum terlaksana, agar dapat diteruskan oleh Drs Jamaluddin selaku Kasek SMPN  1 Babelan yang baru, "terangnya.

Sementara, Drs Jamaluddin, Kasek SMPN 1 Babelan mengatakan, Alhamdulillah saya dipercaya oleh pimpinan untuk menjadi kasek di SMPN 1 Babelan, tentunya ini adalah amanah yang harus kita jalani dengan penuh rasa tanggung jawab.

"Ini adalah tanggung jawab yang harus saya jalanin tentunya dengan penuh rasa tanggung jawab, "ujarnya.

Dirinya meminta kepada seluruh staf serta guru SMPN 1 Babelan, dan para pencari berita untuk bersinergi dalam dunia pendidikan, serta kegiatan belajar mengajar.

"Kepada teman-teman media saya berharap dapat menjalin kemitraan yang baik dengan sekolah, "terangnya.(red)



 
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Kegiatan peningkatan jalan yang berada di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi sepanjang kurang lebih 300 meter, dikomplain warga, pasalnya hampir semua beton yang terpasang mengalami retak segmen, dan diduga mutu dari beton tersebut tidak sesuai dengan spek yang ada.

Menurut beberapa orang  warga sekitar, bahwa pekerjaan proyek yang dikerjakan terkesan asal jadi, lantaran masyarakat menilai belum lama dikerjakan beton yang ada sudah mengalami retak-retak, kami menduga mutu beton hanya berkisar K275.

“Masa sudah pecah kaya gini padahal dicornya baru kemaren, kaya nya pemborong memakai mutu beton hanya kisaran K275, “ujarnya.

Kami minta pengawas, konsultan, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus dapat mengecek ke lokasi pekerjaan, dan jangan hanya duduk manis di kursi yang empuk.


“Mana kerjanya PPK, PPTK, Konsultan, serta Pengawas pekerjaan yang dibayar oleh pemerintah untuk mengawasi pekerjaan, masa pekerjaan seperti ini dibiarkan, apakah memang mereka tidak turun kelokasi pekerjaan saat pekerjaan itu berlangsung, “tukasnya.

Dia menambahkan, kami masyarakat muara gembong menunggu perbaikan jalan sejak 10 tahun lalu, dan kami kecewa ketika ada perbaikan jalan mutunya tidak bagus.

"Kami kecewa, lantaran jalan yang kita idam-idamkan selama tahunan, pas diperbaiki kondisinya kaya gini, "ungkapnya. 

Sarif, yang disebut-sebut sebagai pengawas pekerjaan, ketika dihubungi lewat telepon selularnya mengatakan, bahwa dirinya menjadi pengawas pekerjaan bukan hanya di wilayah Kecamatan Muara Gembong saja, dan banyak pekerjaan proyek yang harus di awasi dibanyak tempat.

"Sampai saat ini saya belum melihat lokasi pekerjaan proyek peningkatan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Muara Gembong, dan nanti akan saya cek pekerjaan tersebut, "ujarnya.

Pantauan bekasitoday, bahwa buruknya pekerjaan proyek peningkatan jalan yang berada di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, lantaran saat pekerjaan berlangsung diduga pengawas, PPTK, serta konsultan tidak berda di lokasi pekerjaan, dan selalu alasan klasik yang terlontar dari mulut mereka, ironis sekali.(red)
KOTA MADYA bekasitoday.com-Sinyal Bekasi sedang dalam keadaan darurat. Pasalnya masyarakatnya sudah tidak percaya dengan kinerja aparat penegak hukum. Karena dianggap lamban dan tidak serius dalam memberantas kejahatan korupsi.

Melihat kondisi demikian ratusan anggota Barisan Ansor Serbaguna (BANSER) bersama anggota Gerakan Pemuda (GP) Ansor, serta mahasiswa dan pemuda yang tergabung dalam Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK) mendatangoi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi di Jalan Pramuka No.1 Kelurahan Marga Jaya Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Jawa Barat.

Ketua Presidium FPAK Zainudin, bersama perwakilan pemuda dan mahasiswa pada aksi ini sempat adu mulut dengan Kejari Kota Bekasi. Pemicunya, karena pejabat Kejari Kota Bekasi, ketika diminta tanda tangan diatas surat yang berisi "Tekad Serius Bersama-sama Elemen Masyarakat Memberantgas Korupsi" ternyata tidak mau tanda tangan.

"Padahal beliau itu, ketika menjadi aparat penegak hukum kan berani bersumpah atas nama Tuhan, untuk bekerja jujur menjalankan tugas. Tapi kenapa tanda tangan diatas kertas yang isinya bagian dari penjabaran sumpah atas nama Tuhan tadi kok tidak berani tanda tangan, "jelas Zainudin saat berbincang, Kamis (24/9).

Ditambahkannya, mental koruptor Kota Bekasi saat ini seperti sudah tidak percaya lagi dengan isi ideologi NKRI yakni Pancasila. Dimana, Sila Pertama "Ketuhanan Yang Maha Esa" atau percaya tentang adanya Tuhan, dan setiap manusia itu akan mati.

"Bagaimana mungkin seorang koruptor ingat mati, kalau berani melakukan korupsi tanah fasilitas sosial yakni tanah pemakan umum (TPU) untuk istirahatnya orang mati, senilai Rp4,2 Miliar, dan apa mungkin, pejabat setingkat Camat atau Eselon III berani korupsi sebesar itu sendirian, tanpa backing pejabat di atasnya atau koruptor kelas kakap?, "tegas Zai.(ind)

CIBITUNG- Perayaan Idul Adha 1436 Hijriah/2015 Masehi kali ini, Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin mengajak Masyarakat untuk bisa menteladani empat point penting sejarah kehidupan Nabi Ibrahim AS.

"Sejenak kita mengenang kembali manusia Agung yang diutus oleh Allah SWT menjadi Nabi dan Rasul, yakni Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya, Keagungan Pribadinya membuat kita bahkan Nabi Muhammad SAW harus mampu mengambil keteladanan darinya,"ucap Neneng Hasanah Yasin.

Bahkan Lebih lanjut Neneng mengatakan, hal itu sesuai firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Al-Mumtahanah ayat 4 yang artinya, "Sesunguhnya telah ada suri teladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dengan dia.

"Pelajaran yang dapat diambil dari kehidupan dan perjuangan Nabi Ibrahim AS disini, adalah agar kita juga berjuang dan menebarkan keshalilah dan kemashlatan di sekitar kita, kita harus tampil bukan hanya sebagai pribadi yang shaleh secara individu, tetapi juga pribadi yang menebarkan keshalihah dan manfaat ditengah masyarakat, "jelasnya.

Lebih lanjut Neneng mengatakan, ada banyak hal yang harus diteladani dalam sejarah kehidupan Nabi Ibrahim AS beserta keluarganya, ada beberapa hal yang dapat diambil dari sejarah perjalanan hidup Nabi Ibrahim AS untuk semua dijadikan pelajaran dalam perbaiki kualitas kehidupan diri kita dan umat islam.

"Pertama, Berprasangka baik kepada Allah SWT, sikap ini merupakan sesuatu yang sangat penting, karena dari sikap ini, kita akan menjalani kehidupan sebagaimana yang ditentukan oleh Allah SWT, sikap Optimisme dalam menghadapi problemetika kehidupan adalah langkah terbaik agar tidak terjebak dalam kekalutan hati dan pikiran, "ujarnya.

Kedua masih menurutnya, disiplin di dalam menjalani syariat Allah SWT secara totalitas ada keharmonisan antara ucapan dan prilaku nyata didalam menjalankan ajaran-ajaran islam, baik dalam kehidupan pribadi, keluarga, masyarakat, berbangsa dan bernegara.

"Ketiga, sebagai seorang muslim apalagi yang sudah menjalankan ibadah haji, seharusnya mampu mengaplikasikan amanah keislamannya dan terus berusaha menegakkan dan memperjuangkan kebenaran islam serta berusaha memberantas kemungkaran dan kemaksiatan, "tandasnya.

Keempat, lanjutnya, Memperkokoh semangat pengorbanan Idul Adha merupakan hari raya Qurban, yang berarti pendekatan, yakni pendekatan diri kepada Allah SWT agar kehidupan di dunia dan di akhirat memperoleh kebahagiaan, inti pengorbanan adalah kerelaan hati untuk berbagi kebahagiaan, dan keceriaan termasuk pada hari raya Idul Adha ini, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Melalui Program Corporate Sosial Responsibility (CSR) PT Cikarang Listerindo (CL) kembali salurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah di Kecamatan Babelan dalam rangka sambut Hari Raya Idul Adha 1436 H, Rabu (23/9).

Yohanes, Humas PT CL ketika ditemui kepada bekasitoday.com mengatakan, penyaluran hewan kurban ini  adalah kegiatan rutin yang diadakan oleh perusahaan melalui program CSR disetiap tahunnya.

"Ini adalah kegiatan rutin kami, dalam menyambut Hari raya Idul Adha, dan hewan kurban tersebut kita salurkan ke wilayah desa yang berdekatan dengan site Pembangkit Listrik Tenaga Batubara (PLTB), "ujarnya.

Menurutnya, hewan kurban yang kita salurkan diantaranya, untuk Kecamatan Babelan, Desa Buni Bakti, Desa Muara Bakti, serta Desa Kedung Pengawas.

"Satu ekor sapi untuk kecamatan Babelan, satu ekor sapi untuk Desa Muara Bakti dan dua ekor kambing ke wilayah kadus Pe'i Desa Muara Bakti, satu ekor sapi untuk Desa Buni Bakti, serta satu ekor sapi lagi untuk Desa Kedung Pengawas, "terangnya.

Dia menambahkan, ini adalah komitmen dari PT CL terhadap program CSR, dan ingin bersinergi kepada warga di sekitaran perusahaan berada.

"Kami ingin bersinergi dengan masyarakat sekitaran perusahaan, tentunya ini adalah komitmen kami terhadap CSR perusahaan, "ungkapnya.(red)
KOTA MADYA bekasitoday.com-Puluhan Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK), kembali mendatangi Kejaksaan Kota Bekasi, bersama puluhan Banser Nahdatul Ulama, dan Gerakan Pemuda Ansor untuk menanyakan penuntasan kasus-kasus korupsi dan untuk memberikan surat perjanjian segera menuntasan kasus Korupsi yang ada di Kota Bekasi.

"Dengan ini kami meminta untuk menuntaskan kasus-kasus korupsi yang sudah kami laporkan, karena masyarakat Kota Bekasi menunggu hasil kinerja Kejari, dan meminta Kejari ke masyarakat selama proses kasus penuntasan ini berlangsung. Kami dari FPAK akan selalu mengontrol kinerja Kejari untuk selalu memberikan laporan kepada masyarakat setiap minggunya, "ujar koordinator aksi Zainudin kepada wartawan, Rabu (23/9).

Adapun indikasi kasus korupsi yang telah dilaporkan yakni, indikasi kasus Disbimarta, indiksi kasus korupsi Prajab, indikasi kasus korupsi lahan TPU Bantar Gebang.

Menurutnya, kasus-kasus yang telah dilaporkan selama ini, diduga tidak ditangani dengan intens oleh Kejari Kota Bekasi, masyarakat pun mempertanyakan kinerja mereka selama ini.

"Kinerja Kejari Kota Bekasi diduga seperti mental-mental kerupuk, apabila kena air akan melempem, dan kami menduga seperti itu lah gambaran kinerja mereka, "terang Zainudin.(ind)


CIKARANG bekasitoday.com-Ironis, Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Bekasi sering kali mengklaim berhasil menuntaskan kemiskinan, namun kenyataannya masih banyak warga yang hidup di bawah garis kemiskinan.

Potensi yang dimiliki Kabupaten Bekasi untuk meningkatkan pendapatan asli daerah yang bisa memperbesar Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) yang diketok Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) setiap tahunnya, bukan dari kehadiran kawasan industri semata. Ternyata di salah satu kecamatan di wilayah utara Kabupaten Bekasi, yakni Kecamatan Babelan, tersimpan kekayaan minyak bumi dan gas alam yang cukup signifikan.

Besarnya potensi minyak dan gas di wilayah tersebut, seyogianya bisa memakmurkan masyarakat, namun kenyataan menunjukkan sebaliknya, dimana kemiskinan dan penderitaan semakin mendera masyarakat banyak. Inilah sebuah ironi dan keadaan tragis wilayah tesebut.

Berdasarkan pantaun wartawan saat berkunjung ke wilayah tersebut, sebanyak tujuh (7) unit rumah warga di Dusun I Kampung Pertanian RT 024 RW 003 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, hidup di sebuah gubug reyot yang serba keterbatasan tanpa ada perhatian dari pemerintah setempat maupun pusat.

“Ada tujuh rumah warga yang sudah tidak layak huni. Mereka rata-rata hidup menempati gubuk kecil mulai dari ukuran 3x3 sampai dengan 6x6 meter. Dan ada sebagian warga yang dinding-nya terbuat dari bambu pun terancam ambruk. Begitu pula ada sebagian warga atap-nya yang sudah bocor di mana-mana, ”ujar Cambang, Ketua RT Kampung Pertanian, 024/003 Desa Babelan Kota, Kamis (17/9).

Menurutnya, ada salah satu warga yang hidupnya tinggal di atas tanah orang dengan membangun sebuah bedeng kecil berukuran 3x3 meter yang terbuat dari bambu serta terpal.

"Hanya beralas hamparan kardus, saat malam hari mereka harus menahan dingin-nya cuaca. Jika hujan turun, bisa dipastikan tubuh mereka ini basah kuyup, namanya Bambang (45 tahun) dan istrinya bernama Ida (37 tahun) dengan satu orang anak laki-laki (11 tahun) yang masih duduk di bangku kelas V Sekolah Dasar (SD) Negeri, mereka tinggal di tanah orang dengan membangun rumah gubuk yang sangat tidak layak untuk ditempati, ”ungkapnya.

Menurutnya, keluarga adalah komplek terkecil dalam masyarakat dan rumah merupakan tempat kebutuhan pokok dalam keluarga.

“Rumah merupakan tempat yang nyaman untuk ditinggali, namun perlu saya sampaikan bahwa di wilayah saya masih banyak warga masyarakat yang tinggal di rumah yang tidak layak huni, ”terangnya.

Mereka itu tergolong pada keluarga fakir miskin dan tidak mempunyai penghasilan tetap yang dapat mencukupi kebutuhan sehari-harinya.

“Saya atas nama pribadi mohon kepada pemerintah agar mereka mendapatkan perhatian khusus, ”harapnya.

Sementara, Bambang (50) saat ditemui wartawan bersama uwa Sa'amah (56) mengatakan, untuk menopang kebutuhan sehari-hari,  dirinya beserta istri harus rela mencari rongsokan atau barang-barang bekas, demi mendapatkan uang setiap hari-nya.

“Yah yang namanya usaha nyari rongsokan, kadang dapat banyak kadang dapat dikit bang. kalau lagi dapat banyak dijual bisa dapat Rp 30.000 per hari, kalau lagi dapat dikit paling dijual cuma dapat Rp 12.000 – 15.000 per hari,” tutur Bambang, sambil membersihkan aqua gelas bekas hasil pencarian-nya.(red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Dalam rangka melaksanakan berbagai kegiatan dan program kerja, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bekasi, Drs.Hari Muharman, melakukan kunjungan ke Puskesmas Pembantu (Pustu) yang baru selesai di bangun di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, Selasa (15/9).

“Hari ini kita melakukan pengecekan bangunan, agar ketika dipakai untuk pelayanan tidak menjadi masalah, ”ujarnya.

Menurutnya, untuk mewujudkan program tersebut, dirinya akan menginventariskan empat orang tenaga medis dan satu orang dokter sementara, yang diambil dari puskesmas induk Desa Setia Mulya Kecamatan Tarumajaya.

“Karena bangunan puskesmas induk itu (Desa Setia Mulya-red) keberadaan-nya sudah tidak layak, jadi saya akan memindahkan tenaganya disini (Pustu Desa Setia Asih-red) hanya untuk sementara sampai dengan bangunan itu selesai direnovasi, dan nanti tenaga-tenaga yang ada akan kami kembalikan lagi ke Pustu Desa Setia Mulya, ”terangnya.

Pustu Desa Setia Asih akan ditempatkan tenaga kerjanya sesuai kebutuhan, karena penduduk di Desa Setia Asih sekitar 40 ribu.

“Jangan sampai masyarakat berobatnya itu keluar, apalagi masyarakat Desa Setia Asih itu berobatnya ke kota, itu kan bikin malu kita, "ungkapnya.


Ketika disinggung mengenai minimnya tenaga medis, dirinya kembali mengatakan. “Nah disini-kan keterbatasan SDM, dan nanti SDM yang ada akan kita tempatkan di Pustu Desa Setia Asih. Mengenai belum adanya alat kesehatan (alkes) di Pustu Desa Setia Asih, pihaknya masih menunggu hasil pengumuman Unit Lelang Pengadaan (UPL).

“Barang dari hasil lelang itu akan didistribusikan segera mungkin. Dan rencananya Pustu Desa Setia Asih akan dijadikan Puskesmas nanti, ”pungkasnya.

Sementara, Kepala Desa Setia Asih Hj.Siti Qomariah mengatakan, saat ini warga masyarakat Desa Setia Asih sangat mengharapkan adanya puskesmas tersebut. Dia berharap agar puskesmas tersebut segera dibuka, karena selama ini warganya selalu berobat di kota.
”Setia Asih ini berbatasan dengan batas wilayah Kota Bekasi. Meski demikian jika puskesmas itu dibuka, warga akan lebih memilih berobat di daerah-nya sendiri, ”ujarnya.(red)
BEKASI SELATAN bekasitoday.com-Kejaksaan Negeri Kota (Kejari) Kota Bekasi akan mengusut dugaan kasus korupsi di Dinas Bina Marga dan Tata Air di Kota Bekasi.

Sementara, Kasi Intel Kejari Kota Bekasi Ferly Sarkowati mengatakan, Intitusinya akan menindak lanjuti data yang diserahkan oleh Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK) Kota Bekasi.

"Kami akan tindak lanjuti laporan yang telah diterima, sesuai dengan Standar Operasional Prosedur Kejari Kota Bekasi, "ujar Ferly kepada wartawan, Selasa (14/9).

Menurutnya, Kejari Kota Bekasi tetap menjunjung tinggi pprofesonalitas dan obyektivitas setiap kali menetapkan tersangka kasus korupsi, yaitu dengan memiliki bukti-bukti yang kuat.

"Tuntutan teman-teman akan dilanjutkan, ini semua demi kebenaran. Kami tidak diam dan tidak tidur, "katanya.

Seperti diketahui, FPAK menyebut Kepala Dinas Bimarta Kota Bekasi Tri Adhianto melakukan mark up anggaran (penggelembungan) pada proyek penanggulangan banjir di Perumnas 3, Kelurahan Aren Jaya, Kecamatan Bekasi Timur.

"Total ada tujuh proyek yang kami nilai bermasalah dan merugikan keuangan negara. Untuk itu kami melaporkan kepada Kejari Kota Bekasi agar segera diusut," kata Koordinator Aksi FPAK, Saddam FM.(ind/red)
BABELAN bekasitoday.com-Terkait maraknya pungutan serta penjualan buku baik paket maupun Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah baik Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sampai Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), di nilai salah satu Kepala Sekolah SMAN di Kabupaten Bekasi lantaran pemerintah telah membohongi tentang sekolah gratis.

Seperti halnya yang diutarakan Madasar Susanto, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babelan, menurutnya, benar kami menjual buku ke siswa melalui koperasi sekolah, dan kalau disalahkan saya siap untuk melawan, dan saya siap dipanggil ke inspektorat.

"Pemerintah telah membohongi kami pihak sekolah tentang memberikan buku untuk siswa dari tingkat SD sampai SMA, menurut saya ini adalah pembohongan publik, sekali lagi saya tegaskan pemerintah tidak pernah memberikan buku untuk siswa, selama ini kami ketipu sama menteri- menteri kita yang diatas, "ujarnya dengan nada kesal.

Terkait munculnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2008, mulai 20 Mei 2012, kontrak payung Kepala Sekolah se-Indonesia membuat usulan di akun, ternyata akun tersebut erorr, per 15 Juli melalui manual kami kembali membuat melalui dinas, disitu jadwal sudah diterapkan, Mei kontrak, Juni buku turun, Juli didistribusikan, kenyataan membuktikan buku baru turun bulan September akhir, kelas 1 lima buku, kelas 2 tujuh buku, dan kelas 3 tidak sama sekali di tahun 2013, dan ditahun 2014 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), kacau sehingga kekacauan itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu, buku dijual ke toko-toko buku, padahal tidak boleh dijual belikan.

"Munculnya PP nomor 2 tahun 2008, yang seharusnya bulan Juni buku sudah dapat di distribusikan, ternyata baru pada September buku didistribusikan, untuk kelas 1 lima buku, kelas 2 tujuh buku, "terangnya.

Dan pada 5 Desember, pemerintah melalui menteri membuat surat sakti ke kepala sekolah se-Indonesia, menyatakan bahwa selain failedting project, sekolah yang biasa kembali ke kurikulum 2006, dan di Kabupaten Bekasi hanya 12 sekolah yang sebagai failedtingnya, selebihnya balik kanan semua, dan sejak itu tidak ada bukunya.

"Sebulan setelah itu keluarlah surat sakti dari menteri ke setiap kepala sekolah, yang menyatakan bahwa selain failedting project, semua sekolah kembali ke kurikulum 2006, dan SMAN 1 Babelan kembali ke kurikulum 2006, anehnya sejak kita terapkan kurikulum 2006 tidak ada bukunya, "ungkapnya.(red)


Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten Tutup Usia

KABUPATEN BEKASI bekasitoday.com-Jajaran Kepolisian RI Polresta Bekasi Kabupaten berduka. Salah satu perwiranya, Kompol Sukamto (50) yang menjabat sebagai Kasat Reskrim meninggal dunia karena penyakit yang dideritanya di RS Premier Jatinegara, Jakarta Timur pada hari sabtu dini hari (12/9).

"Beliau memiliki hipertensi yang menyebabkan pendarahan diotaknya dan koma dua hari sebelum akhirnya menutup usia "jelas Panit Binmas Polsek Cikarang Barat, Iptu Wuryanti.

Sebelumnya beliau sempat dirawat di RS Islam Pondok Kopi tapi tak ada perkembangan. Informasi dokter pembuluh darah almarhum ternyata sudah pecah sejak dua hari sebelumnya, kami semua kehilangan sosok pemimpin yang berdedikasi tinggi, "ujarnya.

Wuryanti mengenang almarhum Kasat Reskrim dengan NRP 65080079 ini juga seperti tak mau meninggalkan pekerjaannya ketika penyakit di tubuhnya sedang menyerangnya.

Kompol Sukamto sempat disemayamkan di rumah duka Kampung Jembatan RT 01/08 No 45 Penggilingan, Cakung, Jakarta Timur. Rencananya, almarhum akan dimakamkan di tanah kelahirannya, Sragen, Jawa Tengah. Almarhum meninggalkan satu orang istri, Sri Murtini (50) dan empat orang anak.


Semasa hidupnya, almarhum menjabat sebagai Kasat Reskrim Polresta Bekasi Kabupaten sejak 11 April 2015 menggantikan Komisaris Wirdhanto. Sejumlah kasus kejahatan berhasil ditanganinya selama beliau bertugas. 
Prestasinya antara lain berhasil mengungkap kasus penggelapan sapi disertai pembunuhan oleh kelompok Lampung dalam waktu kurang dari 24 jam pada 27 April 2015, mengungkap pembunuhan mayat dalam karung di Cibitung, mengungkap pelaku pembobol rumah pada 6 Juli dan prestasi lainnya.



Semoga semua amal ibadah Alm. Kompol Sukamto diterima disisi-Nya dan diberikan ketabahan untuk yang ditinggalkan.(bisot)  


CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Sesosok mayat wanita pria (waria-red) ditemukan tewas dengan kondisi mengenaskan di Kampung Buni Asih, Rt 03/03, Desa Karang Baru, Kecamatan Cikarang Utara dengan posisi terungkup. mayat tersebut diduga dibunuh oleh pasangan mesumnya usai bercinta, Rabu (9/9).

Dari identitas yang didapat, korban bernama Ujang alias Selvi (23) warga Kampung Jati Buni Asih Rt 03/06, Desa Cikarang Kota, Kecamatan Cikarang Utara. Mayat korban ditemukan sekitar pukul 06.00 pagi oleh salah satu warga sekitar yang sedang melintas dan menemukan mayat waria tersebut tertelungkup di jalan.

Menurut Nashuni, Ketua Rt 03/03 kampung buni asih, mengatakan, bahwa sosok mayat tersebut ditemukan salah satu warganya, warga yang kaget langsung mendatangi dirinya dan langsung memeriksa TKP (Tempat Kejadian Perkara) dimana mayat tersebut ditemukan.

“Sekitar pukul 06.00 pagi mas, saya dapat laporan dari warga sekitar yang menemukan jasad tersebut di jalan lapangan dimana pas saya lihat ke TKP ternyata benar, setelah itu saya cepat hubungi Polsek Setempat, ”ujarnya.

Terpisah, Kasat Reserse Kriminal Polresta Bekasi, Kompol Sukamto menjelaskan atas penemuan sosok mayat waria tersebut hasil olah TKP ditemukan beberapa bukti, dua pasang sandal milik korban dan diduga milik tersangka di TKP.

“Perkara penemuan mayat kurang lebih sekitar pukul 07.00 pagi, kita mengetahui adanya temuan mayat ini yang pertama kita lakukan olah TKP guna untuk mengetahui identitas korban dan ternyata korban seorang waria dan terdapat beberapa tusukan di bagian dada, perut, pinggang, punggung, dan tangan, sementera itu dulu yang kita tau, dan selanjutnya kita akan mencari dan mengejar pelaku kejahatan tersebut, ”ungkapnya.

Ditambahkannya, dengan banyaknya luka tusukan yang didapatkan ditubuh korban, ada dugaan korban pada saat dibunuh melakukan perlawanan sehingga pelaku yang panik segera membabi buta menusuk korban hingga tiga belas (13) tusukan sehingga mayat tersebut meninggal dalam posisi mengenaskan.

“Yang jelas atas banyaknya luka tusukan yang ada pada tubuh korban, sepintas terjadi pembunuhan dengan adanya perlawanan dari korban sendiri yang hasil dugaan sementara, karena dari bercak darah yang ditemukan dilokasi dengan tubuh korban ada selisih jarak yang cukup jauh, kemungkinan korban ingin melarikan diri namun terus ditusuki pelaku hingga tewas,” bebernya.

Saat disinggung pelaku merupakan teman kencan atau pelanggan korban, dirinya tidak mau memberikan komentar atas hal tersebut serta belum bisa menyimpulkan apapun, namun hal yang pasti bahwa korban merupakan waria dan pihaknya pun akan mengejar pelaku tersebut, dan dalam hasil olah TKP ditemukan juga satu bungkus tisu bekas yang diduga telah digunakan oleh korban maupun pelaku.

“Kita belum bisa memberikan terkait motif pelaku karena pelaku masih misterius dan tidak mengetahui bahwa si pelaku juga seorang pelanggan korban atau bukan, ”terangnya.

Hasil dari identifikasi yang dilakukan kepolisian, ditemukan sebanyak  tiga belas (l3) luka tusukan dibeberapa bagian tubuhnya, meliputi 3 tusukan dibagian dada, 1 tusukan di bagian perut, 3 tusukan di bagian pinggang, 3 tusukan di bagian punggung, dan juga tangan bagian kanan 3 tusukan dan 1 tusukan dibagian tangan kiri. untuk kepentingan penyelidikan pihak kepolisian, jasad korban di bawa ke Rumah Sakit (RS) Kramat Jati untuk dilakukan Autopsi.(red)
BEKASI TIMUR bekasitotoday.com-Ratusan massa Front Pemuda Anti Korupsi (FPAK) Kota Bekasi, tampilkan treatikal pocong dan melepas 100 ekor tikus yang menandakan matinya kinerja Kejari Kota Bekasi, Selasa (8/9). 

Sementara Zainuddin, koordinasi aksi FPAK Kota Bekasi dalam orasinya mengatakan, kami mengadakan aski ini untuk mendesak Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Bekasi agar menangkap para pelaku korupsi yang ada di Kota Bekasi sekaligus menyerahkan bukti-bukti kasus korupsi yang ada di Kota Bekasi.

"Ini sifatnya hanya menitipkan, sejauh mana Kejari Kota Bekasi terhadap kasus koruptor, "ujarnya.

Menurutnya, jika tidak ada langkah kongkrik, terhadap kasus korupsi Kota Bekasi, maka dirinya akan terus mengawal kasus-kasus korupsi yang ada di Kota Bekasi.

"Kita akan menjadi garis depan (garda-red) terdepan dalam memerangi koruptor di Kota Bekasi, "terangnya.

Pantauan bekasitoday usai ditemui oleh Kasi Pidsus Kejari Kota Bekasi, massa FPAK Kota Bekasi membubarkan diri dengan tertib, para pendemo pun memberikan do'a untuk Kejari Kota Bekasi.(ind/red)
BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka perayaan Hari Ulang Tahun kemerdekaan Republik Indonesia (HUT RI) ke 70, puluhan siswa-siswi berprestasi mulai dari Sekolah Dasar (SD) Madrasah Ibtidaiyah (MI) sampai dengan Madrasah Tsanawiyah (Mts) mendapatkan uang saku dari PT Cikarang Listerindo (CL) melalui program Corporate Sosial Responsibility (CSR)  yang bertempat di Aula Majelis Ta'lim Nurul Yaqin Pasar Emas, Jum'at (4/9).

Hadir dalam acara tersebut, Asmawi Kepala Desa Muara Bakti, Mulyadi Kepala Dusun II B, serta Bagus Nugrohadi perwakilan dari PT CL.


Ketika dihubungi melalui telepon selularnya, Yohanes Humas PT CL kepada bekasitoday mengatakan, kegiatan tersebut dalam rangka merayakan HUT RI ke 70, sekaligus untuk memotivasi siswa-siswi untuk dapat lebih giat lagi dalam belajar.

"Selain menyambut HUT RI ke 70, kegiatan bagi-bagi uang saku ini untuk memotivasi mereka dalam belajar, karena yang mendapatkan uang saku dari kami adalah mereka yang berprestasi, "ujarnya.

Menurutnya, kegiatan ini diambil dari program CSR PT CL, dan bagi-bagi uang saku ini untuk siswa dari tingkat SD/MI sampai tingkat Mts yang mempunyai nilai rata-rata diatas 70.

"Ada sebanyak 70 siswa-siswi yang diambil dari SD/MI sampai Mts, yang mempunyai nilai diatas 70, dan acara tersebut kami gelar di Aula Majelis Ta'lim Nurul Yaqin Pasar Emas, Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, "terangnya.(red)


BABELAN bekasitoday.com-Wakil Gubernur Jawabarat Deddy Mizwar, didampingi Dirut PT Pelabuhan Indonesia Persero (IPC) R.J Lino, tinjau lokasi kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL), di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/9). 

Diketahui PT Pelabuhan Indonesia II (Persero) IPC berencana akan mengembangkan sistem pengangkutan kontainer berbasis jalur sungai (inland access waterway) sepanjang 40 kilometer dari Tanjung Priok menuju Kawasan Industri Cikarang, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat.

Sementara, R.J Lino, Direktur Utama IPC saat dikonfirmasi terkait kunjungannya ke kanal CBL mengatakan, Proyek tersebut untuk meningkatkan konektivitas pelabuhan dan wilayah pendukungnya dengan mengurangi beban jalur darat sekaligus usaha sekaligus memberikan alternatif moda angkut barang.

“Sistem transportasi ini direncanakan akan memanfaatkan jalur kanal yang telah dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), yakni Kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL) dengan jalur melewati Marunda, Jakarta Utara. Jalur transportasi ini akan dirancang untuk bisa dilewati kapal tongkang berkapasitas muatan mencapai 72-144 Teus, ” ujarnya.

Ia menjelaskan, strategi tersebut diharapkan dapat membuat biaya logistik menjadi lebih efesien. 
Sedangkan estimatis investasi biaya membangun kanal dan memperdalam kali menurutnya sekisar Rp 3 triliun.


“Untuk angkutan tongkang dari sini (Tanjung Priok-red) ke sana (Cikarang-red). Estimatis biaya pembangunannya sekitar Rp 3 triliun, ”terangnya.

Menyadari pentingnya dukungan Pemerintah Daerah (Pemda) dalam proyek pengembangan CBL, IPC menyambut baik perhatian khusus dari Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar.

“Diharapkan melalui proyek pengembangan Kanal CBL ini, Pemda dan operator swasta dapat bersinergi untuk memberikan kontribusi yang lebih besar kepada negara dan kemajuan perekonomian daerah tersebut, ”tukasnya.

Lebih lanjut dikatakan, sejauh ini IPC menyambut baik keinginan Pemda Jawa Barat dalam hal ini Bapak Deddy Mizwar selaku Wakil Gubernur Jawa Barat untuk meninjau langsung lokasi pengembangan Kanal CBL.

“Kunjungan ini diharapkan dapat menghasilkan kerjasama yang baik antara IPC dengan Pemda guna kelancaran pengembangan kanal untuk transportasi barang, ”ungkapnya.(red)
CIKARANG bekasitoday.com-Menjamurnya sampah yang dihasilkan dari rumah tangga yang dibuang secara sembarangan yang kebanyakan ada di pinggir jalan, membuat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi angkat bicara.

Seperti halnya yang dikatakan, Suriyat anggota komisi III DPRD Kabupaten Bekasi, menurutnya, wilayah desa atau kelurahan wajib memiliki Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS), dan dirinya merasa prihatin dengan permasalahan sampah yang tidak kunjung selesai.

"Sangat prihatin lantaran semakin banyaknya sampah di tempat-tempat umum, terutama di pinggir-pinggir jalan, dan diharuskan untuk setiap wilayah desa atau kelurahan mempunyai TPSS, untuk menanggulangi permasalahan sampah yang kian lama kian menggunung, "ujarnya saat ditemui bekasitoday dikantornya, Selasa (1/9).

Menurutnya, Dinas  Kebersihan, Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Bekasi diharapkan tanggap mengenai sampah liar yang ada.

"Selain kesadaran dari masyarakat untuk tidak membuang sampah sembarangan, juga harus dibarengi dengan tanggapnya dinas terkait dalam menanggulangi sampah yang ada, "terangnya.

Pantauan bekasitoday, bahwa menjamurnya sampah rumah tangga kebanyakan dihasilkan dari sampah rumah tangga dari warga yang tinggal diperumahan, dan dibuang saat berangkat kerja sekitar pukul 05:00 Wib.(red)
 BEKASI bekasitoday.com-Amburadulnya pekerjaan proyek jalan lingkungan (jaling) di wilayah Babelan, lantaran kurangnya pengawasan dari konsultan, pengawas, serta Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK).

Seperti halnya yang terlihat dalam setiap pekerjaan proyek yang dianggarkan dari anggaran aspirasi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, salah satunya yang berada di gang Romli Gudang Rt 03/05, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, dimana dalam pekerjaan proyek tersebut diduga tidak sesuai dengan Rencana Anggaran Biaya (RAB-red) yang telah ditetapkan, sehingga kwalitas dari mutu coran terlihat rendah.

Menanggapi hal tersebut Suriyat, anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, dari fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), mengatakan, kami akan terus memantau pekerjaan proyek yang diambil dari aspirasi kami anggota dewan serta Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Bekasi.

"Ya akan kita pantau pekerjaan proyek yang diambil dari aspirasi dewan, jangan sampai terjadi pekerjaan proyek yang tidak ada pengawas, konsultan serta PPTK saat proyek itu dikerjakan, "ujarnya.

Dan apabila ada laporan dari masyarakat serta elemen lainnya terkait pekerjaan proyek yang tidak sesuai, kami akan sidak langsung ke lokasi proyek.

"Ketika ada laporan dari masyarakat terkait jeleknya pekerjaan proyek, kita akan turun langsung ke lokasi pekerjaan proyek, "terangnya.

Dalam setiap pekerjaan proyek, harus memakai plang papan nama karena plang papan nama masuk dalam RAB.

"Plang papan nama harus dipasang di saat proyek pekerjaan itu dikerjakan, itu masuk di RAB, dan kalau sampai tidak dipasang saya yakin ini pidana, "tegasnya.

Menurutnya, kalau memang yang diadukan masyarakat benar adanya, maka kita akan catat nama perusahaannya, dan akan kita bahas nanti bersama anggota dewan lainnya.

"Kami akan diskusi untuk tidak dicairkannya anggaran untuk setiap rekanan kontraktor yang dalam pekerjaan proyeknya tidak sesuai dengan ketentuan yang ada, "ungkapnya. 

Pantauan wartawan dilokasi proyek didapati bahwa pekerjaan proyek yang berada di gang Romli Gudang Rt 03/05, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, tidak terlihat papan nama proyek serta mempunyai ketebalan hanya 8centimeter dari yang seharusnya 15centimeter, padahal dalam pekerjaan tersebut di awasi oleh pengawas yang ditunjuk oleh pemkab bekasi, dan ini menjadi pertanyaan besar apa sebenarnya tupoksi dari pengawas serta konsultan yang ada.(red)