BABELAN bekasitoday.com-Terkait maraknya pungutan serta penjualan buku baik paket maupun Lembar Kerja Siswa (LKS) di lingkungan sekolah baik Sekolah Dasar Negeri, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) sampai Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN), di nilai salah satu Kepala Sekolah SMAN di Kabupaten Bekasi lantaran pemerintah telah membohongi tentang sekolah gratis.

Seperti halnya yang diutarakan Madasar Susanto, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Babelan, menurutnya, benar kami menjual buku ke siswa melalui koperasi sekolah, dan kalau disalahkan saya siap untuk melawan, dan saya siap dipanggil ke inspektorat.

"Pemerintah telah membohongi kami pihak sekolah tentang memberikan buku untuk siswa dari tingkat SD sampai SMA, menurut saya ini adalah pembohongan publik, sekali lagi saya tegaskan pemerintah tidak pernah memberikan buku untuk siswa, selama ini kami ketipu sama menteri- menteri kita yang diatas, "ujarnya dengan nada kesal.

Terkait munculnya Peraturan Pemerintah (PP) nomor 2 tahun 2008, mulai 20 Mei 2012, kontrak payung Kepala Sekolah se-Indonesia membuat usulan di akun, ternyata akun tersebut erorr, per 15 Juli melalui manual kami kembali membuat melalui dinas, disitu jadwal sudah diterapkan, Mei kontrak, Juni buku turun, Juli didistribusikan, kenyataan membuktikan buku baru turun bulan September akhir, kelas 1 lima buku, kelas 2 tujuh buku, dan kelas 3 tidak sama sekali di tahun 2013, dan ditahun 2014 melalui Dana Alokasi Khusus (DAK), kacau sehingga kekacauan itu dimanfaatkan oleh oknum tertentu, buku dijual ke toko-toko buku, padahal tidak boleh dijual belikan.

"Munculnya PP nomor 2 tahun 2008, yang seharusnya bulan Juni buku sudah dapat di distribusikan, ternyata baru pada September buku didistribusikan, untuk kelas 1 lima buku, kelas 2 tujuh buku, "terangnya.

Dan pada 5 Desember, pemerintah melalui menteri membuat surat sakti ke kepala sekolah se-Indonesia, menyatakan bahwa selain failedting project, sekolah yang biasa kembali ke kurikulum 2006, dan di Kabupaten Bekasi hanya 12 sekolah yang sebagai failedtingnya, selebihnya balik kanan semua, dan sejak itu tidak ada bukunya.

"Sebulan setelah itu keluarlah surat sakti dari menteri ke setiap kepala sekolah, yang menyatakan bahwa selain failedting project, semua sekolah kembali ke kurikulum 2006, dan SMAN 1 Babelan kembali ke kurikulum 2006, anehnya sejak kita terapkan kurikulum 2006 tidak ada bukunya, "ungkapnya.(red)


Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.