MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Kegiatan peningkatan jalan yang berada di Desa Pantai Mekar, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi sepanjang kurang lebih 300 meter, dikomplain warga, pasalnya hampir semua beton yang terpasang mengalami retak segmen, dan diduga mutu dari beton tersebut tidak sesuai dengan spek yang ada.

Menurut beberapa orang  warga sekitar, bahwa pekerjaan proyek yang dikerjakan terkesan asal jadi, lantaran masyarakat menilai belum lama dikerjakan beton yang ada sudah mengalami retak-retak, kami menduga mutu beton hanya berkisar K275.

“Masa sudah pecah kaya gini padahal dicornya baru kemaren, kaya nya pemborong memakai mutu beton hanya kisaran K275, “ujarnya.

Kami minta pengawas, konsultan, serta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) harus dapat mengecek ke lokasi pekerjaan, dan jangan hanya duduk manis di kursi yang empuk.


“Mana kerjanya PPK, PPTK, Konsultan, serta Pengawas pekerjaan yang dibayar oleh pemerintah untuk mengawasi pekerjaan, masa pekerjaan seperti ini dibiarkan, apakah memang mereka tidak turun kelokasi pekerjaan saat pekerjaan itu berlangsung, “tukasnya.

Dia menambahkan, kami masyarakat muara gembong menunggu perbaikan jalan sejak 10 tahun lalu, dan kami kecewa ketika ada perbaikan jalan mutunya tidak bagus.

"Kami kecewa, lantaran jalan yang kita idam-idamkan selama tahunan, pas diperbaiki kondisinya kaya gini, "ungkapnya. 

Sarif, yang disebut-sebut sebagai pengawas pekerjaan, ketika dihubungi lewat telepon selularnya mengatakan, bahwa dirinya menjadi pengawas pekerjaan bukan hanya di wilayah Kecamatan Muara Gembong saja, dan banyak pekerjaan proyek yang harus di awasi dibanyak tempat.

"Sampai saat ini saya belum melihat lokasi pekerjaan proyek peningkatan jalan yang ada di wilayah Kecamatan Muara Gembong, dan nanti akan saya cek pekerjaan tersebut, "ujarnya.

Pantauan bekasitoday, bahwa buruknya pekerjaan proyek peningkatan jalan yang berada di Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, lantaran saat pekerjaan berlangsung diduga pengawas, PPTK, serta konsultan tidak berda di lokasi pekerjaan, dan selalu alasan klasik yang terlontar dari mulut mereka, ironis sekali.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.