Oktober 2015
TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Dua kampung di wilayah gabus, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi, mendadak mencekam sebulan belakangan. Pasalnya, sesosok makhluk supranatural diceritakan kerap menampakkan diri di sana. Seramnya, setiap makhluk itu 'nongol', sejumlah warga pun harus merenggang nyawa secara tragis.

Dari informasi yang dihimpun, dikabarkan makhluk gaib itu dikenal sebagai hantu bermata satu. Ia berbadan besar dan memiliki gigi bertaring. Hantu inipun, kerap menyasar korban secara acak.

"Kejadiannya sejak lebaran haji ini bang, ada dua desa yang kini mencekam. Yaitu
di wilayah Srijaya dan Srimukti, di Gabus bang. Dua desa ini bertentangga. Namanya setan mata satu. Di jidatnya cuma ada satu mata, dan asal ketemu orang dia baru bercaling, " ujar Hasan, yang juga petugas lingkungan setempat.

Dia menambahkan, hantu ini jelas telah membuat resah warga. Pasalnya, setiap menampakkan diri, ada saja warganya yang tewas mendadak tanpa sebab.

"Sejak bulan haji ini, sudah ada lima orang yang mati bang. Mati gak sakit, gak ada apa apa. Awalnya, kita kira angin duduk. Tapi kok lima limanya, ngeluarin busa di mulut, kaya ayan. Korban nya pun, gak cowok gak cewek bang, "jelasnya.

Warga pun menduga, jika hantu tersebut berasal dari ulah pesugihan. "Kita sebenernya gak mau nuduh bang, karena gak ada bukti. Tapi kata orang pinter disini, ini hantu dapat pitua untuk cari tumbal bang. Nah, gak tau dah, motifnya apa. Sebab, dia nongol ada aja orang tewas, kalau uang atau harta benda mah gak ada yang hilang, "ucapnya

Atas kejadian tersebut, sejumlah warga di dua kampung tersebut kini terus melakukan patroli lingkungan di malam hari. Sejumlah alat seperti, bambu kuning dan daun kelor pun disiapkan untuk berjaga jaga mengusir makhluk gaib tersebut.(red)

KOTA MADYA bekasitoday.com-Ratusan pendekar dari 24 perguruan silat yang tergabung dalam Gerakan Moral Bekasi Raya hadiri pengukuhan pengurus periode 2015-2017, sekaligus silaturahmi pelestari silat budaya betawi bekasi, yang bertempat di Balai Patriot kantor Pemerintahan Kota Bekasi, Jum'at (30/10).

Hadir dalam acara tersebut, Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu, perwakilan dari Polresta Bekasi, serta perwakilan dari Kodim Bekasi.

Mardanih, Ketua terpilih Gerakan Moral Bekasi Raya periode 2015-2017, kepada bekasitoday.com mengatakan, Alhamdulillah acara pengukuhan pengurus Gerakan Moral Bekasi Raya telah terlaksana, menurutnya acara ini penting dan perlu buat nyatuin semua perguruan silat tradisional agar bisa menjaga tali silaturahmi antar guru besar dan peserta didik dalam perguruan, agar bisa saling akrab dan saling kenal.

"Ya penting gunanya buat nyatuin perguruan pencak silat tradisional agar bisa menjaga silaturahmi antar guru besar dan peserta didik, "ujarnya.



Selanjutnya, kami berkewajiban untuk mengingatkan kepada Pemerintah Daerah Kota Bekasi agar secepatnya bisa membangun gedung kesenian yang layak, tidak usah bagus yang penting tuh gedung bisa kami pakai sebagai tempat kami berlatih dan menjadi kebanggaan pesilat khususnya orang bekasi dan umumnya buat daerah terdekat dari bekasi. 

'Kami minta kepada pemerintah daerah bekasi agar secepatnya membangun gedung kesenian yang layak, yang penting gedungnya layak buat digunakan, "terangnya.

Sementara, Mahfudz Abdurahman Anggota DPR-RI, ketika dihubungi lewat telepon selularnya mengatakan, kita sepakat hari ini menjagokan silaturahmi di antara kita, dan saya akan terus mendukung pergerakan pegiat seni budaya di indonesia umumnya dan khususnya di bekasi raya.

"Saya setuju menjagokan silaturahmi diantara kita, tentunya akan terus mendukung pergerakan seni dan budaya di Indonesia, khususnya di Bekasi, "terangnya.

Dirinya berharap dengan telah dikukuhkannya pengurus dari Gerakan Moral Bekasi Raya, dapat menjadikan budaya betawi bekasi yang bergerak, berbudaya, serta berdaya.

"Saya berharap Budaya Betawi Bekasi dapat bergerak, berbudaya, serta berdaya, dan dapat dikenal dikanca Internasional, "paparnya.

Pantauan bekasitoday.com, acara tersebut juga di isi dengan penampilan atraksi seni pukul dan jurus silat betawi dari guru-guru besar perguruan yang tergabung dalam Gerakan Moral Bekasi Raya.(red)

BABELAN bekasitoday.com-Pengguna jalan raya babelan mengeluhkan aksi premanisme (pemalakan-red) yang sering menimpa para supir truk pembawa barang material yang melintas, pasalnya lantaran ulah sekelompok orang yang nongkrong di pinggir dan meminta uang kepada sopir, jalan jadi tersendat, karena terhenti oleh aksi tersebut. Atas laporan itu pihak Kepolisian Sektor Babelan segera ambil tindakan, dan mengamankan sejumlah orang yang diduga preman.

Semantara, Kompol Krinton Sitanggang SH, Kapolsek Babelan mengatakan, karena adanya informasi pemalakan mobil truk pengangkut material dijalan pada saat malam hari, pihak kami (polsek babelan-red) segera melakukan tindakan.  

"Adanya informasi tersebut kami langsung mengadakan apel serta memberi pengarahan, dan malam itu juga memerintahkan Wakapolsek AKP Sumarjan, Kanit Sabhara AKP Sukhorapi, Kanit Intel AKP Rina, Kanit Bimas AKP Andri Manurung,  Kanit Reskrim IPTU Wito, dan Perwira  yang lain berikut anggotanya untuk melakukan oprasi preman dengan didahului penyelidikan untuk menentukan sasaran, "ujarnya Jum'at (30/10).

Setelah adanya tanda-tanda keberadaan para preman, anggota Polsek Babelan pun menyamar untuk bisa mengamankan para preman tersebut. 

"Setelah mendapat sasaran kemudian anggota dibagi tugas yang pertama naik truk berpura-pura sebagai kenek, dibelakangnya diikuti anggota menggunakan sepeda motor dengan jarak 50 meter dan mobil preman berjarak 50 meter melintasi sepanjang jalan raya babelan, saat pelaku memberhentikan sopir truk dengan sigap anggota yang menggunakan sepeda motor dan mobil langsung menangkap pelaku, "terangnya.

Hasilnya kami berhasil menangkap sembilan pelaku yang sering meminta uang kepada supir truk terutama malam hari di empat titik, selanjutnya ke sembilan preman tersebut di bawa ke Polsek Babelan untuk dilakukan pemeriksaan.

"Sembilan orang telah kita amankan ke Mapolsek babelan guna untuk dilakukan pemeriksaan, "jelasnya.
 
Para preman tersebut akan ditindak sesuai hukum yang berlaku jika terbukti mereka bersalah, jika tidak terbukti akan kita lakukan pembinaan. 

"Apabila terbukti para pelaku melakukan Pidana maka akan di proses sesuai hukum yang berlaku, namun apabila tidak terbukti maka akan dilakukan pembinaan dengan melibatkan Muspika, Lurah, Kades, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, "ungkapnya.

Pihak kami (polsek babelan-red) akan menggelar operasi Preman setiap hari baik siang maupun malam untuk menjamin keamanan, kenyaman warga masyarakat terutama para supir truk yang membawa bahan material yang melintas di wilayah hukum Polsek Babelan dan sebagai pelaksanaan Perintah Pimpinan dalam upaya maupun langkah-langkah memberantas Premanisme khususnya di wilayah hukum Polsek Babelan.

"Untuk menjamin keamanan, kenyamanan warga serta pengguna jalan, Mapolsek babelan akan mengadakan operasi preman pada siang dan malam hari, "ungkapnya.(red)
KOTA  BEKASI –    Musyawarah daerah (Musda)  Partai Keadilan Sejahtera (PKS) bukan hanya sebagai agenda politik internal partai PKS saja . Namun  demikian,  menjadi ajang silaturahmi antara seluruh stakeholders Kota Bekasi. Momentum musda sebagai ajang kaderisasi partai dan regenerasi kepengurusan. Menjadi bagian penguat internal, dan kekuatan bersama dalam membangun Kota Bekasi dengan  Ketua DPD PKS yang  baru selesai  di ganti , Yaitu Sebagai Ketua  DPD  PKS priode 2015 – 2020 , Herry Koeswara , Sekretris  M.Kurniawan , Sabtu ( 24/10) bertempat di  Merapi  Merbabu  Hotel Bekasi.

Komisi V DPR RI,  Mahfudz Abdurahman mengatakan, suasana politik yang ramah. Sehingga menjadikan politik yang benar-benar bermanfaat bagi  rakyat, khususnya masyarakat Kota Bekasi. Bahwa PKS ingin menjadi inisiator dalam membangun sinergitas antarpartai, ormas dan semua potensi masyarakat demu terwujudnya visi Kota Bekasi Aman, sejahtera dan ihsan.

“Dalam  Musda  tahun ini, kepemimpinan yang baru kan dipilih oleh  para  kader . intinya  ada hasil kesepakatan yang  dipilih bersama  jadi sosok figur yang diusung  menjadi pengurus di DPD  PKS Kota Bekasi adalah orang yang di anggap baik  bagi para kader,” ungkap Mahfudz Abdurahman kepada bekasitoday.com.

Intinya kata Mahfudz, mekanismenya sudah ada, mulai dari tingkat wilayah sampai bawah prosesnya jelas dipilih kader, adalah pilihan,,orang-orang  yang dianggap terbaik,penjaring,
”Target kita  mendonhgkrak suara adalah 10 persen berada di posisi papan atas,pengalaman papan tengah,dan Itu sih pasti,partai politik berpemilu pilkada dan pilpres, kita mengharapkan yang terbaik untuk Partai,” pungkasnya.

Sementara  itu, Ketua DPW PKS Jawa Barat Ahmad Syaikhu menegaskan bahwa elemen kunci Kota Bekasi hadir, sehingga menjadi momentum perubahan dan kemajuan Kota Bekasi bisa tercapai. Kehadiran seluruh stakeholder harus terus diperkuat dan dijalin silaturahim demi kemajuan serta tercapainya visi Kota Bekasi,” ungkapnya.

warung bekasi Peranan Pemuda dalam Melestarikan Seni dan Budaya Kabupaten Bekasi

CIKARANG UTARA – Sejumlah penggiat budaya, seniman, tokoh pendidikan dan masyarakat di Kabupaten Bekasi meramaikan acara Warung Bekasi pada Sabtu malam (24/10) di halaman RS. Annisa Cikarang.Acara yang juga disiarkan secara langsung di 105.6 FM Radio Annisa dan Badar TV. Acara Warung Bekasi kali ini mengangkat tema tentang Peranan Pemuda dalam Melestarikan Seni dan Budaya Kabupaten Bekasi dalam rangka menyambut datangnya Hari Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober nanti.

Ending Hasanudin, Penulis buku Sejarah Lemah Abang yang turut hadir menyampaikan bahwa untuk membangkitkan kembali rasa cinta dan bangga akan budaya lokal di kalangan genarasi muda, harus dimulai dari diri sendiri dan ruang lingkup terkecil yaitu di rumah.
“Kalo lagi di rumah cobalah kita hidup berbudaya. Yuk kita tinggalin kebiasaan makan makanan Fast Food. Kita tumbuhin kebiasaan makan singkong, ubi dan ongol-ongol, gemblong sebagai wujud rasa cinta dan bangga akan budaya Bekasi,” ungkap Ending yang juga aktif sebagai penggiat pendidikan di Yayasan Darul Qiroah Lemahabang.

Menurutnya, kurangnya kesadaran untuk memahami budayanya sendiri akan berdampak negatif, yakni hilangnya jati diri sebagai orang Bekasi. Hal ini tentu berbahaya karena akan berdampak terhadap hilangnya budaya daerah yang lebih beradat dan beradab.

Hal tersebut disampaikan menanggapi pernyataan salah satu hadirin, Ismet Hamzah dari Komunitas Hampela (Himpunan Masyarakat Peduli Lemah Abang) asal Cibeber yang menyampaikan pendapatnya dan mengatakan bahwa saat ini banyak generasi muda khususnya di Kabupaten Bekasi, rasa kecintaan dan keinginan untuk memajukan budaya daerahnya mulai menurun.

Selain Ending Hasanudin, acara yang berlangsung dari pukul 8 hingga 10 malam ini, juga dihadiri Komarudin Ibnu Mikam selaku Tim Pelestari Cagar Budaya Kabupaten Bekasi, Icang Rahardian ketua Tim Pramuka Peduli, Raden Agah Handoko dan Ahmad Djaelani sebagai penggiat Tapak Kaki Foundation serta Ajuk Junaedi ketua PC Satria Kabupaten Bekasi selaku pembicara. [bisot]

Sumber Radio Annisa

CIBITUNG-Petugas gabungan dari Polresta Bekasi dan Polda Metro Jaya menggrebek tempat penyuntikan gas Elpiji ilegal di Desa Wanasari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, ribuan tabung gas diamankan polisi, Kamis (22/10).

Sementara, Dirkrimsus Polda Metro Jaya, Kombespol Mujiono mengatakan, kami telah mengamankan ratusan tabung gas berbagai jenis.

"Kami mengamankan 2.822 tabung gas berbagai jenis, 3 kg, 12 kg, dan 50 kg, dan 11 mobil, "ujarnya.di lokasi penggerebekan.

Ia mengatakan, dalam kasus itu polisi menetapkan satu tersangka berinisial B (35). Yang merupakan pemilik usaha ilegal tersebut. Selain itu, polisi juga mengamankan 19 karyawannya untuk diperiksa sebagai saksi.

"Hasil pemeriksaan awal, usaha ilegal ini baru berjalan 4 hari, dan salah satunya pemilik usaha ilegal tersebut dengan inisial B, yang berhasil kami tangkap berserta karyawannya, "terangnya.

Menurut dia, modusnya ialah menyuntikkan isi tabung gas 3 kg atau gas bersubsidi ke tabung gas 12 dan 50 kg. Sehari kata dia, pelaku bisa memproduksi 400-500 gas 12 kg dan 50 gas 50 kg.

"Modus yang dilakukan para pelaku adalah menyuntikan gas ukuran 3 kg melon, ke tabung gas 12 kg dan 50 kg, dan dari pengakuan tersangka dalam waktu sehari bisa memproduksi 400 sampai 500 gas, "ungkapnya.(red)
TAMBUN SELATAN–Warga Tambun mengeluhkan pengerjaan proyek underpass Stasiun Tambun yang hingga kini belum rampung diselesaikan. Meskipun demikian, sudah sejak Juli 2015 proyek tersebut malah terlihat sepi tidak ada aktivitas pengerjaan apa pun.

Pemerintah Kabupaten Bekasi bekerja sama dengan  Kementrian Pekerjaan Umum tengah melakukan proyek underpass atau jalan bawah tanah di perlintasan kereta Stasiun Tambun. Proyek ini dimulai sejak Agustus 2014 lalu dan ditargetkan selesai pada awal 2016 mendatang.

Sudah setahun lebih proyek ini berjalan. Perlintasan itu, kini hanya bisa dilalui oleh pejalan kaki. Pengendara yang biasanya melewati perlintasan ini mau tidak mau harus memilih jalan alternativ lain untuk mencapai tujuan. Kepadatan di sejumlah ruas jalan pun tak terelakkan.

Reni (26) warga Ds.Sumber Jaya ini harus berangkat lebih pagi agar bisa sampai kantor tepat waktu. “Kalau naik mobil lewat stasiun Tambun biasanya satu jam sudah sampai kantor. Cuma karena jalannya lagi ditutup, sekarang harus berangkat lebih pagi dan memutar lewat Indoporlen (Jl. Setia Mekar), ”ujar Reni.

Reni menganggap underpass di perlintasan Stasiun Tambun memang pilihan yang tepat. “Underpass seperti ini memang cocok untuk perlintasan kereta, apalagi di stasiun Tambun sering macet dan banyak korban tewas tersambar kereta, tapi kok sampai sekarang belum selesai ya? ”tanya Reni dengan nada bingung.

Selain pengendara pribadi, perlintasan Stasiun Tambun juga dilalui angkutan koasi 16 polos, 16B, dan 16C. Para supir koasi 16B, terkadang harus memotong trayek angkotnya. “Semenjak perlintasan Tambun di tutup kita (para supir angkot) biasanya ngangkut penumpang cuma sampai Stasiun Tambun. Sampai terminal paling kalo memang lagi ramai saja,”ujarnya.

Ketika ditanya mengenai pendapatan, sopir  mengaku memang ada penurunan jumlah dari sebelumnya. 

“Pendapatan jumlahnya turun dari sebelum perlintasannya ditutup, penumpang yang biasanya bayar Rp5000 sekarang rata-rata bayar Rp3000. Mangkanya saya sering-sering narik untuk menutupi kekurangan, ”tuturnya.

Dalam pantauan wartawan, sejauh ini proyek telah sampai tahap pengecoran lubang underpass dan penguatan bantalan rel kereta. Beberapa rumah di sekitar proyek juga sudah dibebaskan lahannya. Alhasil, puing-puing sisa bangunan membuat debu bertebaran.

Namun, di lokasi proyek underpass tersebut malah terlihat sepi. Tidak ada pekerja, tidak ada kegiatan. Kontainer-kontainer yang sebelumnya menjadi tempat singgah bagi para pekerja pun telah kosong bak rumah ditinggal penghuninya. Sampai saat ini memang belum ada keterangan resmi dari pihak Pemerintah atas terhentinya proyek ini

Menurut salah seorang yang pernah menjadi pekerja proyek, Arohman (21) proyek tersebut terhenti memang karena kontrak proyek dengan kontraktor sebelumnya telah usai. “Sekarang lagi off soalnya sudah ganti kontraktor.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Serah terima jabatan (sertijab-red) camat babelan yang di laksanakan di aula kantor kecamatan babelan berjalan hikmat, Rabu (21/10).

Camat babelan yang sebelumnya di jabat oleh H Suhup SH MM di gantikan oleh Drs Surya Wijaya.MM  yang sebelumnya menjabat sebagai Camat Cabang Bungin.

H Suhup yang baru menjabat kabag kesejahteraan pada Pemerintah Kabupaten Bekasi dalam sambutannya mengatakan, Camat Surya yang menjabat Camat Babelan yang baru agar bisa meneruskan program yang telah dilaksanakan.

"Berharap Camat yang baru dapat meneruskan program kerja saya, dan dapat bersinergi dengan semua elemen masyarakat yang ada di Kecamatan Babelan, "ujarnya.

Suhup  berpesan kepada penggantinya Drs Surya Wijaya, agar meneruskan kinerjanya selama 4 tahun untuk mengabdi kepada masyarakat dan tokoh masyarakat babelan.

"Tanpa adanya dukungan dari masyarakat tidak mungkin suhup bertahan selama 4 tahun menjabat sebagai camat babelan, seraya mengatakan, bahwa wilayah babelan adalah masyarakat yang cerdas agamis dan kritis, "terangnya.

Pantauan wartawan dalam acara sertijab tersebut di awali dengan penanda tanganan dari H Suhup selaku mantan camat babelan  kepada Drs Surya Wijaya sebagai camat babelan.(red)

KEDUNGWARINGIN- Peringatan Hari Krida Pertanian (HKP) ke 43 Tingkat Kabupaten Bekasi dibuka secara langsung oleh Bupati Neneng Hasanah Yasin dilapangan depan Kantor Kecamatan Kedung Waringan, Selasa (20/10).

Selain meninjau lokasi stand pameran hasil pertanian dan peternakan yang ditampilkan oleh masing kecamatan se-Kabupaten Bekasi, juga berkesempatan memberikan penghargaan kepada PPL dan juga unsur masyarakat yang sudah berprestasi dalam mendedikasikan dirinya untuk kemajuan pertanian diKabupaten Bekasi.

Sementara Bupati Bekasi, Neneng Hasanah Yasin mengatakan, bahwa luas lahan sawah ada sekitar 54 ribu hektar sawah di Kabupaten Bekasi dan masih potensial untuk terus mengembangkan hasil pertanian hingga bisa menyumbangkan swasembawa pangan nasional,  walaupun diakui Neneng sebagian besar wilayah Kabupaten Bekasi kini banyak berdirinya perusahaan industri, namun hal itu tidak menyulutkan langkahnya sebagai kepala daerah untuk mempertahankan lahan pertanian sebagai lahan abadi yang tidak bisa diganggu selain untuk pertanian.

"Sawah kita masih potensial dengan masih memiliki 54 ribu hektar sawah yang produktif, sehingga dengan hal itu kita komitmen untuk pertahankan sebagai lahan abadi, "ujarnya.

Bahkan dirinya berharap kepada petani untuk terus beristikomah dan bertahan serta terus mengembangkan teknologi pertaniannya agar semakin maju sehingga hasil produksinya bisa meningkat dengan baik.

"Karena bagaimana-pun kita masih membutuhkan para petani, sehingga dengan hasil pertanian itu kita semua bisa makan, "ucapnya.

Sementara itu Kepala Badan Pelaksana Penyuluhan, Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Ketahanan Pangan (BP4KP) Kabupaten Bekasi, Sutia Resmulyawan mengatakan, kegiatan tersebut dilatar belakangi oleh peluang dan tantangan dalam pembangunan pertanian-perikanan untuk penyediaan bahan pangan melalui, peningkatan produktifitas dan kualitas produksi, melalui upaya-upaya pemberdayaan berbagai sumberdaya pertanian-perikanan termasuk pengembangan sumber-sumber pangan lokal yang ada disetiap daerah.

"Upaya dalam mencapai keberhasilan pembangunan, pertanian dan perikanan dapat diwujudkan melalui kerjasama antara pemerintah, petani-nelayan dan pelaku usaha dibidang pertanian-perikanan, "katanya.

Sehingga sambung Sutia, untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan pembangunan pertanian-perikanan, salah satunya dapat dilihat pada kegiatan hari Krida Pertanian yang diselenggarakan setiap tahunnya.

"Hari Krida Pertanian merupakan salah satu media komunikasi dan informasi untuk menyampaikan keberhasilan pembangunan pertanian-perikanan melalui berbagai kegiatan yang diselenggarakan dalam peringatan hari Krida Pertanian, "jelasnya.

Hari Krida Pertanian adalah merupakan hari bersyukur, berbangga hati, mawas diri, dharma bakti dan penghargaan bagi masyarakat tani sebagai kelompok masyarakat yang cukup besar dari penduduk di Kabupaten Bekasi.

Hal senada diungkapkan Kepala Bidang Kelembagaan dan Penyuluh Pertanian pada BP4KKP Kabupaten Bekasi, Yeta Hedriwideta, menurutnya, kemajuan pertanian di Kabupaten Bekasi tidak lepas dari peran aktif dari penyuluh yang ada di Kabupaten Bekasi. 

"Kondisi iklim kemarau yang panjang, justru alhamdulilah hasil produksi panen petani di Kabupaten Bekasi cukup bagus, hingga ada yang menghasilkan 8 ton per hektar, "katanya.

Peserta yang hadir sebagai peserta inti perwakilan KTNA dewasa, KTNA Taruna Tani, KTNA wanita tani ada sekitar 200 orang dan total keseluruhan ada sekitar 500 orang lebih yang terlibat dalam acara tersebut, dan HKP ini justru sebagai tolak ukur bagi kita terhadap hasil pencapaian yang didapat setiap tahunnya terhadap kemajuan pertanian-peternakan dikabupaten Bekasi.

"Selain itu, setiap waktu kita selalu antisipasi terhadap kerawanan ketahanan pangan di Kabupaten Bekasi dengan cara pemetaan, sehingga dibeberapa titik daerah dapat diketahui secara dini bila ada kerawanan ketahanan pangan untuk segera dilakukan penangulanganya, "ungkapnya.(red)
BABELAN bekasitoday.com-Terkait tindak kekerasan terhadap tiga siswa di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan, yang dilakukan oleh pihak keamanan, akhirnya ditempuh dengan musyawarah,pasalnya pada Kamis lalu pihak sekolah telah memanggil kedua belah pihak antara siswa, orang tua siswa, serta phak keamanan sekolah.

Awalnya orang tua siswa yang anaknya menjadi korban kekerasan, sangat keberatan dan menyayangkan hal yang sempat menimpa anaknya, akan tetapi ketika sudah jelas permasalahannya, orang tua siswa pun meminta maaf kepada sekolah, dan meminta agar satpam berinisial KM di tindak sesuai prosedur.

"Saya selaku orang tua meminta maaf kepada sekolah, kalau anak saya bandel, dan saya mohon kepada Kepala.Sekolah agar satpam diberi sangsi sesuai prosedur sekolah. "ungkapnya Selasa (20/10).

Sementara, Drs Jamaludin, Kepsek SMP Negeri 1 Babelan, mengaku sangat prihatin dengan kejadian tersebut, dan sangat bersyukur karena diantara kedua belah pihak mau menempuh jalan musyawarah.

"Saya sangat prihatin dengan kejadian ini, alhamdulillah semua dapat diselesaikan dengan cara musyawarah, dan tentunya ini menjadi perhatian kita bersama, "terangnya.

Dia menambahkan, pihak keamanan yang ada di SMPN 1 Babelan, akan diberi sift pagi hari dan malam hari.

"Atas kejadian tersebut, pihak keamanan sekolah yang berjumlah dua orang akan di beri sift kerja, security berinisial KM akan di buatkan Surat Keputusan (SK) untuk jaga saat malam hari, dan yang satunya seperti biasa pada pagi sampai sore hari, "jelasnya.

Dirinya berharap semua siswa-siswi SMPN 1 Babelan agar mematuhi tata tertib yang telah dibuat oleh sekolah, 

"Saya menghimbau kepada semua siswa , agar mematuhi peraturan sekolah, dan jangan berbuat yang tidak baik serta dapat menjaga nama baik sekolah. "ungkapnya.(red)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Merujuk pada daerah maritimnya, Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya. Terus menjadi wisata bahari favorite bagi wisatawan lokal.

Hal ini dibuktikan banyaknya warga yang berlibur untuk melihat puluhan hektare pohon mangrove, bukan sekedar membeli ikan saja. Namun juga untuk bersantai.

"Kenapa tidak dikembangkan saja PPI Paljaya ini, selain untuk membeli ikan, tanaman mangrove yang ada disini juga menjadi tempat yang indah untuk bersantai, "ujar Ketua Kelompok Masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Agus Arief Setiawan di PPI Paljaya kepada bekasitoday.com, Senin (19/10).

Dikatakannya, Dewan Pimpinan Cabang Asosiasi Perusahaan Perjalanan Indonesia (Asita) berencana akan mengajak sebanyak 100 orang wisatawan baik domestik dan mancanegara untuk melihat ke indahan laut di PPI Paljaya.

"Mereka menanyakan apa yang bisa dijual untuk tour and travel, saya jawab ada laut, mangrove, dan pesisir aja, dengan kondisi begini tetap kita bangga, biar mereka bisa melihat kondisi pesisir di Kabupaten Bekasi seperti ini, sekaligus sebagai koreksi pemeritah kedepan, agar kepedulian mereka tidak hanya di wilayah industri saja, "sindir Agus.

Sementara Ketua DPC Asita Bekasi Hairani Tarigan mengatakan, sebagai pelaku industri pariwisata yang memimpin pokja pengembangan wisata industri Bekasi, dirinya merasa terpanggil untuk mengembangkan potensi wisata yang ada tersebut.

"Sudah setahun terakhir saya menginventarisir sumber daya kepariwisataan Kabupaten Bekasi, khususnya Kecamatan Tarumajaya yang mempunyai potensi besar, dengan perbaikan disana-sini, saya yakin wilayah ini mampu menjadi destinasi khususnya wisata mangrove ,"jelasnya.

Dirinya mengaku, dari potensi yang ada Asita tidak akan bisa mengembangkan potensi-potensi tersebut. Jika tidak adanya sinergi dari berbagai unsur.

"Butuh satu kekompakan dari berbagai unsur. Oleh karena itu, dengan segala keterbatasan dan kemampuan yang saya miliki saya bertekad membantu pengembangan Tarumajaya menuju destinasi wisata unik yang menjadi modal Bekasi meningkatkan kunjungan wisatawan, "ungkapnya.

Dalam sinerginya untuk mengembangkan potensi wisata yang ada di PPI Paljaya, kata Hairani, lebih memilih untuk menggandeng organisasi kepariwisataan yang ada.

"Dalam hal ini, saya lebih cenderung mengajak elemen masyarakat dan beberapa organisasi kepariwisataan untuk sama-sama membangun seluruh objek wisata yang potensial. Jadi tidak hanya Asita. Saya justru mengajak akademisi untuk turun memberikan penyuluhan bagaimana mendidik generasi muda belajar wirausaha dengan kegiatan training memasak, menghidangkan dan packing makanan serta oleh-oleh yang sesuai standar wisatawan, "terangnya.

Disisi lain, Asita beserta organisasi kepariwisataan dan akademisi peduli Bekasi akan menghelat BTM 2015 pada 1-3 Desember mendatang, dengan mendatangkan 100 travel agent dan sekolah tinggi potensial dari dalam dan negara tetangga untuk berkunjung ke Tarumajaya.

"Jika pelaku wisata sudah datang dan melihat Tarumajaya, mereka mampu menjual saat kembali ke kota masing-masing. Oleh karena itu penduduk setempat pun harus siap untuk menjadi destinasi wisata, serta dibutuhkan kerja keras dari banyak pihak untuk memperbaiki Tarumajaya agar layak dijual kepada wisatawan, "ucapnya bangga.

Selain itu, lanjut Hariani, banyak sekali yang mesti diperbaiki, dari sisi kebersihan, fasilitas kamar mandi, rumah makan, kedai kopi, perahu dan juga sumber daya manusia sebagai pemandu wisata lokalnya, karena sampai saat ini belum ada yang mencapai kriteria sebagai objek wisata.

"Itu merupakan pekerjaan rumah bagi kita semua yang peduli dengan perkembangan pariwisata Kabupaten Bekasi. Tentu saja pemerintah sebagai fasilitator mampu menjembatani kebutuhan-kebutuhan kepariwisataan dan sumber daya yang ada, karena saat ini pelan-pelan kita mulai urai, "tutupnya.(ind)
TARUMAJAYA bekasitoday.com-Naga-naganya harus selalu berkutat dengan masalah tanah. Nyaris semua proyek yang ada di Pangkalan Pendaratan Ikan (PPI) Paljaya RT01/01 Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya terganjal oleh pembebasan lahan. Sebut saja mega proyek PT. Mega Agung Nusantara (PT MAN), yang satu ini justru bikin heran banyak kalangan. Sebabnya, dari temuan wartawan sejumlah pesisir di wilayah Utara Kecamatan Tarumajaya tercatat banyak milik pribadi.


Menurut sumber yang enggan disebut namanya mengatakan, bahwa dugaan adanya sertifikat di atas laut, kata dia, secara hukum tidak diperkenankan. Karena dasar penerbitannya tidak jelas. 

"Disana (PPI Paljaya-red) tidak ada tanah timbul, yang ada hanya pasir. Kok bisa terbit sertifikat?. Ini jelas sudah melanggar hukum, "terangnya Senin (19/10).

Sementara, ada Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi berinisial AR bersama staf Kementerian Agraria Balai Pertanahan Nasional (BPN) Mamat Rochmat dan rekannya terlihat mensurvei sejumlah bidang tanah yang ada di pesisir laut PPI Paljaya.

"Ini cuma bisnis, "ujar AR yang juga anggota Komisi A sekaligus Politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kabupaten Bekasi kepada wartawan Senin (19/10).

Pantauan wartawan dilokasi PPI Paljaya diketahui bahwa Ketua RT 01 Markodih, dan Ketua RW 01 Subur yang ikut bersama rombongan untuk mensurvei pada pukul 17.00 WIB di lokasi pesisir laut ikut menandatangani peta yang dibawa oleh staf BPN Kabupaten Bekasi.(ind)

CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Museum Rekor Indonesia (MURI) menetapkan Kabupaten Bekasi meraih rekor dunia saat melakukan tari ronggeng blantek bersama di lapangan plaza Pemkab Bekasi, hal itu ditegaskan Triono, Respresentatif MURI yang ditemui di sela-sela acara, Minggu (18/10).

"Tari ronggeng blantek bersama ini selain ada di Kabupaten Bekasi ada di daerah mana lagi..?, jadi hanya ada di sini (Kabupaten Bekasi-red), di Negara luar Indonesia pun tak ada, jadi kami tetapkan Kabupaten Bekasi mencetak rekor dunia dalam kegiatan ini, "paparnya.

Menurutnya, pihak MURI memiliki tiga kategori dalam menetapkan pencetakan rekor itu, yaitu Mahakarya Indonesia dan Dunia.

"Nah biasanya kami mencari dan mencatat rekor budaya, seperti rekor tari ronggeng blantek ini hanya ada di Kabupaten Bekasi dan tidak ada di Negara manapun, dan kegiatan ini telah mencetak rekor Dunia untuk jumlah terbanyak, "terangnya.

Dirinya menambahkan, pihak panitia tari ronggeng blantek bersama ini menyerahkan rekor proposal penilaian untuk mencetak dan memecahkan rekor tingkat nasional. Pengajuan untuk penilaian itu telah dilakukan sejak dua minggu lalu.

"Namun setelah dibahas oleh Dewan Kehormatan MURI dan Dewan MURI, ditetapkan bahwa ini adalah rekor dunia. Karena ada unsur budaya yang tidak ada di daerah lain, yaitu menari ronggeng blantek bersama, "tambahnya.

Sementara itu Bupati Bekasi, dr Hj Neneng Hasanah Yasin, mengucapkan banyak terima kasih kepada semua pihak yang ikut terlibat dalam kegiatan mencetak rekor dunia ini.

"Ini (menari ronggeng blantek-red) adalah bagian dari melestarikan budaya, kita ketahui bahwa Kabupaten Bekasi ini mempunyai dua suku asli yaitu Betawi dan Sunda, dan saat ini kami baru bisa menampilkan blantek ini yang diciptakan ibu Wiwi Widyastuti pada 1973. dan terima kasih kepada anak-anaku para pelajar yang turut serta dalam kegiatan rekor MURI ini, "ucapnya.

Sedangkan Agus Trihono, Kepala Dinas Pariwisata, Budaya, Pemuda dan Olahraga (Disparbudpora) mengatakan, target awal peserta dalam kegiatan ini adalah 10.000 peserta, namun yang tercatat dipanitia tari ronggeng blantek bersama ini sebanyak 12.033 peserta.

"Para peserta itu terdiri dari 935 pelajar SMK, 6.918 pelajar SMU, 3.705 pelajar SMP, sisanya adalah para karyawan, masyarakat, Abang Mpok Kabupaten Bekasi, dan para penari dan sanggar yang ada di Kabupaten  Bekasi, "jelasnya.(red)
CIKARANG PUSAT- Pemda Bekasi melalui Bagian Humas dan Protokoler menghadirkan narasumber Yosep Adi Prasetyo (Dewan Pers) dan Arif Supriyono (Redaktur Republika) dalam kegiatan Workshop Jurnalistik yang mengambil tema "The Right Writing, The Right News" (menulis dengan baik, hasilnya akan baik) yang diikuti oleh puluhan peserta jurnalis media cetak maupun elektronik yang bertugas di kabupaten Bekasi bertempat di Gedung Plaza Pemkab Bekasi, Kamis (15/10).

Workshop Jurnalistik
Arif Supriyono (Redaktur Republika)
Bagian divisi hukum Dewan Pers, Yosep Adi Prasetyo mengatakan, bahwa pengaduan ke dewan pers terkait pemberitaan kini cukup banyak bahkan diantaranya ada di kabupaten Bekasi, sehingga sepanjang itu memenuhi unsur kode etik jurnalistik sesuai UU Pers, maka hal itu masih dalam tahap pembinaan dari Dewan Pers, namun jika hal itu sudah melenceng dari Kode Etik dan UU Pers bahkan sampai pada tahap adanya unsur pemerasan hal itu murni pidana yang ranahnya pihak kepolisian yang harus menindaklanjutinya.

"Dengan Workshop Jurnalistik ini, saya himbau dan mengajak semua wartawan agar mematuhi aturan kode etik yang ada, dan semua sesuai koridor yang sudah ada, sehingga profesi jurnalis ini jangan dicederai oleh segelintir oknum yang mengaku wartawan yang memanfaatkan untuk kepentingan pribadi semata,"katanya.

Sementara itu Asda II, Oded Supriatna Yahya yang mewakili Sekda Bekasi, mengatakan, bahwa dengan kegiatan tersebut minimal ada hasil yang didapat, sehingga para awak jurnalis semakin mengerti tugas pokoknya sebagai wartawan, yang bisa bersinergi dengan pemda bekasi dalam rangka membantu program pembangunan untuk masyarakat dengan menyuguhkan pemberitaan yang berimbang sesuai kode etik jurnalistik.

"Bahkan kita dorong rekan wartawan ini agar terus meningkatkan profesionalitas dan kinerjanya selaku sosial kontrol agar mendorong pembangunan di semua daerah demi kemajuan masyarakat,"ucapnya.(Nursin)
BABELAN bekasitoday.com-Terkait dugaan tindakan kekerasan yang terjadi terhadap anak didik di Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Babelan yang diduga dilakukan oleh pihak keamanan sekolah beberapa waktu lalu ditanggapi serius oleh Kepala Sekolah.

Seperti halnya yang diutarakan Drs Jamaluddin, Kepala Sekolah SMPN 1 Babelan, menurutnya informasi yang didapat bahwa siswa tersebut dipergoki tengah melompat keluar melalui salah satu jendela ruangan, entah reflek atau gimana, keamanan sekolah lalu memukulnya.

"Mungkin satpam reflek trus melakukan tindakan, karena siswa tersebut ketauan lompat jendela dari dalam ruangan yang kosong dan terkunci, "ujarnya, Selasa (13/10).

Pihak sekolah kata Jamal, akan segera memanggil siswa yang bersangkutan beserta orang tuanya, dan pihak keamanan sekolah pada Kamis besok,

"Kamis (15/10) besok semua pihak mulai dari siswa, orang tua siswa, serta keamanan sekolah akan kita panggil ke sekolah, "terang pria berperawakan tinggi kekar ini saat ditemui bekasitoday di SMPN 4 Babelan usai lepas sambut.

Pantauan bekasitoday.com, bahwa hampir semua guru dan staf  SMPN 1 Babelan merasa tidak nyaman dengan kelakuan para keamanan sekolah, yang menurut mereka (guru dan staf-red) selalu mencampuri urusan internal sekolah.(red)




CIKARANG BARAT bekasitoday.com-Manajemen Coca Cocal Amatil Indonesia (CCAI) wilayah Bekasi berikan kepada 10 pelajar biaya sekolah sembilan diantaranya adalah siswa SMU dan satu setingkat Akademik, yang berasal dari kampung Rawamaju, kampung Cikedokan Desa Sukadanau, dan Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat. Program bagi para pemuda yang diusung adalah program Zone-1 dengan memberikan kontribusi meningkatkan kecerdasan bangsa, yakni menyalurkan bantuan biaya sekolah.

Menurut West Java Regional Corporate Affair Manager Nurlinda Fatmikasari, bantuan biaya sekolah diberikan kepada para pemuda pelajar, yakni anak-anak dari warga lingkungan sekitar pabrik CCAI yang terletak di Kecamatan Cikarang Barat.

"Total 10 pelajar, 9 pelajar setingkat SMU dan 1 setingkat akademisi yang barasal dari Kampung Rawamaju, Kampung Cikedokan Desa Sukadanau dan Desa Telaga Asih, Kecamatan Cikarang Barat, "ujar Mieke kepada wartawan, Senin (12/10).

Menurutnya, serah terima bantuan diselenggarakan di auditorium pabrik CCAI Jalan Teuku Umar KM 46 Cikarang Barat. Bantuan pendidikan diberikan langsung oleh Vasilii Gusko selaku Production Plant Manager.

"Dalam momentum Sumpah Pemuda, kami CCAI ingin berkontribusi terhadap pembangunan sosial ekonomi dimana CCAI beroperasi, karena para pemuda pelajar ini adalah penerus bangsa. Dengan memajukan pendidikan para pemuda merupakan salah satu upaya memajukan bangsa, "terangnya.

Acara serah terima bantuan biaya sekolah dihadiri oleh Muspika setempat yaitu Ketua RT, Ketua RW, Lurah Desa Sukadanau, dan Camat Cikarang Barat.

"Rahmat Atong, Camat Cikarang Barat mengapresiasi pemberian bantuan pendidikan yang diberikan CCAI kepada para pelajar yang cakap berprestasi, karena pilar pendidikan merupakan hal yang penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dengan pendidikan yang memadai, masyarakat, khususnya para pemuda diharapkan dapat meningkatkan kualitas hidupnya, "jelasnya.

CCAI bekerjasama dengan melibatkan langsung para ketua RT dan RW setempat dalam menentukan penerima bantuan pendidikan tersebut agar supaya penyerahannya tepat sasaran.

"Lebih dari 100 pelajar berprestasi yang telah menerima bantuan pendidikan sebagai perwujudan komitmen CCAI sebagai bentuk kontibusi kami kepada warga di area tempat CCAI beroperasi di seluruh Indonesia, "ungkapnya.

Sejauh ini, kata Mieke, CCAI memiliki empat pilar kunci sebagai parameter untuk menjalankan program-program CSR dan Sustainability yang harmonis. empat pilar kunci tersebut yakni menjaga dan melestarikan lingkungan, menyediakan beragam pilihan produk kepada pelanggan, mempertahankan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif di kalangan karyawan dan akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat dimana CCAI beroperasi.(red)
CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Muhtada Sobirin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi, tengah berupaya untuk bisa membuka Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri di wilayah Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi. 

"Kami coba berkomunikasi dengan kades Hurip Jaya supaya bisa disini, rencana tahun depan akan kita buka dan bangun di atas lahan Tanah Kas Desa (TKD) Huripjaya, nantinya SMPN 6 Babelan ini untuk siswa-siswa yang ada di Huripjaya, Pantai Hurip, dan Muara Bakti, SMPN 6 ini akan menginduk ke SMPN 1 Babelan, "ujarnya.

Sedangkan untuk sistem pembelajaran siswa-siswi SMPN 6 Babelan, kata Muhtada, akan bertempat di SDN 02 Huripjaya.

"Untuk awal pembukaan kita akan coba gunakan bina lingkungan, untuk menjadi siswa-siswi SMPN 6 Babelan, proses belajar pun akan menumpang pada SDN 2 Huripjaya, "jelasnya.

Masyarakat sangat berharap dengan dibukanya sekolah Negeri setingkat SMP dapat segera terwujud, dan dapat menampung siswa-siswi khususnya yang ada di tiga wilayah desa di Kecamatan Babelan.

"Semoga dengan adanya SMPN 6 Babelan, dapat menampung siswa-siswi di wilayah ini, karena disini masih minim sekolah Negeri setingkat SMP, "terang beberapa orang warga.(red)

CIKARANG SELATAN bekasitoday.com-Dalam mewujudkan tugas-tugas pemberdayaan masyarakat, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI) membagikan sertifikat yang semua biayanya di tanggung negara melalui Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Bekasi, Dirwan A Dachri mengatakan sebenarnya di APBN tahun 2015 dibuat sebanyak 3000 sertifikat.

"Sebanyak 3000 sertifikat keseluruhan biayanya di tanggung negara melalui APBN, "ujarnya.

Dijelaskan Dirwan, sebanyak 3000 sertifikat yang di terbitkan BPN biayanya di tanggung melalui APBN oleh negara yang diantaranya UKM, Prona, maupun lahan pertanian. Disampaikannya bahwa masyarakat sangat memerlukan kepastian hukum oleh sebab itu pihaknya mencari lokasi-lokasi tanah yang dikuasai masyarakat dengan luas yang sangat minim dan yang berpotensi sengketa.

"Untuk itu tugas dari kami adalah memberikan akses reform untuk warga masyarakat juga kepada pihak swasta. Sementara kontribusi BPN juga mengeluarkan hak tanggungan yang dikeluarkan tahun 2015 nilainya mencapai 18 triliun untuk Kabupaten Bekasi saja, "imbuhnya.

Dirinya menambahkan, 3000 sertifikat yang dikeluarkan diantaranya untuk UKM, Prona, maupun lahan pertanian. Disini kami (BPN-red) mencoba memberi kepastian hukum kepada masyarakat atas hak tanahnya.

"Kalau sudah ada kepastian hukum seperti ini pastinya masyarakat akan merasa aman, "terangnya.

Masih menurut Dirwan, Kontribusi BPN sebesar 18 triliun hanya diberikan untuk Kabupaten Bekasi saja di nilai telah banyak mendorong laju perekonomian yang ada di masyarakat, sedang untuk kontribusi berupa pajak BPHTB yang disetorkan ke kas daerah yang peningkatanya mencapai 150 persen menjadi 1.8 triliun di tahun 2015 sedangkan pada tahun 2014 hanya sebesar 563 miliar.

"BPN dinilai telah banyak mendorong laju perekonomian di Kabupaten Bekasi, karena ditahun 2015 ini kontribusi BPN sebesar Rp.18 trliliun, setoran ke kas daerah meningkat hingga mencapai 150%, "jelasnya.

Ditambahkan Dirwan, adanya peningkatan di pemasukan BPHTB karena banyaknya para insvestor yang masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi dikarenakan profit atas tanah yang ada di wilayah Kabupaten Bekasi. Selain itu Adanya perwakilan Pemerintah yang ada diluar negeri seperti jepang, korea, china sehingga mampu menarik insvestasi dari luar masuk ke wilayah Kabupaten Bekasi.

"Inilah kontribusi yang kita dapatkan selama tahun 2015, kepada masyarakat juga BPN melakukan pembimbingan apabila menginginkan mendapatkan penambahan modal pihaknya bekerja sama dengan bank BRI dan BJB. "pungkasnya.(red)
SUKATANI-Di saat Gelombang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terus meningkat dan hampir diseluruh Kabupaten dan Kota di beberapa daerah di Indonesia banyak perusahaan yang gulung tikar akibat naiknya nilai tukar dolar, Namun Luar biasa ternyata di-Kabupaten Bekasi justru membuka kegiatan Job Fair di Bulan Oktober 2015, Jum'at (9/10).

Menurut Bupati Bekasi, Hj Neneng Hasanah Yasin, Kabupaten Bekasi masih cukup beruntung dan harus bisa bersyukur ketika negara sedang mengalami masalah ekonomi dengan melonjaknya dolar sehingga didaerah lain banyak perusahaan yang terpaksa PHK ribuan karyawanya, justru di Kabupaten Bekasi bisa menyediakan hampir 2000 lowongan kerja yang bisa diraih dan diperjuangkan oleh masyarakat Kkabupaten Bekasi untuk berkompetisi dalam meraih pekerjaan sesuai kualifikasi pihak perusahaan.

"Walaupun Target buka 50 ribu lowongan kerja sudah kita capai, namun kita terus memberikan kesempatan kepada para pelamar kerja di Kabupaten Bekasi untuk mendapatkan pekerjaan melalui kegiatan Job Fair ini, dan saya berharap sebagian besar yang diterima diperusahaan adalah orang bekasi, "ucapnya.

Walapun begitu kita juga we'll come kepada warga diluar daerah untuk mencari penghidupan di Kabupaten Bekasi, namun paling kita ingin pihak perusahaan lebih memperioritaskan warga Kabupaten Bekasi dulu, jangan sampai disalah satu perusahaan misalnya manajernya orang jawa, yang diterima orang jawa semua.

"Jangan sampai mau masuk kerja dimintai duit untuk inilah atau itulah, kasian mereka justru cari pekerjaan buat dapatkan penghasilan, bukan justru pekerjaan belum pasti ada sudah dimintai uang,"katanya.

Bahkan sambung Neneng, Dikabupaten Bekasi masih terus membutuhkan ribuan lagi lowongan kerja terutama untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja dibeberapa perusahaan industri yang baru berdiri dan beroperasi dalam lokasi perluasan kawasan industri yang ada dikabupaten Bekasi.

Sementara itu, Kadisnakertrans Kabupaten Bekasi, Effendi mengatakan, bahwa selain pihaknya menyelenggarakan kegiatan serupa setiap dua bulan sekali, juga melaksanakan program pelatihan untuk ketenaga kerjaan, sehingga ketika memasuki dunia usaha maupun melamar pekerjaan, pelamar sudah mempunyai skil yang baik, sehingga sesuai pekerjaaan bisa dilakukan secara profesional dan dapat bersaing dengan para pelamar yang datang dari luar daerah.

"Kita masih terus secara rutin melakukan kegiatan pelatihan ketenagakerjaan, sehingga masyarakat selain bisa mempunyai kesempatan untuk melamar pekerjaan dibeberapa perusahaan juga bisa membuka usaha sendiri dengan memanfaatkan kemampuannya dari hasil pelatihan, "ungkapnya.(red)
SUKATANI-Seakan tidak mau dicap macan ompong dan dibilang Omdo, sesuai tupoksi pengawasan Wakil Bupati Rohim Mintareja akhirnya inpeksi mendadak (sidak) dibeberapa lokasi hasil kegiatan jalan lingkungan dan peningkatan jalan yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni Kabupaten Bekasi 2015, bahkan salah satu lokasi sidak dilokasi hasil kegiatan Peningkatan Jalan Kampung Kapuk RT.01/01 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani yang dilaksanakan oleh pemenang tender hasil ULP oleh CV Arya Adhi Teknik. (AAT), Jumat (9/10). 

Wakil Bupati Rohim Mintareja yang didampingi Camat Sukatani, Endang Setiawan dan Kepala Desa Sukamulya, Umin Suminta usai sidak dilokasi hasil pekerjaan peningkatan tiga paket sekaligus di Kampung Kapuk RT01/01 Desa Sukamulya yang hampir menelan anggaran 1 miliar tersebut mengatakan, bahwa ia sangat kaget dan sangat kecewa terhadap hasil pekerjaan yang dianggap buruk yang dilakukan oleh pelaksana CV. Arya Adhi Teknik yang berkantor di Kebalen Babelan tersebut.

"Pekerjaan kayak gini sangat parah, sampai banyak yang retak nggak beraturan hingga sampai ada yang sudah rusak hingga keliatan plastik alas betonnya, ini paling cuma dua centimeter doang nich kalau kaya gini, "ucapnya.

Hal ini sambung pria yang juga menjabat Ketua BNK Kabupaten Bekasi tidak boleh dibiarkan dan jangan sampai dibayar dulu kalau pekerjaan ini tidak sesuai spek yang ada, bahkan jika mau dibayar nanti harus dilakukan dulu perbaikan hingga sesuai spek yang ada.

"Saya akan proses terus ini sampai ke ranah hukum, jika sampai pekerjaan ini dibayar, ini sudah gak bisa ditoleransi lagi, bahkan saya bingung apa kerjanya pengawas dan konsultan dilapangan hingga pekerjaan kaya begini dibiarkan, bahkan kalau perlu black list saja perusahaan yang seenak udelnya kaya begini, dan harus di tindak tegas juga buat konsultan dan pengawasnya serta PPTK nya agar jangan terulang lagi nanti."katanya.

Bahkan selepas melakukan sidak dirinya akan memanggil semua pihak, terutama dinas terkait agar persoalan ini menjadi sample awal terhadap hasil pekerjaan lainya, dengan kejadian tersebut ia sangat prihatin setiap melakukan sidak dihampir belasan hasil kegiatan hampir semua dibawah spek.

"Ya kalau yang standar sesuai spek rata-rata ,Normalnya 15 Cm, kalaupun ada penyusutan dari Beton Basah ke Kering dianggap wajar menyusut hingga 12 cm, tapi kalau pekerjaan kaya gini sudah jelas semua retak dan ancur akibat tipisnya ketebalan dan saya perkirakan ini hanya dibawah lima cm rata-rata, dan untuk membuktikan itu ini harus di Cordrile ulang, "terangnya.

Menurutnya, terkesan ada permainan hal itu dibuktikan dengan beberapa titik Cordrile yang sudah diberi tanda dan semua lubang cordrile justru disisi ruas jalan, harusnya tepat ditengah.

"Kita akan meminta hasil cordrilenya dari Lab, kalau perlu diuji lab lagi terhadap kualitas betonnya apakah benar sesuai spek pakai beton Kualitas berapa?. Jangan-jangan kwalitas betonnya justru dibawah standar lagi, "ungkapnya.(red)
CIKARANG bekasitoday.com-Muhtada Sobirin, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi dapil IV,  akan mendorong pengalokasian anggaran untuk pembuatan stadion yang layak dan megah, yang akan menjadi penyempurnaan stadion mini yang ada di Kecamatan Tambun Utara Kecamatan Tambun Utara.

"Sangat minim sarana olah raga khususnya lapangan sepak bola, untuk itu kami anggota dewan di dapil IV akan mendorong pengalokasikan anggaran di 2015 ini untuk pembuatan stadion yang layak dan megah yang akan menjadi stadion kebanggan warga, "ujarnya.

Sementara, Drs Sopian Hadi. Camat Tambun Utara mengatakan, lahan yang akan kami ajukan adalah lapangan sepak bola Desa Sriamur yang sebelumnya sudah di bangun stadion mini, namun masih banyak kekurangan di sana sini.

Kita ajukan ditempat yang sama, yaitu di stadion mini yang ada di Desa Sriamur, karena kami lihat masih banyak kekurangan, "terangnya. 

Menurutnya, nantinya kompetisi-kompetisi sepak bola tingkat Kecamatan akan kami adakan di stadion mini Sriamur ini, 

"Lantaran banyak kompetisi yang digelar di Tambun Utara berjalan sukses, kami akan bawa kompetisi ini ketingkat yang lebih tinggi. "ungkapnya. 

Kami berharap dengan banyaknya kompetisi bisa mencari bibit-bibit pemain menyusul kesuksesan Mardiansyah dan Rohmat yang sudah lebih dahulu sukses di persepak bolaan nasional. Dan Kami berharap tim sepak bola jangan berkecil hati tentang minimnya pasilitas stadion yang ada di Tambun Utara.

"walapun stadion yang ada sangat minim, tetaplah berlatih, berlatih dan terus berlatih, "terangnya.

Bido (41) pelatih sekaligus pemain kepada wartawan mengatakan, dirinya dan kawan-kawan mengucapkan banyak terima kasih kepada bapak Muhtada yang sudah memperhatikan kami khususnya dalam bidang sepak bola.

"Sangat berterima kasih seklai atas pemikiran Dewan yang ada di Tambun Utara (Muhtada Sobirin-red), apalagi beliau akan berusaha mendorong pemda agar di Tambun Utara di buatkan stadion yang layak yang akan menjadikan kami lebih bersemangat dan menjadi stadion kebanggan buat kami seluruh warga tambun utara. "terangnya. (red)


TARUMAJAYA bekasitoday.com-Tim Kejaksaan Negeri Bekasi bersama Marper Pandiangan selaku hakim yang sedang menangani kasus Tanah Kas Desa (TKD) Setia Asih , tinjau lokasi TKD Setia Asih seluas dua hektar yang terletak di Desa Setia Asih, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, terkait kasus tukar menukar sebidang tanah bengok dengan tanah hak milik H.Syamsuri Hadi, yang di laporkan oleh  Hj Siti Komariah selaku Kepala Desa Setia Asih, Rabu (7/10).

H.Syamsuri Hadi saat di hubungi melalui telepon Selulernya mengatakan, dirinya bersama dengan pengacaranya minta kepada Jaksa dan Hakim yang sedang menangani kasusnya agar meninjau kembali lokasi TKD seluas dua hektar yang di tukar dengan tanah hak milik dirinya. dirinya menegaskan bahwa tanah bengkok tersebut tidak jadi di tukar dengan tanah miliknya dan masih di kuasi oleh Desa Setia Asih yang saat ini berada di kawasan perumahan ISPI.
“Saya tidak pernah menguasai tanah bengkok Desa Setia Asih yang seluas dua hektar, karena penukarannya tidak di setujui oleh ayah saya, masa saya di tuduh menjual tanah bengkok, ”tegasnya.

Menurutnya, tanah yang di laporkan Siti Komariah seluas 6000 meter itu murni hak milik dirinya dengan bukti-bukti  kepemilikan surat akte jual beli No 49/6/TMJ/1983 melalui Notaris SOEDIRDJA.SH, SPPT No32.18.100.002.007.0396.0.

"Tanah seluas 6000 meter itu adalah murni hak milik saya, dan ada surat Akta Jual Belinya, "terangnya.

Lebih lanjut dikatakan, Desa Setia Asih pada saat sebelum di mekarkan, H.Hamdani Bin Samad selaku orang tua dirinya  memiliki tanah hak milik seluas 15.000 meter, karena setelah desa di mekarkan, Desa Setia Asih tidak mempunyai lokasi untuk Kantor Desa, dan pihak pemerintah pada saat itu memohon kepada H Hamdani agar tanah hak milik seluas  3000 meter di tukar dengan tanah bengkok  seluas dua hektar yang terletak di Desa Setia Asih.

"Saat desa dimekarkan, Desa Setia Asih tidak memiliki lahan untuk lokasi kantor desa, dan pemerintah saat itu memohon kepada orang tua saya untuk menukar tanah milik orang tua saya seluas 3000 meter dengan tanah bengkok seluas dua hektar, "jelasnya.

Saat itu kata dia, tukar menukar-pun di setujui oleh H. Hamdani, namun proses administrasi surat menyuratnya yang seharusnya di keluarkan oleh Gubernur Jawabarat pada saat itu tidak kunjung selesai, karena surat menyuratnya tidak jelas, akhirnya tanah hak milik H.Hamdani di ambil kembali, artinya tidak jadi di tukar, dan tanah bengkok untuk penukarannya di kembalikan kepemerintah desa seluas dua hektar, karena tidak jadi di tukar, kemudian H.Hamdani bin Samad menjualnya kepada H.Syamsuri seluas 6000 meter, tanah seluas 3000 meter yang sudah terlanjur di bangun kantor Desa dan gedung Sekolah Dasar tidak di permasalahkan, dan sisanya seluas 3000 meter di bangun pasar tradisional.

"Saat itu orang tua saya menyetujui tukar menukar tanah tersebut, karena surat menyuratnya tidak kunjung selesai, akhirnya proses tukar menukar tersebut dibatalkan, karena tanah milik orang tua saya seluas 3000 meter sudah terlanjur di bangun kantor desa, akhirnya orang tua saya tidak mempermasalahkan, dan selanjutnya sisa tanah seluas 3000 meter, saya bangun pasar tradisional, "ungkapnya. 

Dia menambahkan, pada tahun 2014 tanah yang di bangun pasar oleh dirinya di laporkan oleh HJ Siti Komariah selaku Kepala Desa Setia Asih, dengan tuduhan bahwa tanah tersebut adalah tanah bengkok. 

"Dan pada 2014, tanah seluas 3000 meter yang saya bangun pasar, digugat oleh Hj. Siti Komariah dengan tuduhan bahwa tanah tersebut adalah tanah bengkok. Dirinya meminta kepada Pengadilan Negeri Bekasi untuk mengusut secara tuntas permasalahan ini, ” jelasnya.(red)