SUKATANI-Seakan tidak mau dicap macan ompong dan dibilang Omdo, sesuai tupoksi pengawasan Wakil Bupati Rohim Mintareja akhirnya inpeksi mendadak (sidak) dibeberapa lokasi hasil kegiatan jalan lingkungan dan peningkatan jalan yang dianggarkan melalui Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Murni Kabupaten Bekasi 2015, bahkan salah satu lokasi sidak dilokasi hasil kegiatan Peningkatan Jalan Kampung Kapuk RT.01/01 Desa Sukamulya, Kecamatan Sukatani yang dilaksanakan oleh pemenang tender hasil ULP oleh CV Arya Adhi Teknik. (AAT), Jumat (9/10). 

Wakil Bupati Rohim Mintareja yang didampingi Camat Sukatani, Endang Setiawan dan Kepala Desa Sukamulya, Umin Suminta usai sidak dilokasi hasil pekerjaan peningkatan tiga paket sekaligus di Kampung Kapuk RT01/01 Desa Sukamulya yang hampir menelan anggaran 1 miliar tersebut mengatakan, bahwa ia sangat kaget dan sangat kecewa terhadap hasil pekerjaan yang dianggap buruk yang dilakukan oleh pelaksana CV. Arya Adhi Teknik yang berkantor di Kebalen Babelan tersebut.

"Pekerjaan kayak gini sangat parah, sampai banyak yang retak nggak beraturan hingga sampai ada yang sudah rusak hingga keliatan plastik alas betonnya, ini paling cuma dua centimeter doang nich kalau kaya gini, "ucapnya.

Hal ini sambung pria yang juga menjabat Ketua BNK Kabupaten Bekasi tidak boleh dibiarkan dan jangan sampai dibayar dulu kalau pekerjaan ini tidak sesuai spek yang ada, bahkan jika mau dibayar nanti harus dilakukan dulu perbaikan hingga sesuai spek yang ada.

"Saya akan proses terus ini sampai ke ranah hukum, jika sampai pekerjaan ini dibayar, ini sudah gak bisa ditoleransi lagi, bahkan saya bingung apa kerjanya pengawas dan konsultan dilapangan hingga pekerjaan kaya begini dibiarkan, bahkan kalau perlu black list saja perusahaan yang seenak udelnya kaya begini, dan harus di tindak tegas juga buat konsultan dan pengawasnya serta PPTK nya agar jangan terulang lagi nanti."katanya.

Bahkan selepas melakukan sidak dirinya akan memanggil semua pihak, terutama dinas terkait agar persoalan ini menjadi sample awal terhadap hasil pekerjaan lainya, dengan kejadian tersebut ia sangat prihatin setiap melakukan sidak dihampir belasan hasil kegiatan hampir semua dibawah spek.

"Ya kalau yang standar sesuai spek rata-rata ,Normalnya 15 Cm, kalaupun ada penyusutan dari Beton Basah ke Kering dianggap wajar menyusut hingga 12 cm, tapi kalau pekerjaan kaya gini sudah jelas semua retak dan ancur akibat tipisnya ketebalan dan saya perkirakan ini hanya dibawah lima cm rata-rata, dan untuk membuktikan itu ini harus di Cordrile ulang, "terangnya.

Menurutnya, terkesan ada permainan hal itu dibuktikan dengan beberapa titik Cordrile yang sudah diberi tanda dan semua lubang cordrile justru disisi ruas jalan, harusnya tepat ditengah.

"Kita akan meminta hasil cordrilenya dari Lab, kalau perlu diuji lab lagi terhadap kualitas betonnya apakah benar sesuai spek pakai beton Kualitas berapa?. Jangan-jangan kwalitas betonnya justru dibawah standar lagi, "ungkapnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.