CIKARANG PUSAT- Dalam Kegiatan penertiban Satpol PP Kabupaten Bekasi berhasil menjaring 33 orang wanita penghibur yang sekaligus diduga jadi Pekerja Seks Komersial (PSK) dibeberapa tempat warung remang-remang di wilayah CBL Cibitung dan Bale Kambang Cabangbungin, Selasa malam (3/11). 

Kabid Penegakan Perda Satpol PP, Maman Baruzaman mengatakan, Hasil operasi penertiban dari time gabungan Satpol PP kabupaten Bekasi, Polresta Bekasi, dan Kodim 0509 Bekasi berjumlah sekitar 100 orang berawal menyisir daerah Sukatani yang dikenal lokasi mangkal PSK Hotel Puyuh yang berada di Blokang jalan raya Sukatani-Pilar.

"Namun dari lokasi tersebut Nihil hasilnya, tidak ada satupun PSK yang mangkal, semula kita pesimis kalau hasil penertiban ini hasilnya kurang memuaskan, dan time kita kemudian bergerak ke lokasi Bale Kambang Cabangbungin dan disana berhasil mengamankan empat wanita penghibur yang diduga sekalgus jadi PSK di lokasi warung remang-remang dilokasi tersebut, "jelasnya.

Lebih lanjut Maman mengatakan, pihaknya tidak puas dengan hasil yang didapat dari lokasi tersebut, kemudian personil bergerak lagi ke arah Cibitung dan berhasil mengamankan 29 orang dilokasi CBL Cibitung yang sedang asik menemami pelangganya yang sedang berkaroke dan berjoget sambil pesta minuman beralkohol.

"Setelah diamankan kemudian diangkut ke mobil truk satpol PP, akhirnya sebanyak 33 orang wanita tersebut kita bawa ke Kantor Satpol PP Kabupaten Bekasi untuk di periksa indentitasnya dan selanjutnya diserahkan ke pihak Dinas Sosial Kabupaten Bekasi untuk selanjutnya dibawa ke panti Rehabilitas di Pasar Rebo Jakarta, "ucapnya.

Masih menurutnya, Ada kejadian unik, banyak para pengurus lokasi hiburan yang mengaku LSM maupun Ormas yang mencoba meloby pihaknya, untuk memohon melepaskan beberapa wanita yang terjaring tersebut dengan alasan masih saudaranya, namun ternyata tidak ada satupun dari mereka yang bisa membujuk pihaknya sehingga selanjutnya ke 33 wanita tersebut langsung digelandang ke Pasar Rebo Jakarta.

"Ada banyak yang datang mengaku saudaranya dan membujuk anggota kita untuk melepaskanya dengan iming-iming uang tebusan, namun kita tolak dan langsung semua wanita yang terjaring sebanyak 33 orang kita serahkan ke Dinas Sosial untuk dibawa ke Pasar Rebo dengan pengawalan ketat, "jelasnya.

Sementara itu Wati (21) salah satu orang wanita yang diamankan polisi bersama puluhan orang lainya sebelum digelandang ke Pasar Rebo yang mengaku warga Batujaya Karawang mengatakan, bahwa ia melakukan kerja di dunia malam tersebut karena terpaksa setelah cerai dengan mantan suaminya ia melakukan hal itu untuk menghidupi anaknya dan membiayai sekolah adiknya yang masih dibangku SD dan SMP.

"Saya terpaksa bang, kalau saya punya suami gak bakal mau kerja kaya gini, "ungkapnya sambil menangis minta pulang.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.