TARUMAJAYA bekasitoday.com-Penggalian Pipa Gas Negara (PGN) yang berada di jalan raya tarumajaya, kampung kelapa, Desa Segera Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, dikeluhkan oleh masyarakat sekitar. Pasalnya pada penggalian tersebut alat berat PGN menghalangi arus lalu lintas jalan.

Pengerjaan pipanisasi ini, kerap kali menuai kontroversi dari masyarakat mulai dari penolakan penanaman yang dinilai masyarakat bom waktu, penanaman yang merusak lingkungan, hingga kerap membuat macet.

Seperti yang dikeluhkan, Iman Sumantri, anggota Trantib Kecamatan Tarumajaya, menurutnya, akibat hal tersebut banyak masyarakat yang dirugikan.

"Saat saya patroli, benar alat berat PGN membuat kemacetan di jalan, saat saya konfirmasi terkait alat berat tersebut, pihak PGN mengatakan telah berkoordinasi dengan Polsek setempat, "katanya, Jum'at (6/11).

Hal senada juga diucapkan Kasi Trantib Kecamatan Tarumajaya H.Rohadi, menurutnya pengerajaan pipanisasi selalu diringi dengan konflik dan masalah.

"Setiap dia (PGN) injek selalu bermasalah, mana dah yang tidak diawali dengan masalah, "ucap geram.

Berdasarkan surat rekomendasi teknis pemasangan pipa dengan nomor surat 620/1706/DBMPSDA/2015 yang ditandatangani oleh Kepala Dinas Bina Marga dan Pengelolaan Sumber Daya Air Adang Sutrisno, bahwa pelaksanaan penggalian dan pemasangan pipa agar dilaksanakan pada malam hari, pagi hari sisa galian agar dibersihkan kembali seperti kondisi semula, dan pengembalian kondisi semula harus dilakukan maksimal.(ind/red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.