TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Permasalahan sampah yang ada di Kabupaten Bekasi, hingga kini belum teratasi dengan baik. Salah satu permasalahan yang saat ini terjadi adalah tumpukan sampah yang ada di Kali Cikarang Bekasi Laut (CBL), yang berada di Desa Wanasari, Desa Muktiwari, Desa Sarimukti, Kecamatan Cibitung, Provinsi Jawa Barat.

Melihat hal demikian, Kepala Desa (Kades) Srijaya, Drahim Sada mengatakan, permasalahan ini lantaran tidak adanya perhatian dari para pengembang perumahan untuk membuat Tempat Pembuangan Sampah Sementara (TPSS) di wilayahnya.

"Minimal perumahan itu jangan hanya fasos fasum saja seperti mushala, bolehlah lapangan. Nah, ini kita minta  minimal setiap perumahan itu mempunyai TPSS dengan bersinergi dengan Dinas Kebersihan (Dinsih), "ujarnya.

Pembuangan sampah yang berada di Kali CBL, dinilai Drahim tidak bertanggung jawab dan terlihat tidak adanya sinergitas dengan Dinsih Kabupaten Bekasi. Menurutnya untuk perubahan status menjadi TPSS sebut Drahim tidak sebanding dengan TPS Burangkeng.

"Kegiatan bersih-bersih di Kali Bekasi percuma juga kalau pun ngundang orang kalau tidak ada eskalatornya, minimal eskalator yang mini lah. Sekarang bagaimana buat pembuangan sampah sementara, yang buang kesitu aja kan lebih dari 20 mobil setiap harinya. Tapi, kalau untuk dibuangnya ke Burangkeng saja itu cuma 2-3 mobil, seharusnya lebih banyak mobil buang ke Burangkeng, "tandasnya.

Drahim juga sebut pembuangan sampah yang berada di Kali CBL ilegal, dan ada oknum yang hanya memanfaatkan wilayah ini, sambung Drahim, ini perlu ketegasan dari Pemerintah setempat.

"Kalau saya sih bilang ini ilegal, oknum saja yang memanfaatkan tempat ini, saya berharap Pemerintah harus lebih tegas lagi, kalau bisa disini ada pos satu untuk penjagaan minimal 1x24 jam, kan Pol PP di setiap Kecamatan ada, "pungkas Drahim mengakhiri pembicaraan.(red).

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.