Maret 2016

TAMBELANG bekasitoday.com-Kiyai Suherman Haromaen Pimpinan Majelis Dzikir Getaran Qolbu bersama KH.M Arifin Ilham, gelar dzikir bersama di Musholla Nurus-syifa pimpinan ustdjh Aan, yang berada di Desa Sukarapih, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi, Rabu (23/3).

Terpisah, Kiyai Suheman Haromaen, Pimpinan Majelis Dzikir Getaran Qolbu kepada bekasitoday.com mengatakan, dalam pembacaan dzikir tersebut sekitar 2000 jemaah yang hadir terlihat khusu.

"Ribuan jemaah dzikir yang hadir sangat tergetar hatinya saat membacakan dzikir bersama, kami melihat selain bergetar hatinya, karena antusias, jemaah pun mengikuti kegiatan dzikir sampai selesai, "jelasnya.

Hasan (30) salah satu jemaah ketika ditanya mengatakan, dirinya sengaja datang bersama anak dan istrinya untuk dzikir bersama yang dipimpin oleh KH M Arifin Ilham bersama Kiyai Suherman Haromaen pimpinan Majelis Dzikir Getaran Qolbu.

"Selain ingin berdzikir bersama, kami sekeluarga juga ingin melihat dan merasakan secara langsung manfaat dari dzikir bersama yang dipimpin oleh mubalig ternama, "ujarnya.

Sangat luar biasa, lantaran berdzikir bersama, tanpa sadar kami sekeluarga meneteskan air mata, ingat dosa.

"Karena ingat akan dosa, kami sekeluarga tanpa sadar meneteskan air mata dalam dzikir bersama tersebut, "ungkapnya(red).

TAMBUN SELATAN bekasitoday.com-Asosiasi Perangkat Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kabupaten Bekasi, pada Tahun 2016 ini akan memberangkatkan 20 orang Kepala Desa yang berada di Kabupaten Bekasi, ke Tanah Suci Mekkah guna menunaikan ibadah Umrah secara gratis.

"Tahun lalu (2015) ada Kepala Desa yang diberangkatkan untuk Umrah, sehingga Ketua Apdesi menargetkan Tahun ini akan ada 20 orang yang diberangkatkan, "ujar Jaut Sekretaris Apdesi Kabupaten Bekasi.

Dia mengatakan, memberangkatkan Kepala Desa untuk Umrah secara gratis merupakan bentuk perhatian Ketua Apdesi kepada Kepala Desa, hal itu merupakan anggota ataupun kepengurusan Apdesi. Kendati demikian, keberangkatan tersebut belum ditentukan dengan adanya penyeleksian.

"Bila pernah Umrah atau Haji, bisa tidak mengikuti. Tergantung bagaimana nanti penentuan dari Ketua ataupun jajaran Apdesi, tentunya dengan musyawarah, "ucapnya.

Disampaikan Jaut, rencana keberangkatan Umrah untuk Kepala Desa akan diprogramkan di rencana Program Apdesi agar setiap tahunnya dapat terlaksana. Selain umrah, ia juga menambahkan, akan diprogramkan untuk ibadah naik haji, walaupun masih sebatas rencana yang akan disampaikan olehnya disaat rapat Apdesi.

"Kalau bisa, nanti bukan hanya umroh tapi sampai naik haji. Kami pun inginnya selain Kepala Desa yang diberangkatkan, masih banyak juga yang layak diberangkatkan. Seperti perangkat Desa, atau Imam Masjid, guru mengaji dan serta lainnya, "tambahnya.

Ketika ditanya bocoran Kepala Desa yang akan diberangkatkan, Jaut yang menjabat Kepala Desa Tambun, belum bisa memberikan keterangan. Dikarenakan, kewenangan untuk memberitahukan Kepala Desa yang diberangkatkan hanya Ketua Apdesi yang berhak memberikan informasi tersebut.

"Saya belum bisa kasih tau, karena yang tahu hanya Ketua Apdesi, "tutup Jaut dengan senyuman. (red)

CIBITUNG bekasitoday.com-Menindaklanjuti surat yang dilayangkan Garda Tipikor Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (GTI DPC) Kabupaten Bekasi ke pihak Divisi Pengairan I Perum Jasa Tirta II Bekasi, terkait maraknya dugaan jual beli lahan garapan milik PJT II Bekasi, yang berada di sepanjang jalur Garis Sepadan Sungai (GSS) kali Cikarang Bekasi Laut (CBL) Desa Muktiwari, Kecamatan Cibitung, Kabupaten Bekasi, yang diduga dilakukan oleh masyarakat, langsung ditanggapi serius oleh PJT II Bekasi, dengan cara memasang plang larangan di jalur GSS tersebut, Senin (21/3).

Karta Wijaya, pihak PJT II Bekasi ketika di tanya terkait pemasangan plang pelarangan mendirikan bangunan kepada bekasitoday.com mengatakan, ini adalah bentuk ketegasan kami terhadap pemanfaatan lahan GSS, dimana lahan tersebut tidak boleh di dirikan bangunan apalagi yang sifatnya permanen.

"Kami seringkali berupaya melakukan peneguran ke pihak penggarap lahan pengairan agar lahan yang digarapnya jangan didirikan bangunan, dan hari ini kami memasang plang larangan mendirikan bangunan bersama rekan-rekan GTI,  "jelasnya.

Menurutnya, bukan hanya plang larangan saja yang kami tanam, dilahan GSS tersebut juga kami tanam pohon untuk dilakukan penghijauan.

"Kami akan berupaya menanam pohon disepanjang jalur kali CBL, tentunya secara bertahap, dan plang yang sudah kami tanam akan dipantau dan dijaga, "ujarnya.

Terpisah, Ketua GTI DPC Kabupaten Bekasi, H Nana Supriyatna yang didampingi Sekjen Gunawan mengatakan, bahwa ini adalah bentuk kerjasama GTI DPC Kabupaten Bekasi dengan pihak PJT II Bekasi, terkait pemanfaatan lahan pengairan yang tidak sesuai dengan fungsinya.

"Kami bukan menghilangkan mata pencarian warga masyarakat disini, kami hanya ingin membantu Pemerintah Kabupaten Bekasi, sesuai dengan fungsi kami sebagai sosial kontrol, tentunya dalam hal penertibkan lahan pengairan, "terangnya.

Kami berharap tempat pembuangan sampah yang sifatnya sementara, agar dapat bermanfaat untuk masyarakat sekitar, akan tetapi tentunya tidak membuang sampah ke sungai, serta tidak lagi menggunakan lahan pengairan untuk pembuangan sampah.

"Mudah-mudahan dengan kami mengontrol serta mensikapi masalah ini, masyarakat tidak membuang sampah ke sungai dan lahan pengairan lagi, kami berharap dengan gerakan GTI DPC Kabupaten Bekasi ini bisa membantu pemerintah Kabupaten Bekasi dalam meraih juara Adipura, "ungkapnya(red).

BABELAN bekasitoday.com-Puluhan bak motor (baktor) pengangkut sampah yang berasal dari bantuan Gubernur Provinsi Jawa Barat, dan Dinas Kebersihan Pertamanan dan Pemadam Kebakaran (DKPPK) Kabupaten Bekasi tahun 2013 lalu, yang dikumpulkan di halaman kantor Kecamatan sejak lima bulan belakangan, terlihat tidak terurus, Senin (21/3).

Seperti yang terlihat di halaman kantor Kecamatan Babelan dimana baktor tersebut sudah dipenuhi oleh rumput ilalang, informasi yang berkembang bahwa baktor tersebut masa kontraknya sudah habis, karena baktor itu hanya mempunyai kontrak selama dua tahun.

Sementara Ridwan Ketua RW30, Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan mengatakan, baktor ini dikumpulkan di kantor kecamatan untuk diadakannya pemeriksaan fisik.

"Saya dapet informasi baktor bantuan itu ingin dilakukan pemeriksaan, makanya surat kendaraan beserta kendaraannya harus dikumpulkan di kantor kecamatan, "ujarnya.

Informasi yang kami dapat, harus ada proposal permohonan guna pakai kembali ke dinas, baru baktor itu dapat digunakan lagi oleh kami.

"Kami disuruh buat proposal permohonan kembali terkait guna pakai baktor tersebut, "jelasnya.

Menurutnya, kami sudah membuatnya permohonan guna pakai baktor ke dinas, hingga saat ini belum juga ada jawaban.

"Kurang lebih dua bulan kami mengajukan permohonan guna pakai melalui proposal, tapi belum juga dijawab, "terangnya.(red).

BEKASI UTARA bekasitoday.com-Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kota Bekasi melaksanakan sholat Jum'at Keliling (Jumling) di Masjid Jami Hasbiallah di Jalan Kali Abang Tengah, Bekasi Utara. Jum'at (18/3).

Sementara, Ahmad Yudistira Ketua GP Ansor Kota Bekasi usai sholat Jumat berjamaah mengatakan, kegiatan Jumling ini kedepanya akan menjadi acara rutin Ansor Kota Bekasi dalam menjaga Ukuwah Islamiyah.

"Kegiatan ini kita kemas dengan sebutan Safari Jumat, dimana Ansor akan melakukan road show dari masjid ke masjid untuk melaksanakan sholat Jumat berjama'ah, "ujarnya.

Adapun tujuan dari kegiatan ini, sambung Yudis bahwa safari Jumat ini juga sebagai media sosialisasi kepada masyarakat dan jama'ah Masjid, akan pentingnya hidup secara berdampingan baik sesama umat muslim itu sendiri maupun dengan pemeluk agama yang lain.

"Sama-sama kita ketahui, Bekasi sebagai Kota Metropolitan sudah barang tentu bahwa masyarakat Kota Bekasi sangat heterogen, baik secara kesukuan maupun kepercayaan, oleh sebab itu toleransi sangat diperlukan, "ucapnya.

Ditempat yang sama Sekertaris GP Ansor Kota Bekasi Muhammad Jupri  menerangkan, selain kegiatan sholat berjama'ah pihaknya juga membagikan bingkisan dan selebaran kepada jama'ah yang sholat di dalam masjid tersebut. 

"Ini tujuannya semata-mata untuk menjaga kebersamaan dan saling berbagi, "katanya.

Selebaran yang dibagikan, kata Jupri berisikan ajakan kepada jama'ah agar memahami arti pentingnya hidup berdampingan. Mengingat Indonesia sebagai negara hukum dan menganut kebebasan beragama.

"Ya, isinya semua soal peraturan perundangan dan beberapa pasal-pasal yang menjamin kebebasan beragama, dan menjaga keutuhan bangsa dan negara, demi terciptanya persatuan dan cinta damai, seperti yang di ajarkan oleh Nabi Muhammad SAW, "bebernya.

Terpisah, Ketua Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Masjid Jami Hasbiallah Firdaus sangat menyambut gembira kehadiran sahabat-sahabat Ansor. Menurut dia, kegiatan tersebut patut diapresiasi ditengah terjadinya degradasi moral di kalangan remaja saat ini.

"Ini sangat bagus dan patut ditiru, kegiatan yang bersifat positif harus kita dukung bersama-sama, "pungkasnya.(red).

CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Jajaran pengurus Garda Tipikor Indonesia (GTI) Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Kabupaten Bekasi, surati Bupati dan Wakil Bupati Bekasi, terkait rencana deklarasi yang akan di gelar pada bulan Mei mendatang, Jumat (18/3).

H Nana Supriyatna, Ketua GTI DPC Kabupaten Bekasi ketika ditanya terkait surat yang dilayangkan ke pemerintah daerah kepada JP mengatakan, kami surati bupati dan wakil bupati bekasi untuk audensi dan pengenalan lembaga kami.

"Surat yang dikirim untuk melakukan audensi kepada bupati dan wakil bupati, karena bulan Mei besok kita akan mengadakan deklarasi, dan diharapkan kepada bupati bekasi, bisa menyempatkan diri untuk hadir, "ujarnya.

Menurutnya, kenapa bupati bekasi harus hadir, karena sebagai kepala wilayah harus bisa memberikan sepatah kata sambutan dalam acara kegiatan deklarasi yang digelar oleh GTI DPC Kabupaten Bekasi.

"Ada kata sambutan dari Bupati Bekasi dalam acara deklarasi kita, untuk hal itu kami meminta kehadiran bupati bekasi dalam acara kita, "jelasnya.(red).

BEKASI KOTA bekasitoday.com-Mahfudz Abdurahman anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), menggelar rapat dengar pendapat dengan Guru, Pedagang, Karyawan Dan Pelestari Budaya di kampung keranji, Kelurahan Jaka Sampurna Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Mahfudz, yang di dampingi oleh Arianto Hendarta Spd, anggota DPRD Kota Bekasi Komisi A, sengaja menjaring aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke masyarakat, agar bisa mendengar apa yang menjadi keluhan warga tentang kebijakan serta pelayanan publik oleh pemerintah.

Taufik (34), salah satu warga meminta kepada Mahfudz agar bisa mendesak pemkot bekasi untuk menertibkan angkutan umum yang terlihat semrawut dan tak tertata baik.

"Kami minta kepada bapak anggota dewan agar dapat menegur pihak pemkot bekasi untuk segera menertibkan angkot di Kota Bekasi, "ujarnya. 

Terpisah, Mahfudz mengatakan, untuk transportasi yang semrawut, kita akan berkordinasi dengan dishub Kota Bekasi, dirinya mengimbau untuk transportasi online tidak perlu dihilangkan, melainkan harus diatur dalam sebuah peraturan perundang-undangan. 

“Saya tidak melarang adanya Transportasi Online, akan tetapi keberadaan mereka harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di negara kita ini. Sepanjang itu menyangkut dengan transportasi, semua harus diatur oleh Undang-undang, baik yang konvensional maupun yang berbasis online, ”jelasnya.

Menurutnya,  transportasi online itu harus diatur oleh pemerintah, baik itu melalui peraturan pemerintah atau melalui surat keputusan Menteri, atau jika perlu DPR RI akan mengubah atau merevisi Undang-undang tersebut.

"Transportasi online itu kudu diatur oleh pemerintah, atau bila perlu kami akan mengubah dan merevisi undang undang itu, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa acara dengar pendapat ini juga di selingi dengan pemberian 500 Bea Siswa bagi siswa warga bekasi yang kurang mampu, dan pemberian seperangkat alat gendang rampak pencak silat oleh Mahfudz Abdurahman.(red).

TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Soleh Suhasbih, Sekretaris Dinas Badan Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa (BPMPD) Kabupaten Bekasi menegaskan bahwa sebagian besar desa yang mengikuti lomba desa tingkat Kabupaten Bekasi belum memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

"Karena kegiatan ini bergilir, dan saya baru kebagian di empat desa, dari sebagian besar desa yang saya datangi rata-rata mereka belum mempunyai BUMDes, "ujarnya saat menghadiri lomba desa di Kecamatan Tambun Utara, Kamis (17/3).

Menurutnya BUMDes sangat penting untuk perkembangan desa itu sendiri.

"Contoh BUMDes bisa membuat supermarket, dimana hasil dari penjualannya untuk kesejahteraan pamong desa, dan untuk lahan sendiri bisa di atas TKD, "jelasnya.

Dia menambahkan, untuk Desa Satria Mekar, Kecamatan Tambun Utara, adalah desa yang ke 12 yang mengikuti lomba desa tingkat Kabupaten Bekasi.

"Ini adalah lomba desa yang ke 12 se-Kabupaten Bekasi, "ungkapnya.(red).

CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Sebanyak 135 warga Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, yang diadakan oleh PT Cikarang Listerindo (CL), untuk periode bulan Maret, Selasa (15/3).

Anes, Humas PT.CL ketika dikonfirmasi diruang kerjanya kepada bekasitoday.com mengatakan, baksos pengobatan gratis ini adalah program rutin PT.CL, yang diambil dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR).

"Kegiatan ini merangkul Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Bimaspol sebagai keamanan dan aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksana, "ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini dilakukan di Kantor Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.

"Pengobatan gratis ini dilaksanakan di kantor desa dimana perusahaan kami berada, "jelasnya.

Kegiatan kali ini dihadiri oleh 135  pasien yang melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Gula Darah 51, Kolesterol 30 dan Asam Urat 32.

"Seperti biasa, ada pengecekan gula darah, kolesterol, serta pemeriksaan asam urat, "terangnya.

Dia menambahkan, bakti sosial ini merupakan komitmen dari PT.CL terhadap program CSR dan ingin bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada.

"Ini bentuk komitmen kami terhadap masyarakat di sekitaran perusahaan berada, tentunya dalam menyalurkan program CSR, "ungkapnya.(red).

CIKARANG PUSAT bekasitoday.com-Bupati Bekasi, dr Hj Neneng Hasanah Yasin, kembali melakukan rotasi mutasi di kalangan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) eselon II, mulai dari Sekretaris Daerah (sekda) hingga Kepala Dinas, Jumat (11/3).

Diketahui ada sebanyak 11 pejabat dilingkungan pemerintahan Kabupaten Bekasi yang terkena mutasi, diantaranya, H Uju menjabat sebagai Sekretaris Daerah Kabupaten Bekasi, M A Supratman yang sebelumnya menjabat Kepala BPLH menjadi Kepala Dinas pendidikan, Aat Baharti menduduki jabatan sebagai Asda I, Jamaludin sebagai Kepala Distarkim, Sahat M B Nahor yang sebelumnya menjabat kepala BPBD kini menjabat sebagai Kasatpol PP, Aspuri menjabat sebagai Kepala BPBD, Daryanto menjabat sebagai Kepala BPLH, Herman Hanapi yang sebelumnya menjabat sebagai Kepala Dishub kini menjabat sebagai Sekretaris dewan DPRD, Muhyiddin yang sebelumnya menjabat sebagai Sekda Kabupaten Bekasi kini menjabat sebagai Kepala Dinas Pendapatan Daerah, Drs.Rohim Sutisna yang sebelumnya menjabat sebagai Kadisdik kini menjabat sebagai Kepala Badan Penyuluhan Pertanian, serta Sutiaresmulyawan kini menjabat sebagai staf ahli bidang pemerintahan.

Masyarakat berharap dengan di bongkarnya jabatan esellon II di kalangan pemerintah Kabupaten Bekasi dapat membawa aspirasi masyarakat tentunya dalam membangun pemerintah khususnya di Kabupaten Bekasi.

"Mereka (pejabat-red) yang telah dilantik oleh bupati bekasi harus bekerja sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya, dan ingat anda adalah pelayan masyarakat, tentunya harus melayani masyarakat dengan baik, kalau ada laporan dari masyarakat harus segera ditindak lanjuti, "ujar H Edy, salah satu masyarakat Kabupaten Bekasi.(red).

BEKASI SELATAN bekasitoday.com- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Bekasi yang ke 19 tahun, ratusan massa dari Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi datangi gedung Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi, mengantarkan surat secara resmi yang isinya mendesak DPRD Kota Bekasi untuk menolak tegas pembentukan Panitia Khusus terkait pencabutan izin tempat ibadah umat katolik yakni gereja Santa Clara yang terletak di Bekasi Utara, Kamis (10/3).

"Pemerintah Kota Bekasi sudah mengeluarkan izin pembangunan gereja Santa Clara, ini kenapa ada wacana pembentukan Pansus izin pembangunan gereja, ini jelas kontraproduktif, "ucap Ahmad Yudistira Ketua Umum GP Ansor Kota Bekasi.

Menurutnya, jika ada kelompok atau golongan masyarakat yang merasa keberatan dengan izin yang sudah dikeluarkan oleh Pemkot Bekasi, sebaiknya dilakukan dengan jalur hukum, seperti misalnya menggugat ke Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). 

"Silahkan kalau ada yang keberatan dan adanya cacat administrasi ajukan saja gugatan ke pengadilan PTUN, bukan malah menggembor-gemborkan pembentukan Pansus, kami rasa ini sangat tidak tepat, "ujarnya.

Menurutnya, GP Ansor sebagai organisasi yang mengedepankan nilai-nilai pruralisme, akan selalu berada di garda terdepan untuk mengkampanyekan bahwa kebebasan beragama dan beribadah itu sudah diatur didalam undang-undang dasar. Aturannya sudah jelas, kenapa harus  diributin, "cetusnya.

Sementara itu, Muhammad Jupri Sekjen GP Ansor Kota Bekasi menyatakan bahwa kedatangannya ke gedung DPRD untuk mengantarkan surat secara resmi sikap GP Ansor terkait penolakan pembentukan Pansus. 

"Kota Bekasi sudah memasuki usia 19 tahun, seharusnya sudah tidak ada lagi intimidasi apalagi pelarangan-pelarangan pembangunan tempat ibadah, "jelasnya.

Jupri menambahkan, saat itu pihaknya telah diterima langsung oleh Tumai yang menjabat sebagai Ketua DPRD Kota Bekasi.

"Harapan kami semoga anggota DPRD Kota Bekasi bersikap bijak dan bisa membela kaum minoritas, khususnya kebebasan dalam beragama, "pungkanya.(red).

BABELAN bekasitoday.com-Dalam rangka Pekan Imunisasi Nasional (PIN) yang dilaksanakan serentak pada tanggal 8-15 Maret 2016, Wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, lakukan kegiatan PIN ke masyarakat secara bergilir, diketahui untuk dua wilayah desa dilakukan satu hari kerja, sementara di wilayah Kecamatan Babelan ada dua Kelurahan dan tujuh Desa.

Asmawi, Kepala Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, ketika ditanya terkait kegiatan program PIN kepada bekasitoday.com mengatakan, hari ini kami mendapat giliran melaksanakan program PIN yang dilaksanakan di 15 RT yang ada, sementara untuk Pos PIN ada sebanyak 20 unit.

"Jadi setiap wilayah RT, ada yang Pos PIN nya dua, lantaran banyaknya Pos PIN tidak sebanyak wilayah RT yang ada diwilayah Muara Bakti, "ujarnya saat ditemui di Posyandu Mawar yang ada di kantor Desa Muara Bakti, Kamis (10/3).

Menurutnya, target dalam satu hari ini, sekitar 1020 anak balita, karena kegiatan ini dilaksanakan dalam satu hari.

"Ini dilaksanakan dalam satu hari, ada sekitar 1020 balita, bahkan mungkin bisa lebih, "jelasnya.

Dia menambahkan, masyarakat di wilayah Desa Muara Bakti yang mempunyai balita, kami undang melalui undangan yang dibagikan ke setiap kader posyandu.

"Kami undang melalui undangan yang disebar oleh kader posyandu, alhamdulillah warga yang mempunyai balita antusias dalam menyukseskan program PIN ini, "jelasnya.(red).

CABANG BUNGIN bekasitoday.com-Majelis Dzikir Getaran Qolbu yang beralamatkan di kampung tapak serang Rt05/03, Desa Lenggah Jaya, Kecamatan Cabang Bungin, Kabupaten Bekasi, adakan program seribu majelis road show di 23 Kecamatan se-Kabupaten Bekasi.

Sementara, Kiyai Suherman Haromaen, Pembina Majelis Dzikir Getaran Qolbu ketika disambangi dikediamannya kepada bekasitoday.com mengatakan, kami sudah roadshow di beberapa masjid yang ada di Kabupaten Bekasi, untuk melakukan dzikir bersama para jamaah serta pengikut Rasulollah SAW.

"Sudah hampir 17 majelis dzikir di 17 kecamatan kami sambangi untuk melakukan dzikir, dan kita juga sudah beberapa kali mengisi acara dzikir di luar daerah, diantaranya wilayah Karawang, "ujarnya Rabu (9/3).

Menurutnya, Majelis Dzikir Getaran Qolbu yang dipimpinnya sudah mempunyai ribuan jamaah yang tersebar di 23 kecamatan di Kabupaten Bekasi.

"Kami mengadakan dzikir bersama jamaah tetap majelis dzikir getaran qolbu seminggu dua kali, di malam Senin dan malam Rabu, "terangnya.

Dia menambahkan, Minggu (13/3) malam besok, Insya Allah kami akan menggelar dzikir akbar di wilayah Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi.

"Insya Allah kami minta do'anya, Minggu malam besok, kami akan adakan dzikir bersama di wilayah Kecamatan Muara Gembong, ini adalah kelanjutan dari road show dzikir akbar yang kami adakan, "ungkapnya.(red).

BEKASI SELATAN bekasitoday.com-GP Ansor Kota Bekasi, menilai rencana pembentukan Panitia Khusus atau Pansus oleh Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bekasi atas pembangunan Gereja Santa Clara, yang terletak di Bekasi Utara dinilai telah menciderai rasa nasionalisme.

"Jika kawan-kawan legislatif jadi membentuk Pansus pembangunan gereja maka mereka perlu dipertanyakan rasa nasionalismenya, "ujar Yudis, Ketua Umum GP Ansor Kota Bekasi, Selasa (8/3).

Menurutnya, Indonesia merupakan negara hukum yang memberikan kebebasan terhadap warganya dalam memeluk agama dan kepercayaan termasuk membangun tempat ibadah.

"Meski islam di Indonesia sebagai agama mayoritas bukan berarti mengabaikan kepentingan agama lain, "katanya.

Yudis sangat menyayangkan ada kelompok organisasi massa atau ormas yang melakukan protes terhadap ijin pembangunan gereja. Padahal  kita hidup di dalam negara kesatuan republik indonesia dengan UUD 1945 yang dibingkai oleh pancasila khusunya sila 1, dan sila 3 dimana nilai-nilai toleransi kerukunan umat beragama harus ditegakan. Dia menambahkan, jika memang ada temuan atau manipulasi data dalam perijinan maka seharusnya mereka melakukan protes sesuai dengan peraturan dan harus ditempuh melalui aturan Hukum lewat Pengadilan Tata Usaha Negara.

"Kami menilai bahwa dengan cara demonstrasi itu bukan bagian menyelesaikan persoalan, di Bekasi islam mayoritas maka kita bisa menunjukan kepada pemeluk agama yang lain bahwa islam merupakan agama cinta damai, "tegasnya.(red).

BEKASI SELATAN bekasitoday.com-Issu penolakan terkait rencana pembangunan Gereja Santa Clara di Bekasi Utara kembali mencuat. Belakangan beredar informasi, bahwa sekelompok umat Islam akan melakukan demontrasi pada, Senin (7/3) mendatang ke kantor Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi untuk mendesak agar pembangunan dibatalkan, Jumat (4/3) kemarin.

Lain halnya yang diserukan GP Ansor Kota Bekasi, ada informasi yang diperoleh dari beberapa Jama’ah Masjid di Duren Jaya, Bekasi Timur, untuk turut serta mengikuti aksi penolakan rencana pembangunan Gereja Santa Clara.

“Kami menolak keras seruan yang berpotensi kepada kekerasan. Apalagi yang menyangkut sara, karena tidak mencerminkan Islam yang Rahmatan Lil’alamin yang senantiasa menghargai antar umat beragama dan bebas memeluk agama yang dipercayainya, ”ujar Ketua GP Ansor Kota Bekasi, Ahmad Yudistira kepada wartawan.

Sebagai warga Nahdiyin, Yudistira meminta agar semua umat satu sama lain bisa saling menjaga kerukunan, baik yang menyangkut peribadatan maupun pembangunan sarananya.

"Adanya ajakan atau seruan penolakan pembangunan Gereja Santa Clara menurutnya, sebagai bentuk hasutan yang tidak bertanggung jawab, "jelasnya.

Dijelaskan Yudistira, Indonesia merupakan Negara yang memiliki norma-norma dan toleransi yang tinggi sebagai mana diatur dalam Undang-Undang Dasar 45 dan Pancasila. Penolakan rencana pembangunan sarana peribadatan jelas sangat bertentangan dengan sila pertama dan ke-tiga yakni, “Ketuhanan Yang Maha Esa dan Persatuan Indonesia”.

“Jadi, jika ada yang melarang warga Negara Indonesia mau mendirikan tempat ibadah, padahal agama yang dianutnya merupakan salah satu agama yang diakui oleh Negara. Itu sama dengan menentang aturan Pemerintah, ”tegasnya.

Dan untuk pihak Kepolisian lanjutnya, agar bisa melerai konflik tersebut. Sebab, bila tidak, maka dikhwatirkan bisa terjadi ketegangan antar kelompok yang berbuntut atau berpotensi terjadinya perpecahan. Polisi kata Yudistira, sepatutnya menjalankan protap yang ada dan sesuai dengan Undang- Undang yang berlaku.

“Polisi sebagai penegak hukum harus menjalankan protap, jika ada kelompok yang menganggu ketertiban dan keamanan termasuk kenyamanan, maka wajib hukumnya polisi untuk mengambil tindakkan tegas, ya dibubarkan, ”tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan Sekretaris GP Ansor Kota Bekasi, Muhamad Jufry yang justru mempertanyakan balik letak kesalahan rencana pembangunan Gereja Santa Clara, karena menurutnya, semua mekanisme sudah ditempuh. Ia menyarankan, kepada kelompok yang menolak pembangunan Gereja agar menempuh jalur hukum. Hal itu menurut Jufry lebih menunjukan sikap kearifan terhadap sesama.

“Kita ini Negara hukum, jangan sampai kita dicederai oleh kelompok yang hanya bisa menghasut tanpa dasar dan menimbulkan perpecahan, ”ingatnya.

Tidak hanya itu, GP Ansor dikatakannya, menyerukan kepada masyarakat agar tidak terjebak dalam konflik sara. Dan kepada pihak lain, ia menghimbau agar tidak menghasut masyarakat lain untuk mengikuti tindakan atau langkah yang salah.

“Kalau ada yang demo, maka GP Ansor Kota Bekasi akan turun menentang, ”tutup Jufry seraya menyatakan filosofi PBNU yakni, Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI dan patuh terhadap Undang-Undang.(red).

BABELAN bekasitoday.com-Yakup, Kepala Desa Hurip Jaya, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, meminta kepada pihak Kepala Desa Muara Bakti, untuk membuat pintu air di saluran kali gempol, agar masyarakat hurip jaya ketika hujan berkepanjangan dan banjir kiriman tidak mengalami banjir.

"Saya berharap kepada Kades Asmawi untuk segera membuat pintu air, agar warga saya gak kebanjiran, "ujarnya melalui telepon selularnya, Jumat (4/3).

Sudah beberapa hari ini saja, banjir belum surut, terutama di jalan utama perbatasan di kampung sungai bintaro cabang empat.

"Udah seminggu, jalan utama perbatasan tergenang setinggi setengah betis, "jelasnya.

Akibat banjir itu, kata dia, banyak sepeda motor yang mati akibat nerobos genangan air yang ada di jalan.

"Motor banyak yang mati, dan banyak juga anak kecil yang mandi dari air genangan itu, sehingga kendaraan harus berhati-hati ketika melintas di genangan tersebut, "ungkapnya.

Sampai berita ini diturunkan, Asmawi Kepala Desa Muara Bakti, belum bisa di konfirmasi terkait permintaan Yakup, kades Hurip Jaya.(red).

BABELAN bekasitoday.com-Lagi, PT Cikarang Listerindo (CL) melakukan bakti sosial pengobatan gratis yang anggarannya diambil dari dana Corporate Sosial Responsibility (CSR), kali ini kegiatan tersebut dilaksanakan di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Rabu (2/3) kemarin.

Hadir dalam kegiatan baksos pengobatan gratis tersebut, Ibu Wakil Gubernur Jawa barat, Bupati Bekasi, dan beberapa Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Kabupaten Bekasi, serta Camat Babelan.

Terpisah, Anes Humas PT.CL, ketika ditanya diruang kerjanya kepada bekasitoday.com mengatakan, baksos ini berbarengan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) ke 50 tahun harian pikiran rakyat, jadi kami ikut berpartisipasi.

"Kami kedatangan proposal dari media pikiran rakyat, kebetulan media tersebut akan melakukan kegiatan HUT ke 50 tahun, kebetulan kami juga akan mengadakan baksos pengobatan gratis, jadi acara itu kita laksanakan berbarengan, "ujarnya Kamis (3/3).

Ini adalah bentuk komitmen kami terhadap masyarakat sekitar perusahaan berada, tentunya agar dapat bersinergi dengan lingkungan sekitar.

"Bakti Sosial ini merupakan komitmen dari PT.CL terhadap program CSR dan ingin bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada, "ungkapnya.(red).

BEKASI SELATAN bekasitoday.com-Gerakan Pemuda Peduli Lingkungan Bekasi (GP2LB) meminta ketegasan pemerintah dalam hal menangani ruang terbuka hijau (RTH) serta menindak tegas oknum yang memanfaatkan RTH yang disalah gunakan seperti untuk kepentingan bisnis pribadi dan kelompok.

"Walikota Bekasi harus mencontoh Ahok (Gubernur Jakarta-red), harus berani menindak tegas para oknum tersebut sebab ada beberapa titik pantau RTH yang tidak sesuai pemanfaatan dan fungsinya, "ujar Ketua GP2LB, Habib Akbar.

Menurutnya, ada beberapa titik yang menjadi bancakan para oknum, seperti Jalan Siliwangi Raya Sepanjang Jaya, Jalan Wahab Appan Medan Satria, dan lainnya. 

"Bangunan atau gudang yang berada di RTH sebaiknya dilakukan pembinaan sesuai aturan yang berlaku, mengingat Kota Bekasi mencanangkan diri dalam HUT Ke-19, guna konsentrasi peningkatan insfratruktur menuju smartcity, "tegasnya.

Ditegaskannya, Dinas Pengawasan dan Penindakan (Wasdak) Kota Bekasi juga harus segera bergerak cepat dalam menangani penyalahgunaan tersebut. 

"Apabila tidak memiliki anggaran sesuai Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 30 Tahun 2015, tentang pengadaan tanah bagi bangunan untuk kepentingan umum, pihak pemerintah dapat menyertakan partisipasi unsur masyarakat, sehingga tercipta kesinambungan program dan terjaganya semangat gotong royong, serta asas keadilan berasaskan kearifan lokal, "pungaksnya.(red).

TARUMAJAYA bekasitoday.com-Rojalih, Kepala Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1Tarumajaya, Kabupaten Bekasi, sangat mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh kelompok kerja (pokja) wartawan Kabupaten Bekasi, dalam hal seminar jurnalis ke siswa sekolah menengah.

"Baru kali ini, ada seminar jurnalis untuk siswa menengah atas yang dilakukan oleh wartawan, "ujarnya

Menurutnya, kegiatan semacam ini memang sedang ditunggu-tunggu sejak lama, karena memang rencananya sekolah kami akan membuat semacam majalah sekolah.

"Kebetulan sekali pokja wartawan adakan seminar tentang jurnalis, rencananya kan kami mau buat juga majalah sekolah, paling tidak ada pembekalan tentang jurnalis dasar dulu ke siswa, "terangnya.

Majalah sekolah akan terealisasi, manakala ada keseriusan dan dapat menyakinkan Kepala Sekolah untuk di bentuknya eks school itu.

"Yakinkan dulu pihak sekolah bahwa siswa yang ada itu mampu dalam menjalankan eks school tentang kejurnalistikan, dan saya sangat berterimakasih seklai kepada pokja wartawan kabupaten bekasi yang telah menyelenggaran kegiatan seminar ini, "jelasnya.

Terpisah, Karman Supardi,SE, Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi mengaku sangat bersemangat manakala pihak sekolah menerima temen-temen wartawan dengan baik.

"Ini sudah yang kesekian kalinya kami melakukan rood show to SMA/SMK/MA di Kabupaten Bekasi, dan semua sekolah yang kami datangi sangat memberikan respon positif, "jelasnya.

Hampir semua sekolah, kata dia, itu mempunyai majalah sekolah sendiri, saya sangat bangga akan hal itu, berarti jurnalis itu sudah mewabah di kalangan pelajar.

"Kami juga yang tergabung dalam kelompok kerja wartawan kabupaten bekasi, masih dalam tahap pembelajaran, namun, tidak ada salahnya kita berbagi pengalaman kepada adik-adik di sekolah menengah atas, yabg telah mempunyai majalah sekolah, "terangnya.(red).