BEKASI KOTA bekasitoday.com-Mahfudz Abdurahman anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI), menggelar rapat dengar pendapat dengan Guru, Pedagang, Karyawan Dan Pelestari Budaya di kampung keranji, Kelurahan Jaka Sampurna Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Mahfudz, yang di dampingi oleh Arianto Hendarta Spd, anggota DPRD Kota Bekasi Komisi A, sengaja menjaring aspirasi masyarakat dengan turun langsung ke masyarakat, agar bisa mendengar apa yang menjadi keluhan warga tentang kebijakan serta pelayanan publik oleh pemerintah.

Taufik (34), salah satu warga meminta kepada Mahfudz agar bisa mendesak pemkot bekasi untuk menertibkan angkutan umum yang terlihat semrawut dan tak tertata baik.

"Kami minta kepada bapak anggota dewan agar dapat menegur pihak pemkot bekasi untuk segera menertibkan angkot di Kota Bekasi, "ujarnya. 

Terpisah, Mahfudz mengatakan, untuk transportasi yang semrawut, kita akan berkordinasi dengan dishub Kota Bekasi, dirinya mengimbau untuk transportasi online tidak perlu dihilangkan, melainkan harus diatur dalam sebuah peraturan perundang-undangan. 

“Saya tidak melarang adanya Transportasi Online, akan tetapi keberadaan mereka harus sesuai dengan aturan-aturan yang berlaku di negara kita ini. Sepanjang itu menyangkut dengan transportasi, semua harus diatur oleh Undang-undang, baik yang konvensional maupun yang berbasis online, ”jelasnya.

Menurutnya,  transportasi online itu harus diatur oleh pemerintah, baik itu melalui peraturan pemerintah atau melalui surat keputusan Menteri, atau jika perlu DPR RI akan mengubah atau merevisi Undang-undang tersebut.

"Transportasi online itu kudu diatur oleh pemerintah, atau bila perlu kami akan mengubah dan merevisi undang undang itu, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa acara dengar pendapat ini juga di selingi dengan pemberian 500 Bea Siswa bagi siswa warga bekasi yang kurang mampu, dan pemberian seperangkat alat gendang rampak pencak silat oleh Mahfudz Abdurahman.(red).

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.