BEKASI SELATAN bekasitoday.com- Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kota Bekasi akan melaporkan kasus pengalih fungsian lahan Ruang Terbuka Hijau (RTH) di Jalan Raya Siliwangi, Kelurahan Sepanjang Jaya, Kecamatan Rawa Lumbu yang diduga untuk kepentingan bisnis yang dilakukan oleh sejumlah, ke pihak Kepolisian.

"Berhubung belum ada itikat baik dari para pengusaha untuk membongkar bangunan diatas lahan RTH maka kami akan laporkan kasus ini kepada pihak kepolisian, " tutur Ahmad Yudistira kepada wartawan di sekretariat GP Ansor Kota Bekasi, Jalan Veteran, Selasa (12/4).

Adapun delik aduannya kata Mantan Ketua Umum PMII Kota Bekasi, yakni soal penyerobotan lahan dan adanya indikasi kongkalingkong antara pengusaha nakal dengan aparatur pemerintah setempat yakni Lurah dan Camat.

"Kami menduga ada aroma korupsi di kasus ini, maka dari itu kami akan laporkan kepada pihak yang berwajib, "ucapnya.

Kendati demikian, kata yudis, jika lamban dalam penanganan dan menyikapi temuan ini,  pejabat terkait juga harus segera menindaklanjuti secepatnya sehingga tidak ada lagi kasus pencurian lahan RTH di Kota Bekasi.

"Ini bisa berbahaya kalau terus dibiarkan, peraturan harus ditegakan jangan sampe hukum tumpul diatas tajam dibawah, yang kami takuti nanti RTH ditempat lain juga ikut di serobot, "cemasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya, sepanjang Jalan Raya Siliwangi terdapat tiga belas bangunan permanen yang digunakan untuk kepentingan bisnis seperti Adiguna Ban, Oscar Shoowroom dan sebuah gudang milik perusahaan obat anti nyamuk.

Semua bangunan tidak mengantongi izin dan berdiri diatas lahan yang sejatinya untuk RTH, itu pun sudah disidak oleh DPRD Kota Bekasi, dalam hal ini Komisi A dan dinyatakan tidak mengantongi izin.

Sesuai Undang-undang Nomor 26 tahun 2007 tentang RTH, bagi siapapun yang merubah fungsi lahan RTH untuk kepentingan bisnis, bisa dipidanakan dengan ancaman hukuman tiga tahun penjara dan denda sebesar Rp 500 juta.(red).

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.