BANTAR GEBANG bekasitoday.com- Partai Persatuan Indonesia (Perindo) kembali turun ke wilayah yang banyak di jangkiti wabah Demam Berdarah Dengue. Perindo melalui Resque yang bekerjasama dengan Perindo Kota Bekasi turun ke wilayah Perumahan Senopati, Kelurahan Sumurbatu Bantargebang, Kota Bekasi. Hal itu dilakukan sebagai langkah antisipasi, Resque Perindo selain memberikan penyuluhan terkait Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) juga melakukan proses pengasapan atau fogging di beberapa titik perumahan yang berdekatan langsung dengan tempat pembuangan akhir sampah (TPST) Bantargebang.

Afry Sonny, Ketua Bidang Sekretariat dan Humas DPP Rescue Perindo mengatakan, sesuai dengan arahan Ketua Umum DPP Rescue Perindo, Adin Denny bahwa turunnya Perindo ke masyarakat merupakan bagian sinergisitas dengan pemerintah Kota Bekasi dalam mencegah dan mengurangi wabah DBD di Kota Bekasi.

“Adanya keterbatasan langkah pemerintah daerah dalam penangan wabah DBD di suatu wilayah merupakan tanggung jawab semua pihak, maka itu sudah menjadi kewajiban kami dari DPP Resque Perindo dan juga Partai Perindo untuk turun langsung guna mengurangi dampak dan wabah penyebaran DBD di masyarakat, ”ujarnya.

Dia menambahkan, hadirnya DPP Resque Perindo ke wilayah ini, merupakan respon yang dilakukan oleh Perindo terhadap apa yang menjadi keluhan masyarakat di sekitar perumahan Senopati terhadap mewabahnya DBD.

“Saat ada keluhan masyarakat kami langsung cek ke lokasi dan betul adanya bahwa memang di wilayah tersebut membutuhkan proses fogging, tanpa pikir panjang kami langsung turun setelah mendapatkan laporan tersebut, ”jelasnya.

Sementara, Abdul Salam, Ketua Rukun Tetangga (RT) 04 Perumahan Senopati Kelurahan Sumurbatu Kecamatan Bantargebang mengatakan, kondisi wilayah kami yang memang berdekatan dengan TPST Bantargebang memang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes Aegepty, dan tentunya membutuhkan proses pengasapan, sehingga jentik-jentik nyamuk tidak berkembang biak dengan pesat.

“Di beberapa wilayah di Kota Bekasi sudah marak penyebaran wabah DBD, dan warga disini khawatir dengan penyebaran nyamuk DBD, maka itu kami menginginkan adanya proses pengasapan (fogging) untuk memerangi nyamuk pembawa wabah DBD tersebut, ”jelasnya.

Dirinya menuturkan, sudah ada dua warga sekitar yang meninggal akibat DBD, ia pun sebagai kepala wilayah di lingkugan setempat sudah meminta proses fogging kepada Puskesmas setempat bahkan sudah berkoordinasi dengan pihak Kelurahan, namun lambatnya respon yang dilakukan pihak Puskesmas dan Kelurahan setempat membuat 350 KK semakin khawatir.

"Ketika kami melaporkan dan meminta segera di fogging, pihak Puskesmas dan Kelurahan tidak merespon, sudah dua korban akibat DBD, mau berapa banyak korban lagi, "kesalnya.

Terpisah, Frangky Langelo, Ketua DPC Perindo Bantar Gebang mengaku langsung berkordinasi dengan DPP Resque Perindo ketika ada keluhan dan laporan dari masyarakat terkait mewabahnya DBD.

“Karena pemerintah belum merespon, dan karena ada warga yang melapor banyaknya warga yang rerjangkit DBD, saya langsung berkoordinasi dengan DPP Resque Perindo pusat, dan hari itu juga kami melakukan pemfoggingan, ”ungkapnya.(red).

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.