KOTA MADYA bekasitoday.com- Mahfudz Abdurahman anggota DPR-RI hadiri sosialisasi 4 pilar yang dilaksanakan di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi.

Dalam sosialisasi tersebut, Mahfudz yang hadir didampingi Wawan Sapujo, Ketua RW 18 Kelurahan Pengasinan menuturkan, perwujudan dari jiwa Sumpah Pemuda ini nampak, ketika melalui sidang Badan Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI), Pancasila diterima secara aklamasi sebagai dasar negara.

"Bung Karno menggali Pancasila dari bumi Indonesia. Karena itulah Pancasila hadir sebagai falsafah hidup berbangsa dan bernegara, "tegas pria pecinta olah raga badminton dan pecak silat itu.

Dirinya juga menyebut bahwa Sumpah Pemuda dan Pancasila, merupakan satu tarikan nafas perjuangan kemerdekaan Indonesia. Bukan hanya itu saja, dia pun mengungkapkan, banyak yang bertanya, mengapa dalam situasi yang serba sulit dan terjajah, para pendiri bangsa dapat menuangkan pemikiran terbaiknya bagi bangsa dan negara Indonesia.

"Hal ini sungguh berbeda dengan situasi saat ini, dimana negara seolah terbagi oleh berbagai kepentingan individu dan kepentingan egosektoral setiap lembaga negaranya, "terangnya.

Karena itu kata dia, guna menjalankan Pancasila sebagai praksis-ideologi dan katalis perubahan struktural masyarakat Indonesia, maka dibutuhkan 4 pilar kebangsaan.

"4 pilar kebangsaan sangat penting dan dibutuhkan guna menjalankan pancasila sebagai ideologi, "jelasnya.

Terpisah, Deni Djiung Pembina Sanggar Gading Muda Pengasinan, mengatakan, pada saat acara Reses anggota DPR RI Mahfudz Abdurahman di Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, tepatnya di Rw18, Jiwa Sumpah Pemuda dan Pancasila memiliki tautan historis yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

"Sumpah pemuda dan pancasila mempunyai nilai historis yang tidak bisa dipisahkan, "tuturnya.

Menurutnya, 4 pilar dasar negara tidak hanya memberi visi kebangsaan, tapi juga sebagai pondasi terpenting dari seluruh gagasan Indonesia Merdeka, yang diawali dengan komitmen satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan Indonesia. 

"Komitmen dalam bentuk 4 pilar inilah yang menjadi energi penggerak kesadaran berbangsa, "ungkapnya.

Bangsa Indonesia harus memiliki tiga kesaktian (Trisakti) di tiga ranah perubahan sosial, yakni berdaulat dalam politik, berdikari dalam ekonomi, dan berkepribadian dalam kebudayaan, "pungkasnya.

Dirinya berharap Gading Muda Pengasinan dapat mewujudkan masyarakat yang pancasilais dan religi agar kampung kita menjadi contoh bagi kampung lain.

"Harus memberi contoh untuk kampung lain, yang dapat mewujudkan masyarakat yang cinta pancasila dan religi, ungkapnya mengakhiri."(red)

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.