CIKARANG PUSAT bekasitoday.com - Lantaran ucapan Jaut Kepala Desa Tambun, yang juga Sekretaris Asosiasi Pemerintahan Desa Seluruh Indonesia Dewan Pimpinan Cabang (APDESI DPC) Kabupaten Bekasi, yang dianggap menghina profesi wartawan dengan mengatakan bahwa wartawan seperti nyamuk dan selalu mengganggu kerja Kepala Desa, di kecam oleh Kelompok Kerja (pokja) Wartawan Kabupaten Bekasi.

"Sangat kami sayangkan statement Jaut yang menyebut wartawan sebagai nyamuk yang dapat menganggu kinerja kepala desa" ujar Ketua Pokja wartawan Kab Bekasi Karman Supardi SE, Sabtu (23/7).

Menurutnya, kami menuntut Jaut harus berani menjelaskan maksud ucapannya dan wartawan mana yang dia sebut seperti nyamuk yang selalu mengganggu kerja kades.

"Jaut harus berani menjelaskan siapa wartawan yang dimaksud itu, kami pikir masih ada banyak bahasa yang lebih bijak dan santun jika niatnya mau menasehati wartawan" cetusnya.

"Kalau memang benar bahasa Jaut seperti itu, kami khawatir bisa di tafsirkan sebagai bahasa yang tidak bersahabat, bahkan terkesan bermusuhan. Jika ada pejabat bilang wartawan seperti nyamuk, lantas dirinya seperti apa..?".
"Bukankah nyamuk identik menghinggapi ke benda-benda yang kotor dan berbau busuk...!!!, "ungkapnya.
Perlu diingat juga, betapa banyak yang masuk Rumah Sakit dan tidak jarang pula meninggal dunia hanya gara-gara digigit seekor nyamuk.
"Dan ini harus di klarifikasi dan secepatnya pihak APDESI DPC Kabupaten Bekasi mengadakan konferesi pers terkait ucapannya itu, kalau tidak ya siap-siap saja di gigit oleh nyamuk itu" tutupnya.(red).

Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.