http://3.bp.blogspot.com/-mhCnZ1ol348/Vbsxleznf0I/AAAAAAAAWZU/PNAqrz3aHkA/s1600/polisi%2Bgerebek%2Bgudang%2Belpiji%2Boplosan.jpg
Ilustrasi
 Bekasi - Anggota Reskrim Polresta Bekasi Kota membekuk komplotan pengoplosan gas elpiji tabung 3 kilogram ke tabung gas 12 kg dan 50 kg. Dalam sebulan, komplotan ini meraih keuntungan hingga Rp 75 juta dan bisnis ilegal ini sudah berlangsung selama lima tahun.

"Awalnya, kami mendapat informasi dari masyarakat adanya kegiatan pemindahan gas elpiji bersubsidi dari tabung melon (3 kg) ke tabung gas yang lebih besar, 12 kg dan 50 kg," ujar Kapolresta Bekasi Kota, Kombes Pol Umar Surya Fana, Jumat (2/9).

Dia menjelaskan, komplotan tersebut berjumlah lima pelaku di antaranya MS (62), AM (51), BK (54), SK (49) dan AP (43).

Menurut Umar, awal mula penangkapan para pelaku berawal saat beredar informasi di Jalan Bintara IV RT 08/RW 01 Kelurahan Bintara, Kecamatan Bekasi Barat, Kota Bekasi.

Kemudian anggota Unit III Unit Krimsus Satreskrim Polresta Bekasi Kota yang dipimpin oleh Iptu S Dwi Manggalayudha, melakukan penyelidikan dan penggerebekan ke lokasi pada Kamis (1/9) kemarin.

"Kami mengamankan lima tersangka di lokasi. Modus operandinya, para pelaku memindahkan isi tabung gas elpiji 3 kg ke tabung gas elpiji 12 kg dan 50 kg dengan menggunakan selang regulator dan disegel seperti aslinya," ujarnya.

Dengan perbandingan, tabung gas elpiji 12 kg diisi dengan isi gas elpiji 3 kg sebanyak 3,5 tabung. Sedangkan, tabung gas 50 kg diisi sebanyak 16 tabung dari isi gas elpiji 3 kg.

"Pelaku membeli gas elpiji 3 kg seharga Rp 16.500 per tabung dan menjual kembali dalam kemasan tabung 12 kg seharga Rp 135.000. Sedangkan, untuk tabung 50 kg dijual seharga Rp 500.000 per tabung," tuturnya.

Tidak hanya itu, kata Kapolres, para pelaku mendapat keuntungan hingga Rp 70 juta per bulan.

"Keuntungannya mencapai Rp 70 juta per bulan, terhitung sejak tahun 2011 lalu. Pelaku mendistribusikan ke perorangan dan restoran di wilayah Bekasi dan Jakarta Timur," ungkapnya.

Dari lokasi penggerebekan, polisi menyita barang bukti berupa satu unit mobil Kijang pick up nomor polisi B 9402 KT yang berisi 30 tabung gas 12 kg. Serta, satu unit mobil Suzuki pick up nomor polisi B 9996 KAK berisi 78 tabung gas elpiji 3 kg, lima selang regulator, 15 tabung gas elpiji 50 kg serta tutup gas elpiji (segel).

Untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya, kelima pelaku dijerat Pasal 62 ayat (1) jo Pasal 8 huruf a, b dan c UU Nomor 8 tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen dan atau Pasal 32 ayat (2) jo Pasal 30 UU Nomor 2 tahun 1981 tentang Metrologi Legal dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun dan denda Rp 2 miliar. (Berita Satu)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.