TAMBUN UTARA bekasitoday.com - Ratusan Kepala Keluarga yang berada di kampung gedong, Desa Srimukti, Kecamatan TAMBUN UTARA was-was dengan adanya sekawanan buaya moncong panjang di kali Bekasi Cikarang Laut (CBL), hal itu terjadi lantaran kali CBL mengalami luapan akibat kiriman air yang hingga menggenangi permukiman warga, bukan hanya permukiman warga, ratusan hektar persawahan yang baru di lakukan musim tandur di kampung tambun tua dan kampung gedong, Desa Srimukti akhirnya  habis terendam banjir.

"Warga kampung gedong dan kampung Tambun tua, Desa srimukti, sudah sejak empat hari lalu di kepung banjir, yah begini jadinya aktivitas warga jadi terganggu, petani terancam merugi serta merasa was-was adanya bahaya serangan binatang buas, seperti Buaya dan ular piton", hal tersebut dikatakan Mikan (50), warga srimahi Rt 03/05, di lokasi banjir sambil meratapi sawah pertaniannya​ yang terendam banjir, Rabu(22/2).

Menurutnya, banjir yang di alami kali ini, berbarengan dengan baru dimulainya musim tandur, bisa jadi petani merugi karena harus melakukan tandur ulang, usia tandur baru sekitar 15 sampai 20 hari.

"Biasanya, kalau musim banjir, anak anak pada ngobak dengan menggunakan gedebong pisang (pohon/batang pisang-red), tapi banjir kali ini, ga ada yang berani, selain baru dilakukan musim tandur, juga adanya rasa was-was yang mencekam,  cerita adanya buaya dan ular piton dari kali CBL yang minggat karna banjir, "terangnya.

Dirinya berharap adanya perhatian dari pemerintah, untuk di buatkan tanggul kali CBL,  karna banjir yang menggenangi persawahan di kampung gedong dan sekitarnya, diakibatkan oleh luapan  aliran dua sungai besar ( kali Bekasi dan luapan Sungai Cikarang Bekasi laut , (CBL)).

"Kami butuh perhatian dari pemerintah, untuk segera dibuatkannya tanggul. Agar ketika musim hujan seperti sekarang air tidak meluap ke permukiman warga, "tukasnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.