Maret 2017
BEKASI (BuahBibir.News)  – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bekasi diminta peka terhadap keluhan masyarakat. Mereka meminta segera dilakukan perbaikan jalan raya  antara Kebalen –  Babelan sepanjang 20 km karena kini kondisinya sudah rusak parah.

Jalan Rusak Kebalen-Babelan Membahayakan Pengendara

Jalan raya yang setiap hari padat dilalui kendaraan roda dua dan roda empat, kondisi cor-corannya tak cuma pecah dan amblas. Tapi banyak juga yang  berlubang sehingga kerapkali bikin celaka para pengendara mobil dan sepeda motor yang melintas.

Namad, tokoh masyarakat di RW.013 Kelurahan Kebalen, menyebutkan kondisi jalan sudah rusak parah selama berbulan-bulan. Bahkan hampir tiga tahun belakangan, tak ada upaya dari dinas pekerjaan umum dan jalan raya untuk segera melakukan perbaikan.

“Jika jalan rusak didiamkan terus seperti ini, bakal semakin banyak korban berjatuhan. Kami pun sudah berkali-kali menyampaikan keluhan ke kantor Kelurahaan Kebalen. Termasuk sudah saatnya dilakukan pelebaran jalan,” pinta Namad.

Banyaknya keluhan yang muncul, tak dibantah Lurah Kebalen, Ganda SAP. Menurutnya setiap saat ada saja keluhan warga yang masuk ke kantor kelurahan. Apalagi soal kabar telah terjadi kecelakaan lalulintas dan memakan korban jiwa.

“Perbaikan infrastruktur jalan raya di wilayah sepanjang Kebalen sampai Babelan, sudah sangat mendesak. Kalau bisa jangan ditunda-tunda, supaya tak memakan banyak korban lagi dari pengendara yang melintas,” tegasnya.

Hasil pantauan BuahBibir.News bahwa kondisi jalan raya paling parah terdapat di tikungan Mesjid Darussalam. Begitu pula di dekat Pom Bensin mulai dari Warung Ayu sampai Gerbang Timur Perumahaan Villa Gading Harapan (VGH). Kondisi coran jalan pecah-pecah dan amblas.

Lantaran selama 3 tahun tak ada upaya perbaikan, kerusakan jalan sudah merambah hampir merata. Kondisi cor-coran jalan pecah-pecah dan bahkan ada yang amblas mencapai 10 sampai 15 centimeter. Pasalnya, kendaraan berupa truk-truk besar sepertinya dibiarkan bebas bersliweran, tanpa ada lagi pengaturan jam atau waktu kapan boleh melintas di sepanjang Jalan Perjuangam sampai ke Kebalen-Babelan tersebut. ■ Red/Gus
Serang Baru - Ardani (44), warga Perumaham Kota Serang Baru, terpaksa harus dilarikan ke klinik swasta terdekat oleh tetangganya, Kamis (31/3). Pasalnya ia mengalami kesulitan bernapas.

Tanpa Sosialiasi, Warga Bingung Gunakan Jamkesda Bekasi


Setelah ditangani oleh dokter klinik, akhirnya bapak dari 3 orang anak yang bekerja serabutan dengan penghasilan yang tak pasti itu harus menjalani rawat inap di klinik tersebut. 

Ardani rencananya akan menggunakan kartu Jaminan Kesehatan Daerah (Jamkesda), yang merupakan program Pemerintah Kabupaten Bekasi,  untuk menutupi biaya pengobatannya. Namun sayang, kartu Jamkesda miliknya tak bisa dipergunakan.

Saryono, Ketua RT setempat yang kebetulan juga ikut menjenguk warganya menyatakan, Ardani memang tersebut memiliki kartu Jamkesda. "Dia punya Jamkesda dari tahun 2014, tapi enggak bisa dipake. Saya pikir kartu Jamkesda bisa dipakai untuk rawat inap di klinik," katanya 

Setelah mendapat penjelasan dari petugas klinik bahwa kartu Jamkesda hanya bisa digunakan di Puskesmas atau Rumah Sakit (RS) barulah Saryono mengerti. Terpaksa, biaya rawat inap warganya tersebut menggunakan biaya pribadi.

Menurut Saryono, sebenarnya masih ada beberapa warganya yang mendapatkan kartu Jamkesda. Namun dikatakannya pemahaman masyarakat terkait prosedur penggunaan Jamkesda minim lantaran tak ada sosialisasi. 

Hal senada diceritakan oleh salah satu warga Saryono yang enggan disebut namanya. Ia menceritakan bahwa kartu Jamkesda miliknya harus ditukar dengan KIS (Kartu Indonesia Sehat) ke Dinas Kesehatan. Keterangan tersebut didapatkannya dari petugas Puskesmas sekitar 6 bulan yang lalu. Saat itu ia tengah memeriksa kesehatannya menggunakan Jamkesda.

Malah menurut Acim, warga Cibarusah, ada beberapa petugas Puskesmas yang menyatakan, bahwa Jamkesda sudah tidak berlaku. Hal itu ia ketahui saat ia membawa pasien pemegang kartu Jamkesda. Acim merupakan relawan kesehatan yang kerap kali membantu warga sekitarnya yang terkendala dengan pelayanan kesehatan.

(Kotributor: Supriadi)
Sejak awal Maret 2017, mekanisme perpindahan status kepesertaan BPJS Kesehatan PPU (Pekerja Penerima Upah) ke peserta mandiri atau PBPU (Peserta Bukan Penerima Upah) berubah.

Di mana, perpindahan yang sebelumya bisa di tempuh dalam waktu satu hari bisa langsung aktif, sekarang sudah tidak bisa lagi. Karena harus menunggu masa aktivasi selama 14 hari.

Perubahan Aturan BPJS Membuat Pekerja Sulit Berobat
Sukisno (49) 

Hal itu dikatakan Sentot, warga Desa Sukaraya, Kecamatan Karang Bahagia. Ia mendapatkan informasi tersebut dari pihak BPJS saat ia akan mengurus pengobatan saudara iparnya Sukisno (49) menggunakan kartu BPJS.

Sukisno merupakan mantan seorang karyawan perusahaan, pemegang kartu BPJS Kesehatan. Saat ini, kartu tersebut statusnya tidak aktif dan tak bisa digunakan Sukisno untuk mendapat pelayanan kesehatan.

Menurut Sentot, sudah 3 tahun lebih semenjak Sukisno berhenti bekerja, kartu BPJS Kesehatanya memang tidak pernah dipergunakan. Minimya informasi jadi salahsatu faktor kartu BPJS Kesehatan Sukisno tidak aktif.

"Saya baru tahu ini. Enggak pernah ada sosialisasi juga," kata Sentot.

Dalam keadaan sebagian tubuhnya yang membengkak Sukisno berharap adanya kemudahan dalam mendapatkan pelayanan kesehatan. Ia berharap dapat segera mendapatkan pengobatan dari penyakit yang sedang  dideritanya.

Sebagai keluarga dan juga pekerja, Sentot berharap adanya sosialisasi terkait prosedur pelayanan ataupun aturan-aturan yang baru sebelum diberlakukan. Sehingga masyarakat umum, terutama pemegang kartu, bisa mengetahui dan mendapat kemudahan pelayanan kesehatan.

Setelah dilakukan konfirmasi, pihak BPJS Cabang Cikarang membenarkan perubahan aturan tersebut. Di mana, perubahan status PPU ke mandiri, bagi yang Pemutusan Hubungan Kerja (PHK), bisa lebih dari 30 hari dan masa aktivasi 14 hari. Namun bagi yang bukan PHK, bisa kurang dari 30 hari dan bisa langsung aktif.

(Kontributor: Tatan)
Tambun Selatan - Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Jamkeswatch Kabupaten/Kota Bekasi mengadakan pelatihan jurnalistik bagi sukarelawan Jamkeswatch di gedung baru Obon Tabroni Center (OTC), Niaga Kalimas II, Kalimalang, Tambun Selatan, Selasa (28/3).

Kegiatan dengan tema "Jurnalisme Kesehatan" dilaksanakan sebagai upaya peningkatan wawasan dan kemampuan relawan Jamkeswatch dalam bidang jurnalistik.

Jamkeswatch Bekasi Gelar Pelatihan Jurnalistik

Koma Dwianto selaku Sekretaris DPD Jamkeswatch Bekasi resmi membuka acara pada pukul 19:30 WIB. Meski sempat tertunda sekitar 30 menit, kegiatan diikuti relawan dengan antusias. Terlihat dari banyaknya relawan yang hadir yang mencapai lebih dari 50 relawan. Bahkan, banyak peserta yang tidak kebagian tempat duduk. Namun demikian, para relawan tetap mengikuti aktivitas ini sampai akhir.

Hadir pada kesempatan itu Dewan Pembina Jamkeswatch Obon Tabroni. Dalam sambutannya, ia berharap kegiatan ini memberikan wawasan tentang jurnalis dan media bagi relawan. 

"Nantinya, sukarelawan Jamkeswatch bisa melakukan edukasi bagi masyarakat mengenai kesehatan melalui tulisan. Khususnya di Kabupaten/Kota Bekasi," katanya.

Meskipun kalah dalam pesta rakyat 2017 kemarin, Obon mengatakan keinginannya untuk mewujudkan salah satu visinya yaitu Bekasi Sehat, dengan mengambil peran sebagai oposisi pemerintahan Kabupaten Bekasi 5 tahun ke depan.

Dalam durasi yang sangat singkat, Asuperi sebagai pembicara memberikan gambaran tentang peran dan fungsi media, serta pengenalan dasar jurnalistik.

Salah satu meteri yang di sampaikan adalah bagaimana cara menulis sebuah berita yang baik dengan bahasa yang sederhana supaya dapat di mengerti oleh pembaca. 

Ia juga mengatakan, relawan Jamkeswatch perlu memanfaatkan media sebagai sarana informasi, edukasi, dan kontrol sosial terkait kebijakan kesehatan di Kabupaten/Kota Bekasi. 

Pada akhir acara, Uun Marpuah mengatakan acara seperti ini harus sering dan rutin dilaksanakan untuk menambah wawasan para sukarelawan. Selain itu acara seperti ini diharapkan bisa mempererat tali silaturahim sesama sukarelawan kesehatan. 

Kontributor: Tatan/Diki

TAMBELANG bekasitoday.com-H Sudin Samsudin S.Ap.MM resmi dilantik sebagai pejabat sementara Kepala Desa Sukamaju, Kecamatan Tambelang, Kabupaten Bekasi. Ditunjuknya H Sudin sebagai PJs menggantikan Kepala Desa Mulih Mulyadi yang telah berakhir masa baktinya pada 28 Februari 2017 lalu, dan Desa Sukamaju dalam waktu dekat akan melaksanakan pesta demokrasi pemilihan Kepala Desa kembali.

Gelar acara pelantikan pejabat baru kepala Desa Sukamaju diadakan di Aula gedung serbaguna Kecamatan Tambelang, Kamis (23/3).

Hadir dalam acara Pelantikan Pejabat sementara Kepala Desa, Camat Tambelang Suharto Ariyanto Spd.MM beserta Kasi,  Kasubag dan staf, unsur Muspika, Kepala KUA,  Kepala UPTD Pendidikan, Kepala Puskesmas, Kepala Desa se-Kecamatan Tambelang, Ketua BPD Sukamaju, lurah sari beserta anggota, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta ratusan warga desa Sukamaju.

Sementara Camat Tambelang Suharto dalam membacakan sambutan Bupati Kabupaten Bekasi, dr.Hj.Neneng Hasanah Yasin mengatakan, Kepala Desa sebagai ujung tombak dalam penyelenggaraan Pemerintahan Daerah yang di tuntut, memiliki pengetahuan yang lebih, sehingga mampu untuk melayani dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mampu membawa perubahan yang signifikan.

Dalam hal kebijakkan​, bukanlah hal yang mudah, untuk dapat merealisasikan pemerintahan Desa, bagaimana pengoptimalan organisasi dan lembaga Desa, bagaimana menggerakkan potensi dan partisipasi masyarakat serta bagaimana menggali sumber pendapatan di desa.

Saya minta  kepada pejabat yang baru di lantik, agar dapat melakukan komunikasi aktif dan koordinasi yang baik kepada pihak masyarakat, BPD, tokoh masyarakat, tokoh Agama , Tokoh Pemuda dan  unsur Muspika sehingga tercipta masyarakat sukamaju yang rukun dan  harmonis.

Selesai pelantikan, H Sudin PJs Kepala Desa Sukamaju kepada media mengucapkan terima kasih kepada ibu bupati Bekasi, dr.Hj.Neneng Hasanah Yasin, yang telah mempercayakan dirinya sebagai Pelaksana tugas Kepala Desa Sukamaju.

"Sejak tanggal 3 maret 2017, saya sudah mulai menjabat sebagai PJs di Desa sukamaju, saya akan bekerja dengan sebaik-baiknya dan sejujur-jujurnya, demi kemajuan Desa Sukamaju, "tukasnya.

Lurah Sari, Ketua Badan Permusyawarahan Desa (BPD) Desa Sukamaju, menyambut baik dan optimis atas penunjukan H.Sudin Samsudin, S.AP.MM, sebagai Pejabat sementara (PJs) Kepala Desa sukamaju, sampai dengan terpilih dan di lantiknya kepala Desa Sukamaju yang baru.

"BPD beserta jajarannya akan selalu mendukung, kinerja Pemerintahan Desa Sukamaju yang di pimpin oleh Pjs, H.Sudin Samsudin, yang  lebih akrab masyarakat mengenalnya H.Ading, "imbuhnya.(red)

TAMBUN UTARA bekasitoday.com-Kantor Desa Satria Jaya, Kecamatan Tambun Utara, Kabupaten Bekasi akhirnya diresmikan oleh BPMPD Kabupaten Bekasi saat perlombaan desa tingkat Kabupaten Bekasi digelar, Kamis (23/3).

Sementara, H Sukardi, Kepala Desa Satria Jaya mengatakan, dipenghujung masa bakti kepemimpinan saya, di tahun 2017, ingin terus dikenang oleh masyarakat, salah satunya adalah telah selesainya pembangunan kantor kepala desa, serta membangun jalan lingkungan yang anggarannya di ambil dari Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).

"Tentunya dengan dipercaya nya kami oleh Camat Tambun Utara untuk mengikuti lomba desa, mewakili Kecamatan Tambun Utara sangat bangga dan bersyukur, dan mudah-mudahan dapat menang dalam perlombaan desa yang diadakan oleh Kabupaten Bekasi, "ujarnya.

Menurutnya, mnang menjadi juara ke tiga dalam perlombaan desa tingkat Kabupaten Bekasi juga kami merasa bangga dan bersyukur.

"Jangan kan juara pertama, juara ketiga pun, kami bersyukur, dapat menang lomba desa di tingkat Kabupaten Bekasi, tentunya dalam mewakili Kecamatan Tambun Utara, "terangnya.

Pantauan bekasitoday.com bahwa di sela peresmian kantor kepala desa saksikan oleh pihak BPMPD, Camat Tambun Utara, Jajaran BPD, serta sejumlah kepala desa se-Kecamatan Tambun Utara, dan disaat bersamaan puluhan balon gas di lepaskan, sebagai tanda sudah di resmikannya kantor kepala desa Satria Jaya.(red).

CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Kediaman H Sukriah kembali digunakan oleh PT Cikarang Listrindo(CL) Tbk, untuk kegiatan bakti sosial pengobatan gratis bagi warga Desa Wangun Harja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi, untuk periode bulan Maret 2017, Selasa (21/3) kemarin.

Johanes Siahaan SH MH, Legal & Gov.Rel Spesialis PT CL Tbk ketika dimintai keterangannya di sela acara bakti sosial kepada bekasitoday.com mengatakan, kegiatan baksos pengobatan gratis ini merangkul Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Bimaspol sebagai keamanan dan aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksana.

"Kegiatan kali ini dilakukan di rumah  H.Sukriah warga Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi. Dan sudah beberapa periode di setiap bulannya, kita mengadakan baksos ini di rumah H Sukriah, "ujarnya.

Menurutnya, kegiatan kali ini dihadiri oleh 128 pasien yang melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Gula Darah 54, Kolesterol 35 dan Asam Urat 38.

"Bakti Sosial ini merupakan komitmen dari PT CL Tbk, terhadap program Corporate Sosial Responsibility (CSR), dan ingin terus bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada. Kami berharap baksos pengobatan gratis ini dapat bermanfaat bagi masyarakat khususnya masyarakat di sekitran perusahaan berada, "ungkapnya.(red).

Krimsus Polres Metro Bekasi Kota menggerebek rumah di Kampung Babakan Bondol, Mustika Sari, Kota Bekasi. Rumah tersebut disulap menjadi pabrik minuman keras skala besar.

Polisi Tangkap Pasutri Pengoplos Miras di Bekasi
ilustrasi
Para pelaku diketahui bernama Jony Gandaresta (54) dan Anita (50). Keduanya merupakan sepasang suami istri yang kesehariannya menyuling dan menjual miras oplosan di wilayah Jabodetabek.

Pengungkapan ini bermula dari digerebeknya sebuah warung sembako di Jalan Pekayon Raya, Bekasi Selatan pada Senin 20 Maret malam. Warung tersebut dipenuhi CCTV dan tak sembarangan orang dilayani untuk dapat membeli miras mereka.

Polisi Tangkap Pasutri Pengoplos Miras di Bekasi

Di warung itu juga, miras sebanyak satu truk penuh disembunyikan dalam pintu rahasia. Dari temuan tersebut, Krimsus Polres Metro Bekasi Kota langsung bergerak ke rumah Jony, pada Selasa (21/3/2017) dini hari.

Hasilnya, puluhan ribu botol miras oplosan berbagai macam merek dagang berhasil diamankan petugas. Berikut ratusan zat pewarna, cairan soda, ribuan botol alkohol berkadar tinggi dan dua torn air untuk mengoplos miras.

Dalam penggerebekan tersebut petugas sempat kewalahan. Sebab, jumlah miras yang diamankan dari rumah pelaku terlalu banyak. Hingga akhirnya melibatkan warga sekitar untuk membantu proses evakuasi barang bukti.

"Awalnya kita mendapat laporan dari warga, kemudian kami tindak lanjuti. Kemudian selama 3 minggu ini, ternyata ada beberapa tempat yang kami curigai. Hasilnya setelah kita cek TKP, bahwa di tempat ini ditemukan produksi minuman keras ilegal," kata Kanit Krimsus Polres Metro Bekasi Kota, AKP Umar Wirahadi Kusuma di lokasi.

Polisian masih mengembangkan ke wilayah lainnya yang juga diduga menjadi tempat penyimpanan dan penjualan miras oplosan jaringan Jony tersebut. Dalam bisnis itu, pelaku diduga berhasil meraup omset puluhan juta dalam sehari transaksi.

"Untuk menjual minuman itu, mereka juga menyablon baju sendiri dengan merek perusahaan minum terkenal agar seolah-olah mereka adalah agen resmi perusahaan tersebut," ujar Wirahadi.

(Sumber: liputan6.com)
Senin 20 Maret 2017 - Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) berjumlah sekitar 20-an orang melakukan unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi. Senin (20/3/2017). Massa mempertanyakan sulitnya mendapatkan informasi serta menuding tidak komitmen dalam pelayanan. Yang paling mendasar dalam aksinya para demonstran menduga ada mafia pertanahan baik oknum di internal BPN dengan pihak luar.

Aliansi Rakyat Bekasi Tuntut BPN Perbaiki Kinerja
Massa yang mengatasnaman Aliansi Rakyat Bekasi melakukan aksi demo dikantor BPN Kota Bekasi, Senin (20/3/2017)
Kordinator Aksi M. Latif mengungkapkan rasa kekecewaannya atas sulitnya mendapatkan informasi publik di BPN dan menuding tidak adanya akselerasi berbentuk inovasi kerja dalam hal pelayanan.

“BPN tidak mengindahkan UU KIP, bahkan rekan media pernah berseteru dengan keamanan BPN untuk mendapatkan informasi, apalagi berbicara pelayanan administrasi pertanahan, masih terbilang berbelit dan lama. Kami meminta BPN harus berani membongkar permainan para oknum mafia tersebut."ujar kordinator aksi, Latief dalam orasinya di depan kantor BPN Kota Bekasi.

Pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh beberapa pejabat BPN, diantaranya Christiawan Kasie Tata Usaha, Purnomo Kasie Permasalahan.

Christiawan menyampaikn akan melaporkan tuntutan para pengunjuk rasa dengan kepala BPN Kota Bekasi yang bertepatan sedang ada acara sertijab di Bante.

"Kami akan sampaikan semua tuntutan teman-teman dengan kepala BPN yang baru nantinya." pungkas Christiawan. 

(Teks dan Foto: JRO/HAS Berita Bekasi)
Bekasi - Senin 20 Maret 2017. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dengan subsider 1 bulan kepada Hidayat Taufiqurrahman dan 8 tahun penjara kepada Rita Agustina, istri Hidayat. Vonis atas pasangan produsen vaksin palsu ini di bawah tuntutan jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Adikawira Putera yang menuntutnya dengan hukuman 12 tahun penjara denda Rp1 miliar, dan subsider 6 tahun kurungan.

Pasutri Pembuat Vaksin Palsu Divonis 9 Tahun Penjara

Adika menyatakan pasangan suami istri ini terbukti bersalah atas perbuatan memproduksi vaksin palsu selama kurun waktu 2010 sampai dengan Juni 2016, di kediamannya Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi. Ada lima jenis vaksin palsu yang diproduksi, yakni vaksin Pediacel, Tripacel, Engerix B, Havrix 720, dan Tuberculin.

Bahan baku yang digunakan untuk meracik vaksin palsu tidak sesuai ketentuan dari BPOM dan Kementerian Kesehatan. Kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu tersebut berupa vaksin DT, vaksin TT, antibiotik, dan cairan Aquades. Sterilisasi vaksin juga sangat diragukan. Mereka meraup keuntungan sekitar Rp 30 juta - Rp 40 juta per bulan dari hasil penjualan vaksin palsu.

Saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum selama persidangan, antara lain berasal dari pihak kepolisian, BPOM, Kementerian Kesehatan, ahli pidana, PT Bio Farma, PT Aventis Pharma, serta sejumlah tersangka dalam kasus yang sama. Dari keterangan para saksi, kedua terdakwa terbukti bersalah.

Pasutri Pembuat Vaksin Palsu Divonis 9 Tahun Penjara

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan dengan anggota Oloan Silalahi dan Bahuri, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurrahman dengan pasal 197 UU Kesehatan No 36 Tahun 2009, UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pasal 55 ayat 1 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana.

Pasangan suami-istri terpidana kasus vaksin palsu, Hidayat Taufiqurroham dan Rita Agustina diduga telah memproduksi 5 jenis tersebut vaksin palsu sejak 2010 hingga Juni 2016 di rumahnya di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala II Blok M29 RT 9 RW 35, Rawalumbu, Kota Bekasi hingga akhirnya ditangkap pada pertengahan Juni 2016 oleh Bareskrim Mabes Polri.
BABELAN bekasitoday.com - Berkeinginan dapat bermanfaat di kalangan masyarakat, diakhir periode, kelompok kerja (pokja) wartawan Kabupaten Bekasi, adakan konsolidasi untuk berbagi ke sesama, pasca banjir melanda di beberapa wilayah Kecamatan yang ada di utara Kabupaten Bekasi, bertempat di saung kelapa muda, kampung Belendung, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Senin (13/3).

Dalam konsolidasi tersebut, Karman Supardi SE, Ketua Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi mengatakan, untuk meringankan saudara-saudara kita yang terkena korban banjir, kita yang tergabung di pokja wartawan Kabupaten Bekasi, rencananya akan mengadakan bakti sosial dalam bentuk peduli kemanusiaan.

"Walaupun banjir sudah surut, kita akan terus menyalurkan bantuan kemanusiaan untuk saudara-saudara kita yang kemarin sempat terkena musibah, rencana ini kami buat tentunya agar saudara-saudara kita dapat terbantu, walaupun bantuan yang kita berikan ke mereka ala kadarnya, "terangnya.

Menurutnya, selain bantuan berupa sembako, kami juga rencananya akan menyantuni anak yatim dan jompo di wilayah yang akan kita datangi, dan baksos kali ini adalah baksos yang ke sekian kalinya, yang dilakukan oleh pokja wartawan Kabupaten Bekasi.

"Kami minta doanya, agar rencana yang kami buat ini tidak ada halangan, dan ini adalah baksos yang rutin kami lakukan selama pokja wartawan di kukuhkan pada 29 Mei 2015 tahun lalu, "ujarnya.

Dia menambahkan, rencananya baksos bantuan kemanusiaan ini akan kita lakukan di wilayah kampung Karatan, Desa Segara Jaya, Kecamatan Tarumajaya, Kabupaten Bekasi.

"Rencananya kita akan lakukan giat baksos bantuan kemanusiaan di wilayah Kecamatan Tarumajaya, dan kalau tidak ada halangan rencana baksos tersebut akan kita laksanakan di bulan April 2017 mendatang, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.bahwa pengurus Pokja Wartawan Kabupaten Bekasi, semenjak di kukuhkan sejak 2015 tahun lalu, selain sering melakukan baksos dalam bentuk peduli kemanusiaan, juga banyak melakukan seminar jurnalis ke setiap siswa-siswi Sekolah Menengah Atas di setiap wilayah Kecamatan yang ada di Kabupaten Bekasi,(red).

BEKASI UTARA bekasitoday.com - Nampaknya Kota Bekasi lebih ramai dalam menyambut Pilkada mendatang, karena kemunculan tokoh-tokoh nasional dan para mantan Walikota serta anak Walikota yang semakin eksis dan narsis untuk meraih elektabilitas dan popularitas.

Menurut salah satu pengamat sosial, munculnya tokoh-tokoh tersebut menunjukan kondisi sehatnya politik Kota Bekasi.
"Saya sangat mengapresiasi kemunculan tokoh-tokoh tersebut sehingga masyarakat Kota Bekasi dapat lebih mengenal mereka," ujar Indra Gunawan yang juga aktifis HMI saat ditemui di Intercontinental Hotel Resort Dago Pakar di Bandung pagi tadi (Selasa, 14/03).

Menurutnya, kehadiran tokoh-tokoh tersebut di Kota Bekasi juga merupakan tanda ingin melihat kinerja dan elektabilitas para kader di mata masyarakat Kota Bekasi.
"Saya kira kehadiran mereka itu ingin menyaksikan para kader terbaik mereka dalam menghadapi Pilkada mendatang," ungkap pria yang memiliki hobi memelihara ayam tarung ini.(red).

Indra Gunawan
Sekitar 60 orang warga kampung Beting Jaya Desa Pantai Bahagia, Kecamatan Muaragembong pada hari Sabtu (11/3) kembali mendapatkan pemeriksaan gigi dan pemeriksaan kesehatan gratis dari Tim Kesehatan Rumah Puspa. Pada baksos kali ini Rumah Puspa bekerjasama dengan komunitas X-Trail Club Indonesia (XCI) Chapter Bekasi (d'best), Chapter ini merupakan bagian dariX-Trail Club Indonesia, komunitas pemilik, pengguna, dan pecinta X-Trail di Indonesia.
Rumah Puspa dan XCI Chapter Bekasi adakan Baksos Di Muaragembong
Team XCI d'best Bekasi

Rumah Puspa dan XCI Chapter Bekasi adakan Baksos Di Muaragembong
Team Rumah Puspa Bekasi
 Dengan mengusung tema "Berbagi bersama dengan warga pesisir", baksos ini diikuti oleh puluhan anggota XCI d'best yang berasal dari berbagai macam profesi.

Yuliana Febriyanti dari Rumah Puspa selaku ketua Pelaksana baksos mengatakan bahwa tujuan baksos ini untuk membantu warga muaragembong dalam pemeliharaan kesehatan termasuk kesehatan gigi.
"Kami ingin memberi bantuan dan pemeriksaan kesehatan serta tindakan medis bagi warga pesisir, khususnya di wilayah kampung beting ini," ungkap ketua XCI chapter d'best ini.

Wanita yang kerap disapa Yulie ini berharap kegiatan ini dapat bermanfaat untuk warga untuk memberi penyuluhan kesehatan gigi dan mulut serta menjaga kesehatan dan sanitasi keluarga.
"Mudah-mudahan lain kali ada kerjasama baksos dari pihak pelayanan kesehatan (puskesmas terdekat) supaya ada tindak lanjut dari kegiatan ini," harapnya.

Rumah Puspa dan XCI Chapter Bekasi adakan Baksos Di Muaragembong

Rumah Puspa dan XCI Chapter Bekasi adakan Baksos Di Muaragembong

Hal lain yang menjadi tujuan kegiatan ini adalah untuk memberikan edukasi nyata bagi keluarga besar anggota XCI yang berdiri tanggal 7 desember 2016 lampau tentang arti berbagi untuk sesama.
"Dengan kegiatan ini kami juga ingin memperkenalkan wilayah Bekasi pesisir kepada seluruh anggota XCI, sesuai salah satu misi XCI yaitu "Explore Bekasi", tutup Yulie yang sehari-hari berprofesi sebagai bidan di Rumah Puspa Mom & Baby Care.

Bidan lain dari Rumah Puspa yaitu bidan Intan dan bidan Dini juga menyatakan senang bisa bekerja sama dengan anggota XCI yang ramah dan ceria.
"Terima kasih kepada seluruh anggota XCI yang sudah berperan serta dalam baksos tahunan Rumah Puspa kali ini, semoga ke depan bisa bekerja sama kembali", ungkap Dini salah satu bidan di Rumah Puspa Bekasi.

Rumah Puspa dan XCI Chapter Bekasi adakan Baksos Di Muaragembong
Peserta Baksos

MUARA GEMBONG bekasitoday.com-H.Taih Minarno, anggota komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bekasi lakukan inspeksi mendadak (sidak-red) ke pembangunan jembatan yang ada di kampung penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, yang marak diberitakan media cetak maupun online belakangan ini, Minggu (12/3).

"Pekerjaan jembatan yang memakan anggaran hingga milyaran rupiah ini, bisa dibilang gagal kontruksi, karena kondisi jembatan memang sangat mengkhawatirkan, dan berbahaya bagi masyarakat, khususnya masyarakat nelayan, "ujarnya.

Menurutnya, dari kontruksi jembatan yang ada, sudah mengalami amblas sedalam 80 centimeter, dan badan jembatan sudah bergeser selebar 10 centimeter.

"Kami minta kepada penegak hukum dan inspektorat, untuk menyelidiki masalah ini, jangan sampai pembangunan jembatan ini merugikan masyarakat sekitar khususnya para nelayan, "jelasnya.

Kami menduga ada kepentingan bisnis, biasanya ada badan jalan dulu, baru ada pembuatan jembatan, kita akan meminta kepada dinas PUPR, dan tim ahli, harus cek pembangunan jembatan, kami sangat mendukung dengan pembangunan jembatan, asalkan penunjukan rekanannya jangan asal-asalan.

"Pembangunan jembatan ini jangan dijadikan ajang bisnis, kami minta tim ahli dan dinas PUPR untuk segera cek kelokasi pekerjaan proyek, yang diduga gagal kontruksi, "ungkapnya.

Ditempat yang sama, beberapa orang warga, saat dimintai keterangannya kepada media mengatakan, bahwa warga disini sangat mengidam-idamkan, pembangunan jembatan, tetapi kalau pembangunannya seperti ini (pendek-red) sangat merugikan kami warga, khusunya para nelayan, lantaran tidak bisa melaut untuk mencari ikan.

"Kondisi jembatan sangat pendek, jadi kami para nelayan susah untuk melaut, karena kapal dan perahu tidak bisa melintas di kolong jembatan, kami berharap dengan kedatangan anggota dewan, bisa membawa keluhan kami warga, terhadap pembangunan jembatan yang ada di kampung penombo, Desa Pantai Harapan Jaya, Kecamatan Muara Gembong, Kabupaten Bekasi, "ungkapnya.(red).
giat Polsek Babelan, bersama camat Babelan, lakukan
pengamanan permen Dot yang terindikasi narkoba
BABELAN bekasitoday.com-Kapolsek Babelan, Polresta Bekasi Kabupaten, Kompol H Mualim Harahap, lakukan kegiatan imbauan kepada para pedagang yang menjual permen yang terindikasi narkoba, Kamis (9/3).

Sementara, Kompol H Mualim Harahap mengimbau kepada para pedagang, agar jangan dulu menjual permen yang terindikasi narkoba, sebelum di teliti oleh pihak BNN.

"Jangan di jual dulu, sebelum ada keputusan dari BNN, apakah permen itu terindikasi narkoba atau tidak, "ujarnya.

Adil, kelahiran di Bekasi, 06 Oktober 1996, Islam, Pedagang, alamat Toko Arul 2 Jl. Raya Babelan Kp. Babelan RT 008/002, Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, agar sementara waktu tidak menjual permen terindikasi Narkoba (Permen DOT) dan menunggu keputusan hasil uji laboratorium dari BNN.

"Setelah kami berikan himbauan, selanjutnya diamankan 17 Pak (isi 20/pak) permen terindikasi Narkoba (Permen DOT) dari Toko tersebut, "terangnya.

Camat Babelan Drs. Surya Wijaya didampingi Kapolsek Babelan Kompol M. Harahap memberikan himbauan kepada siswa/i SDN 01 Desa Babelan Kota, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, agar sementara waktu tidak membeli/mengkonsumsi permen terindikasi Narkoba (Permen DOT).

"Kami himbau agar permen yang terindikasi narkoba jangan di jual bebas dulu, dan untuk siswa/i dalam hal ini sekolah dasar, agar jangan membeli permen dot yang terindikasi narkoba, "ungkapnya.

Pantauan bekasitoday.com setelah melakukan giat tersebut, barang bukti yang telah di dapat, selanjutnya diamankan di Mako Polsek Babelan, menunggu hasil uji laboratorium.(red).
Kapolresta Bekasi Kabupaten Poto bersama
pihak inspektorat, sekolah, dan komite
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Kapolresta Bekasi Kabupaten beserta Kasat Reskrim lakukan rilis terkait ambruknya bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Muara Gembong yang mengakibatkan 28 siswa/siswi terluka pada Selasa, (28/2) lalu.

Diketahui bahwa dari 28 siswa/siswi yang terluka akibat runtuhnya atap bangunan sekolah tersebut, dua diantaranya mengalami luka cukup parah di bagian kepala, dan mendapatkan jahitan sebanyak tiga jahitan.

Kombespol Asep, Kapolresta Bekasi Kabupaten, dalam giat rilis mengatakan, runtuhnya bangunan sekolah yang mengakibatkan korban luka harus ada proses penyelidikan, terkait tentang apa penyebabnya.

"Sangat bersyukur karena korban (siswa-siswi-red) runtuhnya atap bangunan sekolah tersebut tidak mengalami luka parah, hanya luka ringan, "ujarnya.
Menurutnya, agar tidak terulang kembali, maka kejadian ini harus menjadi pembelajaran untuk semua pihak.
Jajaran Polresta Bekasi Kabupaten
Saat membuka police line

"Setelah selesai rilis, kita akan membuka police line yang ada di sekolah tersebut, agar bisa menjaga kondusifitas lingkungan dan sekolah, "terangnya.

Dirinya menambahkan, dari 19 saksi yang di periksa tujuh diantaranya adalah guru pengajar, dan pekerja bangunan, selebihnya adalah siswa-siswi sekolah SMAN 1 Muara Gembong.

"Sampai saat ini kita (Polresta Bekasi Kabupaten-red), masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri, tentunya agar kasus ini terang benderang, "tuturnya.

Kami nyatakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah cukup, dan akan kita buka police line, untuk nantinya pihak sekolah dapat memperbaiki agar bangunan sekolah ini dapat di pakai untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kita akan buka police line, agar pihak sekolah bisa segera memperbaiki bangunan yang ambruk, dan kami nyatakan bahwa dengan dibukanya garis polisi ini, permasalahan kasusnya masih tetap berjalan, "ungkapnya.(red)
kegiatan pengobatan gratis Baksos PT.CL Tbk
Di kediaman warga H Sukriah
CIKARANG UTARA bekasitoday.com-Berkomitmen untuk terus bersinergi kepada masyarakat, tentunya dalam bidang kesehatan, PT Cikarang Listrindo (PT.CL Tbk) lakukan aksi Bakti Sosial (baksos -red) untuk bulan Februari 2017, pada Selasa (28/2).

"Seperti kegiatan-kegiatan baksos sebelumnya, dimana kami merangkul Puskesmas Mekarmukti sebagai tim medis, Babinsa dan Bimaspol sebagai keamanan, dan aparat Desa Wangunharja sebagai pelaksana, "ujar Legal & Gov.Rel Spesialis PT.CL Tbk, Yohanes Siahaan SH MH.

Menurutnya, kegiatan kali ini (baksos kesehatan gratis masyarakat-red) untuk bulan Februari 2017, dilakukan di rumah H.Sukriah, warga Desa Wangunharja, Kecamatan Cikarang Utara, Kabupaten Bekasi.
Kegiatan kali ini dihadiri oleh 135 pasien yang melakukan pemeriksaan, termasuk pemeriksaan Gula Darah 54, Kolesterol 35 dan Asam Urat 28.

"Bakti Sosial ini merupakan komitmen dari PT.CL Tbk terhadap program Corporate Sosial Responsibility (CSR) dan tentunya ingin bersinergis kepada warga masyarakat disekitar perusahaan berada, serta berharap kegiatan baksos ini dapat bermanfaat bagi masyarakat seputaran perusahaan berada, "ungkapnya.(red)