Kapolresta Bekasi Kabupaten Poto bersama
pihak inspektorat, sekolah, dan komite
MUARA GEMBONG bekasitoday.com-Kapolresta Bekasi Kabupaten beserta Kasat Reskrim lakukan rilis terkait ambruknya bangunan Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 1 Muara Gembong yang mengakibatkan 28 siswa/siswi terluka pada Selasa, (28/2) lalu.

Diketahui bahwa dari 28 siswa/siswi yang terluka akibat runtuhnya atap bangunan sekolah tersebut, dua diantaranya mengalami luka cukup parah di bagian kepala, dan mendapatkan jahitan sebanyak tiga jahitan.

Kombespol Asep, Kapolresta Bekasi Kabupaten, dalam giat rilis mengatakan, runtuhnya bangunan sekolah yang mengakibatkan korban luka harus ada proses penyelidikan, terkait tentang apa penyebabnya.

"Sangat bersyukur karena korban (siswa-siswi-red) runtuhnya atap bangunan sekolah tersebut tidak mengalami luka parah, hanya luka ringan, "ujarnya.
Menurutnya, agar tidak terulang kembali, maka kejadian ini harus menjadi pembelajaran untuk semua pihak.
Jajaran Polresta Bekasi Kabupaten
Saat membuka police line

"Setelah selesai rilis, kita akan membuka police line yang ada di sekolah tersebut, agar bisa menjaga kondusifitas lingkungan dan sekolah, "terangnya.

Dirinya menambahkan, dari 19 saksi yang di periksa tujuh diantaranya adalah guru pengajar, dan pekerja bangunan, selebihnya adalah siswa-siswi sekolah SMAN 1 Muara Gembong.

"Sampai saat ini kita (Polresta Bekasi Kabupaten-red), masih menunggu hasil dari Puslabfor Mabes Polri, tentunya agar kasus ini terang benderang, "tuturnya.

Kami nyatakan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) sudah cukup, dan akan kita buka police line, untuk nantinya pihak sekolah dapat memperbaiki agar bangunan sekolah ini dapat di pakai untuk kegiatan belajar mengajar.

"Kita akan buka police line, agar pihak sekolah bisa segera memperbaiki bangunan yang ambruk, dan kami nyatakan bahwa dengan dibukanya garis polisi ini, permasalahan kasusnya masih tetap berjalan, "ungkapnya.(red)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.