Bekasi - Senin 20 Maret 2017. Majelis hakim Pengadilan Negeri Bekasi menjatuhkan hukuman 9 tahun penjara dan denda Rp 300 juta dengan subsider 1 bulan kepada Hidayat Taufiqurrahman dan 8 tahun penjara kepada Rita Agustina, istri Hidayat. Vonis atas pasangan produsen vaksin palsu ini di bawah tuntutan jaksa Penuntut Umum (JPU), Andi Adikawira Putera yang menuntutnya dengan hukuman 12 tahun penjara denda Rp1 miliar, dan subsider 6 tahun kurungan.

Pasutri Pembuat Vaksin Palsu Divonis 9 Tahun Penjara

Adika menyatakan pasangan suami istri ini terbukti bersalah atas perbuatan memproduksi vaksin palsu selama kurun waktu 2010 sampai dengan Juni 2016, di kediamannya Kemang Pratama Regency, Rawalumbu, Kota Bekasi. Ada lima jenis vaksin palsu yang diproduksi, yakni vaksin Pediacel, Tripacel, Engerix B, Havrix 720, dan Tuberculin.

Bahan baku yang digunakan untuk meracik vaksin palsu tidak sesuai ketentuan dari BPOM dan Kementerian Kesehatan. Kandungan yang terdapat dalam vaksin palsu tersebut berupa vaksin DT, vaksin TT, antibiotik, dan cairan Aquades. Sterilisasi vaksin juga sangat diragukan. Mereka meraup keuntungan sekitar Rp 30 juta - Rp 40 juta per bulan dari hasil penjualan vaksin palsu.

Saksi-saksi yang dihadirkan oleh jaksa penuntut umum selama persidangan, antara lain berasal dari pihak kepolisian, BPOM, Kementerian Kesehatan, ahli pidana, PT Bio Farma, PT Aventis Pharma, serta sejumlah tersangka dalam kasus yang sama. Dari keterangan para saksi, kedua terdakwa terbukti bersalah.

Pasutri Pembuat Vaksin Palsu Divonis 9 Tahun Penjara

Dalam sidang yang dipimpin oleh Ketua Majelis Hakim Marper Pandiangan dengan anggota Oloan Silalahi dan Bahuri, jaksa penuntut umum menuntut terdakwa Rita Agustina dan Hidayat Taufiqurrahman dengan pasal 197 UU Kesehatan No 36 Tahun 2009, UU No 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen, serta pasal 55 ayat 1 KUHP tentang turut serta melakukan tindak pidana.

Pasangan suami-istri terpidana kasus vaksin palsu, Hidayat Taufiqurroham dan Rita Agustina diduga telah memproduksi 5 jenis tersebut vaksin palsu sejak 2010 hingga Juni 2016 di rumahnya di Perumahan Kemang Pratama Regency, Jalan Kumala II Blok M29 RT 9 RW 35, Rawalumbu, Kota Bekasi hingga akhirnya ditangkap pada pertengahan Juni 2016 oleh Bareskrim Mabes Polri.
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.