Senin 20 Maret 2017 - Aliansi Rakyat Bekasi (ARB) berjumlah sekitar 20-an orang melakukan unjuk rasa di Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi. Senin (20/3/2017). Massa mempertanyakan sulitnya mendapatkan informasi serta menuding tidak komitmen dalam pelayanan. Yang paling mendasar dalam aksinya para demonstran menduga ada mafia pertanahan baik oknum di internal BPN dengan pihak luar.

Aliansi Rakyat Bekasi Tuntut BPN Perbaiki Kinerja
Massa yang mengatasnaman Aliansi Rakyat Bekasi melakukan aksi demo dikantor BPN Kota Bekasi, Senin (20/3/2017)
Kordinator Aksi M. Latif mengungkapkan rasa kekecewaannya atas sulitnya mendapatkan informasi publik di BPN dan menuding tidak adanya akselerasi berbentuk inovasi kerja dalam hal pelayanan.

“BPN tidak mengindahkan UU KIP, bahkan rekan media pernah berseteru dengan keamanan BPN untuk mendapatkan informasi, apalagi berbicara pelayanan administrasi pertanahan, masih terbilang berbelit dan lama. Kami meminta BPN harus berani membongkar permainan para oknum mafia tersebut."ujar kordinator aksi, Latief dalam orasinya di depan kantor BPN Kota Bekasi.

Pengunjuk rasa akhirnya ditemui oleh beberapa pejabat BPN, diantaranya Christiawan Kasie Tata Usaha, Purnomo Kasie Permasalahan.

Christiawan menyampaikn akan melaporkan tuntutan para pengunjuk rasa dengan kepala BPN Kota Bekasi yang bertepatan sedang ada acara sertijab di Bante.

"Kami akan sampaikan semua tuntutan teman-teman dengan kepala BPN yang baru nantinya." pungkas Christiawan. 

(Teks dan Foto: JRO/HAS Berita Bekasi)
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.