April 2017

BABELAN bekasitoday.com-Seluruh jajaran personil Polsek Babelan, (Polres Metro Bekasi) lakukan apel kesiapan pengamanan Long Weekend dan May Day, dalam rangka Peringatan Hari Buruh Internasional atau May Day pada Senin,1 Mei 2017 besok.

Apel kesiapan pengamanan Long Weekend dan May Day dilaksanakan dihalaman Unit Reskrim Polsek Babelan. Apel kesiapan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kepolisian Sektor Babelan Kompol Mualim Harahap. SH, didampingi Wakapolsek Babelan AKP. Nurhayati Rina Pakabu, yang dihadiri seluruh pejabat utama Jajaran Polsek Babelan, Sabtu (29/4). 

Dalam sambutannya, Kepala Kepolisian Sektor Babelan, Kompol Mualim Harahap. SH, mengatakan Peringatan Mayday yang bertepatan dengan libur panjang nasional Sabtu-Minggu ini, sesuai atensi serta arahan Bapak. Kapolres Metro Bekasi, Kombespol Asep Adisaputra. SH. S.ik. MH. M.si, agar seluruh jajaran melakukan Apel siaga 1 (satu) terkait kesiapan pengamanan hari buruh. dan antisipasi adanya lonjakan arus lalin  yang dimanfaatkan oleh masyarakat itu pergi berlibur.

"Ada beberapa tempat yang dijadikan obyek pengamananan selama libur panjang, yang kemudian disusul dengan libur Nasional dalam memperingati hari buruh atau yang kita kenal dengan sebutan Mayday, "ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, sedikitnya ada 45 personel yang tergabung dalam pengamanan antisipasi libur panjang dan kegiatan peringatan hari buruh kali ini. Hal tersebut dilakukan sebagai bentuk antisipasi yang bertujuan agar stabilitas Kamtibmas diwilayah dapat bertahan aman dan kondusif, selain antispasi peningkatan arus lalin pihaknya juga sudah melakukan ploting pengamanan dibeberapa Objek Vital Negara yang ada diwilayah hukum Polsek Babelan.

"Ada enam titik  yang menjadi sasaran pengamanan jajaran Polsek Babelan diantaranya wilayah Kelurahan Kebalen, Kelurahan Bahagia, Desa Muara Bakti, Desa Hurip Jaya, Desa Buni Bakti, dan Desa Kedung Pengawas, "terangnya.

Sementara, Wakapolsek Babelan AKP. Nurhayati Rina Pakabu menambahkan, pihaknya juga sudah melakukan pendekatan dengan beberapa perusahaan yang ada diwilayah, bahwa secara keseluruhan buruh yang bekerja dibeberapa perusahaan diwilayah Babelan tidak melakukan aksi apapun dan bekerja sesuai jadwal yang ditentukan perusahaan masing-masing.

"Dari upaya pendekatan yang kita lakukan, bahwa seluruh buruh yang bekerja di beberapa perusahaan di Babelan bekerja sesuai jadwal, dan tidak melakukan aksi apapun, "ungkapnya.(red).

BABELAN bekasitoday.com-Basuki Hadimuljono, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia beserta rombongan lakukan kegiatan kunjungan kerja (kunker) pantau pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Batubara (PLTUB) yang berada di Desa Muara Bakti, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Kamis (28/4).

Dalam kunjungan kerjanya, menteri PUPR-RI bersama rombongan langsung menuju hilir arah ke laut dengan menggunakan perahu motor boat, sesekali lemparkan senyum ke sejumlah awak media.

Diketahui agenda sang menteri sebelum melihat pekerjaan PLTUB, rombongan menteri tersebut terlebih dahulu mengunjungi bendung cipamingkis, jembatan cipamingkis, langsung menuju Cikarang Bekasi Laut untuk melihat pekerjaan PLTUB.

Karena PLTUB nantinya dibutuhkan untuk memasok listrik di tingkat nasional tentunya di utamakan untuk kebutuhan industri.

Sebelumnya, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono, menerima kunjungan PT Cikarang Listrindo Tbk. Dalam kunjungannya, Direktur Utama PT Cikarang Listrindo Tbk mengajukan ijin ke Kementerian PUPR untuk melakukan normalisasi Sungai Citarum, kanal Cikarang Bekasi Laut (CBL). Tujuannya adalah sebagai sarana transportasi pengangkutan batu bara yang akan digunakan untuk pembangkit listrik.

Corporate Communication PT Cikarang Listrindo, Rifqi Hakim mengatakan, Cikarang Listrindo mau membangun pembangkit listrik yang berlokasi di Bekasi Laut, Bekasi Utara. Sehingga, normalisasi direncanakan  untuk mengangkut batu bara menggunakan kapal tongkang (barge-red) sampai ke pembangkit listrik.

“Proyek normalisasi ini sepanjang 12 km akan dikerjakan oleh kami sendiri dan tidak akan menggunakan dana dari pemerintah, melainkan dana dari perusahaan sendiri. Nantinya, selain ditujukan sebagai jalur kapal tongkang, normalisasi kali CBL ini juga diharapkan akan mempercantik jalur di sekitar kali serta mengurangi potensi banjir di wilayah Bekasi, "tegas Rifqi.

Menanggapi hal tersebut, Menteri PUPR menyatakan dukungannya dan apresiasinya atas rencana yang dibuat oleh PT Cikarang Listrindo Tbk.

“Saya mendukung sekali upaya yang direncanakan PT Cikarang Linstrindo Tbk. Apalagi kegiatan yang juga ditujukan untuk kepentingan publik seperti normalisasi Sungai. Normalisasi sungai bisa segera diselesaikan, untuk perijinan kami meminta desain terlebih dahulu untuk disinkronkan dengan rencana PT Pelindo II dan program kegiatan PUPR, ”ujar Basuki.

Di ketahui bahwa PT Cikarang Listrindo Tbk, adalah salah satu perusahaan penyalur tenaga listrik untuk kawasan industri, dengan pembangkit listrik yang ada sekarang mencapai 840 megawatt (MW) dengan tenaga uap menggunakan bahan bakar gas. 

Perusahaan tersebut akan tambahkan kapasitas listrik di daerah Babelan menggunakan batu bara dengan penambahan kapasitas sebesar 2x145 KW untuk suplai kawasan sekitar, pada dasarnya PT CL Tbk siap mendongkrak dan menyokong program 35.000 MW pemerintah Republik Indonesia, (red)

BABELAN bekasitoday.com-H.Najmuddin, Lurah Bahagia, di ketahui telah menyurati puluhan pemilik bangunan yang berdiri di Garis Sepadan Sungai (GSS) di lahan pengairan sepanjang perbatasan wilayah Kelurahan Kebalen.

"Kami telah menyurati sebanyak dua kali ke setiap pemilik bangunan yang berdiri di lahan pengairan, karena lahan yang akan di tertibkan ini nantinya akan kita manfaatkan untuk jalur hijau, "ujarnya.

Dirinya mengaku sudah berkordinasi dengan satuan polisi pamong praja (satpol PP) Kabupaten Bekasi untuk membantu dalam penertiban bangli tersebut.

"Untuk terciptanya kondusifitas saat penertiban bangli, kami sudah berkordinasi dengan pihak satpol PP Kabupaten Bekasi, serta Bhabinsa, Binmaspol serta pemerintahan, dan masyarakat, "terangnya.

Menurutnya ada sebanyak 40 unit bangunan liar yang berdiri di atas lahan pengairan di wilayah Kelurahan Bahagia, Kecamatan Babelan, yang akan di tertibkan, tentunya harus di dukung oleh semua pihak.

"Terlaksananya penertiban ini, tentunya harus di dukung oleh semua pihak, agar rencana pemerintah Kelurahan Bahagia untuk menghijaukan jalur pengairan yang ada, cepat terwujud, "ungkapnya.(red)

BEKASI KOTA bekasitoday.com-Jajaran Garda Tipikor Indonesia (GTI) dampingi pihak keluarga ahli waris dari alm Siman, dalam sidang lokasi yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Bekasi Kota bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kota Bekasi, serta pihak Kecamatan Bekasi Timur, dan pihak Kelurahan Bekasi Jaya, Kota Bekasi, untuk mengecek langsung batas-batas lahan, Rabu (18/4).

Diketahui bahwa lahan seluas 10.520 M yang terletak di kampung mede, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, Kota Bekasi adalah milik dari alm Siman sesuai dengan girik/C.No.182 persil 19. Yang saat ini di atas lahan tersebut telah berdiri bangunan rumah susun sederhana sewa (rusunawa).

Kehadiran kami (Majelis Hakim-red) beserta panitera, di lokasi rusunawa di jalan baru under pass, Kelurahan Bekasi Jaya, Kecamatan Bekasi Timur, untuk langsung melakukan sidang lokasi, dengan agenda cek lokasi dan batas batas, hingga selesai.

"Kami tidak dapat memberikan banyak penjelasan, semua kewenangan ada pada bagian Humas, akan tetapi yang jelas hari ini cek lokasi dan batas batas, persidangan akan di lanjutkan pada hari Rabu yang akan datang untuk menghadirkan para saksi, "ujar Majelis hakim yang langsung bergegas menuju kendaraan.

Sementara itu, Hasyim Nahumarury selaku kuasa hukum dari Ponih dan Onang ahli waris dari Almarhum Siman, kepada media mengatakan, kegiatan hari ini adalah sidang pemeriksaan lokasi oleh majelis hakim untuk mengecek kebenaran fakta sesuai dengan gugatan, pada objek tanah seluas 10.520 M, sesuai dengan girik/C.No.182 persil 19,  yang saat ini telah berdiri di atasnya bangunan Rusunawa.

"Untuk kepentingan sidang, agenda hari ini mengkroscek lokasi dan majelis hakim perlu meninjau lokasi, bahwa obyek yang kita gugat sesuai dengan batas batas lokasi yang ada dan benar adanya, "ujarnya.

Menurutnya, sudah hampir 10 kali sidang, dimana sebelumnya telah dilakukan tahapan pembuktian dari para pihak hampir selesai, namun majelis hakim masih memberikan kesempatan bagi para pihak, kalau masih ada bukti tambahan, silahkan diajukan, akan tetapi pada prinsipnya Rabu depan (26 April-red) agenda sidang adalah pemeriksaan para saksi.

"Kita sudah melakukan tahapan persuasif dengan melakukan somasi dan mediasi, persoalannya sudah terlanjur masuk di meja persidangan, kecuali ada kebijakan yang luar biasa, pembebasan tanahnya yang bermasalah, mereka tahu bahwa ini tanah adat, tetapi mereka mengingkari, dan mencoba merekayasa data, seolah-olah ini tanah negara, pembebasan ini tentunya melibatkan Camat dan Lurah, kalau merujuk pada leter C yang ada di Desa, sudah jelas ini tanah adat atas nama Siman, "pungkasnya.

Terpisah, Jenan (56) keluarga dari ahli waris yang turut menyaksikan jalannya persidangan/cek lokasi dan batas, kepada media mengatakan, terkait persoalan sengketa lahan rusunawa, semuanya sudah diserahkan kepada Fadli Zulkarnin dan tim GTI.

"Semoga apa yang selama ini sedang di upayakan, dengan begitu semangat membantu keluarga saya, mendapatkan hasil yang maksimal dan segera terselesaikan, "harapnya.(red)

JAKARTA bekasitoday.com—Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation gelar rangkaian Coke Kicks 2017, dalam rangka pengembangan komunitas, Coke Kicks fasilitasi para pelatih dan talenta sepakbola lokal untuk meningkatkan kemampuan mereka melalui sesi train the trainersplayer coaching, dan mini competition.

Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) dan Asian Soccer Academy (ASA) Foundation gelar rangkaian Coke Kicks 2017 di 10 kota di Indonesia, 10 Kota tersebut diantaranya, Lampung (22-23 April), Medan (29-30 April), Lombok (6-7 Mei), Semarang (22-23 Juli), Padang (26-27 Agustus), Sumedang (9-10 September), Cibitung (21-22 Oktober), Makassar (28-29 Oktober), Pasuruan (11-12 November), dan Balikpapan (25-26 November). Diadakan sejak tahun 2011.
 
“Beroperasi selama 25 tahun di Indonesia, CCAI berkomitmen untuk terus tumbuh bersama para stakeholder melalui berbagai inisiatif, termasuk pengembangan komunitas. Di Coke Kicks 2017, kami menitik beratkan pelatihan bagi para pelatih lokal melalui sesi train the trainers yang dipandu oleh para pelatih sepakbola professional dari ASA Foundation, dengan harapan dapat terciptanya komunitas sepakbola yang mandiri dan berkelanjutan, "ujar Kristy Nelwan, Head of Corporate Communications, Coca-Cola Amatil Indonesia. 

Sementara, Lee Hawkins, Technical Advisor ASA Foundation, mengaku percaya bahwa pelatih lokal memiliki peranan penting untuk mewujudkan masyarakat yang positif dan terus berkembang.

“Melalui sesi train the trainers, pelatih lokal diberikan pembekalan metode pelatihan yang komprehensif, terutama untuk terus membina mental positif dari tim yang dibina sehingga siap meraih berbagai kesempatan di masa depan. Hingga saat ini, Coke Kicks telah melatih lebih dari 600 pelatih sepakbola lokal, menargetkan untuk melatih 200 pelatih lokal dan 2.240 pemain muda di 10 kota sepanjang 2017, "ujar Lee

Di temui terpisah, Cecep Setia Mukhlis, pelatih lokal binaan Coke Kicks yang merupakan peserta Coke Kicks: Train the Trainers di tahun 2011 mengatakan, saat ini dirinya berprofesi sebagai pelatih Soccer Grass Root Academy (SGRA) Cimanggung, Jawa Barat, di mana dirinya menyalurkan ilmunya kepada generasi muda di lingkungan sekitarnya melalui pelatihan teknik dasar sepakbola yang dirinya kembangkan dari pelatihan Coke Kicks: Train the Trainers.

“Keikutsertaan saya di Coke Kicks membuka peluang bagi karir saya sebagai pelatih. Saya sangat mengapresiasi CCAI dan ASA yang telah berperan besar dalam pengembangan diri saya, khususnya dalam bidang sepakbola, ”ujar Cecep yang pernah mendapatkan pelatihan dari Liga Premier Inggis (Arsenal, Manchester City, Portsmouth, Stoke City) –bekerja sama dengan Persib Bandung dan Kemenpora Bandung—dan mendapat sertifikat Young Coaches Indonesia (2017) dan Young Coaches International (2017).

Diketahui bahwa upaya CCAI dalam menjalankan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainability diterapkan dalam empat pilar:Environment, Our People, Wellbeing, danCommunity.

Coke Kicks merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan oleh CCAI untuk pilar Community. Berbagai inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh CCAI—utamanya untuk masyarakat yang bersentuhan langsung dengan fasilitas CCAI di seluruh wilayah operasinya—antara lain melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, bantuan infrastruktur, bantuan air bersih melalui Water for Life, serta penanaman pohon di area tangkapan air dan pelatihan masyarakat setempat melalui Coca-Cola Forest.(red).

BABELAN bekasitoday.com-PT Cikarang Listrindo (CL Tbk) kembali lakukan aksi bakti sosial dalam bentuk bantuan pengadaan kaki palsu, yang diambil dari anggaran kemanusiaan PT CL Tbk, kali ini bantuan di berikan kepada Mulyono (23), warga kampung wates RT09/05, Desa Kedung Jaya, Kabupaten Bekasi, Kamis (13/4).

Turut hadir dalam acara tersebut, Anwar Sanusi Sekdes Kedung Jaya, Ketua RT dan RW, Kepala Dusun, serta pihak Puskesmas Babelan II.

Di sela kegiatan tersebut, Raden Bagus Panuntun Nugrohadi Government Relation & Community Development Specialist, yang didampingi Maggy Margareta HRD & Support Services PT CL Tbk kepada  bekasitoday.com mengatakan, ini adalah bentuk kepedulian kita terhadap masyarakat di sekitaran perusahaan berada.

"Mudah-mudahan ini adalah awalan yang baik, untuk si penerima bantuan beraktifitas sehari-hari, dan informasi yang kita dapat bahwa Mulyono ini adalah tulang punggung keluarga, "ujarnya.

Mudah-mudahan bantuan kaki palsu yang kita berikan dapat bermanfaat bagi pak Mulyono, sehingga dapat membantu penghidupan keluarga.

"Semoga dapat bermanfaat bagi si penerima, dan semoga penerima dapat beraktifitas kembali untuk mencari nafkah keluarga, "terangnya.

Dari informasi yang didapat bahwa Mulyono mengalami kecelakaan yang mengakibatkan di amputasi salah satu kakinya sejak tahun 2013 lalu, dia adalah anak pertama dari empat bersaudara, yang telah lama menjadi anak yatim.(red).

Bekasi - Pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah di Kota Bekasi, Jawa Barat, mengaku terganjal dengan mahalnya biaya pembuatan sertifikat merk dagang dalam memasarkan produk ke pasaran.

Pelaku UMKM Bekasi Keluhkan Biaya Perizinan

"Untuk pengurusan merk dagang ini minimal bisa habis Rp3 juta. Buat saya nilai itu cukup besar," kata Pelaku UKM Kota Bekasi Sri Widiana di Bekasi, Selasa.

Dia mengungkapkan untuk mendapatkan merk tersebut harus meminta izin ke Direktoral Jendral Hak Kekayaan Intelektual (DJHKI), selaku otoritas yang melegalkan merk dagang.

"Saya pernah mengajukan merk untuk minuman, biayanya sekitar Rp3 juta, di luar transportasi pengurusan," katanya.

Dampaknya, kata dia, para pengusaha UMKM di Kota Bekasi mengaku kesulitan memasarkan dagangannya ke minimarket.

Sebab, mereka terbentur dengan merk dagangannya tersebut, padahal 30 persen barang dagangan di minimarket diwajibkan memajang pruduk UMKM lokal.

Sebagian besar pengusaha UMKM enggan memasarkan dagangannya ke minimarket yang ada di sekitar tempat usahanya.

"Kami lebih memilih uang Rp3 juta itu untuk dipakai modal usaha," katanya.

Sri mengatakan, selain kendala merk, pengusaha juga menganggap prosedur pembayaran produk dari toko modern atau mini market lamban, sebab produk terjual baru akan dibayarkan pada akhir bulan.

"Kadang produk yang kami pasarkan dikembalikan jika ada yang rusak, padahal penyimpanan di minimarket itu sendiri yang tidak sesuai dengan standar. Kalau sudah bisa masuk, kami inginnya beli putus," katanya.

Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Kota Bekasi Karto mengatakan produk UKM yang masuk ke minimarket harus sesuai dengan prosedur yang ditentukan.

Prosedur yang dimaksud diantaranya label halal dari MUI, tes di Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), hingga merk dagang yang telah dipatenkan.

"Kami tetap memfasilitasi pengusaha UMKM yang ingin meningkatkan produksinya aga perekonomian terdongkrak," katanya.

Berdasarkan data dari dinasnya, kini ada sekitar 1.800 pengusaha UMKM, mereka terbagi menjadi lima klaster di antaranya industri makanan dan minuman, boneka, handicraft dan konveksi. (Antara)

JAKARTA bekasitoday.com-Garda Tipikor Indonesia (GTI) mengutuk keras pelaku penyiraman air keras yang menimpa penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan. GTI meminta kepada aparat penegak hukum untuk mengusut tuntas siapa dalang dibalik kejadian tersebut.

“kami sangat prihatin atas kejadian yang menimpa sahabat kami Novel Baswedan, semoga kejadian ini tidak menyurutkan semangat para penyidik KPK, "ujar ketua umum GTI, Panca Dwikora, di Jakarta (11/4).

Menurut Panca, GTI siap mendukung segala tindakan KPK dalam menuntaskan berbagai kasus korupsi yang ada di indonesia.

“PR KPK masih banyak dari Century, Hambalang, E-KTP, dan lain sebagainya yang belum terselesaikan dengan sempurna, dan kami siap membantu serta mendukung KPK, "ujarnya.

Panca berharap kejadian yang menimpa Novel bisa segera diusut tuntas, tentunya dengan menyingkap siapa pelaku dan dalangnya.

“harus diusut dan ditemukan siapa pelaku dan dalang dibalik kejadian ini. Negara kita negara hukum, jadi perlakuan semena-mena seperti ini, sudah tidak pantas lagi, "pungkasnya (red).

BEKASI KOTA bekasitoday.com-Cang Da'ing, seniman asli Betawi asal Bekasi Jawabarat, yang memulai karirnya di bidang seni budaya sejak tahun 90-an, kini kian merambat ke dunia seni peran, walaupun masih menjadi peran pembantu didalam sinetron Para Pencari Tuhan ( PPT ), Cang Da'ing terus semangat dalam menjalani perannya di Sinetron  yang akan tayang pada Bulan Ramadhan mendatang tersebut.
Cang Da'ing yang nama aslinya, Edy Daing, yang tinggal di bilangan  Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat, awalnya berkarir di seni peran lenong sebagai panjak, sampai menjadi pengurus kesenian gambang kromong betawi “Si Noray grup”, kepunyaan Almh, Hj. Nori (Jakarta).
Ditemui saat shooting PPT dibilangan Cikunir, kepada bekasitoday.com Cang Da'ing mengatakan, buat generasi muda, diharapkan untuk lebih mengenal dan lebih mencintai budaya daerah, khususnya untuk anak keturunan Betawi harus lebih mencintai budaya Betawi, karena menurutnya, sebagai  Anak Betawi harus  melestarikan Kebudayaan ampe nanti.
”Saya ngarepin bangat ama generasi muda jaman sekarang, supaya lebih demen ama budaya asli Indonesia, jangan budaya barat diikutin, dan khususnya buat anak muda keturunan Betawi, ya kudu ngelestariin budaya Betawi, karena kalau bukan kita sendiri yang ngelestariin budaya, siapa lagi, yang tua aja semangat, dan yang muda harus lebih semangat, tentunya dalam melestarikan budaya, khususnya budaya betawi, "pungkas pria yang mirip dengan komedian betawi bang Bolot ini.(red)

BEKASI bekasitoday.com-Jajaran komunitas Radio Komunikasi Warga Kedung Pengawas (rakompas-red) adakan kopi darat (kopdar) sekaligus penyerahan secara simbolis AD/ARTserta stempel dan atribut, di kediaman Bobby yang akrab di sapa Bolin di wilayah Rt 014/05, Kadus II, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (9/4).

Dalam sambutannya ketua Rakompas Nasarudin yang akrab di sapa pak Dosen yang di dampingi Nasim Khoirul Anwar yang akrab di sapa ustad 03 mengatakan, disini Rakompas juga berdiri baru seumur jagung, alhamdulillah komunitas radio Rakompas, kekompakan sudah terlihat.

"Saya selalu menyampaikan kepada semua jajaran, agar dapat mengebelakangkan emosi, lantaran setiap kali mengudara saya selalu monitor, banyak rekan-rekan ketika mengudara sering bentrok, sehingga suara di udara jadi tumpang tindih, "ujarnya.

Dirinya juga sangat berterima kasih atas berdirinya frekwensi khusus staf dan aparatur desa Kedung Pengawas, dimana radio yang belum tersiar namanya itu di bina langsung oleh Kepala Desa.

"Semoga dengan adanya radio khususnya radio aparatur desa agar bisa bersama-sama membangun wilayah desa, khususnya wilayah Desa Kedung Pengawas, serta dapat menjaga bersama-sama keamanan wilayah desa, "terangnya.

Jangan sampai dengan berdirinya Radio khusus desa kedung pengawas, menjadi ajang saling ejek.

"Kita berharap adanya radio desa kedung pengawas, bukan untuk saling beradu argumen di udara, tetapi untuk saling berbagi informasi tentang keamanan di wilayah, intinya jangan saling menganggu, "ungkapnya.(red/din).

SUKAWANGI bekasitoday.com-Aparatur desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, keluhkan sikap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang tidak merespon usulan penambahan RT dan RW, di lingkungan desa Sukamekar.

Sementara, Irwansyah, Bendahara Desa Sukamekar kepada media mengatakan, bahwa sejak tahun 2012 lalu, pihak desa telah mengajukan penambahan jumlah ketua RT dan RW, tetapi belum ada respon, sehingga menyulitkan pihak desa untuk memberikan honor ke ketua RT dan RW yang ada.

"Honor yang tercatat hingga saat ini, RT sebanyak 16 dan RW sebanyak 7, karena sudah dilakukan penambahan, jadi honor ketua RT dan RW yang tercatat, harus rela di bagi rata dengan jumlah RT dan RW yang ada saat ini, "ujarnya Jumat (7/4).

Dirinya menambahkan, awalnya ketua RT ada 16, dan ketua RW ada 7, karena sudah dilakukan penambahan, jadi ketua RT yang ada saat ini sebanyak 28, dan ketua RW menjadi 13.

"Kami merasa kasian dengan mereka (ketua RT dan RW yang tercatat di pemkab bekasi-red) yang harus merelakan honornya setiap bulan, dibagi rata dengan yang lainnya (ketua RT dan RW yang ada saat ini-red), kami minta kepada Bupati Bekasi Neneng harus melihat dan merespon usulan kami, agar Ketua RT dan RW mendapatkan honor yang layak dari pemerintah, "terangnya.

Menurutnya, honor RT dan RW disetiap bulannya sebesar Rp. 250 ribu.

"Jadi honor RT dan RW yang terdaftar versi pemerintah daerah sebanyak 23 orang, kalau dihitung jumlah Ketua RT dan RW adalah 23 x 250 = 5.750.000 ÷ jumlah RT dan RW yang ada saat ini sebanyak 31 orang, jadi totalnya adalah 5.750.000 ÷ 31= 185 ribu, jadi honor yang diterima oleh ketua RT dan RW dari tahun 2012 lalu sebesar Rp. 185 ribu setiap bulannya, "ungkapnya.(red/din)

CIKARANG BARAT bekasitoday.com-Ratusan warga kampung Rawamaju periksakan kesehatannya secara gratis, ini adalah bentuk komitmen perusahaan dalam penyaluran program Corporate Sosial Responsibility (CSR), Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) yang berdomisili di Jl. Teuku Umar KM.46, Cikarang Barat, Kabupaten Bekasi.

Sekitar lebih dari 100 pasien diperiksa kesehatannya meliputi cek tekanan darah, konsultasi dengan dokter untuk kesehatan diri dan keluarganya, bahkan bisa mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan penyakit atau kebutuhannya secara gratis.

“CCAI sudah selenggarakan delapan kali pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini sejak 2015. Diselenggarakan di tengah-tengah warga, dan bekerjasama dengan ketua RT dan RW Kampung Rawamaju, Desa Sukadanau, dekat lingkungan sekitar pabrik kami. Warga mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tim medis profesional, "ujar Nurlida Fatmikasari, Public Affairs & Communications Regional Manager – Jakarta & West Java Region Coca-Cola Amatil Indonesia.

Menurutnya, warga yang datang berobat membawa kupon kesehatan yang telah dibagikan sebelumnya melalui ketua RT/RW. Untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sekitar yang membutuhkan dan warga mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tim medis profesional dan diberikan obat-obatan sesuai dengan penyakit atau kebutuhannya. 

"CCAI selalu mendukung gaya hidup masyarakat yang lebih sehat dan bergaya hidup aktif. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Internasional yang diperingati setiap 7 April. Kegiatan ini menunjukkan komitmen yang telah dibangun kepada masyarakat sekitar dalam memberikan pelayanan kesehatan yang baik. Selama ini pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan di Bekasi sejak 2015 telah lebih dari 800 pasien yang datang memeriksakan kesehatannya dan keluarganya.

Dia menambahkan, Coca-Cola Amatil Indonesia memiliki 4 pilar kunci sebagai parameter untuk menjalankan program-program CSR dan Sustainability yang harmonis. 4 pilar kunci tersebut adalah menjaga dan melestarikan lingkungan, menyediakan beragam pilihan produk kepada pelanggan, mempertahankan budaya kerja yang baik dan nilai-nilai positif di kalangan karyawan dan akhirnya berkontribusi terhadap pembangunan sosial dan ekonomi seluruh masyarakat di mana CCAI beroperasi.(red)

Masyarakat Sangat Terbantu Dengan Program Sertifikat Prona

BABELAN bekasitoday.com - Ratusan warga di dua kelurahan di wilayah Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi diantaranya Kelurahan Kebalen dan Kelurahan Bahagia, sangat berterima kasih sekali dengan diadakannya Program Nasional Agraria (prona-red) oleh pihak Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Bekasi.

"Dengan adanya Program Prona ini, kami masyarakat merasa terbantu untuk membuat sertifikat tanah tentunya dalam pemberkasan, hingga proses pembuatannya, "ujar Markus Pardede Ketua RT 08/13.
Menurutnya, dulu dirinya pernah membuat sertifikat tanah saudaranya, tapi dalam kepengurusannya sangat sulit, dan ada saja kekurangannya, selain itu jarak yang harus kita tempuh ke Kantor BPN sangat jauh.

"Kami sangat berterima kasih sekali kepada pihak kelurahan yang telah memperjuangkan agar masyarakat khususnya di Kelurahan Kebalen, mendapatkan program pembuatan sertifikat Prona," terangnya.

Dia menambahkan, karena dirinya dan warga sudah dibantu dalam pembuatan Sertifikat Prona oleh pihak Kelurahan Kebalen, dirinya pun berterima kasih sekali akan hal itu.

"Rasa terimakasih warga itu kemungkinan relatif dengan adanya program Sertifikat Prona ini, dan kami warga khususnya saya, siap membantu pihak kelurahan yang menjadi panitia untuk bolak-balik Kantor BPN, dalam pengajuan pembuatan sertifikat Prona," ungkapnya.(red)

BABELAN bekasitoday.com - Lagi, jajaran komunitas radio warga Kedung Pengawas (Rakompas-red) lakukan giat Rakompas Peduli untuk membantu sesama, kali ini Rakompas lakukan khitanan anak yatim warga Kampung Kedaung RT 01/01, Desa Kedung Pengawas, Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Minggu (2/4).
Dia adalah Muhammad Rizky Aditya anak Ketiga dari (alm) bapak Sita, yang berkesempatan dikhitan oleh jajaran Rakompas.
Sementara, Sarti (39) ibu dari Muhammad Rizky Aditya kepada media mengatakan, bahwa anaknya menjadi yatim sejak 2010 lalu, Adit yang akrab di sapa sehari-hari adalah anak ketiga buah hati dari alm. Sita.
"Saya bersyukur dan berterima kasih sekali dengan dibantunya keluarga saya oleh jajaran Rakompas, dalam mengkhitankan anak kami, yang sejak lama menginginkan dikhitan, mudah-mudahan semua jajaran Rakompas yang membantu keluarga kami untuk mengkhitankan anak kami mendapatkan keberkahan, "ujarnya.
Terpisah, Nassarudin Dosen selaku Ketua Rakompas yang didampingi Nasim Khoirul Anwar Ustad 03 saat dimintai komentarnya mengatakan, ini adalah bentuk kepedulian Rakompas kepada masyarakat khususnya di wilayah Kedung Pengawas, dan umumnya di wilayah-wilayah sekitaran Kecamatan Babelan.
"Sebelum kami melakukan giat khitanan anak yatim, sekitar jam 08 pagi tadi, kami juga telah melayat saudara kita rekanan Rakomba yang ada di Desa Bebelan Kota, ini adalah bukti bahwa keberadaan kami (Rakompas-red) tidak ada kaitannya dengan unsur kepentingan, keberadaan kami hanya ingin menjaga tali silaturahmi warga yang ada di lingkungan sekitar, "terangnya.(red/din).

Kantor Pelayanan Pajak Pratama Bekasi Selatan mengalami kebakaran, Ahad (2/4/17) pagi pukul 4 pagi. Kronologis kejadian awalnya terdengar ledakan di lantai 3, dan langsung diperiksa oleh satpam kantor, Agus Salim  yang sedang berjaga.

Kantor Pajak di Bekasi Kebakaran, Berkas Tax Amnesty Aman

“Ketika diperiksa terlihat ada titik api dan ruangan sudah penuh asap. Agus Salim langsung menelepon Pemadam Kebakaran Bekasi. 15 menit kemudian 4 Mobil damkar dengan 20 personil sudah tiba di lokasi dan langsung mengambil tindakan dibantu oleh 3 orang satpam kantor yang sudah pernah ikut pelatihan,” ujar Kepala KPP Pratama Bekasi Selatan, Baharuddin dalam keterangan tertulisnya.

Api berhasil dipadamkan pukul 6 pagi dan pada pukul 6.30 ruangan sudah dipastikan aman. Diperkirakan kebakaran ini terjadi akibat arus pendek. Sejauh ini diketahui bahwa ruang Server, Ruang Berkas Wajib Pajak, termasuk berkas Amnesti Pajak dipastikan aman. Namun demikian masih terus dilakukan pengecekan.

Kerugian sementara diperkirakan sebesar 750 juta rupiah, karena kaca gedung harus dipecahkan juga plafon (untuk menghindari kebakaran baru) dan beberapa alat elektronik seperti AC yang tidak dapat berfungsi lagi.

“Terima kasih kepada Pemadam Kebakaran Bekasi yang sangat sigap dalam mengantisipasi kejadian ini,” pungkas Baharuddin. (detikcom)
CIKARANG BARAT – Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) kembali menggelar pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis bagi warga Kp. Rawamaju yang berdomisili di sekitar lokasi pabrik CCAI di Jl. Teuku Umar KM 46 Kecamatan Cikarang Barat, Kamis (30/03).
CCAI Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis Warga Sekitar Pabrik di Bekasi
Sekitar lebih dari 100 pasien, diperiksa kesehatannya meliputi cek tekanan darah, konsultasi dengan dokter untuk kesehatan diri an keluarganya bahkan bisa mendapatkan obat-obatan yang sesuai dengan penyakit atau kebutuhannya secara gratis.
“CCAI sudah menyelenggaran kurang lebih 8 kali pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini sejak 2015. Diselenggarakan di tengah-tengah warga dengan bekerjasama ketua RT dan RW Kp. Rawamaju dekat lingkungan sekitar pabrik kami. Warga mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tim medis profesional,” kata Nurlida Fatmikasari, Public Affairs & Communication Regional Manager – Jakarta & West Java Region Coca Cola Amatil Indonesia.
Warga yang datang berobat, membawa kupon kesehatan yang telah dibagikan sebelumnya melalui ketua RT/RW. Untuk selanjutnya didistribusikan kepada warga sekitar yang membutuhkan dan warga mendapatkan pelayanan kesehatan oleh tim medis profesional dan diberikan obat-obatan sesuai dengan penyakit atau kebutuhannya.
CCAI selalu mendukung gaya hidup masyarakat yang lebih sehat dan bergaya hidup aktif. Pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis ini diselenggarakan dalam rangka Hari Kesehatan Dunia (World Healty Day) yang diperingati setiap 7 April. Kegiatan ini menunjukan komitmen yang telah dibangun kepada masyarakat sekitar dalam memberikan pelayanan  kesehatan yang baik. Selama ini pemeriksaan kesehatan dan pengobatan gratis yang diselenggarakan di Bekasi sejak 2015 telah lebih dari 800 pasien yang datang memeriksakan kesehatannya dan keluarganya. (BC)