SUKAWANGI bekasitoday.com-Aparatur desa Sukamekar, Kecamatan Sukawangi, Kabupaten Bekasi, keluhkan sikap Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin yang tidak merespon usulan penambahan RT dan RW, di lingkungan desa Sukamekar.

Sementara, Irwansyah, Bendahara Desa Sukamekar kepada media mengatakan, bahwa sejak tahun 2012 lalu, pihak desa telah mengajukan penambahan jumlah ketua RT dan RW, tetapi belum ada respon, sehingga menyulitkan pihak desa untuk memberikan honor ke ketua RT dan RW yang ada.

"Honor yang tercatat hingga saat ini, RT sebanyak 16 dan RW sebanyak 7, karena sudah dilakukan penambahan, jadi honor ketua RT dan RW yang tercatat, harus rela di bagi rata dengan jumlah RT dan RW yang ada saat ini, "ujarnya Jumat (7/4).

Dirinya menambahkan, awalnya ketua RT ada 16, dan ketua RW ada 7, karena sudah dilakukan penambahan, jadi ketua RT yang ada saat ini sebanyak 28, dan ketua RW menjadi 13.

"Kami merasa kasian dengan mereka (ketua RT dan RW yang tercatat di pemkab bekasi-red) yang harus merelakan honornya setiap bulan, dibagi rata dengan yang lainnya (ketua RT dan RW yang ada saat ini-red), kami minta kepada Bupati Bekasi Neneng harus melihat dan merespon usulan kami, agar Ketua RT dan RW mendapatkan honor yang layak dari pemerintah, "terangnya.

Menurutnya, honor RT dan RW disetiap bulannya sebesar Rp. 250 ribu.

"Jadi honor RT dan RW yang terdaftar versi pemerintah daerah sebanyak 23 orang, kalau dihitung jumlah Ketua RT dan RW adalah 23 x 250 = 5.750.000 ÷ jumlah RT dan RW yang ada saat ini sebanyak 31 orang, jadi totalnya adalah 5.750.000 ÷ 31= 185 ribu, jadi honor yang diterima oleh ketua RT dan RW dari tahun 2012 lalu sebesar Rp. 185 ribu setiap bulannya, "ungkapnya.(red/din)

Bagikan:

Beri komentar:

1 comments so far,Add yours