Warga Kota Bekasi Ditolak Melahirkan Di 7 Rumah Sakit

Kota Bekasi - Pasien bernama Reny Wahyuni (40), yang ditolak tujuh rumah sakit di Kota Bekasi, akhirnya melahirkan dengan kondisi anaknya telah meninggal dunia. Reny melahirkan putrinya usai menjalani operasi caesar di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Koja, Jakarta Timur, Minggu (11/6) pagi.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bekasi akan melakukan investigasi dengan membentuk tim independen untuk menindaklanjuti kasus penolakan pasien ini.

‎"Kami akan mengevaluasi jajaran direksi RSUD Kota Bekasi dan izin operasional rumah sakit swasta yang sempat menolak pasien BPJS Kesehatan," kata Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, Senin (12/6).

Ketujuh rumah sakit yang menolak pasien Reny Wahyuni, di antaranya RSUD Kota Bekasi dan enam RS swasta yakni RS Ananda Bekasi, RS Anna Medika Bekasi, RS Mekar Sari, RS Bakti Kartini, RS Bella, dan RS Hermina tetap menolaknya.

"Dia kan pasien BPJS Kesehatan, jangankan pakai kartu aslinya, ditunjukkan fotokopinya saja tetap harus dilayani rumah sakit," ungkapnya dengan kecewa.

Dia mengatakan, pihaknya akan membentuk tim investigasi untuk mengecek alasan penolakan pasien BPJS di RSUD Kota Bekasi.

Nantinya, hasil investigasi bisa dijadikan rekomendasi kepada pemerintah daerah untuk melakukan tindakan berikutnya. Pemerintah daerah juga tak segan-segan memberikan sanksi terberat yakni pencopotan jabatan direksi RSUD Kota Bekasi

"Apabila ruang ICU RSUD Kota Bekasi penuh seharusnya menggunakan bangsal 202 milik rumah sakit," ujarnya.

Rahmat menduga, lambatnya penanganan tim medis di RSUD Kota Bekasi berakibat fatal terhadap pasien Reny Wahyuni.

"Semestinya, petugas RSUD Kota Bekasi bergerak cepat. Entah diantar ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) atau ke RS Pusat Persahabatan, dengan segera," imbuhnya.

Saat ini pasien yang tinggal di Perum Pejuang Pratama Blok L20 RT 03/RW 06, Kelurahan Pejuang, Kecamatan Medansatria, Kota Bekasi, telah dibuatkan Kartu Sehat berbasis Nomor Induk Kependudukan (NIK) milik Kota Bekasi. Dengan demikian, tak ada alasan lagi, tidak terlayani di rumah sakit swasta Kota Bekasi. Sudah ada, 37 rumah sakit swasta di Kota Bekasi termasuk RSUD Kota Bekasi, yang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk menerima Kartu Sehat berbasis NIK ini.

Pemerintah menyediakan dana sekitar Rp 100 miliar di tahun 2017 untuk melindungi pasien Kartu Sehat berbasis NIK.

Pemegang Kartu Sehat berbasis NIK adalah warga Kota Bekasi yang memiliki penghasilan di bawah Upah Minimum Kota (UMK) sebesar Rp 3,6 juta.

Kronologi Kejadian

‎Berdasarkan keterangan yang dihimpun suami Reny Wahyuni, Hari Kustanto (41), saat itu kondisi mengalami gangguan kehamilan. Usia bayinya sudah lebih dari delapan bulan dan segera mendapat perawatan tim medis.

Kemudian, Hari Kustanto mencari rumah sakit untuk merawat istrinya. Setelah tiga hari mencari rumah sakit, Reny belum dirawat dengan alasan ruang Intensive Care Unit (ICU) penuh. Padahal mereka telah terlindungi Badan Penyelanggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan.

Bahkan, saat mendatangi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Bekasi. "Tiga hari saya berkeliling cari rumah sakit, tapi ditolak semua dengan alasan ruang ICU sudah penuh," tutur Hari.

Barulah, di RSUD Koja, Jakarta Utara, Reny langsung menjalani operasi caesar. Hanya berselang beberapa menit pasca operasi itu, bayi perempuan itu meninggal dunia karena nafas sang anak sangat lemah.

Putrinya yang baru lahir telah dimakamkan pada ‎di TPU Makam Kembang, Minggu (11/6) pagi.




Sumber: Suara Pembaruan
Bagikan:

Beri komentar:

0 komentar, berikan komentar Anda.